
“Apa anda datang kemari karena Andre?” Tanya Moon Jeong saat melihat Agatha mengunjunginya.
“Tidak! Ia tak memiliki hak apapun menyuruhku. Aku datang sebagai sesama wanita. Kisahmu hampir sama denganku.” Mendengar ucapan Agatha membuat Moon Jeong tersenyum meski matanya terlihat sendu saat ini.
“Apa..., kau benar- benar hamil?” Tanya Agatha.
“Sebagai sesama wanita hamil, anda pasti tahu tanpa bertanya bukan?”
“Apa...., anak itu milik Andre?” Sekali lagi, ucapan dari Agatha membuat Moon Jeong tersenyum.
“Bahkan anda lebih pintar dari pria yang hanya bisa membentakku tanpa menyelidiki lebih dahulu.” Ucap Moon Jeong. Tanpa di tanyapun Agatha mengerti siapa yang Moon Jeong maksud.
“Apakah itu terjadi saat kau menghadiri perjamuan Makan dengan para tetua perusahaan mu?” tanya Agatha.
“Ya, Anda pasti sudah dengar bukan? Andre selalu meminum bagian saya- karena ia mengatakan jika ia kebal terhadap Alcohol.” Ucap Moon Jeong.
“Apa..., apa, jangan- jangan, itu terjadi saat kau mengantarnya ke kamarnya?” tebak Agatha.
“Ya, saat pria itu sadar aku hanya mengatakan jika Andre mabuk dan membuatku memiliki alasan untuk kabur dari acara jamuan makan tersebut. Ia memang sempat bertanya apa yang terjadi dan mengapa ia dalam keadaan bersih. Dan aku hanya beralasan jika aku meminta pelayan hotel- pria untuk menggantikan baju Andre.”
“Jangan-jangan saat itu..” ucap Agatha menggantung tanpa di tanyapun, wanita itu tahu apa yang terjadi selanjutnya.
“Ya, sesuai dugaan anda. Tidak mungkin tidak ada kejadian apapun- ketika saya masih berada di kamar Andre saat pria itu terbangun. “ Ucapan Moon Jeong membuat pria itu membulatkan matanya.
Ya, meski Agatha bertanya pada Greasy bukan karena suruhan pria itu, Agatha tetap membawa mic perekam agar Andre bisa mendengar percakapan kedua wanita itu.
“...” Agatha pun memutuskan untuk diam sejenak.
Namun, beberap saat kemudian- wanita itu ingat akan hal yang membuat Andre bingung dan frustasi.
“.., nona Moon Jeong.” panggil Agatha.
“ saya tahu jika itu bukanlah hal pertama untuk anda. Saya juga tahu jika hal yang sama pernah terjadi ketika Andre menggantikan Louis menjamu Client nya. Apa pada saat itu terjadi- benar itu adalah anda?” tanya Agatha.
__ADS_1
“ ...”moon Jeong hanya terdiam sejenak sebelum akhirnya mengangguk pelan.
“ lalu.., apakah pada saat itu anda sempat hamil? Atau sama seperti saya yang bahkan setelah setengah tahun saya tak juga hamil?” tanya Agatha berhati- hati karena yang ia tanyakan adalah hal sensitive.
“ saya sempat hamil, nona. Ini terjadi jauh sebelum saya memutuskan pergi atau saat menyatakan cinta untuk terakhir kalinya pada Andre.” Ucapan Moon Jeong sekali lagi membuat Andre membulatkan mata nya.
“Lalu.., mengapa kau tak mengatakannya terus terang pada Andre? Jika anda sempat hamil?”
“Anda pasti sudah sering mendengar bukan? Saya memang selalu menyatakan perasaan saya kepada Andre, namun juga selalu di tolak olehnya. Saya tak ingin ia mengira saya memanfaatkan kejadian itu. Saya juga tak ingin ia mengatai saya mencari kesempatan.” ucap Moon Jeong lirih.
“Saat itu saya tengah makan malam dengan ayah saya. Entah bagaimana, tiba- tiba ayah saya mengajak makan malam mewah dengan alasan mendapatkan lotre berupa makan gratis di restaurant yang berada di dalam Hotel yang cukup mewah. Siapa yang menyangka jika saat itu Andre berada di hotel yang sama- dengan aku makan malam dengan ayahku. Aku melihat ada yang tidak beres saat aku melihat itu, sehingga saya menghampiri Andre dan mengatakan jika saya adalah Assistant dari Andre.
Siapa yang menyangka jika ia ternyata di beri perangsang.
Aku memang menyukai Andre, namun saat itu, sikapnya membuat aku sakit hati, tidak ada kelemah lembutan dan hanya ada paksaan di dalamnya. Aku tahu, ia memang selalu menolakku, namun..,
Apakah aku pantas di perlakukan seperti itu?
