Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Kesal2


__ADS_3

“ aku merasa dunia mau kiamat.” celoteh Briana.


“ kenapa kau berkata seperti itu?” tanya Olivia.


“ kau bayangkan saja; dulu, Felix selalu cuek seberapa keras Freya berusaha menggodanya dan sekarang? Setelah menjadi suami yang posesive- sekarang, tampak jika Felix yang berusaha mencari perhatian Freya sementara teman kita itu bersikap cuek pada suaminya itu.” jelas Briana.


“ memangnya kenapa Freya tiba- tiba cuek pada kak senior? Apa ia mulai bosan pada suaminya?” heran Olivia.


“ kau pikir, Freya akan sepertimu? Yang habis manis- sepah- di buang?” ucap sebuah suara mengagetkan kedua sahabat yang sedang berbincang tersebut.


“ kakak senior?” pekik Briana dan Olivia.


“ huh!” Felix memilih ikut duduk dengan kedua sahabat koplak ini. Menunggu istrinya yang juga belu keluar dari kelasnya.


“ kak senior, tak herankan kami berpikir seperti itu? Beritanya sudah tersebar luas, soal Freya yang bersikap cuek padamu, padahal, kami tahu sendiri bagaimana dulu- ia mengejarmu.” ucap Olivia penasaran.


“ apa ia beneran sudah bosan denganmu?”


“ enak saja kalian bicara!” kesal Felix menjewer kedua gadis di depannya.


“ Kakak Senior! Sakit!” cicit Olivia dan Briana menepuk tangan Felix.


Felix memilih melepasnya dan menghembuskn nafas kesal.


“ lalu? Jika bukan karena bosan, apa kau mengecewakan istrimu itu?” tanya Briana beramsumsi.


“ bagaimana kau bisa tahu?” heran Felix.


“ ap? Benarkah?” ucap Briana yang tidak mengira jika tebakannya benar.


“ apa Freya yang memberi tahumu?” tanya Felix.


“ tentu saja tidak.” keluh Briana.


“ dia jarang menceritakan masalah pribadinya dan hanya menggunakan handphone nya untuk belajar. Kau tahu sendiri jika ia baru saja kembali berkuliah, mana sempat bercerita pada kami.” jelas Olivia.


“ lalu?” heran Felix.


“ insting wanita.” kekeh Briana.


“ salah aku bertanya padamu.” kesal Felix.


“ aku hanya bercanda.” kekeh Briana.


“ tapi..., tak heran aku mengetahuinya. Freya kita adalah orang yang polos dan ceria. Type orang seperti Freya pasti akan memilih pura- pura tertawa dari pada orang di sekitarnya khawatir jika ia bersedih. Dan jika sampai senyumpun enggan- jelas ia sampai pada puncak kekecewaan tertinggi. Satu- satunya yang bisa membuat Freya kita kecewa tentu saja kau, kakak senior!” Jelas Briana menunjuk Felix. Membuat pria itu menelan saliva nya dengan susah payah.


‘ insting wanita..., ternyata menakutkan.’ batin Felix.


“ sedang apa kalian di sini?” tanya sebuah suara yang membuat semua orang menoleh pada sumber suara.


Namun, sepersekian detik kemudian setelah melihat ke arah sumber suara, Felix segera mengepalkan tangannya dan menggertakkan giginya.


Istrinya...., tengah berjalan ke arahnya bersama dengan Abigail- dosen yang terlihat jelas menyukai istrinya- sekaligus mantan tunangan Freya.


“ wow! Kenapa kalian jalan beriringan? Apakah Freya kita benar- benar telah bosan pada suaminya?” ucapan Olivia seolah menyiram bensin ke api yang membara.


“ Ayo pulang, Frey!” ucap Felix mencekal tangan istrinya.

__ADS_1


“ apa yang kau lakukan pada nona Freya!” ucap Abigail menghalau tangan Felix.


“ apa hakmu melarangku membawa pulang istriku?” kesal Felix.


“ Fe! Sakit!” keluh Freya.


“ kau tidak lihat nona Freya kesakitan?” Abigil sekali lagi mencoba melepaskan genggaman tangan Felix membuat pria itu semakin terbakar amarah. Tanpa banyak kata, pria itu langsung meninggalkan area kampus dan meninggalkan ketiga orang itu yang terdiam di tempatnya.


“ Sir, kau tidak mengejarnya?” tanya Briana.


“ tidak! Buang tenaga sia- sia.” jawab Abigail acuh lalu langsung duduk dan memesan makanan.


