
“ bisakah kau berhenti menciumi pipiku?” kesal Freya.
Setelah acara memasak- makan dan membereskan kekacauan selesai, akhirnya, Felix mengembalikan istrinya ke kasur pria itu. Kini, mereka berdua hanya berbaring saja di kamar dengan Felix yang terus menciumi pipi istrinya itu.
“ kalau tidak boleh pipi, bolehkah aku mencium bibirmu?”
“ bibirku akan bengkak jika terus kau hisap, Fe.” kesal Freya.
“ karena bibirmu sangat manis, jadi tanpa sadar aku terus memakannya.” kekeh Felix.
“ pipiku juga akan bengkak kalau kau terus menciuminya.” ucap Freya menutupi kedua pipinya.
“ ayolah, bukankah sedari dulu pipimu juga bengkak?”
“ maksudmu; aku gendut, begitu?” ucapan istrinya seperti pertanyaan jebakan bagi semua kaum pria.
Setelah mengaruk rambutnya yang tidak gatal- Felix memilih menutup mulutnya dengan gerakan seperti menutup resleting dan memberi tanda; Ok dengan menautkan jari telunjuk dan ibu jari. Yang berarti ia tidak akan berucap lagi.
Ting tong! Dan tepat pada sat itu bell rumah mereka berbunyi.
“ aku akan melihat siapa yang bertamu.” ucap Felix beranjak dari kamarnya menuju pintu depan.
“ hallo adik ipar.” sapa Axel begitu pintu di buka.
“ kamana adik kesayangan kami? Kenapa ia tidak membuka pintu dan menyapa kami?” heran Alice.
“ apa ia kelelahan karena kau kukung seharian?” kekeh Axel. Felix hanya berdehem dengan wajah merona.
‘ bagaimana mereka bisa tahu?’ batin Felix.
Tentu jawabannya karena rumah mereka di pasangi CCTV tersembunyi. Semua gerak- gerik mereka tentu saja terekam dengan jelas. Dari Felix yang pulang membopong Freya sampai kekamarnya, sampai mereka yang tidak keluar seharian, sampai Felix yang pergi sendirian ke supermarket untuk membeli bumbu instan dan pria itu yang memasak istrinya pastinya.
__ADS_1
Bahkan saat Felix dan Freya memasak bersama pun ikut terekam.
Tanpa di tanya, melihat jika Freya kemana- mana yang harus di bopong- semua yang melihat pun akan tahu jawabannya.
Beruntung mereka tidak melakukan **** di kamar makan atau ruang tamu.
“ kakak? Sis Alice? Dan para keponakanku yang manis?” ucap Freya keluar dari kamarnya dan langsung menciumi kedua pipi keponakan- keponakannya.
“ apa yang kalian lakukan di sini?” tanya Freya lagi.
“kau lupa jika minggu depan adalah ulang tahun perusahaan kakek? Kakek akan mengadakan pesta di rumah utama.” ucap Axel mengingatkan.
“ rumah utama?” tanya Felix yang belum tahu rumah utama keluarga Fransiscus. Karena memang pernikahan mereka di adakan di Gereja begitupun dengan pesta pernikahannya.
“ itu adalah rumah Kakek.” jawab Freya.
“ aku baru tahu soal rumah utama.” tanya Felix.
‘ sebesar apa rumahnya?’ batin Felix yang mendengar ada taman labirin segala.
“ kalau begitu, ini kain untuk seragam.” ucap Alice menyerahkan kain.
“ bagaimana dengan kalian?” tanya Freya- maksudnya soal seragram.
“ kami sudah di beri pakaian lengkap. Namun, kakek pikir, kau pasti ingin memberi inovasi sendiri, sehingga hanya memberi kainnya saja.” jelas Axel.
“ ooo.” ucap Freya mencoba membuka kain yang di berikan.
Melihat adiknya yang hanya berdiri dengan mengapitkan kakinya, membuat kedua kakak Freya di hadapannya ini senyum- senyum sendiri. Melihatnya, hanya bisa membuat Felix berdehem kecil.
*
__ADS_1
“ kau mau aku jahitkan sekalian?” tanya Freya begitu kedua kakaknya itu pulang.
“ maksudmu; menjahit kain tadi?” tanya Felix.
“ ya.”
“ bagaimana jika aku yang jahitkan.” tawar Felix.
“ kau?” heran Freya.
“ ya, kau lupa? Aku penah menjadi dosen di bagian jurusan fashion.” jelas Felix.
“ benarkah? Seingatku kau memang mengajar jurusan Fashion. Tapi tidak benar- benar mengajar Fashion.” heran Freya.
“ mungkin karena..., aneh saja, laki- laki tapi mengerti Fashion.” ucap Felix merasa malu.
“ benarkah? Menurutku, itu bukan aneh. Seharusnya kau bangga mempunyai skill yang tidak semua orang bisa miliki dan yang pasti adalah; orang tuamu menyetujui kau meraih cita- citamu.” ucapan istrinya lantas membuat Felix tersenyum. Ia tak menyangka jka istrinya akan memuji dirinya dan tidak mengatainya.
“ Uncle Lionel baru bisa menggapai mimpinya saat usianya melebihi umur Dewasa- karena orang tuanya...., Kya!” ucapan Freya terpotong karena Felix memeluk wanita itu.
“ apa yang kau lakukan?” heran Freya.
“ aku pasti akan membuatkan gaun yang indah untukmu.” ucap Felix memeluk erat istrinya.
“ eh?” heran Freya.
...Maaf baru up ...
...Author lagi ada sembahyang 3 hari berturut2 jadi baru sempet upload itupun dikit🙏...
...Harap reader memaklumi🙏🙏🙏🙏 ...
__ADS_1