Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Nama dari orang yang sudah mati


__ADS_3

“Kenapa kau melamun?” Tanya Agatha saat Louis sedang di Apartment wanita itu.


Ya, setelah kejadian itu, ia masih ingat ada janji dengan Agatha sehingga memilih menemui Agatha di Apartment wanita itu. Meski sesungguhnya, alasan Louis pergi ke apartment wanita itu untuk menenangkan dirinya.


Apa yang di alami Andre sungguh mengingatkan dirinya kala ia kehilangan Agatha.


“Tidak..,” Louis terdiam. Ia ingin bertanya soal Lionel.


Namun ia urungkan, ia sadar jika ia tak memiliki hak apapun melarang Agatha.


“Hem? “Heran Agatha.


“ kemana jagoan kecilmu?” tanya Louis memilih ke ruang tamu dan duduk di sofa sambil menyandarkan tubuhnya di sana.


“ aa..? Kau belum bertemu dengan teman- teman Axel, ya? Di sekolahnya- Axel di panggil Boss.” ucap Agatha ikut duduk di sisi Louis dan mulai bercerita.


“ boss? Ia memiliki pengikut sekarang?” kekeh Louis.


“ jadi Louis...” ucap Agatha mengelus dada bidang Louis.


“ a..., apa?” ucap Louis menelan saliva nya dengan susah payah.


“ katakan kepadaku kenapa kau terlihat begitu muram.” ucap Agatha dengan smirk smile nya. Cukup menyenangkan menggoda Louis.


Dulu, Agatha selalu acuh karena mengira Louis hanya mencintai Elena. Dan sekarang? Pria itu sendiri yang mengakui jika ia mencintai Agatha.


Sekarang, adalah waktunya bagi wanita itu membalas apa yang sudah di lakukan Louis kepadanya.


Agatha tahu, jika sejujurnya, Louis adalah pria yang polos- namun, selama ini keenggananlah- yang membuat pria itu membatasi dirinya. Dan saat pria itu sudah menyadari perasaannya, tidak susah bagi Agatha menggoda Louis dan bermain tarik ulur pada pria itu.


“A.., Agatha.” ucap Louis gugup melihat senyum Agatha karena wanita itu memajukan wajahnya mendekati wajah Louis.


“ erm? Ya? Kau sudah mau mengatakan alasan; kenapa kau muram?” ucap Agatha duduk manis. Melihat jika Agatha hanya menggodanya, membuat Louis tersenyum sambil berkata;


“Apa kau masih ingat soal Andre?”


“Assistant pribadimu?” tanya Agatha.


“Ya.”


“Ada apa dengannya?” Tanya Agatha.

__ADS_1


Louis terdiam, ia hanya menatap Agatha sejenak sebelum menghela nafasnya.


“Tidak. “


“?” Agatha merasa ada yanga aneh dengan Louis, ia terlihat lebih lesu dari biasanya.


“Kau sakit?” Tanya Agatha sambil memegangi dahi Louis.


“Tidak.., kurasa aku hanya lelah.” Ucap Louis menghindari tangan wanita itu. Agatha yang melihatnya pun iseng ingin menggoda Louis.


“Ouh? Louis yang selalu semangat menggodaku- sekarang terlihat lesu? Apa kau sudah mulai ragu? Kau mulai bimbang memilih antara aku dan Elena?” Goda Agatha.


“Ten.., tentu saja tidak! Selamanya aku hanya mencintaimu!” Ucap Louis- cepat.


“Jadi.., katakan kepadaku mengapa kau tampak lesu..” ucap Agatha mengangkat dagu Louis agar menatapnya.


Mendengarnya, dengan gugup- Louis lalu menceritakan masalah Andre.


“ begitu? Selama setengah tahun ini Andre selalu mengawasiku dan melindungiku?” heran Agatha.


‘ aku sudah menduga jika uncle Bernard selalu mengikutiku- namun, aku tak menyangka jika assistant yang tampak cuek dan dingin itu adalah orang dari uncle Bernard.’ batin Agatha.


Tak heran, Bernard yang Agatha kenal sangat ramah dan memiliki sifat seorang ayah yang memanjakan anak nya dengan sedikit memiliki sifat yang iseng- sangat berkebalikan dengan sifat Andre.


