
Sejujurnya, Olivia sedikt bingung dengan apa yang akan di lakukan Abigail. Namun, karena pria itu menyuruh Olivia untuk bersiap- itu sebabnya, Olivia sedikit berdandan untuk menyambut kedatangan pria yang diam- diam menusup ke hati wanita itu.
Ting! Tong! Suara bell terdengar membuat Olivia semakin tegang.
“ ya..., siapa?” ayah Olivia lah yang membukakan pintu.
Dan..., ya, memang Abigail lah yang sedang bertamu.
“ perkenalkan sir, nama saya Abigail. Saya adalah dosen yang mengajar Olivia.” ucap Abigail.
“ oh bentar saya panggilkan Olivia.” ucap Ayah Olivia.
“ saya kemari bukan hanya untuk menemui Olivia, namun juga...” ucap Abigail menggantung saat Olivia menyusul ke ruang tamu.
“ anda sekeluarga.” ucap Abigail. Mendengarnya, Olivia memilih ke dapur untuk membuatkan minum untuk Abigail dan ayahnya.
Setelah meletakkan Tea nya di meja tamu, Olivia sendiri baru sadar jika saat ini, Abigail benar- benar dalam keadaan rapi dengan Jass yang tak pernah Olivia lihat- selama Abigail mengajar bahkan dimanapun dan kapanpun- tidak pernah.
“ jadi..., maksud dari Mr Abigail ini apa? Apa Olivia membuat masalah?” tanya ayah Olivia.
“ sister, aku sudah bilang; untuk apa- sekolah tinggi- tinggi, akhirnya membuat malu..” ucap Nick meremehkan.
“ saya kemari bukan untuk membicarakan masalah pendidikan Olivia.” ucap Abigail memotong. Ia tak tahan melihat keluarga Olivia malah meremehkan Olivia sendiri.
“ lagi pula, Olivia membiayai kuliahnya sendiri. Jadi saya rasa, anda tidak berhak mengatai Olivia soal apa yang ia tempuh.” ucap Abigail tenang dengan senyum- namun, dengan aura yang cukup membuat ayah dan adik Olivia terdiam.
Ehem! Ayah Olivia berdehem.
“ jadi..., apa maksud anda kemari?” tanya ayah Olivia.
“ saya mau melamar Olivia.” ucap Abigail to the point.
Bukan hanya Ayah dan adik Olivia yang terkejut- Bahkan, Olivia pun ikut terkejut. Meski Abigail
mengatakan akan menemuinya, namun, wanita itu tak menyangka jika pria yang sudah di sukai Olivia dalam diam ini akan melamarnya.
“ ap..., apa...?! Olivia.., bukankah kekasihmu itu..., Darren?” tanya Ayah Olivia.
“ a..., ayah.., aku sudah bilang jika aku sudah jengah pada Darren dan ingin putus dengannya. Bukankah aku sudah cerita padamu” tanya Olivia.
“ a.., ayah pikir kau hanya bercanda karena ia masih main kemari.” ucap Ayah Olivia membela dirinya sendiri.
__ADS_1
“ jika aku tidak membutuhkan bantuannya, aku takkan mengundangnya kemari.” keluh Olivia. Tampak jika adik Olivia yang tersenyum mendengar jika Olivia telah memutuskan hubungan dengan Darren.
“ be..., begitu...” ucap Ayah Olivia mengalihkan.
“ jadi nak Abigail. Jika kau memang ingin melamar anak saya.., lantas mengapa anda datang sendiri?” tanya Ayah Olivia.
“ saya yatim piatu.” ucap Abigail terus terang.
“ Ap? Lalu? Pekerjaan anda apa?” tanya ayah Olivia lagi. Tampak jika adik Olivia menertawakan Abigail.
“ saya hanya seorang Dosen.” jawab Abigail tenang.
“ Ap! Kau hanya seorang Dosen namun..., berani melamar keluarga kami? Apa kau sedang mempermainkan anak kami?” geram ayah Olivia.
