
Orang ceria selalu tersenyum untuk menutupi jika ia sedang bersedih. Dan saat orang itu mulai kehilangan tawanya menandakan jika ia sudah terlalu kecewa sehingga tidak lagi dapat lagi sekedar berpura- pura, bahkan untuk tersenyumpun rasanya berat.
“ kau baru saja operasi, untuk apa memintaku mengantarmu ke kamar Freya? Tidak bisakah menunggu pulih?” Tanya Felix.
“ tidak apa, aku kuat, koq.” jelas Wanda berjalan dengan kreg. Bagian rumah sakit mengakui sedang kehabisan kursi roda- sehingga hanya memberikan Wanda Kruk- untuk membantunya berjalan.
Felix memilih diam, sejujurnya, ia khawatir meninggalkan istrinya sendirian- apa lagi, ia masih memiliki janji pada istri kecilnya itu.
‘ ia tidak akan ngambek kan?’ batin Felix.
Namun,ketika memasuki kamar ruang rawat istrinya, Felix melihat ada dua orang yang sedang menjenguk istri nya.
‘ mereka...’ batin Felix dan Wanda yang tahu siapa mereka.
“ apa yang kalian lakukan di sini?” kesal Felix.
“ apa yang kami lakukan di sini? Tentu saja menjenguk adik kesayangan kami.” ucap Axel.
‘ adik?’ heran Wanda.
“ bukan itu maksudku! Istriku sedang berganti baju! Kenapa kau masih ada di dalam ruangan?” kesal Felix yang melihat jika Freya sedang mengganti bajunya di bantu oleh Alice.
“ kenapa? Freya tidak mau di gantikan oleh suster, kebetulan kami datang untuk menjenguknya, sehingga akulah yang menggantikan bajunya.” jelas Alice.
Sementara, kaki Wanda tengah bergetar karena di tatap oleh kedua gadis kembar- Naomi dan Alesya. Ia masih teringat kala rambutnya di tarik oleh Naomi.
“ lalu? Kenapa tuan Axel masih berada di kamar ini? Biar bagaimanapun, ia adalah seorang pria.” kesal Felix melupakan jika ia sedang membawa Wanda.
“ kenapa? Apakah aku salah menjenguk adik ku sendiri?” heran Axel.
“ anda lupa? Anda tidak memiliki hubungan darah dengan Freya!” kesal Felix.
“ kau juga, kenapa membolehkan tuan Axel untuk tetap ada di sini saat kau berganti baju?” ucap Felix menggenggam tangan istrinya, namun- Freya hanya menolak genggaman tangan suaminya tersebut.
“ Frey?” heran Felix.
“ untuk apa aku mendengarkan orang yang bahkan tidak bisa menepati janji kecilnya.” ucap Freya dingin.
Melihatnya, membuat Wanda menunjukkan senyumnya.
“ Freya! Aku.., aku bukannya mengingkari janjiku! Aku sedari tadi juga berada di sisimu, namun.., wanda...” ucap Felix terpotong;
“ cukup! Aku tidak mau mendengar pembelaanmu.” karena ucapan istri kecilnya itu memotong perkataan pria itu.
‘ lebih tidak ingin mendengar kau membicarakan wanita lain.’ batin Freya merasa sakit.
“ s.., sudahlah, nona Freya, Fe hanya menjengukku- karena aku menelphone nya.” ucap Wanda dengan senyum kemenangan terlihat jelas di wajahnya.
“ AW!” namun, tak terkira jika kaki Wanda di tendang oleh Alesya.
“ kau...!”kesal Wanda, menunduk untuk mengusap kakinya yang di tendang. Namun, sejurus kemudian- rambut panjang Wanda sekali lagi di tarik oleh Naomi. Hingga terjadi keributan di dalam ruang rawat Freya.
“ Ka...” Wanda mau marah, namun, mengingat ada Felix membuat Wanda memilih menahannya.
“ lebih baik, aku kembali ke kamarku.” kesal Wanda bersusah payah berjalan dengan kruk.
