
Dari yang awalnya dingin saat bukan siapa- siapa berubah menjadi posesive kala menjadi suami istri.
Itulah kata- kata yang cocok untuk Felix kala mereka telah kembali dari cuty kuliah.
“ kenapa kau mengambil mata kuliah yang berbeda denganku? Mulai semester depan, kau harus mengambil mata kuliah yang sama.” ucap Felix kala tahu jika istrinya dan dirinya akan beda mata kuliah dan beda kelas.
“ seingatku, kau selalu merasa aku mengikutimu kalau aku mengambil mata kuliah yang sama denganmu, kenapa tiba- tiba kau merasa keberatan saat aku mengambil kelas yang beda denganmu?” kekeh Freya.
“ i.., itu karena kau ini tidak mengenal batasan, Frey! Jika aku tidak mengawasimu kau tidak akan tahu batasanmu! Kau tidak lagi single tapi sudah menikah! Kau harus ingat itu.” ucap Felix mengalihkan.
‘Lalu? Apakah aku bisa mengatakannya untukmu agar kau juga mengenal batasanmu.’ Ucap Freya lirih saat mengingat Felix yang kembali menemui kekasihnya tempo hari lalu.
“Apa?” heran Felix atas maksud Freya, pria itu masih belum sadar jika ada lipstik yang menempel di lehernya atas ulah kekasih wanitanya saat itu.
“Tidak! Sudah saat nya aku masuk kelas. Sampai jumpa.” ucap Freya langsung masuk ke kelasnya. Membuat Felix hanya menghembuskan nafasnya kasar.
Pria itu lantas menuju ruang kelasnya yang berada di lantai berbeda dengan istrinya.
Biasanya, Felix tidak akan betah berada di satu ruangan dengan Freya kala mereka belum menikah, namun, entah mengapa, kali ini, ia begitu tidak sabar ingin segera menyelesaikan jam mata kuliahnya untuk mengawasi istrinya.
Ia lantas mengawasi handphone nya. Berharap, istrinya itu akan memberi nya chat.
Namun, bukan dari Freya lah Felix mendapatkan chat.
‘ wanita ini..., saat aku menunggu chat nya, ia bahkan sangat jarang menjawab chat ku dan sekarang... ?’ kesal Felix melupakan jika dirinya sedang berada d kelas.
“ Felix!” ucap dosen yang mengajar- mengingatkan.
“ yes, sir?”
“ masukkan handphone mu!” kesal dosen itu.
“ ma..., maaf.” ucap Felix tidak enak sambil menggaruk tengkuknya.
“ mohon di maklumi, sir, ia baru saja menjadi pengantin baru, sehingga tidak bisa lepas dari istrinya- makanya, ia terus mengecek handphone nya- berharap sang istri akan mengirimkan chat kepada nya.” ejek teman sekelas Felix. Mendengarnya membuat dosen yang mengajar hanya menggeleng kepala sambil berkata;
“ dasar anak muda.” mendengarnya membuat Felix hanya bisa menunduk sambil menahan malunya.
Biasanya, ia akan bersikap cool dan cuek- namun, entah mengapa, pria itu seperti tidak menjadi dirinya sendiri- sekarang.
Bahkan, biasanya, setelah selesai kelas, Felix akan tetap berada di kelasnya sambil mengulang membaca pelajaran yang di berikan. Namun, entah mengapa, ia malah segera membereskan barang- barangnya dan bergegas keluar kelasnya bahkan sebelum dosen tersebut keluar kelas.
Melihatnya, dosen yang mengajar- kembali menggelengkan kepala. Tak heran, Felix di kenal sebagai mahasiswa yang rajin- namun , kali ini, tingkahnya yang beda dari biasanya jelas menunjukkan efek dari kata- kata; ‘ pengantin baru’.
__ADS_1
“ maklum, sir. Pengantin baru.” kekeh semua teman Felix.
