
“ aku sangat senang karena kau mengundangku ke acara ulang tahun perusahaanmu.” ucap Wanda yang sangat senang dan antusias. Ia pikir, meski mulai menerima istrinya- hati Felix selamanya adalah milik Wanda.
Apa lagi, melihat jika Freya datang bersama dengan orang tuanya serta Axel dan Alice. Tanpa kedua buah hati mereka sepertinya.
Mungkin, karena ini pesta malam hari- sehingga anak- anak mereka memilih mereka tingalkan di rumah. Atau mungkin, karena untuk berjaga- jaga jika terjadi hal tidak terduga setelah pesta? Atau mungkin, Axel dan Alice takkan pernah membiarkan anak- anak mereka teracun dengan apa yang akan di tampilkan di pesta nanti?
Biar bagaimanapun apa yang akan terjadi sama persis kala Louis menjebak Elena. Mungkin, malah lebih parah dari Video yang di siapkan Louis untuk Elena- saat itu?
Tampak Felix yang enggan bersama dengan Wanda dan ingin menemui Freya. Namun, ia harus mengawasi Wanda agar wanita itu nanti tidak dapat bertemu dengan Freya.
“ Felix, ayo kita minum.” ucap Wanda mengambil kedua gelas wine yang di berikan pelayan.
Felix hanya menatap gelas yang di berikan Wanda dan teringat akan mimpi yang pernah di lihatnya.
Ia takut akan terdapat Aphrodisiac di dalam minuman tersebut. Meski, untuk berjaga- jaga, Felix sudah meminta kepada keluarga mertuanya untuk memberinya obat penawar dari Aphrodisiac.
Ya, setelah malam sehabis Felix mendapatkan mimpi itu- atau lebih tepatnya saat Felix dan Freya melakukan cek- up kehamilan rutin- Felix bergegas menemui keluarga Fransiscus dan menceritakan soal mimpinya.
Meski itu hanya mimpi, Felix tidak ingin mengkhianati Freya dan meminta di buatkan penawar aphrodisiac- untuk berjaga- jaga. Meski Wanda belum tentu memberi Felix obat itu seperti di mimpi pria itu, Felix tidak ingin mengecewakan istrinya dan tidur dengan wanita lain.
Karena Felix sadar- jika dirinya tidak seperti ibu mertuanya yang kebal terhadap alcohol dan Aphrodisiac. Felix memang pernah merasakan panas saat bersama dengan Wanda- meski, pada akhirnya, Felix masih dapat mempertahankan akal sehatnya dari pada naluri kelelakiannya. Namun, biar bagaimana pun, Felix ingin selalu berjaga- jaga untuk setiap kemungkinan.
Itu sebabnya, meski menerima gelas dari Wanda. Diam- diam, Felix meminum terlebih dahulu penawar Aphrodisiac yang di selipkan di tangannya sebelum akhirnya meminum alcohol yang di berikan Wanda- agar tidak membuat wanita itu curiga.
Penawar itu di bentuk seperti permen- sehingga, tidak masalah jika di telan tanpa air minum.
Sampai..., perhatian mereka beralih ke arah sumber suara dari tengah- tengah podium.
“ selamat malam- saudara- saudara.” ucap Mc itu memberi sambutan suara.
Bosan! Apa yang di sampaikan Mc rata- rata hampir sama setiap di adakannya acara ulang tahun di semua perusahaan. Ucapan Terima kasih yang di tujukan untuk para hadirin yang telah datang ke pesta perusahaan, terima kasih yang di tujukan untuk para Investor, pemilik saham dan sebagainya dan sebagainya.
Namun, sampai pada kata- kata sambutan yang di lontarkan ayahnya, seketika tubuh Felix menegang. Ia tidak sabar akan apa yang akan di katakan ayahnya.
