Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
The end


__ADS_3

"aku mencintaimu."


***


Berita duka kembali terdengar dalam keluarga Fransiscus.


Bukan dari cucu keluarga Fransiscus melainkan dari istri sah Bernard Fransiscus.


Luna Fransiscus.


Ya, istri, ibu, nenek dan buyut dari keluraga Fransiscus itu kesehatan nya memang terus menurun seiring bertambahnya usia.


Dan saat semua keluarga nya focus pada sang cucu- Bernad sang suami setia menemani sang istri.


" kau tidak menameni Freya? Aku dengar; cucu kesayanganku itu akan melahirkan." tanya Luna.


Bernard hanya mengelus rambut istrinya seraya menggenggam tanggnya dan berkata;


" Sudah ada orang tuanya yang menemani nya."


"...." setelahnya; Luna hanya terdiam menerawang jauh ke langit- langit.


" Bernard. " panggil Luna.


" hem? "


" jika aku pergi, kau jangan lagi mengikutiku. Temanilah anak dan cucu kita juga buyut kita." ucapan Istrinya itu jelas hanya membuat Bernard itu terdiam. Pria itu jelas tahu- jika; waktu istrinya tak lagi banyak. Itu sebabnya, Bernard senantiasa menemani istrinya itu.


" mungkin, sekarang ganti aku yang akan mengawasimu. " kekeh Luna.


" mengawasi Anak- anak kita. Cucu dan juga cicit kita."


" Bernard.." panggil Luna lagi.


" hem?" tanya Bernard.


" aku mencintaimu." ucapan istrinya itu jelas telah menjebol pertahanan Bernard.

__ADS_1


Untuk kali pertama; Bernard yang selalu mempertahankan wajah arogant nya- tak lagi bisa di hadapan istrinya. Tangisnya mulai pecah- saat tahu; jika ada kemungkinan, ini adalah kata terakhir yang akan di dengar dari mulut istrinya.


" aku juga mencintaimu." ucap Bernard- menciumi pipi Luna.


" so much." saat mengatakannya; bahkan air mata tak kunjung surut dari mata Bernard.


"...." Luna hanya terdiam.


" ini kali kedua aku mendengarnya. Kau tahu betapa bahagia nya, aku?" ucap Luna yang juga ikut menangis. Namun, bahkan tubuhnya tak lagi kuat menghapus tangis suaminya.


" takkan ada penyesalan lagi di hidupku." ucap Luna sambil melihat kelangit- langit.


" sampaikan; maafku yang tak bisa melihat cicit kita- anak dari Freya. Aku pergi."


Setelah berucap seperti itu- tubuh Luna benar- benar menjadi berat- bahkan, tangan yang ada di genggaman tangan Bernard pun terjatuh.


Bernard tak lagi dapat menyembunyikan tangisnya.


Hatinya sungguh sakit- saat istri yang selalu di sampingnya ini- meninggalkannya.


Saat kesehatan istrinya terus menurun, Bernard sendiri sadar- jika; waktu istrinya tak lagi banyak. Seharusnya, Bernard sudah mempersiapkan semua. Seharusnya; Bernard sudah melatih hatinya sedemikian rupa.


Freya sendiri memang sempat critis- namun, itu adalah hal yang biasa di alami para ibu muda- yang melahirkan di usia Dini. Tak dapat di pungkiri- Irish pun sempat mengalaminya- yang berbeda adalah; Freya berulang kali mendapatkan tekanan batin di masa kehamilannya- sementara; Irish senantiasa di jaga oleh suaminya.


Di hari pemakaman Luna- seolah langitpun ikut bersedih akan kepergian istri dari Bernard Fransiscus itu- sehingga; sedari awal pemakaman hingga; Luna di makamkan- cuaca terus mendung.


" Ayah, ayo kita pulang." ucap Louis- kala; proses pemakaman telah selesai.


" pulanglah dulu; aku masih tetap akan di sini." jelas Bernard- memasukkan tangannya di saku bajunya.


"...." para anak dan cucunya hanya bisa terdiam- lalu; meninggalkan sang ayah dan kakek kembali kediaman Fransiscus- karena; hari yang mulai gelap menandakan akan hujan


Setelah semua telah pergi- Bernard segera duduk di hadapan makam istrinya.


Meluruhkan sifat arogant nya dan kembali bersedih.


" mama pasti tidak akan menyangka- jika; suami arigant nya- ternyata bisa menangisi kepergiannya." kekeh Andre.

__ADS_1


"...." Bernard hanya terdiam. Membuat; Andre hanya memasukkan tangannya ke dalam saku celananya dan berkata;


" mama pernah berkata; jika, cinta tak perlu di ucap- hanya di tunjukkan. Dan sepertinya; aku tahu maksudnya.


Aku bahkan tidak pernah mendengar; kalian saling menyatakan cinta- namun, dengan jelas aku melihat kehilangan itu di matamu."


"...." sekali lagi; Bernard hanya terdiam- membuat Andre akhirnya ikut duduk menemani sang ayah.


Jika; Louis selalu ada- saat sang ayah bahagia- Andre selalu di sampingnya; saat Bernard bersedih seperti saat ini.


Andre tak masalah, lagi pula; pria itu sadar- jarak dan waktu pernah memisah kan mereka.


Dan mungkin; karena apa yang terjadi pada Andre lah- Bernard lebih memilih menutupi identitas keluarganya.


Karena; Bernard tak ingin; apa yang pernah terjadi pada Andre terjadi lagi pada keturunannya yang lain.


Lalu? Apa yang terjadi pada David dan Wanda?


Setelah kejadian yang menimpanya hari itu; dapat di pastikan David memiliki orientasi yang menyimpang karena merasakan nikmatnya bermain dengan sesama jenis dan Wanda?


Wanda menjadi depresi- dan jika dulu; wanita itu memilih meninggalkan keluarganya- saat ini, hanya keluarganya lah yang bersedia menjaga dan mengawasi Wanda.


Freya pun mulai berangsur membaik setelah melahirkan; Renata. Wanita itu sedikit sedih- karena tidak bisa datang ke peristirahatan terakhir grandma yang begitu ia sayangi. Tapi, wanita itu sendiri masih dalam keadaan lemah- karena baru melahirkan buah hatinya dengan pria yang sangat ia cintai- suaminya- pria yang sering menorehkan luka- karena telat menyadari perasaannya.


Dan Felix yang mulai menyadari perasaannya- jelas semakin menjaga istri yang di cintai dan buah hati mereka.


Setelah itu; Bernard tak lagi muncul di permukaan. Mungkin, pria yang tak lagi muda itu ingin menghabiskan hari tuanya dengan mengenang istrinya di rumah pengantinnya yang lama.


Dan perusahaan Fransiscus- jelas di pegang oleh Louis dan dunia bawah di pegang oleh Andre.


Agatha juga memilih membantu Alice mengembangkan perusahaan Alana- karena; Alice yang kerap membantu perusahaan suaminya; Axel- sehingga; tidak bisa sepenuhnya focus mengembangkan perusahaan mendiang oeang tuanya itu. Dan Irish lebih memilih mengikuti kemanapun suaminya melangkah- begitupun dengan Lionel dan Elena yang lebih memilih anaknya itu ikut Ed.


Sementara; Fiona akhirnya benar- benar menikah dengan kekasihnya dan Olivia yang akhirnya hidup bahagia dengan Abigail- pria yang begitu di cintainya dan calon anak mereka.


Briana?


Wanita itu masih betah melajang- hingga umurnya 30 tahun pun tidak terlihat akan menikah

__ADS_1


Dan ceritapun...


...TAMAT...


__ADS_2