Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Deborah


__ADS_3

Hal yang di bayang kan Agatha adalah sosok yang pemarah seperti Elena- ketika Agatha datang ke panti asuhan Santa Maria. Namun, kenyataannya ternyata sangat berbeda. Tak heran...


Penuh senyum, kelembutan dan bercahaya mulia.


‘ aku melihat santa Maria.’ bisik Andre tanpa sadar menangkupkan tangannya seolah berdoa.


Nyonya Deborah adalah seorang wanita yang mengabdikan hidupnya merawat anak- anak yatim piatu di panti asuhan Santa Maria. Tak heran jika ia terlihat mulia dan wanita yang penuh dengan kelembutan.


Butuh ekstra kesabaran untuk merawat anak- anak yang bahkan bukan anak kandungnya sendiri.


Nyonya Deborah mengabdikan hidupnya merawat anak- anak terlantar ini sebagai ganti rasa bersalah dan dosa nya di masa lalu- itu sebabnya hati nya terlihat mulai dan bahkan senyumnya terlihat begitu bersinar dan tulus.


“ perkenalkan, saya adalah kepala panti disini. Anda bisa menyebut saya sebagai Nyonya Deborah.” ucap Nyonya Deborah sebagai salam perkenalan.


“ nama saya Agatha dan ini adalah kakak saya, Andre.” Agatha mengenalkan dirinya dan Andre.


“ saya yakin kedatangan anda bukan untuk mengangkat anak bukan?” tanya Nyonya Deborah yang melihat perut Agatha yang besar. Agatha pun segera memberikan foto Elena. Tampak jika Nyonya Deborah membulatkan matanya.


“ anda pasti mengenal nona di foto tersebut bukan?” tanya Agatha.


“ tentu saja, dia dulu adalah anak asuh kami.” ucap Nyonya Deborah tenang.


“ saya yakin jika dia lebh dari anak asuh anda, bukan?” tanya Agatha. Ucapan Agatha membuat Nyonya Deborah terdiam.


“ anda pasti orang yang penting hingga bisa mengetahui hal itu nona.” ucap Nyonya Deborah yang paham akan maksud Agatha.

__ADS_1


“ Elena adalah anak anda, bukan?” tanya Agatha to the point sambil meminum tea yang di sajikan.


“ ya.”


“ saya yakin anda selalu mengawasi apa yang terjadi tentang dia.” ucap Agatha dengan tenang meski menekan. Ini adalah satu- satu cara untuk melihat- apakah Nyonya Deborah hanya memakai topeng atau benar- benar wajah asli lah yang di tujukan di hadapan Andre dan Agatha.


“ tentu saja saya tahu. Saya yakin jika anda- sekarang adalah Nyonya Fransiscus.” ucap Nyonya Deborah membuka tutup cangirnya yang berisi tea hangat.


“ apa anda tidak marah atau dendam tentang Elena? Pada akhirnya, ia tetaplah anak anda.” tanya Agatha.


“ dulu saya terlalu memanjakannya. Sehingga menjadi seorang yang pemalas bahkan rela menjual tubunya hanya untuk jalan pintas. Ia memang anak saya. Namun karena ia adalah anak saya bukan berarti saya harus membela saat ia akan di hukum karena ia telah melakukan salah.” ungkap Nyonya Deborah tenang.


“ dulu, saya juga anak manja dan menjadikan saya teledor hingga akhirnya memiliki Elena. Saat mengandung Elena- saya hidup dalam keterpurukan dan terus menyalahkan anak itu. Karena, dengan adanya dia- saya merasa- cita- cita saya terhalangi dan saya harus menghabiskan hidup saya untuk mengurus anak- anak yang bukan anak saya.


Namun, seiring berjalan nya waktu saya sadar. Apa yang terjadi adalah salah saya. Saya teledor- itu sebabnya hal buruk pun terjadi pada saya. Dan saat melihat anak- anak yang saya besarkan tumbuh bahagia di sini saya sadar jika hidup saya tidak sepenuhnya buruk.


