Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Hancur2


__ADS_3

Esoknya, Wanda kembali bekerja seperti biasa.


Orangtuanya pun telah kembali ke kampung Nelayan.


Meski begitu, wanita itu sedikit heran, karena dari penuturan kedua orang tuanya; para lintah darat itu telah melunasi hutang kedua orang tuanya bahkan mengembalikan perahu yang telah mereka rusak.


“ apa mereka melihat aku ke perusahaan Nelson dan mengira aku bagian dari mereka?” heran Wanda. Biar bagaimana pun, Wanda piikir; jika acara kemarin tidak di siarkan di TV manapun. Dan karena Freya berdiri terpisah dari keluarga Fransiscus- Wanda masih belum sadar jika Freya merupakan bagian dari kelurga Fransiscus. Apa lagi..., karena fokus pada apa yang di alaminya- membuat Wanda tidak melihat siapa saja yang hadir di sana.


‘ Sudahlah, ada untungnya juga keluarga Nelson.’ batin Wanda.


‘ Felix juga pasti hanya bercanda soal meminta kembali apartment nya.’ tak heran, bahkan, setelah semua, Wanda masih dapat kembali ke apartment Felix yang selalu di tinggali wanita itu.


Namun, baru akan duduk di meja kerjanya, atasannya menyerahkan surat pemutusan hubungan sepihak untuk Wanda.


” a..., Apa..., apa maksudnya ini?” ucap Wanda tidak terima.


“ kami sudah tahu jika kau; seorang wanita murahan dan berniat masuk ke tengah- tengah keluarga Nelson dengan cara licik. Kami tidak bisa mempertahankanmu atau bisa- bisa universitas kami mengira jika para mahasiswa main belakang dengan para pekerja sekligus pengajar di sini agar meluluskan mereka.” ucap atasan Wanda.


“ Ap! Tapi...” ucap Wanda tak terima.


“ Tapi Apa! Siaran TV Nasional menyiarkan dengan jelas wajahmu! Sebelum semua orang menyadari soal kau yang pernah bekerja sebagai CS di Universitas kami- dan menutup Universitas kami- lebih baik, kami memberhentikanmu terlebih dahulu!” ucap atasan Wanda.


“ Anda harus mendengar penjelasan saya! Saya hanya di jebak!” ucap Wanda masih tak terima.


“ lebih baik kau pergi!” ucap Atasan Wanda tak mau mendengar penjelasan Wanda.


Kesal, namun, Wanda tak mempunyai pilihan lain.


Akhirnya dengan berat hati- Wanda memilih


membereskan barang- barangnya.


Dan..., hal yang membat tambah kesal adalah;

__ADS_1


Karena teman- temannya terutama teman sesama CS nya tidak membantunya dan hanya melihatnya dari jauh. Bahkan, mungkin mereka sedang mengatai Wanda.


Wanda hanya bisa menggertakkan giginya sambil menyumpahi para teman- temannya.


Orang yang mengakui teman- namun, di saat Wanda jatuh langsung mengatai wanita itu tanpa ada niat membela.


🌸Sementara itu di saat bersamaan di lain tempat;🌸


‘ katakan kepadaku, apakah kau ada hubungannya dengan di pecatnya adikku secara tiba- tiba?” ucap Olivia menelphone seseorang.


Saat ini, wanita itu sedang di rumahnya, karena, ayahnya tiba- tiba pulang bersama dengan adiknya.


Dengan lesu, ayahnya berkata;


Jika adik laki- laki Olivia baru saja di pecat.


Padahal, setahu Nick- adik Olivia, ia adalah salah satu pegawai yang pandai. Bahkan- melebihi teman- teman sekantornya yang pendidikannya lebih tinggi dari pada adiknya yang hanya menempuh sekolah menengah Atas saja.


Lantas- Olivia ingat tentang apa yang di katakan Abigail- padanya.


