Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Hurting


__ADS_3

“ Frey! Katakan kepadaku, apakah, selama ini; kau meminum pil Kb?” tanya Felix setibanya mereka di rumah mereka sendiri.


“ apa hakmu bertanya seperti itu, Fe?” ucap Freya tidak mau kalah.


“ Hakku? Aku ini suamimu, Frey!” tekan Felix.


“ aku masih ingat, jika kau pernah mengatakan kau menikahiku karena terpaksa!” mendengarnya, Felix terdiam- tak bisa menjawab.


“ kau bahkan tidak tahu perasaanmu sendiri, Fe! Apa kau pernah mencintai aku?” ucap Freya mulai terisak.


Kesal! Felix hanya bisa menyugar rambutnya.


Ia sendiri tidak bisa mengakui jika ia sudah mencintai istri kecilnya ini atau belum. Ia takut, jika ia sudah yakin jika ia mulai mencintai istri kecilnya ini- ketika mulai datang wanita lain, Felix akan kembali bimbang akan perasaannya dan semakin melukai istri kecilnya ini.


Meski sejujurnya, Felix mengakui jika ia kesal saat istrinya ini di dekati pria lain. Ia yang tidak suka saat istri bawelnya ini mendiaminya, bahkan Felix mengakui jika ia merasa sakit saat istrinya ini menangis.


“ Frey..., aku.., aku minta...” ucap Felix hendak menghapus air mata istrinya. Namun, tangan Felix di singkirkan Freya.


“ aku tidur di ruang tamu.” ucap Freya meninggalkan Felix sendirian.


Frustasi- sekali lagi, Felix menyugar rambutnya.


‘ ini gara- gara mama mertua yang mengungkit aku membiarkan Wanda menginap di apartment ku.’ batin Felix. Maksudnya tinggal.


Felix lantas teringat perkataan mertuanya yang mengatai soal Wanda. Apakah wanita itu benar- benar yatim piatu? Atau sebenarnya masih memiliki orang tua?


Kalaupun pernah memiliki orang tua..., lantas, mengapa Wanda tidak memiliki nama keluarga? Dan kalau ia sebelumnya berasal dari panti asuhan...., mengapa wanita itu tidak pernah menceritakan asal usulnya?


Felix lantas ingat jika sebelumnya, ayah dan ibunya pernah mengungkit soal Wanda. Sebenarnya, apa alasan; mengapa, ayahnya membenci Wanda? Hingga tidak boleh membiarkan Felix menikahi wanita yang hanya terpaut beberapa tahun dari Felix itu?

__ADS_1


‘ siapapun boleh.., asal bukan Wanda.’


Itu adalah salah satu kata- kata yang paling di ingat Felix.


Felix menggaruk tengkuknya dan mengingat sekali lagi perkataan mama mertuanya.


‘ keluarga Nelson tidak kalah kekuasaannya dari keluarga Fransiscus jika ingin mencari tahu soal seseorang.’


Akhirnya, setelah menghela nafas, Felix mengambil handphone nya dan berusaha menghubungi seseorang.


Ia memilih menurunkan gengsinya dari pada harus melihatnya istrinya merajuk kepadanya.


Felix sudah terbiasa mencium bau tubuh istrinya, aneh rasa nya jika tempat di sebelah kasurnya terasa kosong.


Rasanya hampa jika tidak menciumi pipi tembem istri kecilnya.


...“ hallo.”...


...“ anak nakal, ada apa? Tumben menephone papa?” kekeh ayah Felix. Meski, sejujurnya, rindu juga ayah Felix pada anak semata wayangnya itu. Namun, rasa gengsi membuat pria yang sudah melebihi usia dewasa itu enggan menelphone putra satu- satunya itu....


...“ ada apa kau menelphone papa? Ingin tahu rahasia malam pertama papa?” kekeh ayah Felix lagi....


“ ini soal Wanda.” ucapan putanya membuat ayah Felix terdiam.


...“ akhirnya kau bertanya soal wanita itu? Apakah akhirnya kau mulai mencintai nona Freya hingga kau bertanya soal dia?” ucap ayah Felix enggan menyebutkan nama Wanda....


“ dad! I’m seriously!” kesal Felix.


...“ ayah duarius.” kekeh ayah Felix....

__ADS_1


“ dad!” kesal Felix.


...“ ini belum saatnya kau tahu, son! Karena aku tahu, kau tidak akan langsung percaya jika kau tidak melihanya dengan mata kepalamu sendiri.” jelas ayah Felix....


“ so?” tanya Felix.


...“ 2 bulan lagi adalah ulang tahun perusahaan, kau undanglah Wanita itu, kau akan tahu sendiri seperti apa wanita itu! Setelahnya, putuskan sendiri kau ingin percaya atau tidak!” ucap ayah Felix langsung memutuskan telephone....


Felix hanya bisa menatap ke arah handphonenya yang telah mati. Hanya untuk bertanya soal satu orang saja harus menunggu dua bulan?


Lupakan! Yang harus ia lakukan adalah membujuk istrinya.


“Frey!” panggil Felix mengetuk kamar istrinya.


“ Freya!” sekali lagi karena tidak ada panggilan. Felix lantas mencoba membuka handle pintu yang ternyata tidak di kunci.


“ FREYA!” Felix sungguh terkejut melihat istrinya yang meringkuk di kasur dengan wajah pucat dan terlihat kesakitan.


“ kau kenapa?” tanya Felix menghapus bulir keringat istrinya.


“ perutku sakit!” ucap Freya lemah.


“ apakah kau period?” tanya Felix.


“ ini belum waktunya! Lagi pula aku bisa membedakan sakit period atau sakit perut biasa!” ucap Freya lemah.


“ apakah bekas operasinya terbuka? Atau ada masalah dengan ginjalmu?” ucap Felix khawatir. Ia sering mendengar teman- teman wanitanya yang membahas tentang cerita novel sedih; yang menceritakan pendonor akan menderita sakit yang lebih parah dari sang penerima donor. Namun, Felix hanya berharap istrinya akan baik- baik saja.


“ aku tidak tahu! Sakit!” rintih Freya. Bahkan terlihat, saking sakitnya membuat Freya hampir menangis karenanya.

__ADS_1


“ aku akan memanggil taxi! Kia kerumah sakit, Frey!” ucap Felix langsung menggendong istrinya.


__ADS_2