Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Fiona


__ADS_3

“ mama, Axel pulang.” ucap Axel dengan semangat.


“ o.., oh, Axel sudah pulang.” ucap Agatha membenarkan duduknya dan penampilannya.


Sementara Louis tampak berdehem pelan menutupi ke canggungannya.


“ iya. Oh, iya, mama, Axel bawa teman. Kemarilah!” ucap Axel memperlihatkan seorang gadis cilik.


“ nama ku Fiona, Aunt.” ucap gadis kecil itu. Gadis kecil dengan pipi yang gemuk dan rambut yang cepak membuat wajah nya yang bulat bertambah bulat.


“ Fiona?” tanya Agatha dan Louis bersamaan.


“ iya, ini gadis yang aku bicarakan. Ia juga sama- sama dari panti asuhan- sama sepertiku, ma.” ucap Axel.


“ begitu? Perkenalkan, nama Aunt; Agatha.” ucap Agatha.


“ nama Uncle; Louis.” ucap Louis.


“Apa mama bisa mengasuhnya- sama seperti Mama yang mengangkat Axel menjadi anak asuh.” ucap Axel dengan raut wajah berbinar.


“ Apa?” ucap Agatha yang terkejut akan perkataan anak asuh nya tersebut.


“ mengasuh anak tidak segampang itu, boy.” ucap Louis beranjak ke meja makan dan duduk di hadapan meja tersebut.


“ kenapa? Bukankah Mama bisa mengangkat Axel.” geram Axel.


“ sejujurnya, mengasuh anak- butuh surat- surat lengkap, Axel. Sementara, Mama bahkan tidak memiliki suami.” ucap Agatha mencoba menenangkan putra asuhnya tersebut.


“ begitu?” ucap Axel dengan wajah murung.


“ Agatha, apa kau merasa wajahnya mirip dengan seseorang.” ucap Louis mencoba menatap Fiona.


“ aku juga merasa begitu.” jawab Agatha.


“ berapa umurmu, anak manis.” tanya Louis mendekati Fiona.


Fiona hanya menunjukkan kelima jarinya.


“ 5? apa ia teman sekelasmu, boy?” tanya Louis.


“ ya.” ucap Axel duduk di sofa ruang tamu.


“ ia memang pintar- sejujurnya, aku pun ingin menitipkannya di taman bermain( playgroup), namun ia tidak suka karena menganggap suasana di sana mirip dengan panti asuhan tempat ia di titipkan, sehingga aku terpaksa menyekolahkannya lebih awal.


Sebenarnya, pihak sekolah tidak menyetujui nya, karena usia minimal masuk ke taman kanak- kanak adalah sekitar 5 tahunan, namun karena Axel adalah anak yang pintar- sehingga mereka menerima Axel. Sejujurnya, ia bahkan bisa menjawab apa yang seharusnya di tanyakan anak satu sekolah dasar.” ucap Agatha menjelaskan.

__ADS_1


“ mama, jika alasan kau tidak bisa mengasuh Fiona karena kau belum menikah- lalu mengapa kau bisa mengangkat Axel sebagai anak asuh?” heran Axel.


“ karena panti asuhan itu dulu adalah yayasan milik teman ayah nya mama. Mereka tahu jika mama sudah yatim piatu dan alasan lain mama mengasuhmu agar saat terjadi apa- apa dengan mama akan ada kau yang menemani mama.” ucap Agatha.


“ kalau begitu, mama menikahlah dengan paman Louis.” ucapan Axel membuat Agatha dan Louis hampir tersedak karenanya.


“ ANAK KECIL!” pekik Louis saking terkejutnya. Ia memang ingin menikahi Agatha namun perkataan Axel yang tiba- tiba, sungguh mengejutkan Louis dan Agatha.


“ atau.., mama menikah dengan paman yang kemarin saja. Ia lebih tampan dari pada paman Louis.” ucap Axel asal.


“Ap?” ucap Louis tak percaya.


‘ sejak kapan pria itu dapat meluluhkan anak ini?’ batin Louis cukup takut.


“ Axel..,” ucap Agatha mengelap mulutnya dengan punggung tangan wanita itu.


“ menikah itu tidak segampang dan semudah itu sayang.” ucap Agatha memangku Axel.


