Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Video?


__ADS_3

‘...” Freya memegangi perutnya yang sedikit terasa mulas.


“ duh! Apa sudah mau lahir, ya? Tapi HPL nya masih 5minggu lagi- masa sudah mau lahir.” ucap Freya terus memegangi perutnya.


Sesungguhnya, perlengkapan kelahiran dan juga pakaian bayi-pasti sudah di siapkan oleh keluarganya- namun, kurang lengkap rasanya jika tidak berbelanja sendiri kebutuhan sang calon bayi. Namun, karena menyelesaikan kuliah, Wisuda dan kesibukan- kesibukan lain yang membuat Freya lupa mengurus soal kelahiran anak mereka nanti.


Ting! Tong! Suara bel di bunyikan membuat Freya semangat kembali dan melupakan sakit perutnya.


“ kau sudah siap?” ucap Olivia semangat.


“ pasti!”


“ duh! Duh! Dua bumil semangat banget buat belanja baju dan perlengkapan bayi. Lah, kami yang jomblo cuma bisa mengisi perut dengan makanan. Dan melahirkan di toilet. Alias BAB.” celetuk Briana.


“ kau sudah hamil?” ucap Freya tak percaya.


” a..., aku juga tidak menyangka aku bisa hamil.” ucap Olivia malu.


“ aku rasa bukan kaunya yang tidak sehat, Vie- tapi mantan kekasihmu.” kekeh Freya yang ingat ucapan Olivia ketika menghadiri pernikahan olivia dan Abigail.


“ nona, apakah kita jadi pergi?” tanya Irish datang sambil menggendong Gavin.


Melihat perut besar Freya membuat Gavin turun dari gendongan ibunya.


“ aunt, perutmu sudah sebesar ini, kenapa menyusahkan dirimu dan pergi ke mall?” tanya Gavin mengelus perut Freya.


“ hihi.” Freya dan para wanita tertawa melihat kelakuan Gavin yang pintar.

__ADS_1


“ kemana suamimu, aunt? Sampai kau harus ke mall sendiri dan meminta mama untuk mengantarmu?” tanya Gavin lagi.


“ maafkan Gavin, nona.” ucap Irish merasa tidak enak.


“ tidak apa, ia masih kecil.” jelas Freya.


“ aku bukan anak kecil! Aunt saja yang gendut!” ucap Gavin tidak suka di katai anak kecil.


“apa suamimu saja -yang tidak mempedulikanmu karena aunt jadi segendut ini.” lanjut Gavin.


“ Pft.” Olivia dan Briana menahan tawanya mendengar penuturan pria muda tersebut.


“ anak kecil!” kesal Freya.


“ Gavin!.” ucap Irish melerai.


“ Aunt, kau memakan bayi?” ucap Gavin dengan ekspresi takut membuat Briana dan Olivia kembali tertawa.


“ aunt! Daging Gavin keras! Jangan makan Gavin juga!” Gavin berucap sambil sembunyi di belakang tubuh ibunya dan memegangi ekor baju Irish.


“ Gavin! Diamlah! Jika tidak- mama tidak akan mengajakmu!” ucap Irish agar Gavin diam. Seketika, Gavin diam dan tampak lesu karena di marahi.


“ sudahlah! Ia masih anak- anak. Gavin! Aunt bukan memakan Bayi- tapi sedang mengandung bayi! Sebentar lagi- akan ada adik bayi yang lahir.” jelas Freya melunak. Kasihan juga melihat anak kecil merajuk.


“ benarkah? Apa ia akan jadi adik Gavin?” tanya Gavin.


“ kau bisa menganggapnya adikmu- tapi, setelah lahir, kau harus menjaganya.” jelas Freya.

__ADS_1


“ emm.” jawab gavin mengangguk.


“ cie..., yang bentar lagi jadi ibu. Aura ibunya menyebar kemana- mana.” kekeh Briana.


“ sudahlah! Kalian jadi ke mall atau tidak?” ucap Freya bersemu merah.


“ berangkat!” ucap olivia dan Briana serempak.


***


Sejujurnya, Freya juga telah diajari mengemudi. Namun, karena wanita itu tengah hamil- membuat Irish memutuskan menemani nona nya itu dan mengendarai mobil mereka menuju mall yang di maksud.


Sejujurnya, ini kali pertama bagi Irish berbelanja baju dan perlengkapan bayi. Tak heran, selama masa kehamilan- ia di jaga dan di kawal ketat karena Ed yang sejatinya merupakan Mafia.


Pria itu takut ada yang akan mengancam istri dan calon anak mereka kala itu- sehingga, menyembunyikan Irish di tempat tersembunyi. Itu sebabnya, semua perlengkapan bayi sudah di urus oleh bawahan Ed.


Bahkan baju yang di pakai Gavin sekarang adalah pemberian dari Andre dan Lionel serta Elena.


‘ mereka jelas menyayangi Gavin-cucunya.’ sementara Andre? Tentu karena ia juga menyayangi Gavin- selayaknya cucunya sendiri.


Sementara itu. Entah mengapa, setelah tiba di Mall- sakit yang sedari tadi di rasakan Freya semakin menjadi. Freya lantas mengelus perutnya- agar anak dalam perutnya- tenang.


Biasanya, itu ampuh ketika Freya mengalami kontraksi palsu. Namun, entah mengapa, kali ini perutnya masih saja sakit.


“ kenapa, Frey?” kenapa diam saja?” tanya Briana.


“ ti..., tidak apa- apa.’ ucap Freya berjalan menyusul teman- temannya. Dan tepat pada saat itu- ia mendapatkan sebuah chat berisikan Video. Namun, entah video apa itu hingga membuat tangan Freya lemah dan tanpa sengaja menjatuhkan handphone miliknya.

__ADS_1


__ADS_2