
Malam yang semakin larut memeluk semua makhluk bumi yang tengah terlelap dalam peraduannya. Di iringi semilir angin dingin yang menusuk tulang menambah erat pelukan bagi dua jiwa yang tengah di landa gairah.
Mereka saling mengeratkan pelukan dibawah selimut tebal yang menaungi tubuh polosnya. Peluh yang membasahi sekujur tubuh sisa-sisa pergulatan, seakan menjadi saksi tunai akan penyatuan diri yang semakin mengikat kemesraan mereka.
Hening dan saling diam, hanya desiran nafas dari keduanya yang terdengar,
“Janda kaya yang bernama Norah Josefin itu punya masalah apa? Sehingga memakai jasa tim papa?.” Kata yang tercetus dari bibir sang istri memecah kehening malam diantara mereka.
‘Yah… inget lagi deh sama si janda… Hadeh.’ Bathin Jodi yang kala itu tengah menikmati pelukannya.
Kemudian ia mencoba menjelaskannya dengan penuh hati-hati karena jika tidak, bisa terjadi perang kembali.
“Suami nya terbunuh secara misterius, dan pembunuhnya belum ketemu sampai sekarang. Makanya mereka meminta bantuan kita untuk memecahkan kasusnya.” Jelas Jodi.
“Oh… lalu, apa kalian akan menemui mereka?.”
“Tentu saja, karena kami harus tahu keterangan dari seluruh keluarga mereka secara langsung. Nanti akan ketahuan tuh dilihat dari wajahnya siapa yang berbohong dan siapa yang jujur. Terus kita juga harus mencari bukti pendukung lain untuk mengetahui siapa yang bermain di dalam kasus ini.”
“Berarti papa akan menemui wanita itu dong?.”
“Tidak… papa sudah utus Tomy dan Jack yang akan menemui mereka.”
“Kenapa papa gak pergi? Takut aku marah ya?.”
“Ya takut kamu ngamuk-ngamuk lagi melebihi tadi. Mending dipukulnya pake bantal, kalau pakai benda yang keras, bisa mati lelaki tua ini.”
“Abisnya papa nyebelin, di atas tempat tidur malah manggil-manggil nama perempuan lain.”
“Mana papa tahu, papa kan gak sadar sayang.”
“Ya tapi baru kali ini papa memanggil-manggil nama perempuan lain, sebelumnya kan gak pernah.”
“Ya karena baru kali ini klien papa perempuan, kamu kan tahu sendiri suamimu ini suka ngigau kalau tidur. Itu tandanya papa serius ngurusin kerjaan papa sampai kebawa mimpi, bukan karena hal lain. Tidak semua yang menyebut nama perempuan dalam tidurnya itu adalah perempuan yang ia suka, bisa jadi musuh yang paling di benci.”
“Iya deh aku minta maaf.” Berlian mengeratkan pelukannya seraya mencium dada bidang sang suami.
“Udah ya? Jangan cemburu-cemburu gak jelas lagi. Lain kali tanya dulu baik-baik, dengar dulu penjelasan papa, baru kamu boleh marah kalau dirasa kamu perlu marah.” Ucap Jodi seraya mengecup pucuk kepala sang istri.
“Iya… papa, aku minta maaf .”
“Ya udah kalau gitu, ayo kita lanjut lagi ronde ke tiga!.”
“Ih… papa, gak mau… aku capek.”
“Kamu lupa? Betapa besarnya dosa menolak keinginan suami?.”
“Iya tapi jangan sekarang, aku mau istirahat dulu.”
“Hehe… ya sudah, nanti kita lanjut lagi sebelum subuh ya.”
Kemudian mereka berdua tenggelam dalam buaian mimpi dengan saling memeluk.
............
Ditempat lain, nampak Alfredo terlihat gelisah dalam pembaringannya. Ia terpaku dalam lamunan panjangnya. Entah apa yang di pikirkannya, yang jelas malam itu baginya terasa panjang, dan rasa gelisah yang menemaninya begitu membuatnya ingin segera menutup malamnya.
Bayangan wajah dua orang wanita begitu mengganggu konsentrasinya, satu wajah membuatnya ia rindu, sementara wajah yang lainnya terlihat menyedihkan membuat rasa bersalahnya menyeruak seketika.
‘Kenapa malam ini begitu menyiksa bagiku. Apakah mereka berdua sedang tidak baik-baik saja?. Ah masa bodoh dengan Krista. Lalu bagaimana dengan sang pujaan hatiku Berlian? Apakah suaminya membuat ia bersedih? Ah… rupanya aku sangat merindukannya. Menunggu waktu untuk bertemu dengannya begitu lama terasa.’ Alfredo membathin kemudian ia lekas bangkit dan berlalu menuju meja kerjanya.
