
“ aku adalah korban broken home.” begitu cerita Olivia kala mereka- Freya dan Olivia bertemu di tempat yang mereka janjikan untuk bertemu.
“ Apa? Apakah kau juga korban kekerasan dalam rumah tangga?” tanya Freya tak percaya. Bagaimana tidak percaya, selama ini, Olivia di kenal sebagai anak yang ceria seolah tak memiliki beban dalam hidupnya.
“ dulu, tidak jarang sabetan rotan bersarang di kakiku. Namun, saat itu ayahku beralasan; jika aku yang malas belajar atau aku bandel.” jelas Olivia.
“ tetap saja itu namanya kekerasan, Vi.” kesal Freya.
Olivia hanya terdiam sambil tersenyum. Mulutnya memang tersenyum, namun, matanya jelas menunjukkan kekecewaan. Tidak ada yang lebih menyakitkan dari pada di sakiti keluarga sendiri- dari pada di sakiti orang lain.
“ kau bilang..., itu dulu, apakah sekarang, masih seperti itu?” tanya Freya.
“ sekarang.., bisa di bilang, karena kami pindah ke rumah yang lebih kecil- yang jarak rumah dengan tetangga sangat berdekatan- yang ketika bertengkar sedikit saja terdengar, sehingga..., ayahku mulai menghentikan hal itu.” jelas Olivia menyesap minuman yang di pesannya.
“ lalu? Apa hubungannya hal itu dengan Mr Abigail?” heran Freya.
“ jika itu terjadi padamu.., apa yang akan kau lakukan?” tanya Olivia. Freya hanya terdiam. Ia tidak pernah terpikirkan akan Broken home- karena orang tuanya menyayanginya dan melindunginya.
“ aku jengah! Sangat lelah. Bagimana tidak jengah jika keluargaku hanya melakukan hal itu kepadaku.”
“ apa keluargamu tidak melakukannya kepada saudaramu yang lain?” tanya Freya.
“ keluargaku menganut paham soal mementingkan anak laki- laki, apapun yang di manja adalah anak laki- laki, termasuk kakak dan adikku. Karena mereka berpendapat; pada akhirnya, ketika anak perempuan menikah, mereka akan bekerja di dapur dan rumah tangga!” ungkap Olivia.
“ what? Apa mereka tidak paham apa itu Emansipasi Wanita? Sekarang banyak juga wanita sukses di luar sana tanpa bantuan para pria!” kesal Freya.
“ ya, sayangnya, mereka tak mengerti hal itu. Kau tahu? Apa tanggapan mereka ketika aku ingin melanjutkan sekolah magister ku? Mereka mengatakan; Percuma srkolah tinggi- tinggi!” ucap Olivia. Tampak matanya mulai berembun.
__ADS_1
“mereka jelas membedakan aku! Uang saku adikku bahkan lebih besar dari aku yang lebih tua! Selalu membela adikku saat salah! Dan membiarkan adikku menginjak- injak aku! Aku pernah bertengkar pada adikku hanya karena masalah sabuk! Padahal, berulang kali aku memergoki adikku mengambil uangku!” ucap Olivia mulai menangis.
“ dan puncak dari itu adalah; ketika aku sakit! Ayahku hanya menyuruh aku agar berobat, beli vitamin. Padahal; untuk bangun dari tempat tidur pun aku tidak mampu! Aku bahkan sampai di marahi oleh dokter karena setelah 5 hari panas aku baru memeriksakan keadaanku yang ternyata terkena gejala DB!” isak Olivia terisak. Freya hanya mengelus punggung sahabatnya tersebut.
“ bukankah kau tinggal di rumahmu sendiri? Kemana ayahmu?” tanya Freya.
“ ayahku menemani adikku yang bekerja di luar kota! Dan kau tahu, Frey? Apa yang membuatku lebih sakit? Saat ayahku di rumah, adikku menelpon ayahku; mengatakan jika ia sedang sakit tenggorokan dan meminta di kirimi uang 700 ribu! Dan kau tahu? Ia segera bergegas ke ATM terdekat untuk mengirim adikku uang! Padahal saat aku di haruskan opname, aku tidak berani menginap di rumah sakit karena tidak ada uang! Sepeserpun aku tidak di kirimi uang dengan alasan; agar aku mandiri!” kesal Olivia.
