
Setelah lulus- Felix memilih bekerja di perusahaan miliknya. Sejujurnya, Freya juga ingin membantu di perusahaan milik keluarganya- sebagai designer. Namun, Felix jelas melarang istrinya yang tampak mulai kesusahan berjalan tersebut.
“ kenapa kau boleh bekerja- sedangkan, aku tidak? aku juga mau bekerja.” rajuk Freya.
“ kau tidak lihat? Kau bahkan mulai kesusahan berjalan! Bagaimana jika terjadi apa- apa padamu? Sudah! Dirumah saja.” ucap Felix dengan serangkaian larangan.
“ aku bosan jika dirumah sendirian.”lirih Freya.
“ kenapa tidak meminta saudara jauhmu kemari dan menemanimu?” tanya Felix.
“ mereka sudah kembali ke Paris.” lirih Freya.
“ bagaimana dengan Irish?” tanya Felix.
“ Irish? Ya! Kau benar! Aku rasa aku bisa meminta Gavin menemaniku main! Kenapa aku bisa lupa jagoan kecil itu?” ucap Freya kembali ceria.
“ Gavin?” felix lantas ingat anak berusia dua tahun yang sangat pintar bicara itu. Felix lantas ingat perkataan anak kecil itu- yang mengatakan; akqn merebut Freya.
“ ehem.” Freya mengangguk.
“ tidak boleh!” tegas Felix.
“ What? Why?” ucap Freya tak percaya.
“ tidak boleh ada pria yang masuk ke rumah kita!” ucap Felix tegas.
“ what? Felix! Gavin masih berumur 2 tahun!” ucap Freya tidak percaya.
“ kalau aku bilang tidak! Itu berarti tidak!” ucap Felix dengan tegas.
“ ya sudah! Aku akan meminta Irish datang bersama dengan Olivia dan Briana.” kesal Freya.
“ jangan sampai Abigail datang kerumah kita!” ucap Felix mengingatkan.
__ADS_1
“ jangankan Abigail! Aku akan meminta Gavin dan Ed untuk datang meramaikan rumah ini!” tantang Freya.
“ jangan pernah lakukan itu!” kesal Felix.
“ atau apa!” ucap Freya membusungkan dada- meski masih kalah dari perut besarnya.
“!” Freya begitu terkejut karena tubuhnya telah melayang di dalam gendongan suaminya.
“ lepaskan aku!” kesal Freya.
“ istri yang tidak menuruti perintah suaminya- harus di beri hukuman!” Felix meletakkan tubuh Freya ke kasur dan segera mengukungnya.
“ Fe! Kau bisa telat!” ucap Freya yang panik.
“ aku harap istriku ini tidak lupa; jika, aku bekerja di perusahaan milikku sendiri.” kekeh Felix.
“ Fe!” ucap Freya panik.
“ aku sedang hamil, Fe!”
” aku akan pelan- pelan.” ucap Felix mulai melepas kemeja yang sudah ia pakai.
“ Fe.., Fe!” Freya berusaha memberontak.
“ hem?”
“ iya! Iya! Aku salah! Aku tidak akan membawa Gavin ataupun Abigail dan Ed! Pergi sana!” Freya berusaha mundur.
” kau terlambat!” kekeh Felix kembali menarik tubuh istrinya.
Setelahnya, mereka tidak lagi keluar dari kamar mereka beberapa jam setelahnya.
***
__ADS_1
“ aku pergi dulu! Setelah ini- aku masih ada jamuan dengan klien. Dan aku harap kau ingat janjimu!” Felix mengelus rambut Freya- sebelum akhirnya pergi meninggalkan istrinya.
“ huh!” kesal Freya menyilangkan kedua lengannya.
“ aku cuma berjanji tidak akan membawa para pria kerumah ini- namun, tidak dengan di luar!” kekeh Freya mengambil handphone nya.
...‘ guy’s.’ Freya mengirim ke pesan grup....
...‘ bumil, tumben nongol.’ jawab Olivia....
...‘ shopping yu.’ tulis Freya....
...‘ tidak di marahin pak su?’ ejek Briana. Pak suami, maksudnya....
‘ biarkan saja orang sibuk itu! Aku harus belanja untuk baju bayi dan perlengkapan kelahiranku nanti.’ jelas Freya.
‘ asiyap.’ jawab Briana juga Olivia.
Freya tak lupa mengajak Irish juga Gavin.
Ya, Freya hanya tidak tahu. Jika pertengkaran kecil akan menjadi pertengkaran besar nantinya.
*Ada yang bisa nebak?
Bukan qna ya*
...🌸🌸🌸 ...
Hai hai hai
Maaf lama ga up
Author sibuk konsen ke karya yang lain sampai lupa karya ini
__ADS_1