
Kenapa Abigail bisa menyebut kekasih Olivia sebagai pria tua?
Karena...., jarak antara Darren dengan Olivia berjarak hampir 10 tahun dengan Darren sebagai yang lebih tua dari Olivia. Jika umur Freya 20 tahun dan Felix 30 tahun, Olivia sejatinya sudah berumur 27 tahun.
Tak terlihat memang. Tak heran, Olivia memiliki wajah awet muda seperti masih anak sekolahan. Jika ia tidak berdandan- mungkin orang akan mengira ia masih anak berumur 17 tahun. Namun..., meski berdandan pun, orang akan mengira Olivia dan Freya seumuran.
Darren? kalian bisa menebaknya.
Jika Olivia berumur 27 tentu saja Darren hampir kepala 4. bahkan Darren masih lebih tua dari Abigail yang hanya berumur 32 tahun. Namun, Abigail merupakan salah satu pengawal keluarga Fransiscus yang berbakat.
Jika Felix sudah mengajar S1 di umur 25 tahun maka Abigail sudah mengajar S2 di umurnya baru menginjak 30 tahun. Tak heran jika selain Ed- Abigail juga merupakan pengawal yang di asuh sendiri oleh keluarga Fransiscus- yang di beri keistimewaan untuk tidak melakukan pekerjaan berat juga bebas dari seragam pengawal yang serba hitam tersebut.
Jika Ed seorang Hacker yang juga pandai dalam hal obat- obatan. Sejujurnya, Abigail bisa mengetahui orang berbohong dari mimik wajah dan dari pupil matanya saja.
Ilmu dasar psychology mengatakan jika seseorang akan berperilaku jujur 0.02 detik sebelum akhirnya memakai topeng kepura- puraannya. Tidak banyak psycholog yang bisa melihat waktu 0.02 detik tersebut. Kalaupun ada- butuh waktu waktu hingga bertahun- tahun. Dan Abigail dengan umur yang tergolong muda- dapat melihat waktu 0.02 detik dari seseorang tersebut. Tak jarang- kemampuannya di gunakan untuk mengintrogasi penjahat. Agar renananya tak di ketahi- biasanya para penjahat itu akan memilih menutup mulutnya atau memberi informasi palsu. Dan dengan bantuan Abigail- Bahkan, meski para penjahat itu menutup mulutnya sekalipun.
Abigail hanya perlu memberi pertanyaan agar penjahat merasa gugup. Perubahan mimik wajah dan pupil mata inilah yang menjadikan Abigail mengetahui informasi tanpa penjahat tersebut membuka mulut nya.
Awalnya, Abigail merasa cukup jenuh dan ingin pensiun. Ia tak ingin lagi membaca hati orang- orang. Bahkan, pria itu sengaja tidak menatap lawan bicaranya agar tidak mengetahui- apakah yang sedang ia ajak bicara berbohong padanya atau tidak.
Siapa yang menyangka jika Bernard mengabulkan keinginannya. Meski ia memiliki bakat Psychology- Ia menyukai hal yang berhubungan dengan seni terutama mendesign bangunan. Abigail ingin membangun perusahaan design nya sendiri.
Lalu? Mengapa Abigail malah menjadi Dosen?
Sebenarnya, ia bukanlah dosen. Kebetulan, Dosen yang seharusnya mengajar sedang kecelakaan sehingga- sebagai Mahasiswa yang cerdas- membuatnya di lirik sebagai pengganti Dosen yang kecelakaan tesebut. Tentu dengan iming- iming, setelah Dosen yang di gantikan Abigail itu sembuh- Abigail akan di beri point tambahan sehingga bisa lulus lebih cepat.
Siapa yang menyangka tepat pada saat Abigail menyetujuinya- adalah saat Felix dan Freya memulai kuliah manajement dimana Abigail mengajar.
Di sanalah Abigail juga bertemu dengan Olivia yang ternyata memiliki kesukaan yang sama dengan Abigail.
Olivia yang ceria, polos dan satu- satunya orang yang tidak memakai topeng- sok polos untuk mendekati Abigail.
Tak heran. Olivia memang benar- benar polos tanpa perlu kepura- puraan.
Meski.., bukan berarti Olivia tidak pernah berpura- pura. Namun, kepura-puraan Olivia- entah bagaimana, membuat Abigail- untuk pertama kali menyukai seorang wanita.
__ADS_1
Menjadi teman ONS adalah kepura- puraan.
Sesungguhnya, Abigail tahu jika Olivia juga menderita. Derita yang di sebabkan keluarga kandungnya sendiri.
Sesungguhnya, Abigail lah yang mengikuti kemana langkah Olivia kala wanita itu bertengkar dengan keluarganya. Karena..., jika tidak begitu, mungkin, hidup Olivia akan lebih hancur. Tak heran. Selain awet muda. Wanita ini juga cantik dan manis. Wajah yang membuat orang gemas dan tak bosan menatapnya. Satu point lainnya adalah; meski tubuh Olivia memiliki kekurangan di bagian tinggi badannya. Namun, ia memiliki pundak yang tegap. Dan dada serta pantat sekal yang berisi.