Ia mengambil ponselnya dan melihat jadwal Berlian kontrol ke rumah sakit. Saat ia melihat bahwa pertemuannya akan berlangsung beberapa hari kedepan, terlihat pada raut wajahnya nampak kecewa, kemudian ia mengusap kasar rambutnya.
“Ah… waktu pertemuan itu masih beberapa hari lagi. Kenapa waktu begitu lamban berjalan.” Gumam kesal Alfredo.
Kemudian ia melihat wajah yang dirindukannya itu pada galeri ponselnya. Namun lagi-lagi wajah anak lelaki menyentuh pandangannya kembali. Wajah yang mirip dirinya dalam wujud anak kecil nampak pada pandangannya.
Terbesit dalam hatinya ingin mengenal anak lelaki itu, namun rasa gengsi di dalam dirinya masih mengalahkannya.
‘Mengapa wajah anak ini selalu mengganggu pandanganku akhir-akhir ini. Bagaimana kalau dia benar-benar darah dagingku? Ah… tidak mungkin… namanya pun aku tidak tahu.’ Alfredo terus saja bergumam dalam hatinya.
Muncul rasa penasaran dalam dirinya, namun lekas ia menepisnya. Tiba-tiba saja ia mendengar suara panggilan pada ponselnya.
__ADS_1
“Hallo Dre.”
“Ya Al, aku sudah dapat orang yang bisa renovasi rumahmu. Aku kirim nomor ponselnya sama kamu ya?.”
“Iya Dre makasih banyak.”
“Ya sama-sama. Oya? Memangnya bagian mana yang mau kamu renovasi Al? Perasaan rumah itu sudah lengkap.” Tanya Andre heran.
“Aku cuma mau mengubah ruangan belakang saja Dre biar lebih luas.”
“Oh begitu. Ya sudah aku kirimin nih nomor ponsel orang nya ya?.”
“Ok. Thanks ya.”
Kemudian mereka menutup pembicaraan mereka. Dan langsung Alfredo mendapatkan kiriman nomor ponsel orang yang ia butuhkan. Langsung saat itu juga Alfredo menghubungi orang tersebut, dan mereka pun berbicara serius.
Sepertinya Alfredo akan menyuruh orang itu membuat ruangan tambahan pada rumah itu, dan ruangan tambahan yang Alfredo akan bangun bukan diatas permukaan tanah melainkan dibawah tanah. Artinya Alfredo akan membuat bunker pada rumah itu.
Entah untuk keperluan apa bunker itu ia bangun di rumah tersebut, yang jelas tentunya untuk urusan yang menjadi rahasia dalam hidupnya.
Mereka menyepakati akan pembangunan bungker itu dengan catatan, orang itu merahasiakan pembangunan bunker tersebut. Alfredo tentunya akan membayar mahal orang itu dan orang itu pun menyanggupinya.
Hanya mereka yang tahu akan pembangunan ruangan bawah tanah yang menjadi rahasia itu. Temannya yang bernama Andre pun tidak diberitahunya karena Alfredo khawatir, Andre akan membocorkan pada orang lain.
Sungguh kini Alfredo menjadi orang yang sangat misterius bagi orang yang dulu pernah mengenalnya.
Memang dari dulu ia dikenal sebagai orang yang tertutup dan kadang memiliki kebiasaan yang berbeda dari orang kebanyakan, karena itu Andre menyebutnya Mr.Anomali. Tapi dalam hal urusan yang sangat rahasia tak seorang pun tahu pribadi yang sebenarnya dari seorang Alfredo.
Ia menyunggingkan senyuman penuh misteri pada sudut bibirnya setelah mengakhiri perbincangan melalui ponsel dengan orang yang akan membangun bunker dirumahnya tersebut.
Kemudian ia melangkah kedalam kamarnya, lalu membuka pintu walk in closet dan masuk kedalamnya.
Terlihat di dalam walk in closet itu, lemari kaca di sekelilingnya yang di isi oleh beraneka ragam kostum wanita, dari kostum pesta, cosplay game sampai kostum princess lengkap dengan sepatu yang senada dengan aksesoriesnya ada di dalam sana.
Entah untuk keperluan apa dia mengoleksi kostum-kostum tersebut, dan itu ia koleksi sejak beberapa tahun silam bahkan sebelum ia mengenal Krista.