“ ganakan saja terus kata pengantin baru, dulu, saat aku jadi pengantin baru- juga tidak bertindak seperti itu.” kesal dosen itu.
“ mungkin karena kisah sir biasa saja. Semua di kampus ini juga tahu bagaimana kisah Felix dengan nona Freya, sir. Awalnya, nona Freya yang terus mengejar Felix namun, selalu di balas sikap cuek dan dingin. Bahkan katanya, nona Freya sudah mengejar Felix sedari Felix masih menjadi dosen dan nona Freya adalah anak didiknya.” jelas teman sekelas Felix.
“ benarkah?” jiwa pengosip beraksi.
Sementara itu, tampak jika Felix sedang menuruni tangga menuju lantai dimana kelas istrinya berada. Ia bergegas menuju ruang kelas istrinya, namun, sepertinya, mata kuliah istrinya belum juga berakhir.
Tampak Felix yang menghela nafas kala tahu jika orang yang duduk di sebelah istrinya adalah wanita. Namun, matanya tampak menatap tajam kala melihat dosen yang mengajar. Dosen yang mengajar masih cukup muda. Mungkin, hanya beda beberapa tahun dari Felix.
Sial! Ini mengingatkan pria itu kala saat dirinya masihlah seorang dosen- kala itu, Freya juga adalah anak didiknya dan wanita itu bisa menyukai pria itu yang merupakan dosennya.
Felix lantas mengurai nafanya berusaha menenangkan perasaan kesal yang menganjal dan memenuhi hatinya.
Ia meyakinkan dirinya jika yang ia rasakan bukanlah rasa cemburu. Apa lagi melihat jika Freya tidak merespon canda dan tawa yang di uraikan sang dosen.
Felix lantas duduk di depan kelas dan menunggu istrinya itu sampai mata kuliahnya habis. Beberapa menit setelahnya, akhirnya, kelas Freya selesai.
Perhatian Felix yang awalnya pada handphone nya beralih ke arah kelas istrinya.
Awalnya, Felix ingin menunggu istrinya itu keluar kelas. Namun, pria itu kembali melihat pemandangan yang kembali membuat hatinya panas.
Freya yang awalnya ingin keluar- setelah mengambil kartu absent nya, namun tampak jika tangan wanita itu malah di pegang sang dosen. Freya menatap ke arah tangannya yang di pegang sang dosen lalu menatap sang dosen yang tersenyum ke arah wanita itu.
“ istri?” tanya dosen tersebut lantas menatap ke arah Freya.
“ kakak?” ucap Freya yang bingung karena tiba- tiba Felix datang ke kelasnya.
“ see? Aku hanya mendengar jika ia memanggilmu kakak! Mana aku tahu jika kau telah menikah dengannya?” tantang dosen bernama Abigail itu.
“ ia memanggilku kakak karena perbedaan umur kami yang jauh! Lagi pula, kami tidak menutupi soal pernikahan kami dan mengundang para teman- teman dan dosen kami yang mengajar! Tidak mungkin bukan jika anda tidak datang ke pesta pernikahan kami?” tanya Felix.
“ aku datang.” ucap dosen itu tersenyum.
” namun, yang aku lihat adalah kau tidak menikmati pesta itu dan berusaha menjauh dari wanita yang katamu istri ini. Jadi aku menduga jika kalian hanya di jodohkan.” ucap Abigail dengan smirk smile nya.
“ nona Freya, ketika kalian bercerai- datanglah kepadaku, aku siap menerimamu kapan saja.” ucapan Abigail mengingatkan Felix akan kata- kata anak laki- laki yang berumur 2 tahun yang pernah menyapanya;
sekali lihat juga semua orang paham, jika istrimu itu cantik. Jika kau membuang istrimu dalam perceraian, aku yakin, tidak akan lama ia akan menemukan pria baru. Semua pria akan menerima aunt itu.
