
Felix telah keluar dalam keadaan segar, namun, ia masih takut keluar dari kamarnya.
Ia takut, istrinya akan kembali menggodanya dengan pakaian yang kekurangan bahan tersebut.
“ KAKAK!” Freya berteriak membuat Felix terkejut.
“ Freya! Apa- apaan kau ini! Membuat aku terkejut saja.” kesal Felix.
“ he he. Lagi pula mengapa kau mengendap- endap di rumah sendiri?” kekeh Freya.
“ ti.., tidak.” ucap Felix dengan terkejut. Ia enggan menatap ke tubuh istinya itu karena takut melihat hal yang harus membuatnya bersolo carier lagi.
“ kalau kau sudah selesai mandi ayo kita makan.
Makanannya sudah dingin. Karena kau lama di kamar mandi.” ucap Freya menarik tangan Felix membuat pria itu secara reflek melihat ke tangan yang di tariknya.
Felix masih takut jika ia harus melihat hal yang membuatny gerah.
“ tenanglah, aku sudah ganti baju.” ucap Freya terkekeh, karena tahu jika suaminya itu enggan menatap ke arahnya. Mendengarnya, lantas Felix mengangkat wajahnya dan memastikan; apakah Freya benar- benar telah mengganti bajunya atau tidak.
“ kenapa? Apa kau kecewa aku telah berganti baju?” kekeh Freya melihat suaminya itu hanya terdiam.
“ ten.., tentu saja, maksudku tentu saja tidak. Aku tidak kecewa. Sudahlah, ayo kita makan.” ucap Felix langsung duduk di kursi di hadapan meja makan.
Melihatnya, Freya hanya terkekeh, sambil mengambil piring untuk Felix, lalu mengambilkan masakan yang sudah Freya buat.
“ makanlah. Masakan sederhana.” ucap Freya menaruh sepiring egg rice dengan lauknya.
“ pagi- pagi makanan berat?” tanya Felix.
“ pagi? Ini sudah siang, kakak Felix.” ucap Freya mengingatkan sambil menunjuk jam di dinding di belakang Felix. Membuat pria itu melihat jam yang sudah menujukkan pukul 12 siang.
“ kau sendiri baru bangun di hari mulai siang, dan terlalu lama di kamar mandi.” jelas Freya.
Mendengarnya membuat Felix memilih diam.
“ padahal, tadi aku sudah membelikanmu bubur untuk sarapan.” jawab Freya sambil memakan makanan buatannya.
__ADS_1
“ kau tidak bisa membuat bubur? Kenapa harus membelinya?” tanya Felix.
“ mama tidak pernah mengajarkanku membuat bubur, karena mama juga tidak bisa membuat bubur.” jawab Freya apa adanya.
“ aku harap aku tidak memakan racun.” ucap Felix mulai menyantap makanannya. Dan tak lama setelahnya, ia langsung membulatkan matanya.
“ kenapa? Tidak enak? Apakah kau memakan racun?”
Felix memilih diam dan menyantap masakan istrinya yang rasanya sangat enak. Bahkan masakan ibunya tidak seenak ini dan Wanda? Jangan tanya wanita itu, kekasihnya itu tidak bisa masak.
Satu piring egg rice beserta lauk dan beberapa pelengkap makanan lain- tandas tak tersisa ke perut Felix. Setelahnya, Freya segera membersihkan piring- piring kotor bekas mereka makan.
Sementara, Felix hanya melihat Freya membereskan piring kotor tersebut. Pria itu tidak percaya jika Freya akan dengan telaten membersihkan kotoran- kotoran tersebut. Bahkan, Felix mengakui jika masakan istrinya itu termasuk enak. Padahal, sebelumnya, Felix berpikir jika Freya adalah anak manja yang tidak bisa apapun.
“ kenapa kau terus menatapku, kak? Kecewa aku tidak lagi memakai lingerie itu, ya?” goda Freya.
“ ap..., apa?” ucap Felix gugup.