Lantas, ia memperhatikan istrinya yang di jaga ketat oleh kedua saudaranya. Sepertinya, saudara- saudara Freya tahu apa yang di rencanakan ayah Felix sehingga senantiasa berjaga di sisi wanita itu.
Perhatian Felix buyar kala melihat lampu sorot tertuju pada Wanda.
“ mungkin, kalian akan terkejut mengapa saya menyorot satu orang wanita di sana. Namun, saya hanya ingin kalian tahu siapa wanita yang terlihat cantik dan alim tersebut. Saya harap semua orang- terutama, anak laki- laki saya, sadar, seperti apa sosok wanita di sampingnya. Dan tidak tertipu oleh wajah nya.” ucapan Ayah Felix membuat Wanda tegang dan gugup.
“ ap..., apa- apaan, ini, Fe? Aku mau pulang!” ucap Wanda panik. Namun, entah bagaimana, tiba- tiba terdapat beberapa orang mengawal Wanda- agar wanita itu tidak dapat kabur kemanapun.
Setelah melihatnya, Felix memilih acuh tak acuh menatap ke arah Video yang di tampilkan di layar LCD.
Mata Felix membulat seketika melihat Wanda memakai seragam Office Girl tengah merayu ayah Felix. Bahkan aksi saat wanita itu memberi ayah Felix Aphrodisiac terekam sempurna.
Felix lantas menatap Wanda yang terlihat panic.
“ Fe.., Fe.., ayahmu.., ayahmu menjebakku! Itu bukan aku, Fe!” ucap Wanda panic.
“ bukan kau? Aku bahkan memiliki surat lamaranmu saat kau melamar menjadi OG.” ucap ayah Felix melempar lamaran Wanda.
“ tuan Nelson! Aku bisa menuntutmu atas nama pencemaran nama baik!” tekan Wanda.
Louis hanya menatap ke arah wanita yang dulu merupakan kekasih menantunya. Wanda jelas terlihat sama dengan Elena dulu saat wanita itu merayu pria itu.
Namun, jelas terlihat jika- Wanda terlihat lebih licik dan lebih pintar dalam beragumen dari pada Elena.
“ Fe.., Fe.., jangan percaya, Fe! Ini hanya cara ayahmu untuk memisahkan kita. Kau lupa? sedari dulu, ayahmu tidak menyukai aku!” ucap Wanda hendak meraih tangan Felix.
Sama.
Apa yang di lihat Felix saat ini- wajah Wanda saat ini, entah mengapa sangat mirip dengan mimpi pria itu.
__ADS_1
Felix menjadi yakin, jika inilah wajah Wanda sesungguhnya. Seketika itu juga, Felix merasa jijik pada wanita di hadapannya.
Bahkan, secara terang- terangan, Felix menghempaskan tangan Wanda dan mengelap tangan yang bekas di pegang Wanda- seolah baru saja menyentuh benda kotor.
Namun, ternyata Video tak berhenti di situ saja. Pria yang pernah di jebak Wanda bukan hanya ayah Felix saja. Banyak yang terjerat dan tak sedikit yang berhasil jatuh ke kukungan Wanda.
Mata Felix tertuju pada tanggal di mana Wanda bercumbu dengan riangnya seolah tak mengenal batas. Ada beberapa rekaman yang menunjukkan saat di mana Wanda bercumbu dengan pria lain kala Felix dan Wanda masih merupakan kekasih.
“ F.., Fe..., itu.., itu rekaman palsu! Itu bukan aku, Fe!” ucap Wanda semakin pias.
“ palsu? Secangih- canggihnya sistem hacking sekarang- takkan bisa merubah dan mengedit sebuah tanggal Video. Tanggal di rekaman adalah asli! Apa kau akan beralasan jika orang di foto adalah orang yang mirip denganmu?” ucap Bernard bersuara.
“ antara aku yang terlalu buta. Atau karena aku yang memang tidak pernah bertemu wanita sebelumnya sehingga aku bisa jatuh cinta padamu.” tekan Felix benar- benar jijik pada Wanda.
