
Felix hanya melihat- lihat suasana di ruangan Labirin yang di bentuk dari semak- semak dan tanaman rambat.
Tangannya menggenggam tangan istrinya, namun pandangannya seolah jauh kedepan. Seolah, jalan yang ia lewati itu membawa kenangan yang telah lama terlupa.
Felix terus berjalan seolah telah hapal jalan yang akan mereka lewati. Ruang Labirin itu memang berbentuk bukit. Tengah- tengah labirin itu terdapat di puncak tertinggi di rumah tersebut dan ada juga Gasebo untuk menikmati pemandangan seluruh rumah tersebut.
“ kau seperti sudah pernah kemari saja.” tanya Freya.
“ kurasa aku memang sudah pernah kemari, namun itu saat aku masih sangat kecil, hingga aku melupakannya, namun, saat melintasi tempat ini, aku juga seolah seperti sudah pernah melewatinya.” ucap Felix tertawa.
Freya memilih diam dan duduk di kursi yang ada di dalam Gasebo tersebut.
“ Frey.” panggil Felix.
“ apakah kau percaya akan adanya jodoh dan takdir?” tanya Felix.
“ kenapa kau bertanya soal itu?” tanya Freya.
“ dulu, aku pernah kemari saat aku berumur 15 tahun. Karena aku merasa bisnis yang di geluti keluargaku tidak sesuai dengan Passion ku, membuatku bosan mengikuti perbincangan bisnis mereka. Merasa bosan, aku berjalan- jalan di taman labirin ini, dan aku bertemu dengan sosok anak kecil yang menangis karena tersesat di labirin ini.” pasti Felix tidak menyangka jika gadis yang pernah di tolongnya itu sekarang sudah menjadi istrinya, atau....., mungkin, Felix menyadari jika anak kecil itu adalah istrinya- sekarang.
“ karena kasihan, aku menolong gadis kecil. Aku sungguh terkejut karena anak kecil itu menjanjikan pernikahan padaku.” kekeh Felix. Freya masi asyik dengan diamnya.
“ aku mengatakan jika pernikahan adalah hal yang sakral dan suci, dan ia mengira, aku tidak mau menikahinya karena aku tidak mencintainya.” kekeh Felix.
“ lalu?” akhirnya, Freya mulai membuka suara.
“ aku berjanji akan menikahinya kala ia dewasa dan tidak memiliki kekasih. Saat ini, ia pasti juga sudah dewasa, ia pasti terkejut karena mengetahui jika aku sudah menikah dan aku tidak bisa menikahinya.” kekeh Felix.
“ kau tidak berusaha mencari tahu, siapa saja kemungkinan gadis kecil itu?” tanya Freya.
“ entahlah, seperti yang kau tahu, keluarga Fransiscus jarang mengekspose anak- anak dan cucu- cucunya, sementara, kebanyakan yang berada di pesta bisnis itu pada saat itu adalah orang dewasa dan seumuran denganku. Aku cuma bisa menarik kesimpulan jika ia adalah keluarga Fransiscus.” ucap Felix menghadap ke arah langit- malam.
“ aku pernah berpikir jika ia adalah nona Alice atau mungkin anak dari tuan Andre. Namun, anak dari tuan Andre- aku dengar selalu di Korea, jadi aku rasa bukan dia. Sementara, nona Alice sudah menikah dan memiliki pujaan Hati, jadi seandainya anak kecil itu adalah dia, aku tidak termasuk melanggar karena ia sudah memiliki kekasih bahkan suami sekarang. “ kekeh Felix.
Apakah Freya tidak masuk ke dalam daftar?
“ lalu bagaimana denganmu?” tanya Felix.
“ hem?”
“ bukankah kau bilang kau pernah tersesat di sini? Bagaimana kau bisa kembali dan keluar dari sini?” tanya Felix.
“ ada seorang pemuda yang menolongku.”
