Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Bingung


__ADS_3

Di saat Louis dan Agatha sedang berbahagia lalu bagaimana dengan Andre? Bahkan setelah perjumpaan pertama kembali dengan Greisy- pria itu masih belum menemukan cara untuk menyapa Moon Jeong dengan alami.


Tak heran, selama ini- hidup Andre- selalu ia gunakan hanya untuk belajar dan bekerja. Bahkan setelah dewasa pun, ia tidak memiliki banyak teman karena fokus dalam membantu masalah Louis dan perusahaan Fransiscus.


Lamun Andre buyar kala melihat wajah murung Moon Jeong. Tampak jika wanita itu tengah memegangi kepalanya.


“ apa kepala anda sakit?” tanya Andre.


“ tidak.” ucap Moon Jeng, namun tampak jika ia mengapitkan kedua jarinya di antara hidungnya.


“ apa ada masalah dengan perusahaan pusat di Korea?” tanya Andre.


“...” Moon Jeong masih diam. Melihat jika Moon Jeong tidak juga bercerita membuat Andre tahu jika hal yang wanita itu bingungkan bukanlah hal yang bisa di ceritakan. Pria itupun memutuskan untuk tidak bertanya lebih jauh lagi.


“ aku di undang untuk menghadiri perjamun makan antara petinggi di Flowr Beauty.” Moon Jeong mulai bersua.


“ jika anda tidak mau datang- tidak usah datang, nona.” ucap Andre.


“ jika masalahnya sesederhana itu aku tidak akan sebingung ini.” ucap Moon Jeong menyandarkan tubuhnya ke tempak duduknya.


“ kalau saya boleh tahu? Kenapa?” tanya Andre.


“ ...” Moon Jeong semakin mengerutkan alisnya.


“ kau pasti tahu jika aku baru saja di angkat menjadi pewaris. Selama ini. Bahkan keberadaanku di rahasiakan oleh dunia. Dan kini, secara tiba- tiba aku muncul sebagai pewaris- tentu saja banyak petinggi perusahaan yang meragukan kemampuan ku. Jika aku tidak hadir ke pertemuan ini- para petinggi itu akan menghasut para pemegang saham dengan alasan aku tidak menghargai para tetua di perusahaanku dan tidak kompeten dalam bekerja.” ucap Moon Jeong sambil menutup matanya.

__ADS_1


“ lalu? Kenapa anda bingung? Anda bisa menunjukkan jika anda mampu dan mendatangi acara tersebut...” ucapan Andre terjeda karena menyadari sesuatu.


“ anda menduga jika ada jebakan dalam jamuan makan ini?” tebak Andre. Moon Jeong hanya terdiam.


Sekarang, Andre tahu mengapa Moon Jeong bingung. Tak heran, apa yang di hadapinya bagai pedang bermata dua.


Jika datang kemungkinan akan ada jebakan yang di siapkan para petinggi di perusahaan yang tidak menyukai Moon Jeong. Dan jika wanita itu tidak datang pun para petinggi itu juga akan menghasut para pemegang saham untuk menjatuhkan Moon Jeong.


“ kalau begitu, bagaimana jika anda memilih untuk menghadiri perjamuan itu?” tanya Andre. Moon Jeong tidak menjawabnya hanya menatap Andre seolah bertanya; apa?


“ saya akan menemani anda menghadiri perjamuan itu, nona. Saya ini sedikit kebal pada Alcohol. Saya berjanji akan melindungi anda.” ucap Andre mencoba meyakinkan.


Alasan lainnya karena ingin mencoba menarik hati Greisy lagi.


“ saya akan usahakan tidak mengulangi kesalahan yang sama, nona.” ucapan Andre tertuju pada saat pria itu menggila karena pengaruh obat perangsang- yang bahkan membuatnya tidak tahu siapa yang di cumbunya.


“ baiklah.” ucap Moon Jeong akhirnya.


Senang? Untuk kali pertama wajah Andre yang terlihat kaku dan dingin tampak terlihat senang. Mungkin, karena pria itu mengira jika ia sudah mulai dekat lagi dengan Greisy meski hanya sedikit.


Sementara itu di lain tempat- sesua janji Louis, kini pria itu tengah mengantar Fiona dan Axel menuju sekolahnya.


“ uncle, bagaimana keadaan mama?” tanya Axel.


“ sudah lebih baik, mungkin sore ini sudah bisa pulang. Kau sebagai kakak- ingatkan mama mu jika sudah waktunya minum vitamin- jika ia sudah pulang dari rumah sakit, oke.” ucap Louis masih fokus mengemudi.

__ADS_1


“ uncle, apa benar aunt Agatha akan memiliki anak?” tanya Alice antusias. Kenapa bisa ada Alice? Tentu karena; Louis sekalian mengantar Alice juga tentunya.


“ tentu saja.” jawab Louis.


“ apakah anak dalam perut Aunt- perempuan? Atau laki- laki?” tanya Alice dengan semangat.


“ dasar bodoh, usia kandungan mama baru berumur 15 hari dan untuk melihat jenis kelamin bayi di perut mama butuh waktu- sampai usia kandungannya 18- 20 minggu dulu.” ucapan Axel membuat Alice menciut.


“ anak kecil! Kau lupa jika kau juga menanyakan hal yang sama dengan Alice?” ejekan Louis membuat wajah Alex memerah. Sementara Alice hanya murung.


Bagaimana tidak, kemarin saat Axel dan Fiona berada di rumah Alice- gadis kecil itu bertanya kepada Axel;


Apakah Axel membenci Alice?


Pria kecil itu tak menjawab meski masih menunjukkan wajah jutek nya. Tak heran, selain iri pada nasib Alice- Alex juga iri karena Alice mendapatkan kasih sayang yang berlimpah dengan orang tua yang lengkap.


Apa lagi melihat betapa megahnya kediaman Alice- yang bahkan satu kasurnya bisa untuk menampung ketiga anak kecil tersebut, bahkan mungkin lebih.


Sejujurnya, Axel sendiri tahu jika bukan salah Alice terlahir di dalam keluarga Fransiscus. Namun, sebagai anak yang tidak mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua kandungnya- tak heran jika Axel cemburu pada Alice yang mendapatkan kasih sayang berlimpah dari orang tua kandungnya, bahkan Louis dan Agatha juga tampak menyayangi Alice.


Akan ada masanya- bahkan, meski Alice dewasa akan kehilangan segalanya- nanti, tetap ada perasaan enggan pada diri Axel dan tetap memberi jarak kepada Alice. Jarak yang membuat Alice memilih menjauh dari pada terus terluka.


...Suka? 😉...


...Likenya mana? ...

__ADS_1


...Love nya jangan lupa😉...


__ADS_2