“ coba jika di balik, Frey! Apa ayahku bisa mengatakan hal itu kepada adikku? Padahal, saat ayahku susah, kakakku hanya lepas tangan dan adikku tidak mau membantu! Akulah yang mencari dana itu untuk ayahku! Dan mengapa ia bisa setega itu kepadaku? Hanya karena aku tidak terlahir sebagai laki- laki? Aku tidak pernah menuntut apapun dan ayahku pernah menjebakku dengan melakukan pinjaman menggunakan kartu identitasku, sekarang aku yang harus pusing memikirkan hutang yang seharusnya di tanggung ayahku!” kesal Olivia mulai menangis.
“ kesal? Aku sangat kesal, Frey! Aku jengah! Aku bahkan pernah meminum 7 obat pill! 2 obat tidur, 4 obat Flu dan satu entahlah, mungkin obat mabuk kendaraan. Saat itu, aku hanya mengambil persediaan obat di kotak obat.” kesal Olivia dengan wajah yang telah basah oleh air mata.
“ kau pernah senekad itu?” ucap Freya tak percaya.
“ ya.”
“ entahlah, mungkin, aku kebal terhadap obat- obatan? Bahkan, aku tidak memasuki masa menderita seperti overdosis dan mengalami muntah buih atau kejang- kejang. Aku memang merasa lemas, namun, seolah obat itu hanya lewat begitu saja dari tubuhku!” jelas Olivia.
“ kesal, aku lalu mencoba masuk ke Bar dengan tabungan yang kumiliki. Di sanalah aku bertemu dengan Mr. Abigail.” jelas Olivia.
“ apakah ia yang kau maksud dengan One Night Stand mu?” tanya Freya. Dan Olivia mengangguk.
“ apakah ia adalah orang yang melepas darah pertamamu?” tanya Freya.
“ tidak! Aku pernah memiliki kekasih..., aku pernah menyerahkan segalanya padanya;
kepercayaanku,
__ADS_1
cintaku...,
dan tubuhku.
Aku berharap, dengan adanya dia aku bisa terbebas dari keluargaku. Namun, saat aku bersamanya, awalnya semua normal dan bahagia. Namun semakin lama, aku semakin merasa di setir olehnya, aku bahkan merasa dengan adanya dia hubunganku dengan keluargaku yang awalnya renggang semakin renggang dan aku di cap semakin buruk oleh keluargaku.” jelas Olivia.
Setelahnya, semuanya hening, Freya tak tahu harus menasehati apa, karena ia tak penah ada di posisi Olivia.
“ tapi..., kau kelihatannya, menyukai Mr Abigail?” ucap Freya mulai berbicara.
“ ya, meski aku dan dia hanya memiliki hubungan ONS tapi, setiap ada masalah, ia selalu ada untukku. Hatiku mulai menghangat karena perlakuannya. Namun, aku sadar, hubungan kita tidak lebih seperti partner dalam ranjang. Apa lagi, aku tahu jika dulu, ia pernah di tuanangkan denganmu, dan aku melihat, ia masih berharap padamu.” ucap Olivia. Senyum dan matanya seolah bertolak belakang. Ia terlihat tersenyum, namun matanya sendu.
“ meski ia berharap- adanya kehidupan di rahimku, membuat dia dan aku tak bisa bersatu Vi. Jika kau menyukainya, perjuangkan!” ucap Freya memberi semangat. Olivia hanya tersenyum.
Freya bersyukur bertemu dengan Olivia. Ia berasal dari keluarga yang berbeda dari Freya, namun, Olivia tulus berteman dengan Freya bukan karena embel- embel untuk mendekati Freya karena Freya adalah keluarga Fransiscus. Tidak ada rasa iri dan cemburu di mata Olivia ketika berteman dengan Freya- terbukti dari wanita itu yang tulus menemani Freya kala wanita itu menemui kesulitan dalam kehidupan rumah tangganya.
Sungguh, jika Olivia tidak pernah cerita, mungkin, selamanya, Freya tida akan tahu tentang masalah yang terjadi di keluarga Olivia. Wanita ini sangat pandai menyembunyikan perasaannya dan bisa bersikap ceria seolah tak memiliki masalah apapun dalam hidupnya.
...Buat para reader sebelum protes:😅...
...Masa minum obat 7pill💊💊💊 ga OD sie?...
...Intermesso dikit nie😔...
...Apa yang di alami Olivia sedikitnya adalah curahan hati author dan...,😔...
...Ya, author sendiri yang merasakan menenggak 7 pill dan sampai sekarang author sehat2 saja dan tak pernah mengalami gejala OD apapun bahkan bisa membuat karya sampai sekarang...
__ADS_1
...Mungkin malaikat mautnya ga mau njemput author atau author kebal ma obat? 😂...