‘ huh? Hanya di saat seperti ini kau menganggap Olivia bagian dari keluarga kalian?” batin Abigail melihat kelakuan keluarga Olivia.
“ sir.., kalau boleh saya tahu..., apa hubungan pekerjaan saya dengan- serius atau tidaknya saya melamar anak anda. Seharusnya..., anda bertanya; apakah saya mencintai putri anda atau tidak.” jawab Abigail masih tenang. Sementara, tampak Olivia yang hanya terdiam dengan wajah merona. Berulang kali ia berusaha mnyingkirkan sulur rambutnya agar bisa mendengar jelas perasaan Abigail padanya.
“ apa anda pikir kami tidak tahu kisaran gaji pokok yang diterima Dosen yang mengajar S2 hanya sekitar 2,56 juta sampai 4,205 juta, tergantung masa kerja dan pengalaman. Dengan gaji sebesar itu..., kau mau meminang kakak saya?” ucap Nick sambil membaca artikel dari dunia Maya.
“ bahkan..., gaji adik Olivia dulu minimal 7 juta dan pernah mencapai masa 40 juta.” jelas ayah Olivia.
Tampak Abigail yang mulai tidak sabar akan kesombongan orang tua Olivia. Ia memang pernah mendengar kelakuan keluarga Olivia yang tinggi hati, namun, bisa di bilang ini kali pertama, Abigail merasakan langsung kesombongan keluarga Olivia.
Tak heran, ceria dan polos itulah Olivia di mata Abigail apa lagi.., Olivia bukanlah wanita yang mementingkan harta duniawi.
“ sir.., maksud saya datang kemari adalah untuk melamar Olivia bukan menghidupi keluarga anda.” ucap Abigail membuat Olivia menunduk malu melihat kelakuan keluarganya.
“ jika anakku menikah denganmu.., kau pikir akan kau beri makan apa anak saya? Kau hanya Dosen sementara Olivia masih kuliah.” ucap Ayah Olivia geram.
“ sir, saya bahkan dengar jika anda tak lagi peduli pada putri anda, anda lebih sering menemui putra anda di luar kota dari pada anda menemani putri anda. Bahkan saya dengar.., anda tidak memberi makan putri anda bahkan ketika kalian berada di rumah.., jadi.., menurut anda..., apa anda memiliki hak untuk bertanya seperti itu?” tanya Abigail mulai kehilangan kesabaran. Bahkan tampak ia mulai menyilangkan tangan dan kakinya.
“ KAU!” ucap Ayah dan adik Nick dengan kemarahan.
“ aku datang kemari sebagai wali mu, karena aku mendengar.., kau akan melamar seseorang gadis. Dan aku malah mendengar orang kecil- yang sangat tinggi hati ini- berucap.” ucap sebuah suara.
“ tu.., tuan Fransiscus?” ucap Adik Nick terkejut.
“ tun Fransiscus? Siapa?” tanya Ayah Olivia.
“ ia..., ia adalah tuan Bernard Fransiscus. Meski sekarang perusahaan Fransiscus di pegang oleh tuan Louis. Namun.., ialah pemilik asli dari perusahaan nomor satu di negara ini, pa.” jelas Nick.
__ADS_1
“ kau..., maksudku.., anda bilang.., anda adalah wali dari ...” ucap Ayah Olivia dengan tangan bergetar.
“ kau bahkan tidak memiliki hak menunjukku dan anak asuhku!” ucap Bernard menuju ke arah Abigail duduk.
“ tuan..., duduklah.” ucap Abigail langsung mempersilahkan duduk- Bernard.
“ ja.., jadi..., anda adalah anak asuh tuan Fransiscus.., kenapa kau tidak mengatakannya?” tanya Ayah Olivia mulai mengusap tangannya.
“ aku hanya berbicara apa adanya.., sir. Saya yatim piatu dan hanya bekerja sebagai dosen.” ucap Abigail terus terang.