Itu sebabnya, sejujurnya, saat Olivia mabuk- Abigail lah yang sengaja mendekati Olivia.
Bagi Olivia hubungan mereka hanyalah partnert ranjang belaka. Namun, Abigail merasakan perasaan lebih pada anak didiknya tersebut.
Hingga, suatu hari Bernard memberi tugas agar membuat Felix cemburu. Abigail menyetujui nya. Namun, ia tidak ingin merayu sahabat dari Olivia tersebut. Alasannya tentu saja tidak ingin membuat wanita itu cemburu.
Baru pegangan tangan saja- mata wanita itu seolah memiliki magnet pada tangan Abigail yang menggenggam tangan Freya. Namun, tampak jika wanita itu memilih keluar setelah menunjukkan wajah kekecewaan yang tampak terlihat.
*🌸*
” saya berterima kasih karena anda mau datang ke acara lamaran saya.” ucap Abigail.
“ tentu saja.” ucap Bernard.
“ maafkan saya hingga anda harus berpura- pura menjadikan saya anak asuh anda.” ucap Abigail merasa tidak enak.
“ sekali lagi saya berterima kasih.” ucap Abigail dengan wajah merona. Bernard hanya tersenyum dan meninggalkan Abigail.
Setelahnya, Abigail memilih mengantar Bernard pergi menuju mobil yang terparkir dengan istri tercintanya yang menunggu di mobil. Sedari dulu, Luna membenci keluarga yang sombong yang menganggap seorang anak sebagai barang bisnis. Itu sebabnya, dari pada ikut turun dan merasa muak- wanita yang tak lagi muda itu memilih menunggu di mobil.
Abigail terus menunggu sampai mobil yang di kendarai Bernard tak lagi kelihatan.
Setelahnya, barulah Abigail sadar jika Olivia terdiam meski setia mengikut calon suaminya itu melangkah.
“ kenapa kau terdiam. Aku pikir, kau akan senang, karena akan terbebas dari keluarga parasit itu.” ucap Abigail memeluk bahu calon istrinya.
Olivia hanya menatap Abigail dengan wajah kecewa. Melihat wajah Olivia membuat Abigail terdiam dan memilih menghadap ke arah wajah Olivia.
“ Ada apa?” tanya Abigail dengan wajah serius.
__ADS_1
Melihat wajah serius Abigail membuat Olivia semakin menunduk. Kesal, membuat Abigail menangkup wajah Olivia agar menatapnya.
“ katakan ada apa, Vie! Kau tidak mau menikah denganku?” ucap Abigail dengan intonasi tinggi.
“ bukan itu...” ucap Olivia menggeleng lemah. Melihatnya, Abigail melunak.
“ apakah kau sakit hati atas apa yang dikatakan keluargamu?” tanya Abigail dengan intonasi lebih rendah.
“ apa yang mereka lakukan memang membuat sakit hati..., namun...” ucap Olivia menggantung.
“ namun?” heran Abigail.
“ aku tidak menyanngka jka kau juga sama seperti mereka.” ucap Olivia lemah.
Mendengarnya membuat Abigail terdiam.
“ kenapa kau bisa mengatakan seperti itu?” heran Abigail.
“ bukankah kau juga mengajukan Syarat? Kau juga mengganggapku sebagai alat bisnis?” ucap Olivia lirih. Melihatnya membuat Abigail tersenyum. Rupanya calon istrinya ini telah salah paham kepada dirinya.
“ apa yang kau pikirkan?” ucap Abigail memeluk Olivia.
“ aku memberi syarat itu, agar keluargamu tak lagi menjadi parasit bagimu. Dengan aku memberi syarat itu, otomatis, kau benar- benar terlepas dari keluargamu dan terbebas dari mereka.” ucap Abiagil membuat Olivia terdiam dan menatap Abigail. Wanita itu lantas dengan ragu menerima pelukan calon suaminya tersebut.
“ Abi....” ucap Olivia ragu.
” hem?” tanya Abigail.
“ meski begitu...., kenapa kau mau repot- repot melamarku? Kau adalah bawahan dari tuan Bernard...., tak susah membuat aku tak lagi memiliki hubungn dengan keluargaku...” ucap Olivia menggantung karena Abigail telah membungkam bibir wanita itu dengan mulutnya.
“ kau ingat perkataanku?” ucap Abigail melepas pagutan bibir mereka- lantas meraba bibir tipis Olivia dengan ibu jarinya.
“ yang mana?” heran Olivia.
“ *** bisa di lakukan dengan nafsu..., namun, ciuman arus di lakukan dengan hati.” ucap Abigail.
__ADS_1
“ ap? Itu berarti kau...?” ucap Olivia dengan membulatkan matanya.
“ aku bisa saja menjauhkanmu dari keluargamu dengan mengatas- namakan kekuasaan tuan Fransiscus. Namun, aku juga ingin mengikatmu agar kau sepenuhnya menjadi milkku.” ucap Abigail memeluk Olivia yang hanya bisa menangis di dalam pelukan calon suaminya tersebut.