“ baiklah, karena Freya telah berganti pakaian, mungkin,lebih baik kami juga meninggalkan kalian sendiri.” ucap Alice menggendong Naomi dan Alesya di gendong Axel. Sementara itu, sebelum berlalu, tampak Axel yang menepuk bahu Felix.
“ selamat membujuk adikku. Aku kasih tahu kau karena kau adalah adik iparku.” ucap Axel mendekatkan bibirnya ketelinga Felix agar bisa leluasa memberi tahu.
“ sangat susah membujuk wanita yang sedang marah, jadi..., selamat berusaha!” lantas, Axel segera berlalu dari ruangan adiknya itu.
__ADS_1
Felix hanya menatap kepergian Axel dan Alice sebelum akhirnya beralih ke istrinya.
“ Frey.., maafkan aku, tadi Wan..” ucap Felix hendak menjelaskan.
Namun, melihat tatapan dingin dari Istrinya membuat Felix menjadi diam, ini kali pertama ia melihat wanita itu memberi tatapan dingin pada pria itu. Biasanya, selama ini, bahkan meski Felix selalu bersikap cuek pada Freya- saat mereka belum menjadi suami istri sekalipun, bahkan wanita itu tidak pernah memberi tatapan dingin seperti ini, malah, Freya akan semakin menggoda Felix- dulu. Dan sekarang? Tidak ada keceriaan sama sekali di wajah istrinya- senyum pun tidak.
Sementra itu di lain tempat.
“ ia mirip denganmu, kala marah.” keluh Axel kepada Alice. Saat melihat apa yang terjadi di kamar ruang inap Freya.
Ya, selain menjenguk, maksud kedatangan Axel dan Alice tentu saja untuk memasang Camera mini dan mice perecam.
“ itu masih lebih baik, bahkan sampai sekarang ibumu masih suka mengungkit kesalahanku di masa lalu.” cicit Louis.
“ itu agar kau tidak lagi masuk ke lubang yang sama.” jelas Agatha menyesap coffee hitamnya.
“ di antara kita hanya kisah Irish yang tidak seperti itu, ya.” ucap Alice yang sadar jika hampir semua kisah di keluarga ini sama- hanya kisah Irish saja yang berbeda.
“ karena, aku tidak pernah membiarkan Irish pergi dari sisi ku, nona.” jelas Ed bangga.
Irish hanya diam dengan wajah merona. Ia jadi ingat, meski,dirinya mengira Ed; gay- namun, tidak dapat di ingkari jika pria itu juga memperlakukan wanita itu dengan hangat.
“ ya, Ed memang berbeda dengan semua pria Fransiscus yang lebih memilih pura- pura cuek, karena mengira hati kami hanya tertaut pada satu nama. Namun begitu, kami para wanita pergi- kalian para pria malah bingung.” ucap Agatha sementara, Alice hanya mengiyakan- membuat para pria yang di singgung menciut karenanya.
*
“ Frey, aku sudah membelikanmu makanan. Ayo di makan.” ucap Felix mencoba membujuk istrinya. Karena istrinya hanya diam lantas, membuat Felix berinisiatif untuk menyuapi istrinya.
“ aku bisa makan sendiri. Kakak perhatikan kak Wanda saja.” sekali lagi, sikap dingin istrinya membuat Felix terdiam.
“ Frey. Aku mohon, biarkan aku menjelaskan alasan mengapa aku tidak berada di sisi mu.” pinta Felix.
“ untuk apa menjelaskan lagi, kakak?”
“ suami?” tanya Freya.
“ ya! Apa kau lupa? Kau hanya operasi ginjal, tidak mungkin kan kau terkena amnesia.” heran Felix.
“ Sejujurnya, aku bahkan sempat lupa jika kau adalah suamiku.” Ucap Freya.
“ Ap!” Ucap Felix tidak percaya.
“ Bukankah begitu? Kau bahkan melupakan janji mu. Dan memilih untuk mengunjungi kekasihmu itu!” Ucap Freya.
“ Frey! Aku ada alasan mengapa tidak menepati janjiku!” ucap Felix membantah.
