Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Meluruskan kesalahpahaman


__ADS_3

Freya terbangun saat sudah tengah hari menuju sore.


Melihat suasana yang begitu sepi, Freya hanya menghela nafas. Ia teringat suaminya yang meminta ijin untuk pergi. Selain kuliah- satu- satunya tempat tujuan suaminya tentu saja tempat kekasihnya.


Wanita itu seketika teringat kata- kata yang suaminya ucapkan;


aku berjanji kali ini tidak akan meninggalkanmu sendirian lagi.


Namun, bahkan, suaminya itu sekali lagi melanggar janjinya.


‘ dasar pria! Pintar bermulut manis!’ umpat Freya.


Wanita itu hendak beranjak dari tempat tidurnya- namun, kehadiran suaminya dengan senampan masakan sungguh mengejutkan wanita itu.


“ kau mau kemana? Apa mau kekamar mandi lagi?” tanya Felix menaruh nampannya.


“ ...” Freya terdiam karena tidak percaya, suaminya masih berada di sini.


“ Frey? Istriku?” ucap Felix mengibaskan tangannya di depan wajah istrinya.


“ kau tidak jadi pergi?” heran Freya.


“ bukankah kau bilang kau lapar? Aku berusaha membuatkan istri kecilku ini makanan.” ucap Felix mencoba menyendok sepiring egg-rice nya.


“ makanlah.” ucap Felix mencoba menyuapi istrinya.


Entah mengapa, apa yang suaminya lakukan ini sediit membawa haru bagi Freya. Ia lantas mencoba membuka muutnya, namun baru mau masuk ke mulut wanita itu, Freya langsung memuntahkan masakan suaminya lagi.


“ uhuk!” Freya tersedak.


“ kenapa? Mi.., minum.., Frey.” Suaminya dengan sigap memberinya air untuk Freya minum.


“ Asin!” pekik Freya.


“ benarkah?” Felix lantas mencoba menyendokkan nasi ke mulutnya sendiri dan tampak jika pria itu juga tersedak karena masakannya sendiri.


“ Fe, biasakanlah kalau memasak, cicipi masakanmu dulu. Jika kau masak nasi, kalau keasinan tambah nasi lagi, konsepnya sama kalau terlalu banyak bumbu lainnya. Kalau kau memasak lauk, jika ke asinan- tambah air, kalau kepedesan, tambah gula.” ucap Freya.


“ maaf.” ucap Felix menggaruk tengkuknya.


“ gendong aku, Fe.” ucap Freya hendak beranjak.


“ kau mau ke toilet?” tanya Felix.

__ADS_1


“ aku akan mengajarimu memasak- tentu saja kita ke dapur.”


“ ba.., baiklah.” ucap Felix mencoba menggendong istri kecilnya.


Dengan penuh kehati- hatian, Felix menggendong istrinya dari kamar pria itu menuju dapur.


“ kita mulai dari memotong bumbu, kau tahu bahan- bahannya?” tanya Freya.


“ apakah harus pakai bumbu?” tanya Felix.


“ lalu? Kau masak tanpa bumbu?” heran Freya.


“ aku pakai bumbu instant, aku agak lama tadi karena membelinya di supermarket terlebih dahulu.” ucap Felix membuat Freya merasa bersalah. Ia pikir suaminya meninggalkannya demi wanita lain, Freya tidak menyangka jika suaminya benar- benar menepati janjinya.


“ coba aku lihat kemasannya dulu.” pinta Freya.


“ eh?” Felix lantas mencoba mencari kemasannya yang sudah ia buang di tempat sampah.


“ ini.” Felix memberi kemasan yang di maksud.


“ ...” Freya lantas membaca petunjuknya. Semuanya sekarang seolah di ciptakan agar para manusia mager itu beranak pinak. Segala hal di buat praktis, shingga membuat para manusia itu semakin malas. Tak heran jika seorang Dosen jadi tidak bisa masak.


“ apa kau tidak pernah memakai ini sebelumnya?” heran Felix.


“ mama selalu mengajari aku menggunakan bahan- bahan alami, jadi ini kali pertama aku tahu ada bumbu instant seperti ini..., apa sebelumnya kau menumis bumbu ini?” tanya Freya.


“ seberapa banyak minyaknya?” tanya Freya.


Felix lantas menuangkan minyak yang tadi ia gunakan.


“ itu terlalu banyak, Fe. Pastikan jika memasak untuk satu porsi gunakan sedikit saja, kalau kau bingung takarannya, cukup 2- 3 sendok makan minyak jika dua porsi setiap porsi di tambahkan satu sendok minyak.” jelas Freya.


“ apa aku perlu membeli lagi bumbu instant nya?” tanya Felix.


“ aku akan mengajarimu memasak pakai bumbu alami saja.”


