
Dan saat perhatian Axel beralih dari handphone nya; ia menangkap pada sosok yang di kenalnya.
Alice? Dia datang ke pesta jamuan ini?
Saat itu, dia datang dengan gaun yang punggungnya terbuka dan rambutnya yang panjang di buat ikal. Dan yang pasti adalah; ia tetaplah cantik
Seharusnya, Axel menyapanya, namun entah mengapa ia malah bersembunyi di balik tiang yang cukup besar dan terus mengamati gerak- gerik Alice.
Sama seperti diri Axel, banyak juga yang mengerubungi Alice. Ada juga yang memperlakukan Alice seolah wanita itu adalah miliknya dan sok melindungi Alice saat wanita itu menolak meminum Margarita yang di tawarkan.
“ cih, sok melindungi! Namun ujung- ujung nya tetap menawarkan alcohol juga pada Alice.” ucap Axel bermonoloq- saat melihat pria yang sedari tadi sok melindungi malah menawarinya Wine.
Dan yang membuat Axel semakin curiga adalah;
Pria yang sok melindunginya itu malah membawanya ke kawasan kamar hotel. Melihat Alice yang berusaha memberontak dari pria tersebut- membuat Axel memilih maju dan melindungi wanita itu.
“ nona! Anda sudah mabuk! Biarkan saya mengantar anda ke kamar anda!” ucap pria yang membawa Alice tersebut.
“ Itu tidak perlu, tuan. Kamar saya sudah dekat.” ucap Alice terus berontak. Ia merasa gelisah dan merasa ada yang tidak beres dengan dirinya.
Apakah di dalam Wine tersebut ada perangsang?
Setidaknya, Alice masih bisa mengendalikan dirinya dan tidak sepenuhnya tidak sadarkan diri.
“ itu benar, tuan! Biar saya saja yang mengantar nona Alice.” namun sebuah suara melindungi tubuh Alice dari pria yang hendak memaksanya.
“ kau!” kesal pria itu.
“ saya adalah saudara jauh nona Alice- keluarga dari nona Alice!” tekan Alice.
“ jadi biarkan saya saja yang mengantar nona Alice!” ucap Axel mulai menuntun Alice dan meninggalkan pria yang sedari tadi memaksa Alice. Entah seperti apa rupa pria itu sekarang. Pasti menahan kesal karena usahanya tidak membuahkan hasil dan di gagalkan oleh Axel.
“ dimana kamarmu?” tanya Axel. Alice hanya memberi pass kamarnya.
“ apa yang kau lakukan di sini, Axel?” heran Alice.
“ perusahaan tempatku bekerja juga mengundangku untuk hadir ke acara pesta berkedok ini, secara kebetulan aku bertemu denganmu dan merasa aneh dengan pria yang sok melindungi mu itu. Jadi aku mengikutimu.” ucap Axel yang telah sampai di nomor yang di tujukan kartu pass milik Alice.
“ ...” mendengarnya, Alice hanya terdiam dan berbisik lirih.
“ terima kasih.”
Axel ingin sekali menjawab; ‘ sudah seharusnya.’ namun, mengingat jika ia pernah lalai menjaga Alice, pria itu memilih diam.
*
Kamar suite kelas VVIP yang memiliki ranjang queen size. Dengan dapur, ruang untuk menonton TV yang mewah, memiliki sofa di sisi ranjang dan pemandangan yang menajubkan di tengah malam. Ada pula bath- up yang mewah yang hanya di sekat dengan dinding kaca di sebelah ranjang.
“ kau yang memesan kamar ini?” heran Axel. Kamar ini lebih seperti kamar yang di tujukan untuk suami istri.
__ADS_1
“ tidak! Pria yang tadi memaksaku adalah atasanku. Ialah yang memesankan kamar ini untukku.” ucap Alice sedikit menahan gelisah.
Begitu? Axel yakin pasti pria itu sudah merencanakan hal ini sudah sedari lama, itu sebabnya ia sudah memesan kamar Suite ini dan saat ia bercumbu dengan Alice- ia akan langsung melamar Alice dengan alasan bertanggung jawab.
‘ rencana yang sempurna hanya untuk masuk ke keluarga Fransiscus!’ batin Axel.
*
“ aku akan membasuh tubuhku dengan air dingin.” ucap Alice yang ingin meredakan efek dari perangsang yang di rasakannya. Namun, tangan Alice di cekal Axel.
“ Axel?” heran Alice.
“ setelah sekian lama, akhirnya kita bisa berbincang, Ale.” ucap Axel.
“ tapi aku mau menghilangkan efek perangsang yang ada pada diriku- dulu, Axe!” pinta Alice.
“ aku punya cara yang lebih baik untuk menghilangkannya, Ale.” ucap Axel.
“ Apa?” heran Alice dan sedetik kemudian mata Alice tampak membulat sempurna melihat wajah Axel yang begiitu dekat padanya. Wanita itu bahkan merasakan ada bibir lembut yang tengah merasai bibirnya. Ini kali pertama bagi Alice sedekat ini dengan pria bahkan ayah dan kakeknya, Alice bahkan dapat mencium aroma tubuh dari Axel.
“ Ax.., Axel hentikan.” ucap Alice semakin gelisah.