Tentu saja Krista tidak tahu kalau Alfredo mengoleksi kostum-kostum wanita itu. Karena walk in closet tempat menyimpan kostum itu merupakan tempat rahasia yang tidak pernak Krista ketahui.
“Sebentar lagi kalian akan di gunakan oleh seseorang yang pantas dan berhak memakai kalian.” Kata Alfredo pada gaun-gaun itu, seolah ia tengah berbicara dengan manusia.
Tapi tiba-tiba saja ia menghentikan kelakarnya, kemudian, “Oh ya… masih ada yang kurang… aku belum melengkapi koleksi kostum untuk bayinya, sepertinya aku harus cepat membelinya karena waktunya tidak akan lama lagi.” Ujarnya sembari bergegas pergi meninggalkan walk in closet menuju meja kerjanya, kemudian ia menyalakan laptopnya.
Apa yang ia lakukan pada laptopnya itu? Ternyata ia tengah melakukan transaksi pembelian kostum untuk bayi dengan berbagai macam karakter, dari karakter binatang sampai karakter kostum Disneyland ia beli.
Setelah sukses melakukan transaksi kembali ia berkelakar, “Haha… sekarang sudah lengkap, kita hanya tinggal menunggu waktunya saja, haha.”
Itu lah salah satu keanehan dari si Mr.Anomali dari beberapa keanehan lain nya yang tersembunyi.
Sudah dapat di pastikan kostum-kostum itu ia peruntukan bagi wanita pujaannya yaitu Berlian dan putranya, dan manekin hidup yang ia maksud pun tentu saja Berlian. Lalu untuk apa tujuan dari semua ini? Itulah yang masih menjadi misteri dari si Mr.Anomali ini.
Ia rebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, ia pejamkan matanya seraya memasang senyuman seolah ia tengah membayangkan sesuatu, hingga beberapa lama kesadarannya mulai hilang dalam mimpi yang memeluknya di malam itu.
Malam semakin dingin hingga tak terasa pagi telah menyambut dengan sinaran mentarinya yang memberikan energi baru bagi setiap makhluk bumi yang hendak memulai aktivitasnya kembali.
Berlian dan Jodi sudah terjaga sejak subuh tadi karena sesuai jadwal, mereka melanjutkan pergulatannya yang tertunda semalam.
Kini mereka sudah segar dengan penampilan santainya.
Pasangan itu menuruni anak tangga menuju ruang makan. Terlihat formasi sudah lengkap duduk disana menunggu mereka.
“Sayang… semalam kau ngigo memanggil nama ibu keras sekali.” Ujar Delima.
“Aku gak ngigo kok bu. Si papa tuh yang ngigo.”
“Kata papamu kau yang ngigau, tidak hanya memanggil namaku tapi memanggil nama oma mu juga.”
“Benar kah? Kok oma gak denger.” Sahut Irma.
“Saat itu aku memang sengaja teriak karena si papa manggil-manggil nama cewek dalam tidurnya.”
Mendengar apa yang dikatakan Berlian semua mata melirik pada Jodi.
__ADS_1
‘Yah.:. Dibahas disini, bisa runyam nih urusannya.’ Bathin Jodi.
“Sayang… udah deh jangan bahas itu lagi.”
“Siapa yang kau sebut Jod?.” Tanya Eva.
“Ah jadi rame nih urusannya nanti. Tanya Riksa deh ah.” Kata Jodi yang malas membahas masalah yang membuatnya pusing jika harus menjelaskan ditengah-tengah mereka.
“Kamu yang ngigau kok Riksa yang jelasin.” Ujar Ferry sang ayah.
“Kata papa wanita itu adalah klien barunya, Namanya Norah Josefin. Kak Riksa juga tahu dia. Bener kak?.” Tanya Berlian pada Riksa.
“Oh itu… iya iya dia adalah klien baru kami, seharian kemarin memang kita membahas dia, hehe.” Jawab Riksa sedikit gugup.
“Tuh kan bener?.” Balas Jodi.
“Kami sedang menangani kasusnya.” Sambung Riksa.
“Cantik ya orangnya Kak? Sampai kebawa mimpi soalnya sama si papa.”
“Sayang… papa kan sudah bilang dia udah tua, masa aku ada apa-apa sama klienku sih, apa lagi dia wanita tua, kalau gak percaya tanya deh Riksa, iya kan Rik?.” Jodi memberikan kode pada Riksa untuk membenarkan kata-katanya agar urusannya tidak melebar.
Riksa sangat mengerti dan tahu betul kode yang di berikan Jodi.