“ ka.., kalau begitu..., bagaimana jika kita melanjutkan acara lamaran ini.” ucap Ayah Olivia yang tidak dapat menutupi wajah senang nya karena Olivia akan di lamar oleh orang yang berkuasa.
“ anda benar- benar memperlakukan putri anda seperti barang bisnis, huh!” ucap Bernard to the point. Ia paling benci keluarga egois seperti keluarga Olivia. Sementara wanita itu sendiri tengah menunduk malu. Selain malu..., ia cukup merasa sakit hati.
“ apa maksud anda..? tentu saja tidak seperti yang anda katakan. Saya hanya khawatir anak saya kesulitan- setelah ia keluar dari keluarga ini.” ucap Ayah Olivia berusaha mencari alasan. Ya..., keluarga Olivia menganut keyakinan jika wanita sudah menikah wanita akan meninggalkan keluarganya dan ikut keluarga sang suami. Berbeda dengan anak laki- laki yang tetap akan di rumah mewarisi keluarganya.
“ karena anda memperlakukan anak anda seperti bisnis. Saya juga ingin sebuah perjanjian.” ucap Abigail- yang membuat Olivia memandang Abigail- apakah pria itu juga hanya menganggap Olivia sebagai bisnis?
“ ap? Perjanjian apa?” tanya ayah Olivia.
“ pertama; setelah menikah, untuk menghagai anda selaku orang tua Olivia satu- satunya- saya akan tetap akan memberi anda jatah uang bulanan. Namun..., saya tidak akan memenuhi permintaan apapun lainnya yang berhubungan dengan keluarga anda!” ucap Abigail menunjukan jari telujuknya ke atas.
“ kedua..., aku tidak ingin kalian membanganggakan jika aku berasal dari bagian keluarga Fransiscus.” ucap Abigail menunjukkan jari tengah dan jari telunjuknya.
“ kenapa” tanya Nick.
“ aku paling benci keluarga yang sombong.” ucap Bernard bersuara membuat Nick dan ayah Olivia menelan ludahnya penuh kekecewaan. Dapat di bayangkan jika mereka telah bermimpi akan menyombongkan calon menantu keluarga Fransiscus di kerabat- kerabatnya.
“ yang terakhir. Meski aku dan keluarga kalian nanti adalah kerabat. Aku tidak akan memenuhi permintaan kalian yang berhubungan dengan perusahaan Fransiscus.” ucap Abigail mengakhiri persyaratannya.
“ Ap! Kenapa?” ucap Nick tidak terima. Ia sudah berharap akan masuk ke perusahaan Fansiscus dan mungkin bisa menjabat sebagai manager di perusahaan Fransiscus.
“ karena..? Karena..., perusahaan Fransiscus tidak mengenal nepotisme. Jika kau ingin masuk ke perusahaan Fransiscus.., kau hanya perlu melamar dan menunjukkan kemampuanmu.” ucap Bernard.
“ kau takkan mempersulitku?” tanya Nick ragu.
“ jika kau tidak berbuat curang.., dan melakukan hal tabu..., untuk apa aku mempersulitmu?” tanya Abigail. Menatap adik Olivia yang terlihat gugup.
Di lihat saja..., Abigail tahu jika Adik Olivia ini memiliki masalah. Bukan perbuatan curang. Abigail sendiri sudah menyelidiki jika kemampuan adik Olivia termasuk luar biasa. Dalam kategori pandai.
Masalah yang Abigail duga adalah; Adik Olivia ini gay.
__ADS_1
Terlihat dari pria itu yang menatap kagum pada Abigail waktu pertama bertemu atau saat pria itu mendengar Olivia telah putus dari Darren- kekasih tua Olivia.
‘ dengan sifat- Daren si Pria tua itu ia memang paling cook menjadi santapan seorang gay.’ batin Abigail mengingat. Sifat Kekasih Olivia yang lebih mirip wanita dari pada Olivia. Selalu ingin di mengerti dan tak ingin di salahkan.