Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
I love you?


__ADS_3

“ aku mencintaimu.” isak Felix .


*


Setelah mereka resmi lulus dan menjadi Magister- akhirnya..., Felix dan Freya melanjutkan hari dengan pemeriksaan rutin kehamilan Freya.


Kandungan Freya di nyatakan sehat. Bahkan meski kandungannya baru berumur 7 bulan lebih- namun..., organ tubuh anak mereka telah berkembang sempurna.


Apakah ia laki- laki atau perempuan...? Felix dan Freya memutuskan untuk tidak mengetahuinya sebelum ia genap lahir ke dunia. Bagi mereka.., apapun yang lahir nanti- mereka tetap akan mencintainya. Yang terpenting adalah...; anak mereka terlahir dengan sehat.


Seharusnya..., Felix senang dengan hal itu..., namun..., entah mengapa ia malah semakin cemas. Dadanya berdenyut dengan kencang dan perasaannya semakin terasa tidak enak.


“ kenapa wajahmu kusut begitu Fe?” tanya Freya.


“ erm?” ucapan istrinya membuat lamun Felix buyar.


“ tidak...” ucap Felix memeluk punggung istrinya.


“ apa kau penasaran dengan anak kita? Kau mau bertanya pada dokter sekalian?” tawar Freya.


“ tidak perlu..., Istriku yang cantik. Aku hanya sedikit mengantuk karena bangun terlalu pagi.” jelas Felix.


“ bukankah biasanya kita juga berangkat kuliah sepagi itu?” heran Freya.


“ tapi biasanya jika kita tidur terlalu malam- esoknya kita akan bangun lebih siang.” kekeh Felix. Menuntun istrinya keluar dari ruang periksa.


“ Apaan sie.” ucap Freya dengan wajah merona.


“...” setelahnya, tampak jika Freya tampak memilih diam.


“ kenapa?” heran Felix.


“ Fe..”


“ hem?” heran Felix.

__ADS_1


“ apa...,” ucap Freya ragu.


“ kau mencintaiku?” tanya Freya. Mendengarnya membuat Felix terdiam. Melihat suaminya yang memilih diam membuat Freya menunduk dalam karena kecewa.


“ Frey..., kenapa kau terus bertanya hal itu? Apa tidak cukup aku yang menerimamu atau adanya anak ini?” tanya Felix yang heran akan tingkah istrinya.


‘Anak?’


‘ sebenarnya..., bagi Felix anak itu ada karena adanya cinta atau hanya karena reaksi biologis semata?’ batin Freya sedih.


Tak heran jika Freya berinisiatif bertanya hal itu. Secara tidak sengaja..., mata wanita itu menangkap adanya Wanda yang keluar dari ruang periksa di bagian Obygn- di sebelah ruang periksa Freya.


Saat itu Felix sedang berbincang dengan dokter yang memeriksa Freya sehingga tidak tahu akan sosok Wanda. Freya sendiri hanya melihat sekilas- namun..., Freya memang yakin jika itu adalah Wanda.


Seketika Freya teringat akan noda merah yang ada di kerah suaminya pagi tadi. Atau sikap suaminya belakangan ini yang sering merasa cemas.


Apakah..., Felix masih berhubungan dengan mantan kekasihnya itu?


Apakah perkataan suaminya yang mengatakan telah mengakhiri hubungannya dengan Wanda hanyalah omong kosong?


Memikirkan segala kemungkinan itu membuat perut Freya semakin sakit.


“ Frey? Perutmu sakit? Kau tidak apa- apa?” ucap Felix yang merasa cemas karena wajah Freya yang memucat.


“ aku tidak apa- apa..., perutku hanya sakit.’ lirih Freya.


“ apa kita bertanya saja pada dokter? Beruntung kita masih ada di rumah sakit.” jelas Felix.


“ ti..., tidak usah Fe..., aku hanya ingin BAB.” ucap Freya memelankan suaranya.


“ oh? Apa perlu kita mampir ke toilet?” tanya Felix.


“ tidak perlu, Fe. Kita pulang saja.” pinta Freya.


“ okay..” felix memilih menuruti istrinya. Pria itu tahu pasti tidak nyaman melakukannya jika di tempat umum seperti ini.

__ADS_1


***Di lain tempat***


“ bagaimana bisa ada nona Wanda di sekitar nona Freya?” ucap Ed memarahi para pengawalnya.


“ tapi..., tapi tuan.., nona Wanda masuk melalui jalan belakang rumah sakit! Kami tidak mungkin mengawasi seluruh rumah sakit, bukan. Itu akan membuat panik para pengunjung rumah sakit.” ucap salah satu bodyguard bayangan itu.


“ saat itu..., nona Wanda datang untuk periksa.., jadi kami tidak berpikir jika nona Wanda akan berbuat macam- macam dengan nona Freya.” jelas salah satu pengawal lainnya.


Wanda memang tidak melukai fisik Freya..., namun sudah berhasil melukai hati wanita itu. Ed takut jika akan berdampak pada kandungan nonanya itu.


“ sudahlah, Ed. Nona Freya adalah wanita yang kuat.” ucap Irish menenangkan suaminya.


Andre sendiri sedang mengunjungi Luna karena kesehatannya tampak terus menurun karena usia senjanya sehingga perhatian Andre tidak bisa terfokus pada masalah Freya saja. Sehingga masalah Freya sepenuhnya di serahkan pada Ed.


“ tapi...” ucap Ed khawatir.


“ begini saja..., bagaimana jika kau mengutus aku? Selain bisa melindungi nona Freya- kau juga bisa memberikannya Vitamin penguat kandungan.” ucapan Irish membuat Ed tersenyum sambil menciumi punggung tangan suaminya.


“ kau memang yang terbaik.” ucap Ed bersikap lembut pada istrinya namun menatap tajam bawahannya. Membuat bawahannya hanya bisa berdiri kaku dan ketakutan.


...Maaf ya author lama up nya😢...


... lagi edisi beres2 rumah mau author khost n soal y😅...


...Soalnya 😅...


...Soalnya 😅...


...Dari ngarang ajh author belum bisa nghsilin cuan...


...Sementara kondisi pasang surut gini mau jual apapun bikin nangis krn suepiiii bgt ga kaya dulu😢 sebelum ada cvd19...


...Padahal author masih memiliki orang tua dan author tdk tgl di luar kota ataupun kontrak...


...Tapi ya..., gini😢 apa2 udh sendiri...

__ADS_1


__ADS_2