“ aku menggantinya karena takut, kau terus- terusan bersolo carier, kak. Aku akan menjadi istri durhaka jika menyiksa suami sendiri, bukan?” kekeh Freya.
“ ti.., tidak. Aku hanya tidak menyangka jika ternyata kau bsa masak bahkan membereskan semua kekacauan di dapur ini.” ucap Felix mengelak.
“ tentu saja, sedari dulu, keluarga ku selalu mengajari kami untuk berusaha keras dan mandiri. Bahkan rumah kami dulu sangat sederhana dan tentu saja tanpa maid ataupun juru masak. Bahkan kakak sepupuku saja tidak pernah mau di dampingi bodyguard.” ucap Freya.
“ lalu? Mengapa kau di dampini bodyguard?” tanya Felix mengingatkan Freya kala wanita itu masih mengenyam pendidikan di perkulihaan Fashion design.
“ kakak, kau tahukan? Aku ini lompat kelas, kebanyakan, teman seangkatanku seumuran dengan kakak- kakakku. Tidak sedikit yang iri padaku. Dan karena grandpa takut apa yang terjadi pada kakak sepupuku terjadi padaku- lantas ia sering mengutus beberapa bodyguard untuk mengikutiku.” jelas Freya.
“ oo? Begitu?” jawab Felix terdiam.
Sementara itu, di lain tempat. Lebih tepatnya, di bagian personalia tempat Wanda bekerja.
Tampak jika wanita itu tengah kesal.
Kesal
Ya, tidak heran, ia baru saja di marahi karena telat dalam terlambat kerja.
__ADS_1
‘ dasar nenek tua! Tunggu saja, saat aku sudah memiliki banyak uang.., aku akan menamparmu dan menginjakmu hingga membuatmu menjilat stiletto ku.’ batin Wanda bersungut- sungut.
Wanita itu lantas membuka handphone nya dan menatap ke arah wajah Irish yang sengaja ia foto.
“ haish! Pria tampan itu selama nya akan menjadi mood boosterku.” ucap Wanda bermonologue.
‘ setelah uang tentu saja.’ batin Wanda terkekeh.
“ Wan, kenapa tertawa sendiri?” tanya sesama teman di bagian personalia.
“ tidak apa- apa.” jawab Wanda menutup handphone nya.
“ ngomong- ngomong sudah masuk jam makan siang nie, kau tidak makan?”
“ bagaimana jika kita nongkrong di cave?” tawar Wanda.
“ tidak, aku sedang berhemat. Lagi pula, kau kan baru saja di marahi atasan kita, kau akan di marahi lagi jika kau tidak kelihatan di mejamu.”
“ tidak usah di pikirkan.” kekeh Wanda, lalu keluar sambil membawa tasnya.
“ eh? Wan!” ucap temannya mengingatkan.
Tampak jika wanita itu memilih pergi sambil melihat handphone nya. Mungkin melihat wajah tampan Irish. Atau berusaha kembali menghubungi Ed. Dan tepat pada saat itu, Wanda melihat bayangan Ed melintas.
“ itukan? Ed!” panggil Wanda.
“ Ed!” Wanda berusaha mengejar bayangan yang menurut Wanda adalah Ed. Hingga, sampailah ia di rumah yang cukup besar dengan gaya Eropa dan dua lantai. Adapun kolam renang di rumah tersebut.
“ apakah ini rumah pria itu?” ucap Wanda kagum, tampak jika wanita itu berusaha masuk ke rumah mewah tanpa penjagaan itu. Seolah, rumah itu sengaja di buka agar wanita itu bisa memasukinya.
“ wow! Rumah itu begitu mewah! Tak heran jika pria itu tidak tertarik ketika aku memberi tahu apartment konyolku itu.” ucap Wanda tanpa tahu malu melihat- lihat rumah mewah tersebut.
“ tapi, tak masalah. Jika ia tidak tertarik pada apartment ku, setidaknya, aku bisa merayunya dengan kecantikanku.” ucap Wanda mengibaskan rambutnya.
“ siapa kau!” ucap seseorang membuat Wanda terkejut.
...Who? ...
__ADS_1