“ saya bisa melihatnya. Tak heran jika anak- anak di sini begitu menyayangi anda.” ucap Agatha.


Wanita itu tahu, mata orang dewasa mungkin bisa tertipu namun tidak dengan mata anak- anak yang masih polos. Mata orang dewasa bisa tertipu dengan sandiwara seseorang namun mata anak yang polos cenderung melihat dengan hati- dari pada orang dewasa yang bisa di kelabui hanya dengan beberapa patah kata lidah seseorang.


“ saya yakin anda kemari karena perihal Elena.” ucap Nyonya Deborah.


“ ya. Seandainya hati Elena setengah saja dari anda mungkin saat ia mulai terjatuh ia tidak akan semakin mendendam dan berusaha melihat jika ini adalah kesalahan nya sendiri.” ungkap Agatha yang kagum akan penderian nyonya Deborah.


“ anda terlalu memuji, saya masih memiliki kesalahan dan tidak luput dari dosa masa lalu.” ucap Nyonya Deborah.

__ADS_1


“ yang membedakan anda dengan Elena adalah anda mengiklaskan apa yang terjadi dan mencoba menerima jalan nya takdir. Sedangkan Elena memilih mengikuti dendamnya dan membuatnya semakin jauh dari takdirnya.” jawab Agatha menyerupt tea nya.


🌸🌸🌸


Setelahnya, Agatha mencoba melihat sekeliling panti asuhan. Yang terdiri dari Asrama tempat mereka beristirahat, lapangan tempat mereka bermain, ruangan yang di khususkan untuk mereka makan bersama dan ada ruang lagi untuk mereka belajar.


Agatha yang menyukai anak- anak tentu saja gampang akrab dengan anak- anak yang ada di panti asuhan tersebut. Dan karena wanita itu tengah hamil, Andre bertugas mendampingi kemana Agatha melangkah agar wanita itu tidak terlalu lelah.


Hingga, tanpa terasa langit yang cerah berubah menjadi bewarna jingga-menunjukkan waktu yang sudah sore.


“ anak- anak di sini menyenangkan, ramah dan berbudi baik. Anda sudah berhasil sebagai seorang ibu bagi anak- anak di sini sekaligus sebagai pemimpin panti ini.


Sayang sekali hari sudah sore sehingga saya harus pamit. Semoga anda sekalian suka dengan hadiah perpisahan saya.” ucap Agatha pada hadiah yang di berikan untuk anak- anak panti tersebut. Berupa boneka untuk anak- anak perempuan dan mainan untuk anak- anak laki- laki, juga berupa buku cerita, buku bergambar dan hadiah- hadiah lainnya.


“ saya berterima kasih untuk kebesaran hati anda. Tentu saja anak- anak di sini akan senang dengan hadiah anda. Dan, hati- hati dalam perjalanan anda tuan dan nona.” jawab Nyonya Deborah.


🌸


“Nyonya, kenapa anda tidak kesal atas yang terjadi pada nona Elena? Biar bagaimana pun itu adalah anak anda?” Tanya salah satu pengurus panti- saat Agatha dan Andre telah meninggalkan halaman panti.


“Bukankah kau mendengar yang aku ucapkan, Honah?” tanya Nyonya Deborah.


“Dalam hal ini, Elena bisa di hukum karena ia lah yang salah. Sebagai ibu yang baik aku tidak bisa membenarkan apa yang ia lakukan jika itu salah. Aku sudah berusaha menuntun nya menjadi pribadi yang baik dan tidak membedakan antara anak panti dengan dirinya, Namun dia tetap mengambil jalan yang salah. “


“Ingat kata- kataku Honah. Tidak peduli ia memiliki ikatan denganmu, kau harus menghukum jika ia salah dan meski itu adalah orang yang kau benci sekalipun kau tetap harus membelanya ketika orang itu benar. “ jawab Nyonya Deborah tulus.

__ADS_1


...Suka sama sifat nyonya Deborah ga😳...


__ADS_2