
“ apa kau percaya pada Jodoh dan takdir?”
**
Felix dan Freya datang ke rumah utama di jemput dengan mobil milik Bernard. Sesuai janji, Freya datang dengan gaun yang di design suaminya sendiri, dan sebagai gantinya, pakaian yang di kenakan Felix adalah design dari Freya sendiri.
Freya sendiri tidak menyangka jika suaminya benar- bena bisa menjahit baju yang cocok untuknya. gaun itu jelas membuat Freya terlihat lebih anggun, dan meski itu sedikit terbuka,membuat seolah jika gaun itu juga tertutup- karena hiasan- hiasan yang memang menutupi setengah lekuk tubuh Freya. **** begitu, gaun itu tetap dapat menutupi kekurangan Freya dalam tinggi badan.
Dulu, Freya sendiri merasa aneh. Tak heran, Felix mengajar bukan dalam bidang Fashion, namun, mengapa ia mengajar di jurusan Fashion? Ia bisa mengajar di universitas lain yag sama- sama bergengsi.
Dan sekarang, Freya tahu jawabannya.
Karena ternyata, pria yang menjadi suaminya ini, mencintai dunia Fashion. Namun, karena malu di anggap Aneh- suaminya ini rela tidak menggeluti dunia Fashion.
Entah takdir apa yang membuat Freya bertemu lagi dengan pria yang pernah mengikat janji padanya.
Apakah takdir? Mereka sama- sama menyukai dunia Fashion dan bertemu di dunia Fashion.
“ kenapa kau terus menatap ke arah Gaunnya? Apakah gaun yang aku buat aneh?” tanya Felix.
“ tidak..., ini indah.” ucap Freya menatap ke arah Gaunnya.
“ aku hanya tidak menyangka jka kau benar- benar bisa menjahit gaun untukku.”
“ aku juga tidak menyangka jika kau tidak akan menertawakan aku.” ucap Felix bersandar di punggung kursi mobil.
“ apakah kekasihmu selalu menertawakan kesukaanmu?” tanya Freya.
“ sudah aku bilang, Frey..., ia bukan lagi kekasihku!” kesal Felix.
“ ya sudah, aku ralat. Apakah kak Wanda selalu menertawakan kesukaanmu ini?” ulang Freya.
“ erm.., ya. Ia selalu memandang aneh ketika aku mengatakan aku menyukai menjahit. Ia mengatakan jika aku lebih baik mencari kesukaan yang membuatku lebih terlihat keren.” ucap Felix menatap ke langit- langit mobil. Freya memilih diam. Dan tanpa terasa, mereka telah sampai ke rumah utama.
Felix menggosok mata- seolah tak percaya, tak heran, rumah Bernard- atau rumah utama memang sangatlah luas. Hal pertama yang menyapanya adalah kolam pancuran yang luas beserta taman di belakangnya. Adapun tulisan Fransiscus yang terbuat dari semk- semak.
“ Fe, hapur air liur mu.” ucapan istrinya lantas membuat Felix reflek menggosok mulutnya.
* 🌸 *
“ selamat datang, cucu kesayanganku.” ucap Luna menciumi pipi Freya.
__ADS_1
“ maaf aku terlambat, Grandma.” ucap Freya tersenyum.
“ hallo, cucu menantuku.” ucap Bernard meninju bahu Felix.
“ ha.., halo, tuan Bernard.” ucap Felix mengusap bahu yang di tinju.
‘ menakutkan.’
“ aku akan mengajakmu melihat- lihat ke dalam rumah.” ucap Freya.
“ kita tidak akan menghadiri pesta?” tanya Felix.
“ Freya tidak suka Pesta.” jelas Agatha.
“ ya, lagi pula, kami memang sengaja tidak mengekspose anak- anak dan cucu kami, agar kehidupan mereka tidak terancam bahaya, kau tahukan? Semakin tinggi kedudukan seseorang, maka semakin banyak yang akan mengincar mereka.”jelas Luna.
“ jadi itu alasan mengapa kau tinggal d rumah sederhana?” tanya Felix.
“ alasan lainnya tentu untuk melatih anak- anak kami agar mandiri. Bahkan, rumah sebesar ini, apakah kau pernah melihat ada maid? Hanya ada pelayan yang menjaga Stand makanan dan minuman. Dan mereka ada hanya saat penting seperti ini saja. ” jelas Louis.