“ apakah kau tidak bisa menungguku bangun?” mendengar ucapan Freya membuat Felix terdiam. Melihat suaminya yang terdiam membuat Freya menghembuskan nafasnya.
“ Aku lelah.” Ucap Freya tiba- tiba.
“ kau mau tidur? Aku akan menurunkan tempat tidurnya.” ucap Felix mencoba membantu Freya tidur. Namun, sekali lagi, tangan Felix- Freya singkirkan.
“ Frey?” heran Felix.
“ Selama ini kau tidak ingin pernikahan ini kan?, untuk kali ini..., aku akan mengabulkannya. Ayo kita akhiri pernikahan ini. Dan soal organ yang sudah ku donorkan...,” ucap Freya menggantung.
“Anggap sebagai permintaan maaf karena aku memaksamu hidup dalam kehidupan pernikahan yang tidak kau ingini. “ ucapan istrinya ini membuat Felix membulatkan matanya.
“ Tidak!” Ucap Felix menolak dengan tegas perceraian yang di berikan Freya.
“ Kenapa? Apa aku perlu mengingatkanmu betapa dulu kau tidak ingin pernikahan ini?”
__ADS_1
“ Di keyakinanku percaya apa yang di persatukan Allah tidak bisa di pisahkan manusia. Tidak akan ada perceraian.” ucap Felix dengan tegas.
“ kau bahkan tidak mencintaiku.” ucapan istrinya sekali lagi membuat Felix terdiam. Ia memang tahu, jika nama istrinya mulai memenuhi hatinya, namun, bahkan hingga detik ini, Felix belum yakin- apakah ia benar- benar mencintai istrinya atau tidak.
Melihat Felix yang terdiam, sekali lagi, apa yang di lakukan suaminya itu tanpa sadar telah membuat Freya terluka.
“ Aku tidak menyangka jika kau ternyata seegois ini.” ucap Freya mulai mengeluarkan air mata yang telah lama ia tahan.
“ Frey!” ucap Felix hendak menghapus air mata istrinya.
Sakit rasanya, melihat wanita yang selalu tersenyum dan ceria ini menangis di hadapannya.
“ Anggaplah aku yang naif. Dulu, aku percaya, aku dapat meluluhkan hatimu. Namun, semakin aku mengenalmu, semakin aku tahu, jika hatimu takkan pernah ada untukku.”
“ Setidaknya, aku tidak pernah selingkuh darimu.” tekan Felix.
“Tidak pernah selingkuh? Lalu? Bisa kau sebutkan hubunganmu dengan Wanda?”
“Aku hanya berteman dengannya! Namun, aku tidak pernah berbuat lebih! Bahkan ciuman dan berpegangan tanganpun tidak. Aku sudah katakan, jika aku ke kamarnya karena membantunya ke kamarmu! Ia hanya ingin berterima kasih padamu!” jelas Felix.
“ apa kau tidak bisa menungguku bangun? Seharusnya kau tahu dan paham! Jika Wanda terbangun akupun akan segera bangun!” tekan Freya. Mendengarnya, sekali lagi- Felix hanya terdiam.
“ bodohnya aku berharap padamu!” Freya memilih untuk membaringkan tubuhnya.
“ Frey.” lirih Felix.
“ pergilah!” Felix hanya terdiam, namun, ia memilih untuk tidak pergi dari ruangan istrinya.
...Give away nya di tutup ya...
...Ini profile singkat author;...
...Tinggal di solo...
...Lahir di solo...
...Besar di solo...
...Author kelahiran:...
...June 1993...
...Single dan belum menikah...
...Jadi yang paling mendekati adalah..... ;...
...Author tahun ini terhitung 29 tapi krn blm merayakan hari jadi makanya terhitung umur author masih 28...
...Dan kalau ada yang ngomong;...
...Bahasa author kaya anak remaja:...
...Mungkin karena author jiwanya jiwa muda, 😂...
...Selamat ya🎉...
...Bisa di chat ke author no aktif yang mau di isi pulsa...
...Atau...
__ADS_1
...Author ksh no voucher kuota 20?...