Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
My little wife


__ADS_3

Ada alasan mengapa hati Freya selalu tertaut pada Felix meskipun pria itu sudah memiliki kekasih.


Tanpa Felix ingat- sejujurnya, mereka pernah bertemu sebelum- Freya memulai kuliahnya.


Ada yang bilang; jodoh itu terikat benang merah yang tidak dapat di lihat oleh mata manusia. Dan itu adalah kata- kata yang pantas untuk Freya dan Felix.


Saat Freya lahir; ia sudah menjadi nona yang di hormati, ia cantik dan mengemaskan, semua orang ingin melihatnya. Dan, jika kalian ingat; untuk merayakan kelahiran putrinya itu; Agatha dan Louis mengunjungi panti asuhan dan panti jompo.


Dan di sanalah mereka, Felix dan Freya bertemu. Lebih tepatnya, mereka bertemu karena keluarga Nelson sedang melakukan kegiatan Amal tahunan. Di sanalah juga Bernard dan ayah Felix bertemu dan menjadi rekan bisnis sekaligus teman.


Saat itu, mungkin karena tidak nyaman, selalu di cubit dan cium pipinya- Freya kecil menangis kencang dan tidak ada satupun yan bisa menghentikan tangisnya, bahkan Agatha yang merupakan ibunya pun tidak dapat menghentikan tangisnya.


Melihatnya, Felix maju dan menenangkan Freya kecil.


“ jangan menangis lagi, atau matamu akan bengkak dan kau menjadi jelek.” ucap Felix. Namun, bukannya tenang- Freya kecil malah semakin kencang menangis.


“ te.., tenanglah. Meskipun jelek sekalipun dan tidak ada satupun orang yang mencintaimu, aku akan menjadi satu- satunya orang yang mencintaimu.” mendengar kata- kata Felix saat itu, bahkan Freya kecil seolah mengerti dan berhenti menangis. Bahkan tampak jika Freya kecil sedang menatap ke arah Felix seolah merekam wajah pria kecil itu.


“ hei! Tidak usah menatap seperti itu! Aku seorang pria sejati dan aku akan selalu menepati janjiku.” ucap Felix menepuk dada nya.


“ aku Felix Nelson! Pasti akan menjadi pria pertama yang mencintaimu sekaligus menikahimu!” ucap Felix menciumi wajah Freya membuat bayi perempuan itu tertawa senang karenanya.


Perjumpaan mereka tentu saja tidak berhenti di sana saja.


Kala Freya berumur 5 tahun dan Felix 15 tahun, Freya kecil pernah di ajak ke pesta ulang tahun perusahaan.


Bahkan, sedari dulu, Freya terlihat tidak nyaman dengan segala keramaian dan hingar bingar segala hal sosialita kelas atas.


Karena tidak suka pada pesta- Freya kecil menyusup keluar- atau lebih tepatnya ke halaman rumah besar keluarga utama Fransiscus.


Karena baru pertama kali ke rumah utama- mungkin, Freya kecil tersesat di halaman Labirin milik Bernard. Di sanalah, Freya kecil yang menangis kembali bertemu Felix.


“ apa kau tersesat anak manis?” tanya Felix saat itu.


Freya yang selalu waspada lantas hanya mengangguk. Besar di dalam lingkup keluarga Fransiscus selalu membuat Freya kecil waspada. Jangan heran, tidak sedikit dari mereka yang mendekati keluarga Fransiscus hanya memakai topeng baik dan tidak sungguh- sungguh tulus ingin berteman dengan keluarga Fransiscus.


“ kalau begitu, aku akan mengantarmu pulang.” ucap Felix hanya menggandeng tangan Freya.


Freya kecil yang selama ini selalu berhadapan dengan kemunafikan sedari kecil- pertama kali bertemu dengan orang yang sungguh- sungguh tulus membantunya.


Tentu ini menjadi pertemuan berharga bagi gadis itu.


“ nah, sudah sampai, jangan sampai tersesat lagi.” ucap Felix tersenyum. Lantas, Freya hanya berterima kasih.


“ terima kasih. Sebagai rasa terima kasih ku, setelah aku dewasa, aku berjanji akan menikah denganmu.” ucap Freya membungkuk kala sudah kembali keluar dari halaman Labirin.


“ Eh?” heran Felix kecil akan kata- kata anak berumur 5 tahun tersebut.