“ oo?” Felix ber- o, ria.
'tuan Bernard dan nyonya Luna yang membersihkan istana ini sendiri?' batin Felix bertanya- tanya.
“ sekaligus?” heran Felix.
“ sekaligus untuk mengenalkan anak kami, semacam perjodohan untuk menguatkan bisnis.” lanjut Bernard.
“ Ap?” ucap Felix tidak terima.
“ Namun, karena semua cucu kami sudah menikah, dan sisanya masih tinggal di negara yang berbeda.., sehingaa ...” ucapan Luna terpotong.
“ bukankah katanya kau mau mengajakku keliling, ayo kita melihat- lihat rumah ini.” oleh ucapan Felix yang meninggalkan para orang tua tersebut sambil menarik istrinya.
“ hei! Yang kau lakukan itu tidak sopan!” kesal Freya.
Sementara, Felix memilih diam, ia sendiri tahu, jika apa yang ia lakukan tidak sopan, namun, belakangan ini tubuhnya selalu bergerak lebih dulu dari pada logikanya.
“ lihat siapa yang seolah kebakaran jenggot.” kekeh Agatha. Semua yang melihat kelakuan Felix dan anak gadis mereka hanya tersenyum. Ralat, karena Freya bukan lagi seorang gadis namun resmi menjadi wanita Dewasa.
Akhirnya, Freya membawa suaminya untuk melihat- lihat kamar dengan dua lantai ke atas dan satu lantai bawah tanah tersebut. lantai di tujukan untuk ruang pesta. Terdiri dari ruang tengah yang mewah, ruang untuk karaoke, bahkan ada bar mini di sisi dapur.
__ADS_1
Adapun mereka juga menyimpan meja untuk bermain billiard. Ada juga Piano senar, Biola dan beberapa alat music lain.
“ apakah kau bisa bermain salah satu alat music itu?” tanya Felix.
“ mereka sudah kumainkan saat aku sudah bisa berdiri dan belajar berjalan.” ucapan istrinya membuat Felix menelan ludahnya.
Anak manja yang tidak bisa apa- apa? Sekarang, Felix merasa jika dirinya lah yang tidak ada apa- apanya di bandingkan istrinya. Istrinya itu serba bisa, kepandaian yang bisa di kategorikan genius dan yang terpenting adalah masakannya, Lezat!
Abaikan!
Lanjutkan menjelajah rumah utama. Tampak jika lantai dua di khususkan untuk kamar tidur dan kamar belajar dengan perpustakaan mini di ujung ruangan. Di tengah- tengah ruangan itu ada sofa, carpet dan dapur mini, mungkin, agar mereka bisa berkumpul dan bercengkrama bersama.
Lanjut ke ruang bawah tanah.
Sekali lagi, Felix seolah kesusahan menelan Salivanya, ruang bawah tanah ibarat showroom mobil. Dari mobil- mobil lawas hingga terbaru semua berjejer rapi.
“ bukankah ini di bawah tanah? Bagaimana mereka akan mengeluarkannya nanti?” tanya Felix.
“ di bagian sana akan ada sensor otomatis, jika mobil melewati sensor itu, jalan akan terbuka dan kita bisa melewati jalan itu menuju ke atas.” ucap Freya menjelaskan.
“ ap..., apakah disini tidak ada GYM?” tanya Felix.
“ Gym? Pada dasarnya, kami jarang memakai itu semua, dari pada GYM grandpa lebih suka berlatih beladiri. Kalaupun ada, biasanya area GYM di jadikan satu dengan arena pelatihan bodyguard.” jelas Freya.
“ o? lalu? Dimana Labirin yang kau maksud?” tanya Felix.
“ Labirin?” tanya Freya. Felix hanya mengangguk.
“ kau mau kesana?” ulang Freya.
“ ya, tentu saja. Apa kau tidak pernah kesana?” tanya Felix.
“ aku pernah tersesat di sana. Setelahnya, aku memilih tidak kesana lagi.” jawab Freya.
“ setidaknya, di sini ramai, jika kita tersesat, kita bisa meminta tolong.” jawab Felix.
“ baiklah jika kau memaksa.”
...Maaf author baru upload 🙏...
...maklum beberapa hari ini puanas banget😵...
__ADS_1
...Author jadinya mager😪 bawaannya pgnnya tdr2n😴 ma ngadep kipas...
...Maklum author ga kuat Ac😂...