“ Abi, perusahaan tempat adikku bekerja- termasuk adalah perusahaan teratas- setelah perusahaan Fransiscus dan perusahaan Nelson- bagaimana bisa kau kau ikut campur di dalam perusahaan adikku?” heran Olivia. Karena, setahu Olivia, Abigail hanyalah Dosen tempatnya menuntut ilmu.


Tentu jawabannya karena perusahaan tempat adik Olivia bekerja- bekerja sama dengan perusahaan Fransiscus- tidak susah memecat satu atau dua orang atas nama permintaan perusahaan Fransiscus.


...“ tidak usah kau pikirkan, lebih baik, kau siapkan dirimu. Aku akan kesana.” ucap Abigail....


“ eh? Tapi, saat ini, keluargaku sedang ada di rumah.” ucap Olivia.


...“ itulah yang aku tunggu.” kekeh Abigail....


“?” heran Olivia.


🌸Kembali lagi ke Wanda🌸

__ADS_1


Saat ini, setelah naik taksi menuju Apartmennya- ralat, maksudnya, Apartmen milik Felix- akhirnya, Wanda turun untuk mengistirahatkan dirinya barang sejenak- sebelum akhirnya mencari pekerjaan untuk drinya sendiri.


Wanda baru saja bersenandung- sampai di kejutkan- karena, barang- barangnya, di keluarkan oleh pihak pengelola Apartment.


“ AP..., APA.., Apa yang kalian lakukan? Itu semua barang- barangku!” kesal Wanda.


“ ini memang barang- barangmu! Namun..., ini bukan Apartment mu, kau tidak lag berhak tinggal disini!” ucap pengelola Apartment itu.


“ Ap..? ini milik kekasihku!! Felix Nelson!” ucap Wanda tak terima.


“ Heh! Asal kau tahu, tuan Felix sendiri lah yang ingin kau keluar dari Apartment nya.” ucap pengelola Apartment tersebut.


“ AP! Tidak mungkin!” ucap Wanda tidak terima.


“ ya, beliau sendiri mengatakan jika ia tidak terima membiarkan wanita yang bukan siapa- siapanya menempati Apartment miliknya- karena tak ingin istri Tuan Felix cemburu!” ucap pengelola toko tersebut.


“ AP!” ucap Wanda tak terima.


Tampak ia yang mengertakkan giginya dan menunduk dalam seolah menyimpan kemarahan yang amat sangat.


‘ Freya! Freya! Dan Freya! Apa bedanya aku dan dia! Kenapa semua kebaikan seolah berpihak padanya! Apa salahku!” batin Wanda mengepalkan tangannya kuat.


Setelahnya, tampak ia tersenyum-senyum yang membuat orang merinding melihatnya.


‘ apakah ia sudah gila’ batin orang- orang yang melihat wajah Wanda saat itu.


🌸Setelah semua yang terjadi- tepatnya; Setelah semua barang pribadi milik Wanda dikeluarkan- Di lain tempat🌼


“ setelah semua ini, aku yakin, ia akan menaruh dendam pada Felix dan Freya. Apa yang ia lakukan setelah di keluarkan dari Apartment Felix?” tanya Bernard.


“ enthlah, namun, CCTV yang berhasil aku retas hanya menunjukkan jika ia menunduk tanpa melakukan apapun. Begitupun dengan Mice perekam yang ada di pin loggo tas yang tidak mendengar ia mengatakan apapun. Ia hanya tersenyum menyeringai.” ucap Ed menjelaskan.


“ dari yang aku dengar, setelah semua yang menimpanya, ia berniat kembali ke kampung Nelayan. Setelah mengirim barang- barangnya ke kampung Nelayan, ia bahkan membeli tiket pulang ke sana.” ucap Andre- menggendong Gavin.

__ADS_1


“ aku harap, ia sadar dan takkan kembali lagi.” ucap Bernard berdoa.


__ADS_2