
“ terserah kakek saja, Freya mah ikut.” ucap Freya tidak sabar.
2 tahun berlalu dari Freya yang mengatakan hal itu.
Namun, satu hal yang tidak di ketahui Freya adalah;
kesabaran itu hanya berlalu dalam tangis kekecewan.
Banyak yang berlalu dan terjadi di dua tahun belakangan ini.
Arumni yang akhirnya di persunting oleh kakak tirinya, anak- anak Alice dan Axel yang semakin beranjak usia, Irish dan Ed yang memilih lepas dari keluarga Fransiscus, Lionel dan Elena yang memilih mengikuti anak perempuannya dan menantunya kemana mereka pergi .
Dan Freya?
Selamanya, gadis itu adalah pribadi yang pintar dan cerdas, bahkan ia telah lulus dari kuliahnya dan memulai program pasca sarjana nya.
Jika S1 di Fashion Design, maka S2 Freya di bagian manajemen. Kenapa tidak kembali bersekolah di jurusan Fashion? Tentu karena Freya memutuskan untuk memulai usaha nya dan membantu ibu dan ayahnya.
Alasan lainnya, tentu karena dosen yang dulu Freya sukai juga memulai kembali bersekolah di bagian manajemen. Dan sekarang, yang awalnya hanya hubungan antara dosen dengan mahasiswi nya- sekarang berganti menjadi kakak tingkat dan adik tingkat.
“ apakah kau tidak bisa berhenti mengikutiku?” jengah Felix.
“ kaka Felix, ternyata kau adalah orang yang besar kepala. Aku tidak mengikutimu! Aku bersekolah managemen karena ingin meneruskan perusahan ayah dan ibu.” jelas Freya.
“ besar kepala? Freya, di negara ini bahkan kota ini- universitas yang memiliki jurusan management bukan hanya ada satu. Dan kau bisa secara kebetulan mengambil jurusan yang sama denganku di universitas ini?” ucap Felix jengah. Sementara, Freya memilih berkekeh ria saat melihat Felix tidak bisa membalasnya karena dosen pengajar sudah memasuki ruang kelas.
Meski kesal, sejujurnya, Felix cukup kagum akan kecerdasan Freya. Gadis itu berusia lebih muda dari Felix namun, dapat menyusul kecerdasan pria itu.
Namun, Felix masih mengingat Wanda- kekasihnya yang sudah banyak berkorban.
Demi dirinya, Wanda rela tidak meminta sebuah pernikahan- karena wanita itu tahu jika Felix terikat perjodohan.
“ tidak bisakah kau membatalkan perjodohan konyol kita?” bisik Felix.
“ kakak Felix, fokus lah pada pembelajaran dosen di depan.” jawab Freya acuh.
“ KAU!” ucap Felix dengan kesal.
“ Felix!” tekan dosen yan mengajar membuat Felix menciut. Karena kesal, ia melupakan dimana dirinya sekarang. Sementara itu, Freya hanya bisa terkekeh melihat Felix yang biasanya di kenal sebagai dosen killer sekarang sedang di marahi oleh dosen pengajarnya.
*
3 sks setiap Sks berisi 50 menit setiap kali pertemuan, sehingga butuh waktu 150 menit untuk menyelesaikan satu mata kuliah yang di ambil atau lebih tepatnya 2 jam lebih 30 menit.
Felix pikir, selama ini- Freya hanya main- main saja dan sengaja menyesuaikan jadwal gadis itu dengan Felix, itu sebabnya, Felix sengaja mengambil mata kuliah yang membosankan dan lama.
__ADS_1
Namun, yang Felix lihat hanyalah gadis yang berusaha mencatat jalannya perkuliahan dan membuat rangkuman pelajaran.
Namun, Felix mendapati jika sesekali Freya akan memainkan handphone nya.
“ tidak bisakah kau serius dalam mengambil perkuliahan ini?” tanya Felix.
“ hem?” heran Freya.
“ sedari tadi kau hanya memainkan handphone mu.” jelas Felix.
“ kakak Felix, aku hanya menyesuaikan apa yang di terangkan di LCD di depan dengan rangkuman ppt yang di berikan dosen yang di bagikan dalam chat grup.” ucap Freya memperlihatkan handphone nya. Dan tepat pada saat itu bertepatan dengan Felix yang juga mendapatkan pesan dengan nama besar; Wanda.
“ kurasa kaulah yang tidak serius kakak Felix.” mendengarnya, membuat Felix tidak bisa membalasnya.
‘ sial, kenapa Wanda menghubungi di saat yang tidak tepat.’ batin Felix.
🌸🌸🌸
Masih lekad dalam ingatan saat kali pertama Felix mengetahui jika dirinya di jodohkan oleh gadis yang saat itu adalah anak didik Felix sendiri.
“ mom? Aku tidak paham dengan pola pikir kalian! Kalian menolak aku menikahi kekasihku- Wanda, yang umurnya hanya terpaut beberapa tahun dariku- dengan alasan tidak pantas! Tapi kalian malah menjodohkan aku dengan gadis yang umurnya terpaut 10 tahun dariku?” ucap Felix tidak percaya.
“kau tidak akan paham.” jelas orang tua Felix saat itu.
