Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Kesal?


__ADS_3

Awalnya, Irish cukup terkejut karena Alice memberinya sebuah gaun. Namun, mendengar penjelasan Alice jika itu untuk acara pesta bisnis ulang tahun perusahan XY- Irish mulai memahaminya.


“saya akan berdandan sendiri, nona.” ucap Irish malu- malu melihat Alice mulai bersiap mendadani Irish.


Saat ini, Alice mendadani Irish di ruang rawat inap Alice. Dan peralatan untuk mendandani tentu saja sudah di bawakan Freya.


“ ayolah. Pesta ini bukan saja untuk pesta biasa namun kau datang sebagai perwakilan perusahaan kecantikan. Kau harus datang dengan berkilau untuk membuktikan product kecantikan kita.” ucap Alice memaksa.


“ eh?” heran Irish.


Akhirnya, di bantu dengan Freya- Alice mendadani Irish.


Sedari awal, Irish sendiri sudah cantik dengan kulit putih terawat. Sehingga cukup memberi pelembab pada wajah, foundation yang sama dengan warna kulit Irish dan riasan sederhana untuk Irish. Pewarna bibir warna Peach cukup untuk menonjolkan bibir ranum wanita itu.


Sementara Alice meriasi wajah Irish- Freya membantu untuk bagian rambut. Gulung- gulung dan gulung. Hanya menyisakan rambut untuk menutupi wajah Irish dan sulur rambut di depan telinga untuk menambah kesan sexy.


Sedikit pengharum badan, beberapa accessories untuk leher, gelang dan telinga. Di padu padankan dengan dress memanjang dan jatuh seolah mengikuti bentuk tubuh Irish yang ramping. Dengan leher rendah bertujuan untuk memperlihatkan dada wanita itu.


Dress tali tanpa lengan sangat cocok untuk tubuh ramping Irish yang tinggi.

__ADS_1


“ nona, ini terlalu terbuka.” ucap Irish malu. Ini kali pertama wanita itu menggunakan dress seterbuka ini.


Bahkan biasanya, Irish hanya menggunakan jass pria dan jika terpaksa tidak bisa menggunakan jass pria- paling hanya mini dress sederhana yang tertutup.


“ kau cantik dan memiliki banyak kelebihan. Dress ini akan menonjolkan kelebihanmu.” ucap Freya yang bangga pada design nya sendiri.


Bruk! Suara jass jatuh menutupi tubuh Irish.


“ kalau kau sudah siap, ayo berangkat.” ucap Ed jalan mendahului Irish.


“ Ed? Kau akan ikut ke pesta bisnis ini?” heran Irish menyusul Ed.


“ dia itu kenapa?” heran Freya.


“ ia hanya sedang kesal.” kekeh Alice.


Kesal?


Ya, Ed merasa kesal! Biasanya, ia dapat menutupi perasaannya dengan baik. Namun karena nona mudanya itu, entah mengapa- kali ini ia tidak dapat menutupi perasaannya.

__ADS_1


Sementara, Irish hanya mengikuti Ed dengan bingung.


Ini kali pertama wanita itu melihat sikap Ed yang berbeda dari biasanya.


Sesampainya di dalam mobil, Irish hendak masuk ke kursi penumpang di depan- karena ia canggung duduk berdua dengan Ed.


“ duduk di belakang!” ucap Ed dengan singkat, padat dan jelas dengan nada tegas- membuat Irish enggan untuk menolaknya.


Akhirnya dengan ragu, Irish duduk berdua dikursi penumpang belakang dengan Ed yang tampak menyilangkan lengan dan kakinya.


Irish sedikit canggung memakai jas milik Ed- itu sebabnya, ia hendak melepas jass yang tersampir di bahunya.


“ jangan di lepas!” ucap Ed sekali lagi dengan nada yang tegas.


“ eh? Tapi...”ucap Irish hendak menolak.


“ jangan kau bantah atau kau akan mendapat hukuman!” Irish cukup terkejut melihat sikap Ed yang biasanya ceria dan ramah- menjadi dingin kepadanya.


‘ apa aku membuat kesalahan? Ia bertengkar dengan teman kencannya?’ batin Irish bertanya- tanya.

__ADS_1


Wanita itu ingin bertanya, namun, melihat sikap Ed yang berbeda dari biasanya membuat Irish tidak berani bertanya.


__ADS_2