“ ini belum berakhir, Wanda Fisher!” ucap ayah Felix membuat tubuh Wanda semakin menegang.
“ kau mengatakan kepada anakku jika kau adalah yatim piatu? Lalu? Bagaimana dengan ayah dan ibumu? Kau hanya mengganggap mereka angin lalu?” tanya ibunda Felix membawa kedua orang tua Wanda.
“ Wan- Wan? Kau di sini? Kami merindukanmu, Wan-- Wan.” ucap orang tua Wanda lirih.
“ Pergi! Jangan mengaku- sebagai orang tuaku! Orang tuaku sudah lama mati!” pekik Wanda.
“ Wan- Wan, teganya kau.” isak orang tua Wanda.
Namun, Wanda hanya fokus menarik celana Felix sambil bersimpuh.
“ semuanya.., semuanya, berusaha menjebakku dan menipumu, Fe. Mereka benar- benar bukan orang tuaku! Aku benar- benar yatim piatu!” ucap Wanda berusaha menjelaskan.
“ ada yang bilang, darah lebih kental dari pada air!” ucap Agatha bersua. Membuat Wanda menoleh dengan geram.
“ kalau kau benar- benar yakin mereka bukan orang tuamu.., kau seharusnya berani untuk melakukan Tes DNA!” ucap Agatha.
“ tes DNA?” ucap wanda pucat.
” aku.., aku hanya takut kau.., kalian berbuat curang pada tes DNA itu!” keluh Wanda sebagai alasan.
“ tenanglah! Kita akan melakukan Tes Dna itu secara terbuka! Sehingga takkan mungkin bisa di palsukan.” ungkap Bernard.
*
“ aku tidak menyangka aku bisa menyukai wanita yang tidak mengakui orang tuanya sendiri!” ucap Felix kala mengetahui hasil tes DNA Wanda.
99,99% Wanda adalah anak dari orang yang tidak di akui Wanda sebagai orang tuanya.
“ Fe, aku bisa menjelaskan ini!” ucap Wanda kembali bersimpuh.
“ aku bisa mengerti, jika kau melakukan Sbebas! Ini adalah jaman modern dan kau sudah dewasa! Namun.., aku tak menyangka kau masih melakukannya saat kita merupakan sepasang kekasih, Wan.” ucap Felix penuh kekecewaan.
“ tapi.., tapi.., bukankah kau juga melakukannya? Aku tahu kau pasti melakukannya dengan nona Freya!” bantah Wanda.
“ aku dan Freya terikat tali pernikahan sah!” ucap Felix tak terima.
“ tapi kau berjanji padaku kau takkan menyentuhnya!” ucap Wanda tak terima.
“ aku awalnya tak menyentuhnya! Aku mulai meyentuhnya saat aku memutuskan hubungan kita! Berbeda denganmu yang menyentuh banyak pria di luar sana tanpa sepengetahuanku!” ucap Felix mulai kesal.
Tampak ia yang menarik gaun Wanda agar wanita itu terangkat dan menatap ke arah Felix.
“ aku melepaskanmu mengingat kita dulu pernah memiliki hubungan! Namun satu hal yang harus kau ingat adalah;” ucap Felix menghempaskan tubuh Wanda.
“ jangan pernah lagi muncul di hadapanku!” ucap Felix memunggungi Wanda.
“ lebih baik kau kembalikan Apartmentku, Wan.” ucap Felix mengambil sebatang nicotine.
__ADS_1
Ya, Felix memang perokok namun bukan pecandu. Ia hanya akan merokok ketika ia mulai stress dan banyak pikiran.
“ Ap! Kau tidak mau!” ucap Wanda tidak terima.
“ kau harus mau! Kau masih memiliki keluarga, kau seharusnya tinggal bersam keluargamu!” ucap Felix meninggalkan Wanda setelah sebelumnya menyalakan nicotine nya.