“ tidak paham? Aku jelas paham apa yang kalian pikirkan! Kalian menjodohkan aku- hanya agar bisa bekerja sama dengan keluarga Fransiscus! Aku tidak percaya jika kalian menjual anak kalian sendiri!” ucap Felix jengah.
“ apa? Aku benarkan?! Jika tidak begitu- lantas mengapa kalian malah menjodohkan aku dengan gadis yang merupakan anak didikku sendiri?” kesal Felix.
“ awalnya, akupun menolaknya, namun, jelas terlihat jika nona Freya menyukaimu!” jelas ayah Felix.
“ lantas mengapa? Aku tidak menyukainya! Aku mencintai Wanda!” tekan Felix.
“ anak bodoh! Wanita manapun boleh asal bukan wanita hina itu!” ucap ayah Felix tidak terima.
“ jangan menyebutnya hina ayah!” ucap Felix lebih tidak terima.
“ kau benar- benar di butakan oleh doktrin wanita hina itu! Itulah alasan lain- mengapa ayah menerima perjodohan ini!” ucap ayah Felix.
“ terima saja Felix, turuti kata- kata ayahmu!” pinta ibu dari Felix memegangi tubuh suaminya.
“ mom!” ucap Felix tidak percaya.
“ kau akan tahu alasan mengapa kami tidak mengijinkan kamu menikahi kekasihmu. Tapi kami tidak akan mengatakan sekarang, karena kami tahu jika kau tidak akan percaya apa yang kau dengar- kecuali kau melihatnya dengan mata kepala mu sendiri!” ucap mommy Felix tegas.
Itulah alasan mengapa Felix mencoba mendatangi Freya saat pernikahan kakak sepupu gadis itu. Namun, bukannya menerima permintaan pria itu- gadis itu malah menantang Felix- untuk mengatakannya langsung pada Bernard yang merupakan kepala keluarga Fransiscus.
__ADS_1
Berbagai cara Felix lakukan hanya agar Freya jengah, namun- seolah dewi keberuntungan selalu bersama nya, yang awalnya membuat gadis itu malu malah membuat Felix malu sendiri.
Sama seperti saat Felix sengaja mengambil mata kuliah dengan jam terlama dan membosankan- karena pria itu yakin jika Freya sengaja mencocokkan jadwal mata kuliahnya dengan pria itu. Namun, Felix sama sekali tidak melihat jika Freya bosan akan kuliah tersebut.
Begitupun soal masalah handphone. Awalnya, Felix pun mau mempermalukan Freya- namun, sekali lagi, Felix lah yang malu, karena tepat pada saat itu, kekasihnya pun memberi pesan chat kepada pria itu.
...‘ ada apa, Wan?’ Felix membalas pesan Wanda....
...‘ Jemput.’ balas kekasihnya....
‘ jemput? Aku masih ada kuliah!’ jawab Felix.
‘ kau bisa izin!’
...‘ Wanda! Kau tahukan? Aku kuliah hanya agar bisa membangun perusahaan sendiri? Hanya agar bisa di akui dan aku bisa menikahimu!’...
...‘ mengetik...’ dari Wanda....
...‘ kau mau jemput atau tidak!’...
Felix hanya menghela nafasnya. Sejujurnya, umunya dan Wanda hanya terpaut beberapa tahun, hanya 3 tahun. Namun, sifatnya seolah bertolak belakang dari umurnya.
Lalu? Apa yang membuat pria itu jatuh hati?
Ia cantik dan sederhana. Ia rela menyisihkan uang nya untuk di berikan kepada pengemis.
Dulu, saat- Felix bertengkar dengan orang tuanya- Wanda lah yang selalu menenangkan pria itu dan menunggunya. Wanita itu selalu menerima saat Felix dalam keadaan rapuh- sekalipun.
...’ mengetik...’ dari Wanda....
...‘ jika tidak bisa- aku jalan.’ lanjutnya....
Ini salah satu alasan mengapa Felix mau menerima Wanda. Ia tidak pernah menolak meski pria itu tidak pernah membawa kendaraan kemanapun dan dimanapun. Wanita itu bersedia menemani Felix meski hanya dengan berjalan kaki sekalipun.
Kalaupun minta jemput, Wanda juga tak pernah keberatan jika pria itu menjemput wanita itu hanya berjalan kaki.
Apapun, asal bersamamu. Begitu yang selalu wanita itu katakan.
Dan jika kalian bertanya; bukankah ia berasal dari keluarga Nelson? Rekan bisnis Fransiscus? Lalu mengapa Felix berjalan kaki?
Karena untuk menunjukkan kesungguhannya, jika ia benar- benar mampu- Felix selalu menolak uang dari orang tuanya. Dengan bertujuan agar orang tuanya juga tidak mengurusi hal- hal pribadi pria itu- termasuk; pernikahan
Bahkan uang yang selalu ia pakai adalah hasil kerja kerasnya- termasuk apartment pribadinya dan biaya kuliahnya pun hasil dari kerja kerasnya juga- di tambah beasiswa tentu saja.
...‘ baiklah hati- hati.’ balas Felix....
__ADS_1
Sementara itu di lain tempat, wanita yang telah mendapatkan balasan dari kekasihnya itu hanya menggerutu.
“ ck! Dasar pria yang tidak peka.” ucap wanita itu menggerutu.