Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Tunggu aku


__ADS_3

Alice menyelesaikan magangnya di Jepang dan Axel...,


entah kemana sekarang keberadaannya. Mungkin, ia masih mencari soal asal usul keluarganya di Perancis sambil sesekali menyelesaikan kontrak magangnya.


Karena prestasi yang di miliki Axel, ia berhasil meyakinkan atasannya jika ia hanya akan mengirimkan design nya tepat waktu dan izin tidak masuk kantor.


Dan, yang membuat atasannya memperbolehkan Axel- untuk tidak hadir di kantor adalah; janji pria itu yang mengatakan akan menyelesaikan design nya tepat waktu dan tetap datang jika ada rapat antar kelompok.


Tidak ada satupun di antara mereka yang pernah bertemu satu sama lain. Alice pun tak pernah ada keinginan untuk menghubungi Axel sama sekali.


Satu yang berbeda adalah;


Jika sebelumnya handphone Axel selalu ramai karena ulah Alice yang kadang suka bertanya tidak jelas- kali ini, Axel lah yang selalu mengirimi Alice pesan melalui chat online nya.


Yang terkadang bertanya kabar.


Atau mungkin bertanya; apa kegiatan wanita itu.


Atau bertanya hal sepele seperti bertanya; sudah makan belum, atau mengucapkan salam- seperti selamat pagi, siang, sore dan selamat tidur.


Dan pesan- pesan lainnya yang tidak pernah sekalipun di balas oleh Alice.

__ADS_1


Jika kalian bertanya;


Mengapa Alice tidak memblokir nomor Axel saja;


Karena setiap Alice memblokir nomor Axel- pria itu selalu dapat menghubungi Alice dengan nomor baru.


Sementara, nomor Alice termasuk penting dan tidak bisa seenaknya di ganti wanita itu hanya untuk menghindari tingkah iseng Axel.


Akhirnya, wanita itu memilih membiarkan nomor Axel namun tak juga membalas pesan- pesan Axel.


Beberapa minggu berjalan dengan damai.


Siapa yang menyangka jika akan ada hari dimana Axel dan Alice bagai orang yang berbeda satu sama lain.


Kini setelah mereka dewasa, siapa yang akan menyangka jika Alice yang dulunya periang, semangat dan ceria kini berubah jadi cuek dan dingin- sementara, Axel yang dulunya cuek dan selalu menghindari Alice menjadi pria yang mengejar seorang Alice.


Takdir itu ibarat musim yang selalu berganti tanpa kita minta, namun yang pasti adalah; musim tetap akan berganti dan takdir tetap akan terjadi- meski kita tidak menyukainya sekalipun.


*


“ ma, mengapa kau tidak berangkat bekerja?” heran Freya yang saat itu tidak ada jadwal kuliah.

__ADS_1


“ kau lupa jika mama bekerja di perusahan kecantikan Nakamura hanya untuk menjadi direktur sementara- sampai pewaris sah nya siap menjabat menjadi direktur yang sesungguhnya?” ucap Agatha menyeruput coffee hitamnya.


“ Apa? Apa sis Alice...?” ucap Freya menduga- duga.


“ ya, ia sudah kembali dan saat ini langsung menjabat sebagai direktur perusahaan milik mendiang uncle Kei.” ucap Agatha.


“ benarkah? Tapi aku tidak tahu jika ada acara wisuda?” ucap Freya tidak percaya.


“ karena ia memang belum lulus. Namun, ia sudah meyerahkan hasil laporan magangnya juga skripsi nya sudah di terima. Ia hanya tinggal menunggu di panggil sidang. Dan jika ia lulus sidang baru ia bisa mendapatkan gelar Sarjana nya. Namun, karena Alice mengajukan kelulusan dini, aku rasa ia baru akan wisuda menungu mahasiswa yang sudah senior.” ucap Agatha santai.


Sementara Freya hanya tersenyum. Dengan semangat ia segera menuju kamarnya atau lebih tepatnya menuju handphone nya berada. Ia segera saja mengirimkan kabar ini kepada kakak laki- lakinya, berharap jika Axel segera menyelesaikan magangnya dan mengumpulkan skripsi nya sama seperti Alice dan segera menyusul kembali ke kota dan negara ini.


“ apa ini tidak bisa di bilang takdir, Alice? Di saat aku sudah menyelesaikan magangku dan mengumpulkan Skripsi ku kau juga telah menyelesaikan magang dan mengumpulkan skripsi mu.” ucap Axel membaca pesan yang di kirim Freya.


‘ tunggu aku pulang, Alice.’


...Author baru tinggal beberapa hari krn sakit ...


...Koq udah sepi ajh😢...


...Koment apa kek biar author seneng😅...

__ADS_1


...Like juga yang banyak ya😅😅😅...


__ADS_2