Meski sejujurnya, saat ada masalah, semua sifat itu hilang dan berganti menjadi seorang pria yang tegas dan pintar menyelesaikan masalah.


“ ya. Lalu, bagaimana menurutmu?”


“ soal gadis itu?” tanya Agatha.


“ ya, setelah itu, Andre selalu mencari tahu soal Greisy atau Eun Jeong- namun, selalu tak pernah menemui hasil.” heran Louis.


“Kau takkan pernah menemukan orang mati.”


“Ap? Jadi Greisy itu adalah orang mati?” ucap Louis terkejut pada perkataan Agatha,


' yang selalu bertemu dengan Andre itu hantu?' batin Louis takut.


“Maksudku bukan Gadis itu, namun Eun Jeong.” ucap Agatha memegangi kepalanya.


“Ha?” Heran Louis. Karena yang Louis tahu Eun Jeong adalah Greasy.

__ADS_1


“Aku akan bertanya padamu; seandainya kau memiliki sakit berat dan kau mengetahuinya, apa yang akan kau minta?”


“Aku?” Tanya Louis menunjuk dirinya sendiri.


“Aku akan meminta menghabiskan waktu terakhirku dengan orang yang ku cintai.” ucap Louis menatap ke arah Agatha.


“Tepat! Anggaplah jika saat itu ayah dari Greisy sudah tahu jika hidupnya tinggal sebentar lagi...”


“Lalu..? apa hubungannya dengan orang mati” heran Louis.


“Orang yang di cintai ayah dari Greisy tentu saja ibu dari Greisy! Nama Eun Jeong itu bukan nama asli Greisy, namun nama mendiang dari ibu Greisy. Ia ingin seolah- olah menghabiskan hari- hari terakhirnya dengan istri yang ia cintai, itu sebabnya, Greisy mencatatkan namanya dengan nama ibunya. Agar seolah mereka makan bertiga satu keluarga- yang berada di sana adalah Greisy namun dengan mencatat kan nama ibunya- bukankah itu seolah- olah ibunya ada di tengah- tengah mereka?”


“Kau benar!” Ucap Louis mulai menemui titik terang.


“Tapi..., tunggu! Kenapa restaurant itu memperbolehkan Greisy menggunakan nama orang lain?” heran Louis.


“Mungkin mereka masih menyimpan kartu tanda pengenal dari ibu Greisy dan wajah mereka sama.


Cobalah minta Andre jangan berfokus pada nama orang yang masih hidup, namun lihatlah di catatan orang yang telah tiada. Jika nama itu ada, fokus Andre selanjutnya adalah mencari nama keluarga Jeong!”


“Agatha! Kau sangat pintar.“ Ucap Louis memeluknya.


“o , oo. Maaf.” Ucap Louis malu- malu. Melihatnya, Agatha hanya tersenyum.


“Ei.., apa seorang Louis Fransiscus sedang malu sekarang?” ucap Agatha menggoda Louis.


“ Agatha!” geram Louis.


“ kenapa? Aku masih ingat- saat kau memaksa ku di kota tempat gudang penyimpanan berada- kau terus memaksaku meski aku memintamu menghentikannya dan sekarang kau malah malu- malu seperti ini?” goda Agatha.


“ Agatha!” geram Louis. Ia langsung menggelitiki Agatha.


“ Louis! Hentikan ini.., ha ha ha. Kau tahukan? Aku ini paling sensitive pada gelitikan!” Agatha terus tertawa.


Namun terhenti kala tubuh mereka saling berhadap- hadapan karena tubuh Agatha yang terjatuh menjadi berbaring di Sofa. Lama mereka saling menatap. Entah siapa yang memulainya, entah bagaimana bibir mereka telah tertaut satu sama lain.


Tidak ada paksaan di dalamnya yang membuat segalanya terasa nikmat. Ruangan yang awalnya terdengar candaan dan tawa kini menjadi sepi dan berganti menjadi suara kecaplan bibir dan lidah yang saling beradu.


Suasana semakin panas..,


Bahkan tangan Louis mulai dengan nakalnya menjelajahi tubuh Agatha.., hingga suara kunci apartment di buka.

__ADS_1


“ mama, Axel pulang.” ucap Axel dengan semangat.


__ADS_2