“ ?” heran Briana dan Olivia.


“ lalu? Kenapa Anda kemari bersama dengan Freya? Aku pikir anda memang ada rasa dengan Freya kami.” heran Olivia.


“ aku ke kantin tentu untuk memesan makanan. Soal aku pergi bersama dengan Freya itu hanya kebetulan.” jelas Abigail bersenandung kecil.


“ benarkah? Lalu mengapa anda menghentikan saat kakak senior....” heran Briana.


“ Hei! Aku ini pria sejati, mana mungkin aku membiarkan seorang pria menyakiti wanita.” jelas Abigail.


“ lalu? Mengapa anda tidak mengejarnya atas nama pria sejati?” heran Olivia.


“ biar bagaimanapun, mereka adalah suami istri- aku akan di sebut terlalu ikut campur jika sampai mengejar mereka...” ucap Abigail menyedot minumannya dengan sedotan.


* sementara itu*


“ kakak! Lepaskan aku!” kesal karena Felix tidak menganggap kata- katanya hingga membuat Freya memanggil Felix kembali dengan kakak.


“ sudah aku katakan jangan panggil aku kakak, Frey!” ucap Felix lantas menggendong istrinya di bahunya.


Tidak susah membawa tubuh kecil Freya dengan cara di gendong, itu lebih udah dari pada hanya dengan menyeretnya- karena terus meronta.


Tidak sampai beberapa menit tampak jika mereka telah sampai di kediaman mereka.


“ !” Freya begitu terkejut kala suaminya kmbali melemparnya ke kasur pria itu.


“ aku akan menunjukkan jika kau masih memiliki suami, Frey!”


“ aku hanya secara kebetulan pergi kekantin dengan Dosen Abigail, Fe!” ucap Freya berusaha menjelaskan.


“ Diamlah!” ucap Felix langsung ******* bibir istrinya.


Sering berciuman mulai melatih cara berciumannya. Setidaknya, gerakannya tidak sekaku dulu.


“ apa yang kau lakukan?” tanya Freya kala melihat jika Felix mengikat tangan wanita itu dengan sabuk yang tadi di gunakan Felix.


“ apa yang aku lakukan?” ulang Felix membuka kancing kemejanya.


“ tentu saja meminta hakku.” tekan Felix.


“ Ap? Aku tidak mau!” ucap Freya menggelengkan kepalanya dengan kuat.


“ tidak mau? Aku masih ingat jika sebelumnya kau dengan senang hati memberinya, Frey.” ucap Felix mulai menciumi bibir istrinya lagi.


“ AW!” namun, Freya menggigit bibir Felix dengan kencang.

__ADS_1


“ aku tidak mau, Fe! Aku membencimu!” ucap Freya meninggikan suaranya.


“ kau tidak membenciku, Frey! Kau mencintaiku!” tekan Felix mulai membuka baju istrinya.


Kesal! Ya, Freya kesal pada tubuhnya sendiri yang seolah berkhianat pada dirinya sendiri karena menikmati setiap sentuhan yang di berikan suaminya.


“ kau bahkan tidak mencintaiku, Fe!” ucap Freya mencoba meyakinkan suaminya sekaligus dirinya sendiri. Ia tidak ingin kalah dari rangsangan yang di berikan suaminya dan mencoba menyadarkan dirinya sendiri.


“ bukankah kau sendiri yang mengatakan jika aku bukan tidak mencintaimu, Frey? Aku hanya belum mencintaimu!” ucap Felix mula membuka semua kain di tubuhnya. Tampak jika Freya mengapit kuat kakinya, namun, tenaga wanita itu tetap kalah dari suaminya.


“ aku memang tidak tahu apakah aku sudah mencintaimu atau belum, karena aku belum pernah merasakan cinta sebelumnya. Satu hal yang aku tahu adalah; aku tidak suka kau dekat apa lagi di miliki orang lain.” ucap Felix mulai mencoba mengarahkan miliknya dan langsung menghentakkan pinggulnya dengan keras.


“ Sakit!” Pekik Freya, tampak jika air mata lolos dari mata indahnya. Entah karena miliknya yang merasakan sakit- atau mungkin hatinya yang sakit.


“Jangan menangis Frey! Aku mohon, maafkan aku.” Ucap Felix menghapus air mata istrinya itu. Pria itu sadar, jika istrinya itu menangis bukan karena sakit yang ia rasakan kini, namun karena kecewa saat Felix lebih mementingkan wanita lain dan membiarkan istrinya sendirian. Kecewa karena Felix tidak bisa menepati janji kecilnya.


