Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Abigail


__ADS_3

“ bukankah nona Freya baru saja cuty? Ia mengajukan cuty lagi?” tanya Abigail.


Saat ini, Felix tengah menajukan cuty untuk istrinya itu. Sejujurnya, Felix sendiri malas berhadapan dengan dosen yang satu ini- mengingat- jika pria ini terang- terangan mengatakan jika ia tertarik pada istrinya; namun, Felix terpaksa bertemu dengan dosen ini karena ternyata; Abigail adalah dosen pembimbing istrinya.


“ istri saya baru saja melakukan operasi, itu sebabnya, untuk sementara ia tidak bisa kuliah.” ucap Felix. Malas rasanya menjelaskan, namun- biar bagaimana pun ia tetap harus bersikap profesional.


“ begitu? Apakah aku boleh menjenguknya?” tanya Abigail tersenyum. Membuat Felix mengepalkan tangannya, ia baru saja bertengkar dengan istri kecilnya, pasti tidak akan lama sampai serigala ini masuk dan menyusup di tengah- tengah pernikahan mereka.


“ tidak boleh!” ucap Felix tegas.


“ tidak boleh?” ulang Abigail menunjukkan smirk smile nya.


“ kenapa? Ia adalah anak didikku.” tanya Abigail lagi.


“ ia butuh istirahat. Saya rasa, ia juga takkan lama cuty.” ucap Felix sebagai alasan.


“ begitu?” ucap Abigail santai- membuat Felix semakin marah.


“ sudah! Karena, surat ijin sudah saya antarkan, saya akan kembali.” ucap Felix hampir beranjak.


“ aku dengar, kau sedang bertengkar dengan nona Freya.” namun, ucapan dari Abigail membuat Felix tidak jadi melangkahkan kakinya dari ruangan Abigail.


“ bagaimana anda bisa tahu?”


“ saat nona Freya hendak kuliah- memang orang tuanya menitipkan nona kepadaku.” jelas Abigail.


“ dan.., ya. Sebenarnya,selain kau- aku juga adalah tunangan nona Freya.” ucap Abigail.


“ apa?” ucap Felix tidak percaya.


“ ya, sayangnya, nona Freya memilihmu! Sehingga, aku harus mengalah! Dan, kemarin orang tuanya mengabariku jika kau bertengkar dengan nona Freya...” ucap Abigail mengantung.


“ menurutmu, apa artinya itu?” tanya Abigail menatap ke arah Felix.


“ KAU!” ucap Felix tidak terima, tampak jika ia tengah mencengkram kerah Abigail sekarang.

__ADS_1


“ kenapa kau marah?” tanya Abigail santai.


“ anda bertanya mengapa saya marah? Freya adalah istri saya!” tekan Felix.


“ apa kau mencintainya?” tantang Abigail.


Mendengarnya, membuat Felix mengendurkan genggamannya pada kerah Abigail.


“ kau bahkan tidak yakin tentang perasaanmu- sendiri.” ucap Abigail tertawa. Mendengarnya, Felix memilih melepaskan cengkramannya dan pergi meninggalkan ruangan Abigail.


“ sebelum kau marah dan cemburu- lebih baik kau pastikan dulu-perasaanmu.” namun, sebelum Felix benar- benar pergi- Abigail berucap. Felix memilih tidak menjawab dan terus pergi.


*


“ apakah nona Freya marah dan tak mau mengerti? Tanya Wanda. Ya, setelah menyerahkan surat ijin istrinya, saat ini Felix kembali ke rumah sakit membawakan makanan untuk Wanda dan istrinya.


“ ya.” ucap Felix menghela nafasnya.


“ aku harap, kau sabar, biar bagaimana pun, nona Freya masih muda- masih labil.” ucap Wanda menangkup tangan Felix. Wanita itu yakin akan dapat mengembalikan hati Felix kepadanya.


