
Felix mendengar sendiri seperti apa suara daging yang di potong untuk mempermudah jalan lahir.
Rasa ngilu tiba- tiba hadir dan membuat lutud pria itu menjadi lemas. Namun, ia tidak ingin terlihat lemah dan tetap membuat dirinya kuat agar mampu memberi kekuatan bagi Freya untuk melahirkan anak mereka.
Butuh usaha beberapa kali bagi Freya untuk mengeluarkan bayi mereka yang mungkin cukup besar atau mungkin; anak mereka saja yang masih nyaman di perut ibunya?
Entahlah?
Hingga akhirnya- Felix dapat melihat kepala bayi mereka keluar. Dengan cepat sang dokter meraih kepala bayi tersebut dan dengan sedikit bantuan mengeluarkan bayi tersebut.
Lega!
Felix merasa lega sekaligus senang karena akhirnya menjadi seorang ayah. Namun, sebuah keanehan membuat Felix bertanya.
“ doc! Kenapa..., kenapa anak kami tidak menangis?” ucap Felix dengan takut.
Sementara, Freya sudah tampak lemas karena mengeluarkan banyak tenaga nya untuk melahirkan anak mereka.
“ anak kalian terlahir prematur. Ini adalah hal yang biasa di alami. Bayi prematur organ tubuhnya masih harus di bantu untuk dapat bekerja normal.” jelas dokter Sophia menepuk kaki bayi kecil itu. Mungkin memberi rangsangan untuk sang bayi. Setelahnya- dokter tersebut memompa paru- paru sang bayi dengan alat seperti sedotan ke mulut bayi tersebut.
__ADS_1
Dan...
“ Owe!” suara bayi perempuan terdengar memenuhi ruangan. Membawa kelegaan tersendiri bagi Felix dan juga Freya.
“ bayi kalian perempuan! Susuilah dulu- setelahnya, akan kami bersihkan bayi anda.” ucap dokter Sophia memberikan bayi mereka ke dada Freya. Bahkan tanpa di arahkan- sang bayi langsung berusaha mencari sendiri sumber makanannya. Dan setelah menemukannya- sang bayi langsung menyedotnya kuat- kuat.
“ pelan- pelan, nak. Tidak ada yang akan merebutnya.” kekeh Felix. Freya hanya tersenyum. Melihatnya, Felix lantas mengelus rambut Freya.
" anak kita perempuan." ucap Felix dengan senyum yang tak juga sirna dari mulut pria itu. Freya yang melihatnya juga hanya tersenyum. Senyumnya tak secerah biasanya, ada sedikit rona pucat- mungkin karena kelelahan.
Setelah sang bayi kenyang- ada suster yang mengambil bayi tersebut- untuk membersihkan bayi perempuan yang belum di beri nama tersebut.
“ kenapa, Frey? Kau lelah?” ucap Felix mengelus rambut Freya dengan sayang.
Setelah ini, Felix pikir kehidupan mereka akan bahagia dengan anak mereka. Tanpa pengganggu di dalam kehidupan mereka.
“ terima kasih.” ucap Freya lemah.
“ Frey?” ucap Felix heran. Tampak jika mata istrinya terus menutup dengan perlahan.
__ADS_1
“ doc! Apa yang terjadi dengan istri saya?” ucap Felix panik. Dokter yang melihat keadaan Freya langsung bergegas memeriksa Freya.
Setelahnya, tampak terlihat jika dokter Sophia menjadi panic dan meminta di panggilkan dokter lainnya.
“ lebih baik anda menunggu di luar.” ucap dokter Sophia mendorong tubuh Felix.
“ tapi.” ucap Felix hendak memaksa tetap di dalam. Samar- samar, Felix mendengar;
“ saturasi oxygen menurun, jantungnya melemah, kondisinya patient kritis.”
“ anda lebih diluar, tuan.” ucap suster berusaha mendorong tubuh Felix.
“ sus, ada apa dengan istri saya?” ucap Felix panik.
Tiba- tiba, ia di serang ketakutan luar biasa.
“ kondisi patient kritis! Anda lebih baik di luar saja. Biarkan kami melakukan penangan untuk istri anda.” ucap suster itu menutup ruang operasi.
“ Freya!” isak Felix bersimpuh di depan ruang operasi.
__ADS_1
...Apa yang terjadi pada Freya? ...