“ APA? Siapa?” padahal, saat itu, bisa jadi mereka belum pernah bertemu, namun, mendengar istrinya membicarakan pria lain tetap membuat Felix kesal.
“ saat itu aku masih berumur 5 tahun. Karena tidak suka pada hiruk pikuk pesta bisnis, aku menyusup ke labirin ini. Namun, karena labirin ini lebih tinggi dari aku, membuatku tersesat di dalamnya. Saat itulah aku bertemu dengannya.”
“ ini kali pertama, aku bertemu seseorang yang tulus membantuku, bukan atas nama ingin mendekati karena aku adalah bagian dari keluarga Fransiscus.” jeda Freya.
Mendengarnya, tampak jika dada Felix sudah naik turun saat istrinya memuji pria lain.
“ sebagai ucapan terima kasih, aku menjanjikan pernikahan padanya.” ucap Freya terus bercerita.
“ ap?” kesal Felix.
“ kenapa kau marah?” tanya Freya.
__ADS_1
“ kenapa? Kau masih bertanya kenapa?” kesal Felix.
“ itu bahkan sudah sangat lama.” mendengarnya, Felix terdiam. Ya, yang di bicarakan istrinya itu benar juga, lagi pula, saat itu, istrinya masihlah anak kecil dan sekarang, Freya adalah istri Felix.
“ lalu? Apakah kau tahu siapa pemuda itu dan dimana dia sekarang?” tanya Felix menyilangkan kedua lengannya.
“ aku tahu siapa pemuda itu.”
“ Ap? Siapa? Mr. Abigail?” tanya Felix.
‘ tak heran jika pria itu, terus- menerus mengejar Freya.’
“ bukan.” mendengar ucapan istrinya lantas membuat Felix melemaskan bahunya. Yang berarti kemarahannya sudah sedikit lega.
“ lalu?” heran Felix.
“ ia sekarang di sampingku.” ucap Freya.
” eh?” Felix melihat ke bangku di samping Freya.
“ apakah pemuda itu sudah tiada?” tanya Felix karena bangku di sebelah istrinya kosong. Seketika itu juga, bulu kuduk Felix merinding.
“ tentu saja tidak.” ucap Freya mulai tidak sabar.
“ lalu?”
“ ia sekarang sudah menepati janjinya dan sudah menjadi suamiku.”
“ Ap? Kau memiliki dua suami? Kau berpoliandri?” kesal Felix.
“ ...” kesal, Freya mengucek pangkal hidungnya.
“ suamiku..., kau ingat soal gadis yang kau tolong lantas menjanjikan pernikahan padamu?” ucap Freya berusaha sabar.
“ ya, kenapa kau membahas soal itu?” heran Felix.
“ kau ingatkan? Aku tadi juga cerita, jika aku juga tersesat di sini dan di tolong pemuda lalu menjanjikan pernikahan padanya.” ucapan istrinya membuat Felix membulatkan matanya.
“ jadi.., gadis kecil itu kau? Dan pemuda yang kau masud itu..., aku?” tebak Felix. Freya hanya mengangguk. Melihatnya, tampak jika mata Felix mulai berembun.
“ dulu, aku tidak percaya adanya takdir dan jodoh. Dan sekarang aku melihatnya sendiri bahwa takdir itu nyata.” ucap Felix memeluk istrinya. Freya memilih diam dan menepuk bahu suaminya.
Setelahnya, tampak jika Felix mulai menciumi pipi istrinya.
“ apa aku boleh menciumi bibirmu?” tanya Felix. Freya lantas melihat ke sekitar. Di rasa, tidak ada orang, wanita itu memilih mengangguk.
Setelah istrinya mengangguk, tanpa banyak bicara, bibir Felix sudah mencicipi bibir istrinya yan sudah seolah candu ini. Dengan nakalnya, bahkan lidah Felix mulai menabsen setiap rongga mulut istrinya dan mulai bertukar Saliva dan udara.
“ apa aku boleh meminta lebih?” tanya Felix dengan suara yang mulai memberat.