“ kau tidak mau? Aku dengar, banyak anak yang di suruh orang tua mereka untuk mendekatiku dan berniat masuk ke keluarga Fransiscus dengan menikahiku?” ucap Freya dengan polosnya membuat Felix tersenyum dan mengelus rambut Freya.


“ pernikahan adalah hal yang sakral dan suci. Jangan mau menikah jika kau tidak mencintai orang yang akan kau nikahi.” ucap Felix menjelaskan.


“ kalau begitu kau tidak mencintaiku?” ucap Freya lesu.


“ bukan begitu..” ucap Felix yang bingung harus berbicara apa pada gadis yang lebih muda 10 tahun darinya namun lebih pintar dari nya ini.


“ lalu?” heran Freya memiringkan kepalanya.


“ kau masih kecil. Pernikahan umumnya di lakukan saat kau mencapai umur dewasa.” ucap Felix akhirnya.


“ kalau begitu, saat dewasa, menikahlah denganku.” ucap Freya kecil semangat.


“eh?” sekali lagi, ucapan yang di lontarkan anak berumur 5 tahun itu membuat Felix kecil bingung.

__ADS_1


“ baiklah, jika kau sudah dewasa dan kau tidak memiliki kekasih- aku akan menikahimu.” ucap Felix akhirnya.


“ janji?” tanya Freya menunjukkan jari kelingkingnya.


“ erm..., janji.” ucap Felix menautkan jari kelingking mereka.


Pria kecil itu pikir jika Freya pasti akan melupakan janji masa kecil itu seiring berjalannya waktu, siapa yang menyangka jika sampai ia dewasapun, Freya tetap ingat akan janjinya.


Bahkan, meski Felix lupa akan wajah Freya- gadis kecil yang berubah menjadi gadis remaja itu tak juga melupakan janjinya. Itu sebabnya, bagi Felix- itu adalah pertemuan pertama Felix dengan Freya yang merupakan anak didiknya di kampus- Namun, tidak begitu bagi Freya yang selalu ingat janji yang telah mereka berdua buat.


Meski Felix melupakan janjinya- bahkan memiliki kekasih, Freya hanya bisa membuat janji kepada dirinya sendiri pasti akan membuat Felix mencintainya.


Padahal, Freya sudah berjanji pada dirinya, namun, sekarang Freya juga yang tidak yakin pada dirinya- apakah ia benar- benar bisa membuat pria yang kini telah menjadi suaminya itu akan mencintai wanita itu.


“ Frey.” ucap seseorang memanggil namanya- membuat jiwa Freya yang telah ah berkelana ke dunia mimpi kembali ke raganya.


“ hem?” tanya Freya.


“ kau menangis? Apakah perutmu sangat sakit?” tanya Felix menghapus air mata istrinya.


“ tidak apa- apa, aku hanya bermimpi buruk.” ucap Freya sebagai alasan.


“ Frey, badanmu panas. Apa kau benar- benar tidak apa- apa?” tanya Felix menyentuh dahi Freya.


“ tidak apa- apa. Aku memang akan seperti ini jika sudah period.” ucap Freya memilih kembali memejamkan mata.


Melihatnya, membuat Felix sedikit khawatir. Meski pria itu sendiri belum bisa memastikan perasaannya, setidaknya- Freya adalah istrinya dan sebagai suami yang baik, Felix tentu harus peduli dan merawat istrinya kala wanita itu sakit.


*


“ menantumu telephone.” ucap Andre melihat handphone Agatha berdering.


“ Felix?” heran Agatha kemudian mengangkat telephone nya.


“ halo?”


“ ya. Semua wanita akan menderita kala period. Ada apa?” tanya Agatha.


...“ apa kau bisa mengajariku cara membuat bubur?” tanya Felix....


“ bubur? Kenapa kau tidak membelinya?” tanya Agatha yang tidak tahu cara membuat bubur. Semua masakan- wanita itu kuasai kecuali bubur.


“ kenapa?” tanya Louis.


“ menantumu bertanya soal bubur. Aku tidak bisa membuatnya.” jelas Agatha.


“ kemarikan.” ucap Louis meminta telephone Agatha.


“ aaa, rajanya membuat bubur beraksi.” ucapan Agatha membuat Andre menahan tawanya. Tak heran, setiap kali mencoba membuat nasi pasti selalu berakhir menjadi bubur.


“ diamlah.” ucap Louis kesal. Atau mungkin malu?


Setelahnya, setelah mendengar bagaimana cara membuat bubur dan di kirimi makanan kesukaan istri kecilnya, lantas Felix segera membangunkan istrinya.