Memikirkannya membuat hatiku hancur, melihat hanya ada paksaan ketika mencumbuku- aku tahu, jika saat tersadar nanti, ia hanya akan mengataiku jika aku mencari kesempatan di saat Andre mabuk- sehingga aku memilih meninggalkan Andre saat pria itu tertidur.” Andre yang semula mengepalkan tangannya mulai meregangkan tangannya. Karena, Ia mulai merasa bersalah.
“ bukankah kau bilang kau sempat hamil? Apakah kau mengugurkan kandunganmu saat itu?” heran Agatha.
Wanita itu memang pintar- apa yang Agatha tanya juga adalah pertanyaan yang ada di dalam benak Andre.
“... tentu saja saat saya tahu saya hamil- saya ingin mengatakannya pada Andre. Ayah saya ternyata sakit, jika ia tahu saya hamil- bukankah itu semakin membuat beban di pikiran ayah saya. Namun, sayangnya saya tidak tahu kediaman Andre dan saya tak ingin mencoreng namanya jika saya mengatakan; saya hamil- di perusahaan. Itu sebabnya saya ingin bertanya kepada tuan Louis.” ucap Moon Jeong.
“Apa? Kau kerumah Louis?”
“Ya, namun.., saat itu, tuan Louis tidak ada dan hanya ada Ny Elena.”
“Apa?” lagi- lagi Elena?
“Mungkin karena insting seorang wanita, ia tahu jika saya hamil. Yang ia tak tahu adalah, anak yang saya kandung itu adalah anak dari assistant suaminya dan mengira jika itu adalah anak dari suaminya. “ ucap Moon Jeong lirih. Mendengarnya, Andre membulatkan matanya. Ia jadi ingat saat Louis berbicara tentang sebuah rekaman yang memperlihatkan ada seorang wanita yang menemui Elena. Jadi..,
__ADS_1
Wanita yang di maksud saat itu adalah Greisy?
“Apa? Apa ia memintamu menggugurkan bayimu? Seharusnya kau bisa menolaknya?” Geram Agatha.
“Sayangnya, ia bukan meminta, Ny. Itu adalah perintah! Entah bagaimana- saya tidak sadarkan diri dan saat tersadar..,”
“ Saya telah kehilangan bayi saya.” Ucap Greasy membuat Agatha terdiam.
“Perasaan saya hampa, di saat itu saya berpikir, apakah salah jika saya mencintai seorang Andre? Mengapa saya harus mengalami hal ini? Begitulah apa yang memenuhi hati saya dalam perjalanan pulang, hingga.., saya mendapati rumah saya yang telah ramai oleh banyak orang.
Setelah saya mendapati kenyataan jika saya kehilangan harga diri dan kehilangan anak saya- saya di haruskan menerima kenyataan jika saya kehilangan ayah saya karena sakit yang di rahasiakannya semenjak lama.
Saya hancur..,” ucap Greasy mulai menangis.
Andre terdiam. Sekarang, ia tahu mengapa Greisy jadi membencinya. Karena Andre bukan hanya memberi luka fisik pada Greisy, yang Andre berikan bahkan jauh melebihi dari luka di hati Greisy.
“ saya hancur sehancur- hancurnya.” Moon Jeong melanjutkan ceritnya.
“ bahkan setelah itu, saya dengan bodohnya menyatakan perasaan saya lagi kepada pria itu- padahal saya tahu jika ia akan menolak saya.” isak Moon Jeong menutupi wajahnya.
“ kenapa kau malah menyatakan perasaanmu- di saat kau begitu terluka pada Andre?” heran Agatha.
“ karena saya ingin tahu..., apakah ia masih ingat malam- malam kita? Apakah ia tahu jika yang bercumbu dengannya adalah aku? Sejujurnya aku tahu ia ingin bertanya soal malam pertama kita. Namun, satu hal yang membuatku terluka adalah.., bahkan setelah semua hal yang terjadi ia tidak juga menghentikanku saat aku memutuskan meninggalkan perusahaan Fransiscus.
Dan...,saat aku memutuskan pergi adalah saat aku membunuh perasaanku sendiri.” ucap Moon Jeong terputus.
“ Sungguh Ironi, saya yang awalnya begitu mencintainya jadi begitu membencinya.” Ucap Moon Jeong dengan tersenyum meski air mata tak kunjung surut dari matanya.
“Namun dengan bodohnya aku tak bisa mengalahkan hati nuraniku dan sekali lagi membantu Andre dan kembali merasakan hal yang sama. “Ucap Greasy mulai terisak.
Agatha memilih diam dan mengelus punggung Moon Jeong. Sebagai wanita, ia juga pernah merasakan di posisi Moon Jeong, mencintai pria dan kecewa karena pria yang sama.
...Yei! ...
__ADS_1
...Suka ga teka- teki dari author? ...
...Ada yang ketebak ga sebelumnya di bab Angry?...