Mengingat hal itu lantas membuat Felix menggertakkan giginya dan segera membawa istrinya itu keluar dari kelasnya.
__ADS_1
“ kakak?” heran Freya. Lantas, ia melihat ke arah dosen yang sedang mengerlingkan matanya kepadanya.
‘ semoga berhasil, nona.’ tanpa suara, hanya bibir yang bergerak.
Setelah pasangan suami istri itu keluar, lantas, Abigail melakukan transisi suara lewat intercom yang terpasang seperti earphone wireless- di telinga pria itu.
“ tugas berhasil saya laksanakan, tuan Ed.”
‘ tugas memanas- manasi, bahkan aku hanya memegang tangan nona Freya dan aku sudah mencium bau kecutnya kecemburuan.’
Sementara itu, Felix dan Freya terus jalan menuju rumahnya.
“ kakak! Sakit! Lepaskan, kak.” ucap Freya menepuk tangan Felix yang menggenggam tangan Freya erat.
Namun, Felix tidak menjawab dan terus jalan menarik tangan Freya.
“ kakak! Pelankan langkahmu! Kakimu panjang namun kakiku pendek, aku tidak bisa mengimbangi langkahmu!” ucap Freya yang hampir terjatuh karena langkah lebar Felix.
Melihat istrinya yang kelelahan membuat hati Felix melunak. Ia tahu jika istrinya tidak salah. Namun, entah mengapa hatinya tetap merasa kesal. Padahal, ia berusaha untuk meyakinkan dirinya jika yang ia rasakan bukanlah cemburu, namun, bahkan orang luar pun akan melihat jika Felix sedang cemburu sekarang.
Lantas, Felix pun lalu melepaskan tangan istrinya.
Melihat jika tangannya tak lagi di genggam suaminya, membuat Freya berinisiatif duduk ke bangku yang ada di sekitar sana. Ia sudah kehausan karena berlama di ruang ber- Ac dan karena suaminya, ia menjadi sangat lelah. Ia lantas mengambil tempat minumnya dan meneguk minuman nya.
Melihat istrinya yang duduk dan kelelahan membuat Felix semakin merasa bersalah dan ikut duduk di sebelah istrinya.
“ maaf.” cicit Felix.
“ jika kau mengatakan kau tidak cemburu takkan ada yang percaya padamu.” keluh Freya. Mendengarnya, Felix hanya terdiam. Ia tidak ingin mengkonfirmasi perkataan istrinya tersebut. Namun, perhatian Felix teralihkan merasakan bahunya yang memberat. Pria itu melihat jika istrinya itu tengah bersandar di bahunya.
“ aku baru saja sembuh dari sakit dan kau membuatku kelelahan.” ucap Freya memejamkan matanya. Felix membiarkan. Ia sendiri memilih menatap ke arah langit dan mencoba meresapi apa yang terjadi padanya.
Selama ini, ia selalu menolak kala Freya belum menjadi siapa- siapa baginya, namun mengapa saat ini, perasaan Felix langsung berubah tidak karuan seperti ini? Felix bahkan seolah tidak mengenali siapa dirinya.
Apa hati manusia memang gampang berubah? Apa saat Felix sudah yakin jika pria itu mulai mencintai istri kecilnya- lantas, ketika wanita asing datang ke kehidupannya, apakah perasaannya akan semudah ini teralihkan juga?
‘ apa aku memiliki bakat menjadi seorang Playboy? Atau mungkin aku hanya seorang yang plin- plan?’ batin Felix.
...Karena belum ada yang jawab benar jadi author kasih clue deh;...
...Kebanyakan karakter utama di ambil dari karakter author pribadi...
...Anggaplah yang author maksud adalah Agatha...
__ADS_1
...Dan author sudah membuat cerita ini setahun sebelum author meng- upload karya author...
...Jadi...., dari kesimpulan di atas; berapa umur author?...