“ Frey.”


“ hem?” Freya masih memejamkan matanya.


“ bangunlah dulu, aku sudah membuatkan bubur.” ucap Felix memberikan semangkuk bubur kepada istrinya.


Melihat istrinya kesusahan untuk duduk membuat Felix membantu istrinya itu untuk duduk di punggung kasur.


“ buka matamu, Frey.” heran Felix karena Freya tak kunjung membuka mata.

__ADS_1


“ kepalaku sakit saat membuka mata.” ucap Freya memegangi kepalanya.


“ Frey, apa kita ke rumah sakit saja?” tanya Felix.


“ ini hanya Period kakak. Saat period, kadar darah dalam tubuh berkurang karena harus di keluarkan dalam seminggu. Aku akan baik- baik saja jika beristirahat.” jelas Freya. Maksudnya adalah; tensi nya saat ini sangat rendah.


“ kalau begitu, aku akan menyuapimu.” ucap Felix duduk di pinggiran kasur.


“ apa kakak yang memasak?”


“ tidak, aku meminta ibumu mengirimi makanan kesukaanmu.” ucap Felix meniup bubur yang masih panas.


“ syukurlah.”


“ apa maksudmu? Setidaknya, bubur ini aku yang membuat.” ucap Felix tidak terima.


“ ayahku bahkan selalu membuat bubur kala di suruh membuat nasi.” kekeh Freya.


“ sudahlah, buka mulutmu.” ucap Felix berusaha menyuapi bubur ke mulut istrinya.


“ PANAS.” Freya kembali memuntahkan bubur tersebut.


“ maaf.., maaf, aku akan meniupnya lagi.” ucap Felix kembali meniup bubur yang memang masih panas itu.


Beberapa lama di ruangan Freya membuat Felix menyadari jika pendingin ruangan di kamar istrinya dalam keadaan mati.


“ apa Ac mu rusak, Frey? Kenapa tidak kau nyalakan?” heran Felix.


“ aku tidak suka dinginnya Ac. Aku lebih suka pakai kipas angin.” jelas Freya.


Mendengarnya membuat Felix teringat saat Freya di kelas- wanita itu akan selalu menggaruk tangannya karena cram. Wanita itu juga selalu memilih untuk duduk di dekat Jendela- karena dinginnya Ac akan terkurangi dengan sinar matahari yang masuk melalui celah jendela.


“ aku jadi ingat jika kau akan ijin kala sebulan sekali saat kelas ku dulu.” ucap Felix mengingat.


“ hari pertama saat period datang memang selalu menyakitkan. Perutku akan cram dan aku tidak akan bisa kemana- mana. Seharusnya, bukan hanya aku saja yang akan ijin setiap bulan.” jelas Freya.


" ooo." Felix ber- o ria dan memilih kembali menyuapi istrinya.


Akhirnya, satu mangkok bubur tandas tak tersisa.


“ masakan mama memang nomor satu.” ucap Freya kembali berbaring. Melihatnya, Felix memilih membenarkan selimut istrnya dan beranjak untuk membersihkan piring kotor.


Setelahnya, ia berusaha mencari di bagian peralatan P3K- handuk kecil untuk mengompres. Setelah menghangatkan air, Felix lantas masuk kembali ke kamar istrinya. Tampak jika wajah istrinya mulai membaik.


Lantas Felix mulai mengompres istinya dan kembali duduk di pinggiran kasur istriya tersebut dan menatap ke wajah cantik istrinya.


“ kita terhitung baru menikah beberapa hari, lantas mengapa kau sudah berhasil mengacaukan hatiku.” ucap Felix menyentil ringan hidung istrinya.


‘ My little wife.’ batin Felix memilih meninggalkan kamar Freya. Mengetahui jika Felix sudah keluar dari kamarnya, Freya lantas membuka matanya dan berbisik lirih.


‘ lantas, mengapa kau terus menyakiti hatiku? Apa janji yang pernah kau ucapkan itu palsu?’


...Selama ini yang aktif kasih coment Ajiu jiu lho😊...


...Di ikuti Jimin Mita😘...


...Lalu ada juga Ainish Shanti yang dari negeri tetangga💕👰...


...Tapi karena belum ada yang jawab bener...


...Beberapa hari lagi; author bakal nentuin berdasakan jawaban terdekat😘...


...Tapi ga author umumin...

__ADS_1


...Cuma diem2 akan author chat😘...


...Biar ga iri satu ma laen😂...


__ADS_2