“Ia dia wanita tua yang meminta keadilan karena kasus kematian suaminya sampai saat ini belum terungkap juga.” Jelas Riksa.
Jodi dapat menghirup udara segar mendengar penjelasan Riksa, setidaknya apa yang di sampaikan Riksa dapat membantunya dan membuat Berlian juga keluarga percaya.
“Tuh dengar sayang… benar kan? Papa tidak bohong sama kamu.” Jodi memastikan dengan meyakinkan ucapan Riksa agar istrinya mempercayai alasannya.
“Iya… iya aku percaya.”
“Makanya jangan dulu marah-marah dengar dulu penjelasanku baru kamu boleh bertindak.”
“Oh ternyata suara ribut semalam karena ada yang cemburu.” Sindir Delima.
“Iya gegara itu, dia teriak malam-malam.”
“Sayang… kamu kalau ada apa-apa jangan langsung emosi tapi dengar dulu penjelasan dari suamimu itu.” Ujar Irma.
“Denger tuh kata oma.” Sambung Jodi pada Berlian.
“Abisnya papa nyebelin, belum Pernah kan? seumur hidup ngigau panggil-panggil nama cewek, kata orang, kalau suami ngigau menyebut nama cewek lain berarti ada apa-apa tuh suami kita sama cewek yang di sebut dalam mimpinya.” Gerutu Berlian.
“Tidak seperti itu juga nyonya, dalam bahasa medis seseorang yang sering mengigau biasa disebut dengan Somnioquy. Hal ini merupakan biasa terjadi ketika seseorang dalam kondisi setengah sadar. Banyak faktor yang melatar belakangi seseorang alami mengigau saat dalam kondisi setengah sadar, salah satunya adalah terjadi pada seseorang yang terlalu lelah dalam beraktivitas. Ketika kita sangat lelah dalam bekerja atau dalam aktivitas tertentu, biasanya cara kerja otak akan berubah, yang tadinya relax menjadi nampak lebih kaku dan kelelahan, nah kondisi inilah sepertinya yang membuat suami anda kadang mengigau saat akan terlelap tidur.” Jelas Riksa membela Boss nya.
“Tuh dengar, ahli nya lagi menjelaskan kenapa aku kadang suka ngigau saat tidur. Jadi tidak selalu apa yang kita sebut dalam keadaan tidak sadar adalah sesuatu yang penting.” Sambung Jodi.
“Iya karena pada saat mengigau itu ditimbulkan oleh cara kerja otak yang kaku sehingga hal-hal yang tidak penting pun sering keluar dari mulut orang yang sedang mengigau, meskipun sangat mengganggu bagi siapa yang mendengarnya.” Jelas Riksa kembali.
“Iya sekarang aku ngerti. Aku kan udah minta maaf semalam sama papa.”
“Tapi kamu membahas lagi disini. Bikin mata elang emak-emak semua lihatin papa kaya mau nerkam aja.”
“Hei Jodi, tentu saja kami akan menerkam kamu kalau kamu macam-macam dan menyakiti menantu kesayangan mama ini.” Ujar Eva.
“Ma… aku juga sadar akan usiaku ma.. sudah bukan waktunya lagi aku main-main, apalagi bermain-main dengan perasaan istri dan wanita lain. Itu tidak mungkin terjadi padaku, yang harus aku pikirkan kedepan adalah bagaimana caranya agar aku dapat membuat bahagia istri dan anak-anakku.”
“Syukurlah kalau kamu mengerti nak. Mama hanya tidak ingin saja mendengar kalian ribut karena hal-hal sepele. Kau tahu? Jika anak merasa sakit, orang tua akan merasakan lebih sakit lagi.”
“Iya ma… aku sangat mengerti hal itu. Makanya aku selalu menjaga segalanya agar kita semua baik-baik saja.”
“Ya sudah untuk kedepannya, kalau ada masalah selesaikan baik-baik. Dan kamu cucuku, kamu harus sudah berfikir dewasa jangan asal bertindak.” Kata Budi.
“Iya opa.” Jawab Berlian tertunduk.
Akhirnya mereka dapat menikmati sarapan paginya dengan hati yang ringan.
Akan selalu ada masalah dalam rumah tangga. Sebagai bumbu dalam perjalanan kisahnya. Karena untuk mendewasakan sebuah pernikahan tentu haruslah ada cara-cara terbaik dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang terjadi. Dengan begitu biduk rumah tangga akan selamat dalam mengarungi luasnya samudera kehidupan.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
__ADS_1
Terima kasih yang selalu setia mengawal cerita ini🥰🥰
Semoga kita selalu bahagia 😍😍