
Louis datang ke perusahaannya pagi- pagi.
Ia ingin segera menunjukkan kesungguhan perasaannya pada Agatha, namun rencananya baru saja di mulai. Perlu waktu agar Elena hamil. Louis bisa saja menujukkan foto- foto bukti perselingkuhan Elena dan Lionel dan menjadikan itu sebagai kunci untuk menceraikan Elena.
Namun, Louis tak ingin mengakhiri segalanya begitu cepat. Ia ingin memberi efek jera kepada mereka yang telah mempermainkan keluarga Fransiscus.
Ibarat menaikkan lawan sampai setinggi langit dan menjatuhkannya sampai sejatuh- jatuhnya ke bawah tanah, hingga mereka tak memiliki asa lagi untuk naik bahkan ke titik nol.
Louis mungkin tidak akan membalas Lionel, Louis bisa menjadikan Lionel sebagai pion untuk mempermalukan Elena- yang harus pria itu lakukan hanyalah menjauhkan Lionel dari Agatha.
Lagi pula, ia baru saja memenangkan hati anak asuh Agatha- Axel. Louis merasa, akan ada dukungan kuat dalam hubungannya dengan Agatha- sekaligus pelindung agar wanita itu tak direbut pria lain. Louis sendiri tahu jika- tidak mudah merebut hati anak kecil itu.
Saat pria itu tengah menyusun rencana-perhatian Louis buyar kala melihat seorang wanita berdiri di hadapan pintu ruangan seketaris pribadinya.
“ hai, nona. Apakah kau sedang mencari Andre?” tanya Louis sopan.
__ADS_1
“ a... ? apakah anda tuan Louis? Maafkan saya atas ketidak- sopanan saya. Andre semalaman bekerja dan tidak keluar dari kantor sekalipun, jadi saya mengunjunginya sekaligus ingin memberinya kue.” ucap wanita itu.
‘ manis juga.’ batin Louis.
“ nona, apakah kau kekasih dari Andre?” tanya Louis mensjajarkan tingginya dengan tinggi tubuh wanita itu yang mungil, tubuh wanita itu hampir sama dengan tinggi Agatha, namun berbeda dengan sifat Agatha yang sedikit acuh- wanita itu cenderung blak- blakan dan terbuka. Lebih mirip Axel.
Tubuh mungilnya seperti Agatha dan sifatnya mirip dengan Axel. Louis jadi membayangkan wanita itu sebagai Axel dalam versi wanita dewasa.
“ belum.” ucap wanita itu.
“ saya memang selalu menyatakan perasaan saya kepada Andre, tuan. Namun, ia juga selalu menolak saya dan saya takkan pernah menyerah. Itu sebabnya saya sengaja datang kemari, saya tahu ia menghindari saya- kemarin.” ucap wanita itu semangat.
“ Greisy Bell! Apa yang kau lakukan disini?” geram Andre kepada wanita yang sedang berbincang dengan Louis tersebut.
“ ingin memberimu kue.” ucap wanita itu dengan polosnya.
__ADS_1
“ Greisy..” ucap Andre kesal.
“ ini bukan taman bermain yang seenaknya bisa kau masuki, bagaimana bisa kau masuk ke perusahaan ini?” geram Andre.
“ dengan kue dan memperlihatkan puppy eye- mungkin? He he.” ucap Greisy tanpa dosa.
“ Greisy, bagaimana kau bisa bertemu dengan Andre?” tanya Louis- penasaran.
“ dia pernah menyelematkan saya ketika ada berandalan yang hendak mengganggu saya, semenjak saat itu saya telah jatuh hati pada Andre.” ucap Greisy dengan merona. Sementara, Andre hanya memperlihatkan wajah kesal dan Louis tampak tertawa.
Ini kali pertama bagi Louis melihat air muka seketarisnya ini berubah, selama ini Andre selalu terkesan cuek dan datar. Namun di hadapan Louis- pria itu melihat- jika, untuk kali pertama- ada orang yang dapat meruntuhkan wajah datar Andre.
“ a..., hampir saja lupa! Andre, aku telah berjanji akan menemani ayahku untuk makan malam, ini terimalah. Jawaban dari pernyataan cintanya, besok saja kau jawab. Love you.” ucap Greosy tak memperhatikan wajah kesal Andre.
“ enyahlah.” geram Andre. Meski begitu ia tetap menerima kue pemberian Greisy.
__ADS_1