“ bukan terus- terusan tinggal di tempat asing dan lari dari keluargamu.
Aku tidak tahu masalahmu hingga kau memilih tidak mengakui keluargamu. Namun, biar bagaimana pun kalian adalah keluarga, jadi sebaiknya selesaikan masalah kalian.” ucap Felix benar- benar meninggalkan lorong rumah sakit dimana istrinya menunggu.
Dengan langkah cepat, Felix menjadi tidak sabar untuk menemui istrinya. Saat ini, ia sungguh merindukan istrinya. Apa lagi, saat melihat istrinya yang terlihat cantik dengan riasan make- up tipis. Jika tidak harus mengawasi Wanda, Felix ingin sekali menghapus make- up istrinya agar- hanya dirinya yang dapat melihat wajah cantik istrinya.
Namun, saat akan masuk ke mobil, Felix teringat jika ia masih membawa rokok. Ia tidak ingin Freya sampai menghisap asap rokok. Dan akan membahayakan calon anak mereka.
“ kau sudah kembali?” tanya Freya begitu Felix memasuki mobil mereka- setelah sebelumnya membuang puntung rokoknya.
Namun, bukannya, menjawab, Felix segera mencium bibir istrinya.
“ hei! Aku bertanya padamu” kesal Freya- menepuk dada suaminya.
“ iya sudah! Aku hanya tidak ingin kau memakai riasan ini!” ucap Felix segera mengambil tisu basah dan menghapus riasan Freya.
“ kenapa? Apakah mukaku aneh?” ucap Freya panik.
“ cantik! Namun, karena cantik, aku tidak ingin sampai ada pria lain yang melihatmu secantik ini!” cicit Felix. Untung tadi, Freya di apit kedua saudaranya.
“ apaan, sie.” ucap Freya merona malu.
“ sudahlah, bagaimana tadi?” ucap Freya mengalihkan.
“ mereka benar- benar orang tua Wanda.” ucap Felix to the point.
“ maaf.” lirih Freya.
“ kenapa kau minta maaf?” tanya Felix.
“ kau tidak apa- apa?” tanya Freya.
“ tidak. Sejujurnya, sejak lama, aku sudah curiga. Seandainya, ia memang yatim piatu, seharusnya, Wanda dapat menjelaskan dari panti asuhan mana ia berasal.
Dan seandainya, ia bukan dari panti asuhan, seharusnya, ia masih memiliki nama keluarga. Namun, mungkin, aku terlalu masa bodoh, karena ya.., dulu, pergaulanku selalu di batasi dan aku tidak tahu cara berinteraksi dengan lawan jenis. Jadi dulu aku mengganggap hubunganku dengan Wanda spesial.”
“ itu juga alasan aku menutup mata.” jelas Felix.
“ lalu? Kenapa kau sekarang tidak menutup matamu?” tanya Freya.
“ aku sudah pernah bilangkan? Aku selalu mengganggap pernikahan itu suci dan sakral. Aku tidak ingin adanya Affair di tengah- tengah hubungan pernikahan. Dan saat aku memutuskan menerimamu, semenjak itu juga hubunganku dengan Wanda berakhir.
Aku tidak bisa selamanya menutup mata dan berteman dengan orang yang akan merusak hubungan kita.” jelas Felix.
Freya hanya tersenyum dan memilih bersandar di bahu suaminya.
‘ seandainya, kau juga mencintaiku, Fe . Maka semuanya akan terasa sempurna.’ ucap Freya lirih.
Namun, Felix masih dapat mendengarnya. Tetapi, Felix memilih diam. Karena, sampai sekarang, ia masih belum dapat menggambarkan hatinya sesungguhnya.
Ga tau siapa ni
Cocok ga jadi peran Abigail?
Buat Felix...., ntar ajh blm nemu yg pas
__ADS_1