
Bacalah sambil mendengarkan Hotaru by Fujita agar semakin menghayati.
Tampak Felix yang pulang sambil menghela nafasnya. Ia terlihat lesu dan bingung.
“ kakak sudah pulang?” tanya Freya menyambut suaminya yang baru saja pulang.
Melihat istrinya masih menyambut pria itu sama seperti biasa membuat rasa tidak enak dari diri Felix.
“ ya, maafkan aku, karena meninggalkanmu begitu saja.” ucap Felix mengelus rambut panjang istrinya.
“ tidak masalah, aku mengerti. Apa kakak sudah makan?” tanya Freya.
“ Frey, aku kan sudah ingatkan panggil namaku, aku tidak ingin orang mengira aku kakakmu.” jelas Felix.
“ baiklah- baiklah. Fe sudah makan? Mau aku buatkan makan?” tanya Freya.
“ boleh.” ucap Felix menghembuskan nafasnya lega. Ia bersyukur karena istrinya masih bertingkah seperti biasanya.
Tanpa ia sadari jika sesungguhnya, Freya hanya menggenakan topeng yang seolah mengatakan jika ia baik- baik saja. Padahal, jelas jika ia terluka.
Masakan sederhana tengah malam. Cukup omelet. Meski di kecewakan, Freya tetap ingin memberi yang terbaik dan tidak ingin menjadi istri yang durhaka. Itu sebabnya, Freya tetap memasak dengan sepenuh hati.
__ADS_1
“ tapi, aku heran. Padahal, aku tidak pernah melihatmu belanja, mengapa isi kulkas seolah selalu penuh?” heran Felix.
“ meski tidak ada juru masak- namun, hampir setiap hari akan ada yang mengirimi bahan baku mentah. Grandpa bekerja sama dengan petani dan peternak lokal- untuk langsung mengirimi bahan mentah ke rumah utama, rumah mama dan rumah ini.” ucap Freya jujur.
“ pantas saja, semua makanan selalu dalam keadaan Fresh.” heran Felix.
“ ya, biasanya, setiap makanan mentah datang aku akan mengecek makanan di paling belakang kulkas- takutnya akan ada makanan yang rusak atau bau. Jika sudah rusak dan bau- biasanya, aku kembalikan ke para peternak untuk makanan ternak- jika tidak rusak dan bau, namun kering, akan aku blender dan jadikan makanan ikan.”
Tak heran jika Freya mandiri. Sedari kecil, keluarganya sudah mengajari cara untuk melakukan semuanya sendiri.
“ ini.” ucap Freya menyelesaikan masakannya.
Tanpa perlu di tanya lagi, Felix langsung memakan masakan istrinya dengan lahap. Semenjak merasakan masakan istrinya- Felix seolah mengakui jika; rasa masakan istrinya tidak perlu di tanya lagi;
Nasi goreng yang terbungkus telur itu seolah masih mengeluarkan embun panas yang membuat masakan jadi lebih enak. Belum lagi nasi goreng yang di buat Freya sangat pecah dan gurih, tidak terlalu banyak minyak- namun, juga tidak kering- pas di lidah.
“ Fe.” panggil Freya.
“ hem?” ucap Felix masih asyik mengunyah.
“ tadi.., kau di telepohone..., ada apa? Apakah ada masalah dengan kekasihmu?” tanya Freya.
__ADS_1
Mendengarnya, seolah makanan yang ada di kerongkongan Felix menjadi berat- bahkan untuk di telanpun menjadi sulit.- lantas, Freya memberi air minum ke suaminya tersebut.
Setelah meminum minumannya sampai habis, Felix sedikit terdiam.
“ dia kecelakaan, entah apa yang terjadi, mungkin perutnya terbentur hingga melukai ginjalnya.” jelas Felix mengaduk nasi gorengnya.
“ sayangnya, ia sudah tidak memiliki keluarga, ia yatim piatu dan tidak tahu di mana keluarganya. Untuk membeli organ di rumah sakit juga biayanya tidak main- main. Sementara keluargaku pasti tidak akan memperbolehkan aku menggunakan tabunganku untuk Wanda.” jelas Felix. Meski Felix mengakui jika ia tidak memiliki rasa yang sama lagi, namun- pria itu tetap tidak bisa mengalahkan hati nuraninya.
Apa lagi, ia mengenal wanita itu tidak hanya satu- dua tahun saja.
Mendengarnya, membuat Freya menarik nafasnya dengan kuat.
“ aku akan mendonorkan organku- untuknya.” ucap Freya.
“ Ap? Freya!” ucap Felix tidak percaya.
“ tapi berjanjilah padaku satu hal.” ucap Freya menutup matanya. Ia tahu ini berat- namun, ini adalah langkah yang harus ia lakukan untuk melihat; apakah ia masih harus tetap berusaha, atau menyerah.
“ apa, Frey?”
“ aku harap, saat aku terbangun setelah aku selesai operasi, kaulah orang pertama yang akan aku lihat, Fe.” ucap Freya tersenyum. Melihatnya, Felix hanya memeluk istrinya itu. Ia begitu terharu akan istrinya.
__ADS_1
Padahal, istrinya itu tidak memiliki hubungan apa- apa dengan Wanda- namun dengan ela, Freya ya mau memberikan organnya untuk orang lain.
Namun, bagi Freya- pelukan yang di berikan suaminya adalah wujud syukur karena akhirnya kekasih dari suaminya itu akan tertolong.