
“Seharunya kau bersyukur kami membiarkanmu bebas. Masih bagus kami tidak menuntutmu! Sekarang, renungkanlah kesalahanmu dan jangan ganggu keluarga kami!” Ucap orang tua Felix meninggalkan Wanda yang masih bersimpuh di lantai rumah sakit.
Orang tua Wanda saling berpandangan sebelum akhirnya mencoba menyapa anak kandung mereka tersebut.
“ Wan- Wan..” ucap orang tua Wanda- Ragu.
“ PERGI!” pekik Wanda mengusir kedua orang tuanya.
“ apa kalian puas? Puas! Kalian bukan hanya saja telah menyerahkan aku demi uang namun juga menghancurkan aku!” ucap Wanda menangis.
“ Wan- Wan.., kami hanya...,” ucap orang tua Wanda merasa bersalah melihat anaknya menangis.
“jika kita tak melakukan Tes DNA aku bahkan tidak yakin jika kalian orang tuaku! Bagaimana bisa kalian menyerahkan anak kalian sendiri demi kepentingan kalian?” ucap Wanda memukul dadanya yang terasa sesak.
“ Wan- Wan..., kau tidak mengert! Kami juga terpaksa melakukannya!” ucap orang tua Wanda membela diri.
“ terpaksa melakukannya demi kepentingan kalian?” ucap Wanda sarkas.
“ kami melakukannya demi kepentinganmu juga!” ucap orang tua Wanda.
“ ENYAHLAH!” ucap Wanda berusaha untuk berdiri.
“ kepentinganku? Heh! Kepentinganku.., lalu aku juga yang di korbankan?” ucap Wanda menertawakan dirinya sendiri.
“ bukan hanya kau! Mama juga merasakannya!” pekik ibunda Wanda.
“ huh?” ucap Wanda tak mengerti- ia menatap ibunya dari balik punggungnya.
__ADS_1
“ mama berhutang banyak karena berusaha melahirkanmu! Awalnya mama juga melahirkan normal, namun, saat itu, gizi mama kurang, sementara kau..., tubuhmu saat dalam kandungan sudah sangat besar.
Tubuh mama tidak bisa melahirkanmu dengan normal sehingga mama harus melakukan SC. Sementara, operasi SC sangat mahal! Untuk bisa membawa mu pulang, mama terpaksa meminjam dari lintah darat yang sekarang ini menjadi penguasa di kampung Nelayan.” isak mama Wanda.
“ selama ini, untuk membayar hutang untuk melahirkanmu, Mama lah yang selalu mengorbankan tubuh mama- selama kau dan ayahmu melaut. Namun, entah bagaimana saat hari dimana darah pertamamu terengut- mereka mulai melirikmu!” ucap mama Wanda menangis.
“ mama tidak bisa melakukan apapun, karena, saat itu, lintah darat itu mengancam mama- akan membunuhmu atau menculikmu!” isak mama Wanda.
Mendengarnya, Wanda hanya terdiam. Awalnya, ia begitu kecewa pada orang tuanya. Meski saat mendengar penuturan orang tuanya- Wanda masih belum dapat menghilangkan kebenciannya pada orang tuanya, namun, Wanda lebih merasa membenci takdir yang mempermainkannya.
“ Wan- Wan...” ucap orang tua Wanda karena putrinya hanya terdiam.
“ lalu..., apa maksud dari satu juta yang kalian minta itu?” tanya Wanda lagi mulai bersua.
“....” tampak jika ayah dan ibunda Wanda saling bertatap- tatapan, hingga akhirnya berucap.
Wanda menggertakkan giginya.
“ Wan- Wan..” panggil orang tua Wanda lirih.
“ pulanglah!” kesal Wanda.
“ Wan- Wan tapi...” ucap orang tua Wanda lirih.
“ pulanglah dulu, aku akan memikirkan soal kapal...., “ ucap Wanda melunak. Biar bagaimana pun, mereka adalah orang tua kandungnya.
“ baiklah...” ucap orang tua Wanda meninggalkan Wanda.
__ADS_1
Sementara itu, di lain tempat.
“ kau sudah mendengar apa yang mereka perbincangkan?” tanya Bernard kepada Andre dan Ed.
Ya, jika kalian lupa,Ed telah memasang sistem Hacking di handphone Wanda- sehingga apa yang di lakukan Wanda akan terekam jelas ke laptop Ed- begitupun dengan camera tersembunyi dan mice perekam yang telah melekat kuat di tas wanita itu- dalam bentuk pin logo tas.
“ ya.” jawab Ed.
“ apa kau ingin membantu nona Wanda?” tanya Andre.
“ aku memang tidak menyukai Wanda karena menjadi wanita murahan yang merayu laki- laki- hanya untuk mendapatkan apa yang ia ingini. Namun, hal yang paling aku benci selain pelaku Affair- adalah penjahat kelamin yang mengatas namakan hutang- untuk melakukan hal bejat. Andre! Lacak para lintah darat itu!” pinta Bernard.
“ tentu.” jawab Andre.
Setelahnya, dapat di pastikan nasib para lintah darat tersebut.
Jika kalian bertanya; mengapa keluarga Fransiscus mau membantu Wanda....,
Air susu bisa di balas air tuba oleh orang lain. Namun, bukan berarti kita bisa membalas kekesalan hati kita pada orang yang tidak bersalah.
Wanda bersalah karena menjadi murahan. Namun, para lelaki bejad itulah yang membuat Wanda menjadi wanita murahan.
Wanda memang melakukan kesalahan- namun, bukan berarti kita berhak membalas kesalahan wanita itu kepada orang tuanya yang tidak tahu apa- apa.
...Maaf para reader baru bisa up😢...
...Hape author heng😵 baru bisa nyala subuh hari ini jadi baru bisa up skrg🙏🙏🙏🙏...
__ADS_1