“ aku berjanji kali ini tidak akan meninggalkanmu sendirian lagi. Aku juga tidak ingin melukaimu, aku hanya tidak bisa mengalahkan hati nuraniku, maaf.” ucap Felix memeluk istrinya. Sakit rasanya melihat wanita yang selalu ceria ini- menangis.


“ Maaf.” Felix mulai memacu tubuhnya. Miliknya terasa ngilu karena sempitnya milik istrinya. Namun, di sisi lain, ia juga merasakan perasaan nikmat yang baru pertama kali ia rasakan- perasaan yang mengalahkan rasa saat ia harus bersolo carier.


Di sisi lain, seharusnya, Freya marah. Tubuhnya sakit, hatinya lebih sakit lagi, namun, segala sentuhan dan rang**ngan ini membuat Freya seolah linglung.


Tubuh Freya benar- benar berkhianat kepada dirinya, karena tanpa sadar de**han mulai keluar dari mulut Freya. Dan sekali satu de**han lolos dari mulut wanita itu, meloloskan des**an dan le**uhan lainnya.


Felix yang dapat mulai mengatur ritme nya mulai mempermainkan pertahanan istrinya dan membuat istrinya seolah melupakan masalah yang ada di antara mereka.


Bahkan, istrinya tak lagi menolak ciuman dan mulai aktif membalas apa yang Felix lakukan.


Tangan yang sedari tadi di ikat oleh sabuk milik Felix kini telah di lepas pria itu. Seharusnya, Freya dapat menggunakan tangannya untuk memukul suami lucknut nya ini, namun, tangannya malah membelit leher suaminya dan malah memperdalam ciuman mereka.


Tanpa terasa, udara seolah menipis- membuat mereka yang ada di ruangan itu seolah tercekik karena saling berbagi udara untuk memenuhi paru- paru mereka.


Tubuh mereka telah basah oleh keringat- namun, seolah tidak ada satupun dari mereka yang ingin mengakhiri segalanya. Bahkan, seolah De****n dan Leng***n menjadi musik di penghujung malam.


Hingga, suara telephone pun tidak mereka hiraukan.


“ F.., Fe.., telephone mu bunyi.” ucap Freya mencoba mengembalikan kesadarannya setelah mendapatkan puncak kenikmatan berkali- kali.


“ abaikan!” ucap Felix tidak ada yang ingin menganggu aktivitas mereka lagi.


Namun, lagi dan lagi, telephone Felix terus berbunyi, kesal, Felix memilih menjawab telephone itu dengan Loudspeaker.


“ Ada apa?” desah Felix. Sementara, Freya berusaha menahan desahannya, namun, bahkan meski menutupi mulutnya dengan tanganpun, nampak jika suaminya itu sengaja memaksa menghentakkan pinggulnya, agar istrinya tanpa sadar mendesah.


...“ Fe.., Felix? Kau sibuk?” ucap Wanda yang tidak percaya mendengar suara permainan panas dari seberang telephone....


“ ya, ada apa?” ucap Felix terus memacu istrinya.


...“ ti.., tidak ada. Aku lapar, aku pikir...., mungkin, kau mau kemari membawakan aku makanan, aku tidak tahu jika kau sibuk.” ucap Wanda berpura- pura terisak....


“ kau bisa memesan makanan secara delivery, maaf aku tutup telephone nya.” ucap Felix langsung mematikan telephonenya.


“ itu.., itu tidak sopan.” desah Freya.


“ abaikan, Frey. Fokuslah pada permainan kita.” ucap Felix terus memacu istrinya. Bahkan, sampai usai malam pun tampak jika Felix masih kuat memacu istrinya, namun, melihat istrinya yang kelelahan membuat Felix memilih menyudahi permainannya.


Begitu terus, ketika istrinya itu terbangun dan ingin beranjak dari kamar Felix- pria itu akan terus memaksa istrinya dan kembali mengulangi permainan panas mereka sampai- sampai istrinya tidak sadarkan dirinya karena kelelahan.

__ADS_1


Sementara, di lain tempat. Tidak perlu di tanya lagi betapa kesalnya seorang Wanda mendengar Felix bercumbu. Tanpa di tanyappun, jelas jika yang sedang di cumbu adalah istrinya. Lebih kesal lagi karena Felix bersikap cuek kepadanya melalui telephone.


__ADS_2