Dan itulah yang terjadi, dari mengupas bumbu, sedikit berderai air mata saat memotong bawang dan bombay lalu bahan lain di potong dadu, polong, jagung, wortel dan daging. Sedikit mengajari cara menakar minyak, mengajari memasukkan bumbu kala minyak sudah panas. Jika bumbu sudah wangi masukkan telur. Jika sudah baru di orak arik telurnya dan jangan lupa penyedap rasa, terakhir masukkan nasi.


Dan...,


Sepiring egg rice jadi!


“ apakah ini masakan ku?” ucap Felix berdecak kagum pada masakan pertamanya.

__ADS_1


“ ya.., ya.., jika kau ingin membuat omelet caranya sama, cuma di tambah telur dadar dan tinggal membungkus nasinya dengan telur.” jelas Freya.


“ ayo kita makan, Frey.” ucap Felix membagi masakannya di kedua piring dan membawa piring satunya ke hadapan istrinya.


Tampak jika Freya enggan memakan masakan suaminya.


“ kenapa? Aku pastikan kali ini kau tidak memakan racun.” heran Felix melihat istrinya tidak memakan masakan pria itu.


“ kau hanya membagi masakan ini hanya menjadi dua..., lalu.., bagaimana dengan kak Wanda? Bukankah tadi ia menghubungimu karena ia memintamu membawakan makanan?” tanya Freya hanya mengaduk makanannya.


“ Wanda? Aku sudah mengiriminya pesan untuk memesan delivery. Setelah itu, aku lebih memilih mencari bumbu instant.” ucapan suaminya, membuat Freya tersenyum tanpa sadar.


“ kenapa? Maksudku.., kenapa kau tidak sekalian membawakan kekasihmu makanan?” ucap Freya mencoba mengalihkan senyumnya.


“ kekasih? Semenjak kita menikah, dia bukan lagi kekasihku, Frey. Meski awalnya, aku menolak pernikahan ini, namun.., aku adalah orang yang memegang teguh prinsip; pernikahan itu sakral dan suci- aku tidak ingin adanya affair di tengah- tengah kita. Bisa di bilang, selama ini aku masih menghubunginya atas nama; pertemanan.” jelas Felix.


“ be..., benarkah? Kau tidak pernah melakukan Affair?”


“ tentu saja.” ucap Felix dengan pasti.


“ bahkan hubungan badan?”


“ hubungan badan? Aku bahkan tidak pernah melakukan hal- hal seperti ciuman ataupun ****! Aku baru pertama melakukannya dan itu denganmu!” tekan Felix.


“ a.., aku mana tahu kau pertama kali melakukannya, kau.., kau tidak terlihat baru pertama melakukannya.” ucap Freya memelankan suaranya di akhir kalimat.


“ bisa di bilang itu insting pria, makanya aku langsung bisa, bukankah aku genius?” kekeh Felix.


“ genius? Kau maniak!” kesal Freya. Felix hanya terkekeh sambil menyendokkan masakannya kemulutnya. Setelah menghembuskan nafas pelan..., lantas Freya mulai ambil sua..,


“ jika kau tidak pernah berhubungan badan..., lalu...., mengapa saat kau ke apartment Wanda aku melihat ada lipstik di lehermu?”


“ aku? Kapan aku ke apartment Wanda?” tanya Felix.


“ saat kau membuatkan aku lengkuas rebus!”ucapan istrinya membuat Felix mencoba mengingat- ingat.


“ aaa? Saat itu? Saat itu.., Wanda sempat marah karena aku memutuskan hubungan kekasih dengannya. Seperti yang aku katakan- aku tidak ingin ada affair. Jadi sebagai salam perpisahan menjadi kekasih sekaligus awal hubungan menjadi teman- kami berpelukan.., cuma berpelukan, tidak lebih, mungkin, lipstik Wanda menempel saat itu.” jelas Felix.


‘ atau mungkin wanita itu sengaja menempelkannya agar aku cemburu?’ batin Freya beramsumsi.


“ kenapa kau tidak makan? Masih takut masakanku tidak enak?” tanya Felix.


“ perutku hanya sakit karena belum makan seharian, ini aku akan memakannya.” ucap Freya mulai memakan masakan suaminya yang bisa di bilang cukup layak di makan. Sedikitnya, beban di hati Freya mulai terangkat sedikit demi sedikit.

__ADS_1


Sementara itu di lain tempat...,tampak ada seseorang wanita yang mengobrak abrik isi Apartment nya karena kesal. Kesal karena ia benar- benar kalah. Felix sepenuhnya telah di menangkan hatinya oleh istrinya.


Tampak dari pria itu yang hanya memberi pesan agar Wanda memesan Delivery dan setelah itu, berulang kali Wanda menghubungi pun tampak jika handphone pria itu mati.


__ADS_2