Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Sebuah keluarga utuh


__ADS_3

“ kalian ini benar- benar seperti doppelganger jika sudah bersama.” celetuk Elena ketika Lionel dan Irish mengunjunginya bersama- sama.


Ya, setelah menghabiskan waktunya dengan membeli baju. Irish teringat akan Elena- sehingga mengajak ayah kandungnya itu- mengunjungi ibu kandung dari Irish tersebut.


“ tentu saja, kita ini ayah dan anak. Aneh bukan rasanya jika kita tidak mirip.” ucap Lionel tidak kalah membalas Elena.


“ aku lebih tidak menyangka jika kau akan berubah menjadi seorang ayah yang begitu mencintai putrinya.” celetuk Elena lagi.


“ memangnya sebegitu tidak pantas?” decih Lionel duduk di kursi pengunjung.


“ aku yakin jika ayahmu ini tidak terima jika kau membicarakan pria lain.” tanya Elena kepada Irish.


“ mama tahu?” heran Irish.


“ insting seorang ibu.” kekeh Elena.


“ kali ini ajh kau mengakui jika kau seorang ibu.” balas Lionel.


“ itu memang kenyataan.” balas Elena.


Melihatnya, Irish hanya tersenyum. Entah mengapa, meski suasana ayah dan ibu kandungnya tidak semesra Louis dan Agatha- apa yang mereka lakukan ini seolah memperlihatkan pasangan pada umumnya.


“ kenapa kau tesenyum seperti itu?” tanya Elena.


“ tidak. Aku hanya senang, karena kita sudah seperti keluarga pada umumnya.” ungkap Irish.


“ seandainya ada sis Fiona maka suasana akan semakin lengkap.” celetuk Irish.


“ Fiona?” tanya Lionel.


“ iya, ia kakak ku juga.” ucap Irish.


“ tapi ayah kandungnya adalah mantan kekasihku. Lebih tepatnya cinta pertamaku.” ungkap Elena.


“ begitu? Lalu? Dimana Fiona sekarang?” tanya Lionel.


“ dia sekarang tinggal dengan ayah kandungnya tentu saja. Takdir seolah mempertemukan mereka dan membuat ayah kandungnya malah mengangkatnya sebagai anak asuh.” jelas Elena.


“ apa ia juga sering mengunjungimu?” tanya Lionel.

__ADS_1


“ ya, ia juga selalu mengunjungiku bersama istrinya saat ini.” ucap Elena.


“ ia sudah menikah?” tanya Lionel.


“ ya,sejujurnya, ialah yang membuatku menjadi rusak seperti dulu. Hidupku dipenuhi dendam karena ia hanya ingin tubuhku. Namun, saat aku hamil dan mengandung Fiona-ia malah kabur begitu saja.” jelas Elena menghela nafasnya.


“ maaf.” Lionel merasa bersalah- sudah mengorek luka lama.


“ ia juga meminta maaf padaku. Ia mengatakan jika iasudah mendapatkan carma nya. Dan berbicara soal mengunjungi, kemarin ia dan Fiona beserta ibu angkatnya juga mengunjungiku.” jelas Elena.


“ benarkah?” tanya Irish.


“ ya, Henry bercerita jika ia merasa kesal dan tidak terima jika Fiona akan di pinang pria lain dalam hidup mereka. Dan esoknya, aku tidak menyangka jika ayahmu ini akan berperilaku sama seperti Henry.” kekeh Elena.


“ berbeda dengan pria itu. Aku kan baru saja bertemu anak gadisku saat ia Remaja. Belum puas rasanya bersama- sama, namun dengan cepat pria lain sudah merebutnya.” cicit Lionel.


Dan begitulah,satu hari itu mereka habiskan layaknya satu keluarga utuh. Tanpa terasa hari sudah sore dan jam besuk sudah habis.


“ mama.” panggil Irish sebelum ia pulang.


“ ya?” tanya Elena.


“ tentu.” ucap Elena merentangkan tangannya dan siap menerima tubuh Irish. Gadis muda itu lantas memeluk ibu kandungnya itu.


“ aku tidak menyangka jika anak gadisku yang terlihat dewasa ini juga bisa bersikap manja seperti ini.”kekeh Elena memeluk Irish.


“ mama.” ucap Irish malu. Elena hanya tersenyum dan membelai rambut anak gadisnya.


Elena tahu-berbeda dengan Fiona yang memiliki wanita dewasa disisinya, Irish hanya memiliki Lionel. Sebagai sesama wanita, Elena tahu jika Irish membutuhkan- meluahkan perasaannya sebagai wanita dan anak gadisnya itu pasti enggan bercerita kepada Lionel.


Biar bagaimana pun seorang ayah memanjakan anaknya, pasti seorang anak tetap enggan bercerita kepada orang tua-laki-laki.


*


“ Elena.”


“ ya?”


“ bagaimana jika setelah kau di nyatakan sembuh kita tinggal bersama?” tanya Lionel.

__ADS_1


“ kau melamarku, Lionel Carter?” heran Elena.


“ ini demi Irish. Dan.., ya....,kurasa setelah kau sembuh kau juga tidak lagi memiliki tempat tujuan. Dan aku juga tidak memiliki kekasih...” ucap Lionel mengelus tengkuknya.


“ tentu saja.” ucap Elena tersenyum.


“ benarkah?” tanya Lionel senang.


“ tentu. Ini demi Irish bukan?” kekeh Elena.


“ y.., ya. Demi Irish.” ucap Lionel terbata.


“ oh, iya. Lion.” panggil Elena.


“ ya?” heran Lionel.


“ kau masih takut gelap?” tanya Elena.


“ e.., eh? Kenapa kau tanya seperti itu?” ucap Lionel terbata. Malu juga kalau Elena tahu dirinya baru saja- kemarin ketakutan di tempat gelap.


“ aku masih ingat jika saat tidur kau tidak pernah mematikan lampu mu.” kekeh Elena.


“ ma, apa kau tahu? Kemarin papa mengajakku ke taman hiburan dan ketakutan saat melewati rumah hantu.” ucap Irish bercerita. Membuat Elena tertawa.


“ Irish!” kesal Lionel.


“ apa papa mu bersembunyi di balik punggumu?” kekeh Elena.


“ ya.” ucapan anak gadisnya membuat Elena semakin tertawa kencang.


“ sudah, ayo pulang Irish.” ucap Lionel segera pergi dari rumah rawat Elena.


Melihatnya, Irish hanya menyusul Lionel dan Elena hanya melambaikan tanganya.


Setelah mereka mulai menjauh, Elena hanya tersenyum.


' sebuah keluarga utuh, ya.' batin Elena kembali ke kamar rawatnya.


...Suka suasana adem ayem gni ga😐...

__ADS_1


__ADS_2