Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Kembali ke masa lalu


__ADS_3

Seandainya waktu bisa berputar. Aku ingin kembali sebelum waktu- dimana awal kau mulai membenciku dan mulai menyerah akan perasaanmu padaku- agar kau tak memiliki pikiran untuk menyerah- mengejar jarak padaku. Dan saat aku merasa pantas untuk bersanding dengan seorang Fransiscus- yang akan mempersempit jarak antara kita bukan hanya kau saja, karena aku juga akan mendekat padamu dan menangkapmu agar kau tidak bisa menjauh lagi. - Axel Fransiscus/ Axel Lee-


“ sampai kapanpun aku tetap merasa rumah peninggalan milik Kei dan Alana ini memang mewah.” ucap Agatha saat berkunjung kerumah Alana dan Kei.


Ya, setelah mereka pulang dari Villa mereka, sesuai janji- Alice langsung kembali kekediaman nya yang lama. Dan saat ini, Agatha, Louis, Axel dan Freya sedang berkunjung ke rumah lama Alice.


“ selamat datang dirumahku.” ucap Alice menyambut semua orang yang berkunjung kerumahnya.


Axel hanya melihat kesekeliling. Saat Agatha pertama kali di nyatakan hamil- Axel juga pernah menginap di sini.


“ sudah lama sekali.” ucap Axel melihat kesekeliling.


“ apakah kau sudah pernah kemari, brother?” tanya Freya.


“ ya, dulu- saat mama pertama mengandung dirimu, aku pernah menginap di sini.” ucap Axel menuju ruang bermain di rumah Alice.


Freya yang tahu jika Axel membuka ruang bermain milik Alice lalu mengikuti kemana kakak nya itu melangkah.


Freya mendapati jika Axel memegang mainan robot- robotan yang terpajang rapi di salah satu rak di ruang bermain tersebut.


“ robot- robotan itu?” heran Freya.


“ ya, ini adalah mainan pertama yang di berikan papa Louis saat papa belum menikahi mama.” ucap Axel mengenang.


Ia jadi ingat, meski tampak jika Axel menolak untuk menginap di rumah Alice- pria itu tetap membawa mainan robot- robotan yang menjadi mainan favorit nya ketika menginap dirumah wanita itu- dulu.

__ADS_1


“ mengapa itu berada di sini?” heran Freya.


“ dulu, saat aunt Alana dan Uncle Kei tiada, Alice terlihat pura- pura kuat namun aku tahu ia bersedih kehilangan kedua orang tuanya. Itu sebabnya, aku memberikan mainan ini untuk menemaninya.” ucap Axel.


Mainan yang berharga bagi Axel. Namun demi agar bisa mengibur Alice- Axel memberikan mainan yang berharga bagi pria itu untuk Alice.


Sejujurnya, itulah arti Alice untuk Axel.


Seandainya, seandainya Alice bukanlah bagian dari Fransiscus.


Akankah Axel akan bersikap cuek pada Alice?


Haruskah Axel membuat Alice menunggu sampai Axel bisa membuktikan jika ia pantas di sandingkan dengan keluarga Fransiscus.


Dulu, Axel merasa tenang karena tahu hati Alice hanya tertaut pada pria itu. Namun sekarang?


Sementara, Axel belum memiliki apapun untuk di banggakan untuk mengejar Alice.


Sejujurnya, Axel tahu, meski tidak memiliki apapun- Alice pasti akan tetap menyukai Axel apa adanya.


Namun sebagai seorang pria- Axel tidak ingin orang memandang rendah dirinya;


Bisa bersanding dengan keluarga Fransiscus karena keberuntungan?


Axel hanya ingin membuktikan jika ia ia pantas bersanding dengan keluarga Fransiscus bukan hanya karena keberuntungan namun karena ia memang pantas di sandingkan dengan keluarga Fransiscus.

__ADS_1


Ia ingin membuktikan jika ia bisa berdiri dengan kakinya sendiri meski tanpa embel- embel nama Fransiscus di belakang namanya.


“ tapi..” ucapan Freya membuyarkan lamun Axel.


“ ruang bermain sis Alice ini banyak sekali bonekanya. Bahkan punya boneka animasi dari Jepang; Robot kucing.” ucap Freya melihat- lihat ruang bermain Alice.


“ kau benar.” jawab Axel melihat- lihat boneka bulat bewarna biru tersebut.


“ seandainya robot itu nyata aku ingin merasakan bisa kemana saja pakai pintu ajaib. Tinggal buka sudah sampai tempat tujuan- tidak perlu merasa repot karena pantat kebas akibat duduk terlalu lama saat perjalanan jauh.” celoteh Freya.


“ benar. Seandainya robot kucing ini nyata.” ucap Axel terus menatap ke boneka robot kucing tersebut.


“ seandainya robot itu nyata, apa yang ingin kau minta, brother?” tanya Freya.


“ aku? Mungkin aku ingin merasakan mesin waktu dan kembali ke masa lalu.” ucap Axel membayangkan.


Masa dimana seharusnya Axel menjemput Alice dan pergi bersama- sama ke rumah sakit. Menjaga Alice dari para pria yang mabuk.


Atau masa dimana Alice menyatakan perasaannya kepada Axel.


Ia ingin sekali mengatakan;


‘ aku juga menyukaimu.’


Lalu meminta Alice menunggu Axel hingga bisa pantas untuk bersanding dengan seorang Fransiscus.

__ADS_1


Seandainya.


__ADS_2