Wanda pikir, apa yang di lakukannya; menenangkan Felix, akan membuat hati pria itu kembali terpesona pada sosok Wanda yang lembut- namun, ternyata sekali lagi wanita itu salah. Tampak jika Felix menyingkirkan tangan Wanda dari tangan pria itu.


“ Fe?” heran Wanda.


“ bukankah kau mengatakan kita hanya teman? Aku menjengukmu atas nama kepedulian, Wan. Maaf.” ucap Felix membuat Wanda menggertakkan giginya.


“ t..., tentu saja kita hanya teman. Aku hanya mau menenangkanmu.” ucap Wanda pura- pura tersenyum. Mendengarnya, membuat Felix menghembuskan nafaasnya lagi.


“ ngomong- ngomong..” ucap Felix menggantung.


“ ya?” heran Wanda.


“ dari mana kau mengenal tuan Axel dan nona Alice?” tanya Felix.


“ ha?” heran Wanda.

__ADS_1


“ yang kemarin mengunjungi Freya adalah tuan Axel; kakak angkat Frey dan nona Alice adalah saudara jauh dari Freya.” jelas Felix memotong buah Apel.


“ eh..., i..., itu? Aku tidak mengenal mereka, bagaimana aku bisa mengenal mereka?” ucap Wanda tergagap.


“ benarkah? Kelihatannya, anak- anak mereka mengenalmu.”


“ ma.., mana ada? Jika mereka mengenalku, mereka tidak akan menendang dan menarik rambut seperti itu.” ucap Wanda beralasan.


“ benarkah? Menurutku; karena mereka sudah mengenalmu makanya, mereka menendang dan menarik rambutmu! Kemarin saja waktu aku bertemu- saat aku menikah dengan Freya, mereka tampak malu- malu.”


“ erm..” ucap Wanda bingung mau menjelaskan. Tidak mungkin wanita itu berkata, mengenal Axel dan Alice karena memasuki rumah mereka karena salah mengenali seseorang. Itu memalukan! Dan yang pasti bagi Felix; itu tidak sopan! Wanda tidak boleh menceritakan hal itu, atau pandangan Felix kepada wanita akan berubah.


Ya, Felix jatuh cinta pada wanita itu tentu karena sosoknya yang halus dan sederhana, bagaimana bisa Wanda menceritakan jika ia masuk ke rumah orang karena salah mengira seseorang!


“ sudahlah, ini apple mu, aku akan mengunjungi istriku, aku rasa ia pasti sudah bangun sekarang.” ucap Felix beranjak dari duduknya. Membuat Wanda menghela nafasnya karena lega.


Akhirnya, Felix keluar dan berjalan menuju ruangan simana istrinya di rawat. Namun, baru mau membuka, tampak ada seseorang yang sedang menjenguk istri kecilnya itu.


“ apakah anda sedang tidak ada kerjaan? Kenapa saya merasa anda ada di mana- mana?” kesal Felix.


“ apa salahnya saya mengunjungi anak didik saya?” tanya Abigail.


Ya, yang mengunjungi Freya adalah Abigail.


“ bukankah saya sudah bilang jika istri saya butuh istirahat?” kesal Felix.


“ oh, ya? Butuh istirahat bukan berarti tidak butuh teman, bukan? Bahkan saat saya mengunjungi nona Freya, ia sedang ke susahan berjalan karena menarik selang infusnya- untuk ke kamar mandi.” jelas Abigail membuat Felix menatap ke arah istrinya yang enggan menatap ke arah Felix.


“ kau sudah bangun? Kenapa kau tidak menelphone ku?” tanya Felix.


“ aku tidak ingin mengganggu waktumu dengan kekasihmu!” jawab Freya acuh.


“ aku hanya pergi sebentar untuk mengirimkan surat ijinmu ke kampus, Frey.” jelas Felix.


“ benarkah? Lalu mengapa aku bisa lebih dulu sampai ke sini, tuan suami?” ucapan Abigail membuat Felix semakin kesal.

__ADS_1


__ADS_2