Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
prank?


__ADS_3

Ada kelahiran pastinya ada kematian. Itulah siklus kehidupan manusia.


Felix yang awalnya sedang menikmati perkuliahan di kejutkan dengan handphone nya yang sudah di buat mode Vibrate.


“ kakak handphone mu bergetar.” ucap Freya mengingatkan.


“ ...” Felix memilih langsung mematikan panggilan telephone tersebut.


Namun, sekali lagi, telephone Felix bergetar tanda ada yang menelphone nya.


“ lebih baik, ijin mengangkatnya, kak. Siapa tahu penting.” ucap Freya. Mendengarnya, Felix lalu meminta ijin dari dosen. Dan setelah Felix keluar dari kelas- ia segera mengangkatnya.


“ ANAK DURHAKA! MOMMY SUDAH BERULANG KALI MENGHUBUNGIMU NAMUN, MENGAPA BARU MENGANGKATNYA SEKARANG!” suara mommy nya menggelegar di telephone.


‘ astaga, handphone milik kak Felix termasuk cukup canggih- namun suara dari seberang telephone sampai terdengar begitu jelas. Sekencang apa suara calon ibu mertuaku.’ batin Freya bertanya- tanya. Bahkan terlihat jika semua orang dapat mendengar telephone dari ibunda Felix dan ada yang menutup telinganya karena terkejut akan suara besar dan kencang dari telephone yang di terima Felix.


“ mom! Aku sedang ada kelas! Itu sebabnya, aku tidak bisa segera mengangkatnya.” Felix bebisik. Namun, karena kursi Freya tepat di dekat pintu keluar- membuat ia dapat mendengar suara Felix yang menjawab telephone.


“ cepat pulang! Ayahmu masuk rumah sakit!” jelas ibunya.


“ AP?” ucap Felix terkejut. Setelahnya, ia segera mematikan telephonenya dan bergegas masuk ke kelasnya- mungkin untuk minta ijin.


”Sir,...” baru Felix mau buka suara namun sudah di potong oleh dosen yang mengajar.


“ kau tidak usah minta ijin lagi. Suara ibu mu menggelegar dengan keras, sehingga, kamipun dapat mendengarnya dengan jelas.” ucap Dosen tersebut membuat Felix malu.


“ kau di perbolehkan untuk pulang, jangan lupa belajar dari PPT yang sudah di kirim di chat grup.” ucap dosen itu sekali lagi.


“ baik! Terimakasih, sir.” ucap Felix lalu segera membereskan buku- buku bawaannya dan segera keluar kelas.


Freya memilih untuk melanjutkan kuliahnya.


Sementara itu, karena Felix tidak memiliki kendaraan, ia terpaksa menuju jalan besar untuk menyetop taxi.


“ Taxi.”


“ tolong ke rumah sakit di jalan XX.” ucap Felix dengan nafas memburu.


Meski, ia dan ayahnya selalu cekcok, namun sejatinya- ia tetap menyayangi ayah biologisnya itu.

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit, Felix seperti orang linglung yang kebingungan mencari dimana ayahnya di rawat.


‘ sial! Aku membawa handphone, kenapa tidak tanya mommy dimana ayah dirawat!’ batin Felix merutuki kebodohan dirinya.


Akhirnya setelah tahu dimana ruangannya dan bertanya pada suster yang merawat- akhirnya, Felix sampai di ruang rawat ayahnya.


“ masih ingat punya ayah kamu, ternyata.” singgung ayahnya.


“ ayah sakit apa?’ Felix mengalihkan. Mendengar anaknya bertanya, ayah Felix hanya terdiam.


“ dad!” kesal Felix karena ayahnya malah diam seribu bahasa.


“ mom, ayah sakit apa” ulang Felix. Sementara, ibu dari Felix pun hanya diam sambil mengupas apple untuk ayah kandung Felix tersebut.


“ untuk apa kau mau tahu ayah sakit apa? Seharusnya kau senang, karena kau akan bisa menikahi wanita pujaanmu itu.” ucap ayah Felix yang tidak mau menyebut nama kekasih Felix.


“ dad!” Felix tidak terima. Namun, pria itu terhenti melihat wajah ayahnya yang hanya menatapnya dalam diam. Wajah ayahnya yang semakin tua dan renta. Felix sadar jika ayah nya tak lagi muda.


“ baiklah, aku menyetujui perjodohan dengan cucu dari tuan Fransiscus itu.” ucap Felix akhirnya memijat pangkal hidungnya.


“ benarkah?” tanya ayah dan ibu dari Felix.