“ tapi jangan disini.” ucap Freya. Mendengarnya, Felix hanya tersenyum. Ia ingin sekali menggendong istrinya, namun, jika sampai di tanyakan keluarga besar, malu juga, itu sebabnya, Felix mengalah dan memilih hanya menggandeng istrinya menuju kamar yang di sediakan untuk mereka.
Di sisi lan, Wanda baru saja asik dengan handphone nya sampai ada nomor asing yang menghubunginya.
“ Hallo?” heran Wanda.
...“ apakah kau Wanda?” suara yang sangat Familiar membuat Wanda membulatkan matanya....
__ADS_1
“ kalian? Untuk apa kalian mengubungiku lagi?” kesal Wanda.
...“ Wan- Wan. Apakah kau lupa pada kami? Kami adalah orang tuamu sendiri.” lirih orang tua Wanda....
“ huh! Orang tua? Aku tidak memiliki orang tua!” kesal Wanda.
...“ Wan- Wan, kami tahu kau marah pada kami. Tapi kami terpaksa melakukannya.”...
“ terpaksa? Apakah karena uang!” ucap Wanda dengan sarkas.
...“....” orang tua Wanda tidak menjawab....
“ kalian tega menjual anak kalian sendiri?!” kesal Wanda.
...“ Wan- Wan!”...
“ lantas..., apa masud kalian menghubungiku? Meminta uang?” tebak Wanda.
...“ hanya satu juta!” ucapan orang tuanya sungguh tidak terkira bagi Wanda. Ternyata orang tuanya benar- benar menghubunginya karena meminta uang....
“ enyahlah!” bentak Wanda.
“ Wan- Wan, kami susah payah mencarimu, dan ini jawabanmu!” namun, Wanda langsung mematikan telephone tersebut.
Kesal! Marah!
Wanda benar- benar tak percaya orang tuanya, yang lama ia tak temui, menghubunginya- bukan bertanya kabar, namun, karena meminta uang?
Lalu...? bagaimana orang tuanya bisa menghubungi Wanda?
Aaa? Wanda ingat soal dirinya yang memposting nomor nya, karena sedang iseng. Beruntung Felix tidak tahu jika Wanda memiliki dua nomor- apa lagi pria itu, tidak pernah bermain sosial media berwarna biru tersebut.
Kembali ke pesta. Louis tengah kesal karena menyadari jika Freya dan menantunya terus berada di kamar.
“ hiks! Anak gadisku benar- benar telah di miliki orang lain sekarang..” kesal Louis.
“ harusnya kau senang, karena putrimu bersatu dengan pria yang ia cintai.” ucap Agatha tak percaya.
“ aku pikir, selamanya, ia akan menjadi anak gadisku.” jawab Louis.
“ ayolah, papa. Kau terlalu berlebihan. Aku bahkan tak pernah melihatmu seperti ini kala aku dan Alice menikah.” ejek Axel.
“beda masalah Son! Freya adalah hasil cetakanku sendiri!” jawab Louis.
“ abaikan ucapan ayah angkatmu ini! Diam- diam, ayahmu ini menangis kala kalian menikah dan kau memutuskan untuk tinggal di keluarga Lee.” ejek Agatha.
“ Agatha!” ucap Louis malu.
“ benarkah itu?” tanya Axel terkekeh.
“ ya..., yaaa....,aku kan sudah melihatmu bertahun- tahun, tak heran aku sedikit merasa sedih kala kau pergi dari rumah kami.” jawab Louis berdehem.
“ sedikit merasa sedih, huh?” kekeh Agatha.
“ bagaimana reaksi ayah angkat saat itu?” ucap Axel penasaran.
“ dia menangis sambil memegangi foto keluarga kita.” jelas Agatha.
__ADS_1
Mendengarnya, Axel hanya tertawa bersama dengan Agatha, sementara, Alice sedang menidurkan anak- anak mereka.