“ kenapa?” heran Axel.


“ kau akan mengerti ketika kau sudah dewasa.


Pernikahan itu masalah tanggung jawab, jangan hanya kau merasa kau sudah mencintai pasanganmu kau segera ingin menikah dengan nya. Pikirkanlah masa depan mu dengan orang yang kau sukai dengan baik.


Karena yang namanya pernikahan bukanlah sesuatu yang bisa di buat untuk main- main.


Mungkin pasanganmu mau menerimamu apa adanya.


Namun ingat ini dalam hatimu; jangan pernah memiliki cita- cita membuat pasanganmu menderita. Oke?” tanya Agatha.


“ meski Axel tidak mengerti..., oke.” jawab Axel dengan lugunya.


Sementara itu, Louis hanya terdiam mendengarkan perkataan Agatha. Meski wanita itu sedang berbicara pada anak angkatnya itu- sesungguhnya, Louis tahu, ada makna tersembunyi di balik ucapan itu; alasan mengapa sampai sekarang Agatha belum menerima Louis.


Karena bagi wanita itu- pernikahan adalah hal yang sakral dan tidak untuk main- main. Agatha ingin Louis menunjukkan kesungguhannya dan bukan sekedar ucapan saja.


“ apakah setelah aunt Agatha memiliki suami, Aunt bisa mengadopsi ku?” pertanyaan Fiona menyadarkan lamun Louis.


“ apakah Fiona ingin aku asuh?” tanya Agatha.


“ emm. Aunt terlihat ramah.” ucap gadis kecil itu riang.


“ apakah tidak ada yang bersikap ramah padamu?” tanya Agatha.


“ mereka bersikap ramah.., hanya saja.., anak- anak di taman kanak- kanak selalu mencemoohku karena aku anak yatim piatu.” ucap Fiona sedih.

__ADS_1


“ aku tahu jika kau memang berasal dari panti asuhan, tapi apa kau benar- benar tidak memiliki ayah atau ibu?” tanya Louis.


“ Louis!” geram Agatha.


“ apa?” heran Louis.


“ itu sangat tidak sopan!” Bertanya seperti itu pada anak berumur 5 tahun?


“ ..” wajah Fiona seketika muram.


“ Fi.., Fiona.., maafkan uncle Louis, mulutnya memang tajam.” ucap Agatha merasa tidak enak.


“ benar! Mulutnya memang tidak mengerti situasi.” ucap Axel kesal.


“ ...” Louis memilih diam.


“ tidak masalah. Fiona sudah terbiasa.” ucap Fiona mengangkat wajahnya dan memperlihatkan senyumnya. Seolah mengatakan; jika dirinya tidak apa- apa.


“ duduklah, aunt akan membuatkan camilan untukmu.” ucap Agatha.


“ terima kasih.” ucap Fiona senang.


“ kalau kau tidak ada kerjaan- silahkan pulang.” ucap Agatha ketus kepada Louis.


“ aku mau camilan juga.” ucap Louis menunjukkan eye puppy nya.


“ haih~ oke- oke. Duduk manis dan temani anak- anak.” ucap Agatha .


“ oke.” ucap Louis patuh lalu duduk bersimpuh di hadapan Axel dan Fiona.


Setelah memakai Apron nya- dengan telaten, Agatha membuat kue.


Memecahkan telur, memisahkan telur kuning dan putih.


Mengocok hingga mengembang, menambahkan bahan- bahan kue dan pengembang, coklat yang di berikan Lionel- setelah di lelehkan, lalu di masukkan ke cetakan dan panggang.


Sementara menunggu, Agatha mencuci peralatan yang kotor. Sedangkan Louis dan anak- anak asyik bermain- mainan milik Axel yang pernah di berikan pria itu untuk anak asuh Agatha tersebut.


Ting! Tanda kue nya sudah jadi.


“ ini.” ucap Agatha memberikan sepiring cup cake dan susu hangat untuk anak- anak. Dan Louis tentu saja.


“ terima kasih.” ucap ketiga nya serempak. Lalu makan dengan serempak pula.


“ enak.” jawab ketiganya dengan serempak lagi.

__ADS_1


...Big baby. ...


__ADS_2