🌸🌸 🌸


“ ternyata apa yang anda katakan berhasil.” kekeh ayah Felix kepada Bernard yang sedari tadi ada di ruang sebelah. Ya, karena ruang yang di sewa itu, ruang Vip yang memiliki dua kamar dalam satu ruang rawat inap.


Satu tempat untuk sang patient dirawat dan satu ruang lagi untuk sang penunggu- lengkap dengan kamar mandi dalam dan dapur sederhana.


“ aku merasa tidak enak sudah membohongi anak itu.” ucap ibunda dari Felix.


“ kita tidak berbohong, bukan? Aku benar- benar di rawat di rumah sakit- dan aku tidak mengatakan apapun tentang sakitku- ataupun alasan aku dirawat.” kekeh ayah dari Felix.


Ya, alasan mengapa ayah dari Felix di rawat hanya karena pingsan saat pria itu sedang donor darah.


“ dasar orang tua, sudah tahu takut darah, mengapa masih ingin donor darah?” heran ibu Felix.


“ aku dengar, donor darah itu bagus agar membersihkan kotoran dalam darah. Berbeda dengan wanit yang mengeluarkan darah kotor setiap satu bulan sekali- dalam seminggu, para pria tidak mengeluarkan darah dalam tubuh kita, satu- satunya cara ya, dengan donor darah seperti ini.” ungkap ayah Felix.


“ bagus buat yang tidak takut darah. Sama anaknya kelihatan sangar- eh, ternyata sama darah sendiri; takut.” heran ibu Felix.

__ADS_1


“ jika ia takut darah, lalu, bagaimana saat malam pertama kalian?” heran Bernard dan Luna.


“ ia pingsan berkali- kali saat aku kesakitan. Itu sebabnya, setelah bertahun- tahun menikah- kami baru memiliki satu anak- yaitu; Felix. ” ucap ibu Felix pasrah.


Padahal dari segi umur, Bernard dan ayah Felix hampir sama.


“ Dan karena ia adalah satu- satunya anak kami, aku terlalu memanjakannya dan membatasi pergaulannya, siapa yang menyangka jika di Universitasnya ia malah mengenal Wanda- yang saat itu menjabat sebagai personalia di kampus Felix” sesal ayah Felix.


Sementara itu, di apartment pribadi milik Felix- dimana, Wanda lah yang menempatinya saat ini.


“ maafkan aku.” ucap Felix lirih.


“ kamu boleh menikahinya, namun ingat- jangan sekali- kali menyentuhnya.” ucap Wanda mengingatkan.


“ ...” Felix hanya terdiam, tampak jika pria itu menunduk. Ia tidak ingin melihat bagaimana wajah kekasihnya sekarang, yang pasti Felix yakin wajah kekasihnya sangat kecewa dan terluka karenanya.


“ kau boleh memiliki rasa dengannya, namun jangan mencintainya. Perasaanmu kepadaku haruslah lebih besar.” ucap Wanda lagi.


“ tentu saja aku berjanji.” jawab Felix.


“ apakah aku harus berkemas?” tanya Wanda.


“ kenapa kau harus berkemas?”heran Felix.


“ sebentar lagi kau akan menikah, tentu saja kau dan calon istrimu akan tinggal di sini.” jawab Wanda.


“ tentu tidak! Aku membeli apartment ini untuk kita- jika seandainya kita menikah! Lebih baik kau tinggal di sini! Soal tempat tinggal setelah aku menikahi nona Fransiscus itu- biar mereka pikirkan sendiri.” ucapan Felix itu membuat Wanda tersenyum.


“ terima kasih, selama ini, hanya kau yang mau menerimaku yang hanya seorang yatim piatu.” ucap Wanda memeluk Felix.


“ tentu saja, karena aku bukan type pria yang akan melihat asal usul orangnya.” jawab Felix membalas pelukan kekasihnya.


‘ tidak bisa ayahnya, hati anaknya pun bisa kumiliki.’ batin Wanda.


beruntung, Felix bukanlah pria kurang ajar. Ia tidak pernah menyentuh Wanda karena menganggap melakukan hubungan suami istri tentulah saat mereka benar- benar dalam hubungan yang sah. Jangankan hubungan suami istri, ciuman pun tidak pernah, selama berhubungan dengan Wanda hanya sekedar pegangan tangan dan berpelukan.


...jika kalia bertanya: masa pingsan saja pesan ruang VIP😂...


...ya namanya juga orang kaya😂😂😂...

__ADS_1


__ADS_2