Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Deja vu


__ADS_3

Lionel Carter(28) adalah anak dari pemilik perusahaan saingan perusahaan permata dan perhiasan Fransiscus- perusahaan permata Carter.


Ia hidup dan besar dengan rendah diri. Tak heran, Lionel hidup dan besar dengan mendengar keluarganya selalu membandingkan dirinya dengan anak dari pemilik keluarga Fransiscus- Louis yang memiliki umur sama dengannya.


Lionel besar dan tumbuh tanpa bisa menggenggam dirinya sendiri. Hal itu di sebabkan, karena sedari Lionel lahir, cita- citanya sudah di tentukan oleh keluarganya.


Lionel selalu melihat jika Louis adalah pribadi yang bebas dan melangkah dengan kakinya sendiri- tak heran, jika dari dasar lubuk hatinya- ia membenci Louis, apalagi, ia selalu mendengar keluarganya selalu membanggakan Louis dan membandingkan dengan dirinya.


Lionel suka berenang dan tidak ada yang tahu jika ia adalah type pria yang takut dengan ketinggian. itu sebabnya, meski sejauh apapun tujuannya, pria itu lebih memilih mengendarai mobilnya karena takut naik pesawat. Itulah salah satu alasan mengapa Elena tidak pernah pergi jauh dan hanya sebatas pergi keluar kota.


Adalah hal biasa bagi Lionel menyetir antar kota- meski tujuannya berada di kota yang cukup jauh sekalipun.


Apapun demi tidak terbang di dalam besi dengan mesin yang bernama pesawat.


Dan di saat Lionel melewati jalan pintas menuju ke perusahaan Fransiscus, matanya melihat seseorang yang di damba nya.


Agatha Willis?

__ADS_1


Agatha yang cantik, yang bebas dan yang bersinar.


Sampai kapanpun, Lionel memang tidak bisa- tidak melihat sinar seorang Agatha. Setelah memarkirkan mobilnya di pinggir jalan di dekat sana, Lionel segera turun untuk menyapa Agatha.


“ Agatha?” panggil Lionel. Merasa ada yang memanggilnya, Agatha tentu saja mencari asal sumber suara yang memanggilnya.


“ tn Lionel?” tanya Agatha.


“ tak usah memanggilku dengan panggilan tuan, kau bisa memanggilku hanya dengan nama- Lionel.” ucap Lionel ramah.


“ kalau begitu.., kalau begitu...,” ucap Lionel mengusap tengkuknya.


“ kau bisa memanggilku dengan sebutan kakak. Dulu kita adalah sama- sama mahasiswa design permata dan aku adalah kakak tingkatmu. Ingat?” jawab Lionel.


“ baiklah, kak Lionel. Tentu saja aku masih ingat-bukankah kau yang mengataiku mengikuti jurusan yang tidak sesuai skill ku? Padahal aku lihat kakak lah yang kuliah tidak sesuai dengan passion kakak.” jawab Agatha sopan.


“ itu sudah sangat lama dan kau masih mengingatnya. Aku harap kau bukan type orang pendendam.” canda Lionel membuat Agatha tertawa.

__ADS_1


Mereka berbincang berdua dan melupakan pria kecil yang sedang di ajak jalan Agatha-ke taman.


“ mama? Siapa pria ini?” tanya Axel kesal karena perhatian Agatha teralihkan dan membuat mama nya itu melupakan Axel.


“ mama? Dia adalah anakmu?” ucap Lionel cukup terkejut.


‘ apakah anaknya dengan Louis? Tidak! Louis dan Agatha hanya satu tahun menikah- bagaimana mungkin bisa memiliki anak berumur 3 tahun ini?’ heran Lionel.


“ dia adalah anak asuhku, namanya Axel.” ucap Agatha menggendong Axel.


“ halo, namaku Lionel. Kau bisa memanggilku unce Lionel.” atau calon daddy angkatmu. Batin Lionel. Pria itu hendak bersalaman dengan Axel, namun tangannya tertampar. Atau di tampar lebih tepatnya.


“ jangan sentuh aku dengan tangan kotormu, pria tua.” ucap Axel tidak suka.


‘ pr....pria tua?’ batin Lionel tidak percaya mendapat perkataan seperti itu dari anak umur 3 tahun.


‘ deja vu.’ batin Agatha yang ingat kejadian yang mirip dengan yang di alami Lionel.

__ADS_1


__ADS_2