Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Paman?


__ADS_3

Louis tengah menopang kepalanya dengan satu tangan. Dari pada kesal, sebenarnya ia sedikit merasa kasihan pada Lionel. Ia selalu di bandingkan keluarganya, menyukai wanita namun pria yang dibencinya malah menikah dengan wanita yang di cintainya. Louis menghela nafasnya.


‘ ternyata ada untungnya juga Agatha tak terikat jam kerja wajib perusahaan dan hanya mengirimkan designnya melalui Email- jika Lionel tahu; Agatha sudah di temukan, bisa- bisa Lionel melihatnya dan kembali mengejarnya.’ batin Louis.


‘ atau jangan- jangan Agatha sudah tahu jika Lionel menyukainya?’ batin Louis.


‘ kurasa rencana sudah bisa di laksanakan, kurasa aku hanya cukup mempermalukan Lionel, sebenci- benci nya dia kepadaku, bahkan sampai mengirim Elena, ia tak sampai berbuat nekad di perusahaan. Sementara Elena? Aku tetap menghukumnya karena mempermainkan kepercayaanku soal cinta.’ kekeh Louis.


“ apa lagi melihatnya cemburu hanya karena tahu designer ku seorang wanita membuatku yakin, ia mulai menyukaiku.” ucap Louis bermonoloque.


🌸🌸🌸


Setelah jam pulang kantor- Louis bergegas ke Apartment Agatha. Ia sudah membawa vitamin penguat rahim, beberapa minuman untuk Axel agar Agatha tak curiga, bunga dan mainan.


Dan disinilah Louis. Ia ingin menekan pin flat apartment Agatha, namun ia hanya orang luar dan merasa tidak sopan jika langsung masuk begitu saja, sehingga ia memilih menekan bel.


“ siapa?” suara anak kecil.


“ aku.” ucap Louis.


“ pengacau?” tanya Axel.


“ bisa tidak langsung buka kan saja pintunya.” geram Louis.


"ya ya ya." jawab Axel.


Tak selang berapa lama, Axel membukakan pintu Louis, sedikit berjinjit saat membukanya.


“ ada apa?” tanya Axel menyilangkan lengannya di depan dadanya.

__ADS_1


“ membawakan beberapa bingkisan dan mainan.” ucap Louis membawakan bingkisan yang di bawanya.


“ Louis?” tanya Agatha dengan baju rumahan nya, sweeter rajut,celana pendek, dan rambut yang di gulung asal- asalan.


Dada Louis berdebar, padahal, ini adalah baju yang biasa di pakai Agatha. Bahkan sewaktu berumah tangga dengan Louis- dulu.


“ kau membawakan robot untuk mama ku?” heran Axel.


“ ini untukmu, bocah nakal.” ucap Louis memberikan robot mainannya untuk Axel.


“ ini untukku?” ucap Axel dengan wajah berbinar.


Agatha hanya tersenyum dan membungkuk untuk mensjajari tubuhnya dengan Axel.


“ apa yang harus kau katakan pada paman Louis?” tanya Agatha.


“ terima.., kasih.” ucap Axel malu- malu. Louis tak jadi marah, ia menghela nafasnya sambil tersenyum dan mengelus rambut anak berumur 3 tahun tersebut.


“ dan ini untukmu.” ucap Louis memberikan bunga dan bingkisannya.


“ soda?” heran Agatha.


“ itu untuk Axel, dan vitamin itu untukmu, agar kau semangat dalam mendesign.” jawab Louis.


“ apa selama ini aku tak semangat?” tanya Agatha dengan smirk smile nya.


“ sangat semangat. Namun aku juga ingat jika kau selalu mendesign hingga tak kenal waktu, minumlah agar kau tidak gampang sakit.” ucap Louis.


“ terima kasih.” jawab Agatha sambil tersenyum.

__ADS_1


“ aku mau vitaminnya, ma.” ucap Axel.


“ eits!” ucap Louis menghentikan Axel.


“ kenapa?” heran Agatha juga Axel.


“ itu di tujukan untuk orang dewasa, Axel! Jika anak kecil seusiamu meminumnya, kau bisa mulas.” ucap Louis. Karena sebagian vitamin itu memang vitamin asli.


“ aku sudah dewasa.” kesal Axel.


“ ini bukan masalah kau mau di akui anak kecil atau dewasa, boy. Ini soal anjuran kesehatan, nanti kalau kau memaksakan meminumnya kau akan ada masalah dengan buang air besarmu.” ucap Louis. Agatha melihat anjurannya, dan memang itu ada larangan untuk di berikan pada anak- anak.


“ perkataannya benar, Axel.” ucap Agatha menenangkan.


“ setidaknya saat membelikan untuk mama mu, aku memikirkan mu. minumlah soda ini.” ucap Louis memberikan minuman kalengan bewarna merah tersebut.


“ itu juga bukan minuman anak kecil, Louis.” geram Agatha.


“ ini cuma soda Agatha, biarkan dia meminumnya namun jangan terlalu sering.” ucap Louis.


“Baiklah, sebentar, aku akan bukakan dan tuang ke gelas untukmu.” ucap Agatha mengalah.


“ ini.” ucap Agatha memberi soda yang sudah di tuang ke gelas untuk Axel.


“ terima kasih, mama.” ucap Axel.


“ enak?” tanya Louis. Axel hanya menatap dari balik gelas nya dan mengangguk. Sekali lagi Louis mengelus rambut Axel.


‘ anak kecil tetaplah anak kecil, ia imut jika berperilaku seperti anak- anak dan bukan sok dewasa.’ batin Louis.

__ADS_1


__ADS_2