“ ssts.., tenanglah, Ale. Aku hanya membantumu.” ucap Alice menjatuhkan tubuh Alice ke kasur di ruangan tersebut.
“ Axel, kita ini saudara sepupu!” ucap Alice mengatakan apa yang sering di katakan oleh pria di hadapannya ini.
Dan itulah yang terjadi. Tampak Alice dan Axel berusaha mengisi oxygen kembali ke paru- parunya setelah sebelumnya mereka hampir tercekik karena saling berbagi udara.
Tampak jika tubuh polos mereka telah basah oleh keringat seolah pendingin ruangan bernama AC tersebut tidak berpengaruh pada permainan panas yang baru saja mereka lakukan.
Setelah melepas miliknya dengan hati- hati, Axel segera berbaring di tubuh Alice setelah sebelumnya menutupi kembali tubuh polos mereka dengan selimut yang ada di bawah kaki mereka.
Axel hanya menatap Alice yang tertidur karena kelelahan. Ia lantas memegangi bibirnya yang bengkak akibat Alice yang selalu berontak. Namun, yang ia rasakan bukanlah rasa sakit akibat gigitan dari Alice.
Rasa manis lah yang terus Axel rasakan. Bahkan rasa nya lebih manis dan nikmat dari apa yang selama ini di bayangkan Axel.
Seberapa kali Axel bersikap cuek dan menyangkal perasaannya pada Alice- namun, kenyataannya adalah;
Alice lah yang selalu hadir menyapa Axel di dalam mimpi pria itu.
Axel kembali menatap ke arah Alice yang tertidur pulas.
Di singkirkannya, anak sulur rambut Alice kebelakang telinga wanita itu.
Butuh waktu lama Axel menatap wajah Alice- menikmati wajah Alice yang semakin cantik dari tahun ke tahun.
Berulang kali Alex menutup dirinya, bukan hanya pada Alice namun setiap wanita yang mendekatinya karena sebuah impian dan tujuan Axel yang begitu besar.
Meski begitu, Axel tidak mengingkari jika ia suka menatap wajah Alice berlama- lama, seolah wajah Alice memiliki magnet yang membuat Axel ingin terus menatapnya.
__ADS_1
Namun, saat Alice mulai menjauh, Axel mulai merasa ada yang hilang darinya. Dulu, Axel tidak begitu mempedulikannya, mungkin karena tahu hati Alice hanya tertaut pada satu nama pria. Dan sekarang? saat tahu Alice mulai menyerah, ada sedikit rasa tidak rela dalam diri Axel.
Berulang kali, Axel menyadarkan dirinya agar fokus mengejar mimpinya terlebih dahulu. Namun, berulang kali pula, Axel selalu lupa diri saat berdua saja dengan Alice.
Ini mengingatkannya saat Axel berjalan berdua bersama Alice di hari Fiona melakukan operasi usus buntu nya. Saat itu, dengan susah payah, Axel mengontrol dirinya agar tidak terus menatap ke arah Alice. Adapun, tangannya selalu pria itu masukkan ke kantong celana pria itu, ia tidak ingin lepas kontrol akan dirinya dan menggandeng tangan Alice atau pundak Alice atau mungkin malah pinggang wanita itu.
Itulah alasan mengapa Axel meminta Alice datang langsung ke rumah sakit tempat Fiona di rawat. Ia tidak ingin tersiksa menahan dirinya dan tubuhnya.
Siapa yang menyangka jika keputusan Axel sat itu salah. Siapa yang menyangka jika setelah hari itu, Alice akan menjauhinya? Siapa yang menyangka karena hal itu- Alice menjadi terluka?
Sekali lagi.., Axel mengelus wajah cantik Alice. Dan memeluk tubuh wanita itu, berbisik pelan ke telinga wanita tersebut dengan lirih.
‘ seandainya waktu bisa di putar ke hari dimana kau sebelum terluka, agar kau tak memiliki pemikiran untuk tak lagi menyerah mengejarku.’
**
Tampak Axel yang tertidur pulas, sementara suara air mengalir terdengar dari kamar mandi hotel di kamar Alice.
Alice keluar dari kamar mandi masih dengan rambut dan tubuh yang basah lalu mendekati ke arah Axel tertidur.
“ sayangnya, waktu tak juga berputar, Axel.” jawab Alice.
Setelah menatap ke arah Axel yang tertidur dengan wajah datar, Alice lantas meninggalkan Axel sendiri.
‘ inikah yang kau sebut saudara, Axel?’
‘ aku memberimu kesempatan satu kali dan kau menghancurkannya. Sayonara, Axel.’ batin Alice.
...Menurut para Reader, Alice akan kemana? Hayooo....
...Kata2 terakhir Alice adalah clue au😉thor
...
...Author mau promo karya baru author nie...
...Tenang ajh ga akan ganggu karya yang ini koq ...
...Seperti yang author bilang karya ini sebenarnya adalah karya yang author kerjakan sebelum karya yang...
... affair with my ex-wife...
...Jadi progres author up karya yang satu lagi ga akan ganggu progres perkembangan cerita Axel Alice...
...Btw di kisah ini sedikit2 author bercerita soal diri author lho walau sedikit di samar2n nama dan kejadian juga ada harapan author juga di cerita itu ...
...Jadi maklum klo agak membosankan dan ga ada intrik nya😅...
__ADS_1