Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Genius?


__ADS_3

Elena sedang bersiap mengemas barangnya.


sebenarnya, pemotretan hanya berlangsung selama 3 hari, namun karena sudah menghubungi Lionel dan pria itu berkata akan mengunjunginya membuat Elena memundurkan kepulangannya. Hari ke empat Lionel datang dan hari ke 5 pria itu sudah bergegas pulang.


Sebenarnya, Lionel sudah mengajak Elena pulang bersama, dan berpisah di tengah jalan sebelum perjalanan rumahnya dengan Louis- namun Elena menolaknya dengan alasan ia ingin beristirahat karena badannya lelah.


Tentu saja itu hanyalah alasan. Elena tahu jika Lionel hanya mengendarai mobilnya.


Ia tidak mau pan**t nya menjadi kebas karena perjalanan jauh hanya duduk di mobil.


Apa lagi perutnya sudah mual sekarang dan ia tidak ingin perutnya bertambah mual karena cara mengemudi Lionel yang Extreme. Bayangkan saja jika jarak tempuh antara mobil dengan pesawat namun memiliki waktu sampai di tujuan yang sama?


Seberapa cepat Lionel mengemudi?


Elena tidak mau membayangkannya dan takkan pernah mau naik mobil dengan Lionel yang mengemudi.


Never!


Tepat di sore hari- Elena sampai di bandara di kotanya.


Ia mengelus perutnya yang terasa mual. Ia tidak bisa memuntahkannya namun terus terasa ada yang menganjal di perutnya.


Rasanya, ia ingin cepat- cepat pulang dan beristirahat- saja.


**


Elena sampai di rumahnya, tepatnya, rumahnya dengan Louis.

__ADS_1


Rumah dengan dua lantai. Dengan decorasi bergaya Eropa dan cat dominan putih.


Lantai satu terdiri dari ruang tamu, ruang TV dan hanya di sekat Rak yang berisi buku- buku serta hiasan lain seperti Vas atau accessories untuk memperindah ruangan. Lalu ada dapur yang menjadi satu dengan ruang makan. Di belakangnya lagi ada toilet. Lalu di hadapan dapur dan ruang makan adalah kamar untuk tamu. Atau pembantu.


Sayangnya, Bernard tidak menyediakan pembantu, dengan alasan belum perlu. Elena jarang di rumah dan Bernard tak ingin ada orng ketiga di rumah tangga Louis.


Alasan yang tidak masuk di akal. Meski Elena menyetujuinya.


Padahal, sesungguhnya, yang di singgung Bernard adalah Elena.


*


“ aku pulang, Louis sayang.” ucap Elena begitu sampai di rumahnya.


“ ?” heran Elena karena ada sosok baru di rumahnya.


“ erm.., itu.., ya.., itu karena tiba- tiba ada masalah sehigga ada adegan yang harus di ulang.” begitu Elena beralasan.


" begitu?"


“ lupakan soal itu, Louis! Kenapa assistant pribadi mu ini ada di rumah kita!” kesal Elena.


“ maksudmu Andre?” tanya Louis.


“ whatever.” geram Elena.


“ ada urusan kantor yang membuatnya menginap di sini. Aku juga sekalian mengajaknya menginap untuk menemaniku, Elena.” ungkap Louis- tidak sepenuhnya berpura- pura.

__ADS_1


“ aku sudah pulang, jadi kau bisa menyuruhnya pulang.” geram Elena.


“ tidak bisa, Elena. Aku masih ada urusan kantor yang harus aku urus dengannya. Ayo, A. Kita ke ruang kerjaku.” ucap Louis mengajak Andre ke ruang kerja Louis.


Ruang kerja? Tidak ada ruang kerja, sesungguhnya, ini hanya ruang yang biasa di pakai Louis untuk tidur karena tidak mau tidur bersama lagi bersama dengan Elena.


*


“ apa tidak seharusnya saya pulang saja?” tanya Andre- setelah Louis mengunci ruangan yang di akui ruang kerja oleh Louis.


Mereka tidak perlu khawatir jika Elena akan mendengar percakapan mereka, kamar ini di buat kedap suara oleh Louis.


“ tidak! Kau bisa sekalian menemaniku disini. Semenjak insiden- Elena memberiku perangsang, aku takut ia akan memiliki rencana lain.” ungkap Louis.


“ bukankah anda bilang ada kemungkinan Nyonya Elena- hamil? Jika anda ingin menjebaknya, ada baiknya biarkan ia berpikir jika anda beramsumsi; nyonya Elena hamil anak dari anda.” ungkap Andre.


“ tidak! Aku takut ketika aku sudah mengungkapkan kelakuan mereka- Elena akan beralasan jika anak yang di kandungnya itu anakku.” ungkap Louis.


“ sebaliknya, jika dia beramsumsi sudah mencumbu anda, saya rasa ia takkan menganggu anda lagi.” ungkap Andre.


“ Andre, your Genius!” ucap Louis yang baru menyadari maksud perkataan assistant pribadinya tersebut.


“ saya memang selalu genius, tuan.” ucap Andre membanggakan dirinya.


“ bagaimana masalahmu dengan gadis yang kau cumbu?” balas Louis.


“ tuan.., kau sangat pandai membalikkan keadaan.” Andre kembali frustasi.

__ADS_1


“ see? Kau bisa berpikir setenang itu ketika itu bukan masalahmu!” ucap Louis membalas Andre.


__ADS_2