Aku Hanya Inginkan Om

Aku Hanya Inginkan Om
Hanya untuk orang yang pantas


__ADS_3

Malam semakin larut. Sang Dewi malam dengan anggun menampakan senyumannya. Memberikan sinar terangnya bagi makhluk bumi yang hendak beranjak pada peraduannya.


Singkat cerita acara makan malam dua keluarga telah selesai, mereka menikmati makan malam itu dengan bersanda gurau.


Karena malam telah larut, akhirnya Jodi beserta keluarga pamit pulang pada keluarga Dae Jung.


Di dalam kendaraan nampak Jodi duduk di samping kemudi yang di kendalikan oleh Riksa. Sementara Berlian duduk pada jok belakang bersama Delima.


Berlian yang duduk menyandarkan kepalanya pada pundak Delima terlihat diam saja hanya sibuk dengan ponselnya. Tak ada pembicaraan diantara mereka, semua terdiam menikmati aluna musik yang di putar dalam mobil mereka.


Kemudian Delima membuka pembicaraannya, “Sayang, bagaimana menurutmu putra dari teman ibu itu?.” Tanya Delima pada Berlian.


Berlian menghela nafas dan Menjawab, “Lumayan.”


“Lumayan? Maksudnya?.”


“Lumayan menyebalkan.” Jawab Berlian datar.


“Kok menyebalkan?.”


“Ibu tidak tahu ya? Kalau si Menara itu suka mengangguku di kampus?.”


“Benar kah?.”


“Iya, sama kedua temannya dia selalu mengerjai aku.”


“Begitu kah?.”


“Iya.” Jawab Berlian dengan penuh penekanan.


“Tapi kalian tadi terlihat akrab waktu ngobrol di taman.”


“Ya masa di rumahnya aku harus berdebat juga sama dia bu, kan malu sama orang tuanya.”


Sementara Jodi dan Riksa diam saja mendengarkan obrolan ibu dan anak itu. Kemudian,


“Eh sayang, kamu jangan terlalu membencinya, nanti lama-lama jadi suka loh hehe.” Goda Delima.


“Ish… amit-amit ya bu. Sampai kapan pun aku gak akan pernah suka sama cowok kayak dia, dia itu kekanak-kanakan dan aku tidak suka cowok yang seperti itu.”


“Kekanak-kanakan gimana maksudmu sayang?.”

__ADS_1


“Bukankah orang yang suka bergerombol dengan teman-temannya lalu ngerjai orang lain adalah sifat anak kecil? Seperti anak sekolah yang tawuran saja, Orang dewasa kan tidak seperti itu.”


“Oh begitu.. tapi sayang kadang bisa jadi kalau ada orang yang senang ngerjain kita itu sebenarnya cuma drama aja. Yang sebenarnya dia suka sama kita.” Jelas Delima.


“Tapi tetap saja aku tidak suka bu, aku paling tidak suka dengan ornag yang banyak basa basi, bukan kah drama salah satu tindakan dari basa basi itu?.”


“Tapi Menara cukup ganteng juga ya sayang?.” Timpal Delima.


“Ganteng saja gak cukup menurutku, percuma ganteng kalau orangnya nyebelin.”


“Tapi katanya dia juga pintar ya sayang?.”


“Katanya sih.. tapi sepertinya masih kalah pintar dari aku.”


“Benarkah?.”


“Coba saja ibu lihat nanti, aku akan menunjukan pada ibu kalau aku akan lulus dalam waktu yang sangat singkat.”


“Hehe.. iya deh, kamu lucu sayang.”


“Tadi dia bilang padaku. Katanya ibunya sering mengajak teman-temannya makan malam dan membawa putrinya, dengan tujuan untuk di jodohkan dengannya. Dia juga bilang pada ku kalau dia selalu menolaknya karena dia sudah punya kekasih dan dia sangat mencintai kekasihnya itu. Aku sih bersyukur banget dia menolakku. Kalau memang maksud ibunya tadi mengundang kita makan sebenarnya memang mau jodohin aku sama dia.”


“Sayang, kalau ibu sih gak ada niat buat jodohin kalian, ibu hanya ingin kalian kenal saja, gak tahu nya kalian memang sudah kenal di kampus sebelumnya. Ya sudah kalau begitu.” Delima menutupi maksudnya agar putrinya tidak merasa kecewa.


“Kalau menurutku ya bu? Masalah jodoh itu sudah di tentukan oleh Tuhan, jadi kita gak usah repot-repot nyari sana-sini, nanti juga kalau sudah saatnya jodoh akan datang sendiri.”


“Tapi kan sayang segala sesuatu harus ada ikhtiarnya termasuk perkara jodoh. Jodoh itu seperti rejeki yang harus di jemput.”


“Tapi kalau jodoh kita sudah di depan mata, apa harus di jemput juga? Gak kan bu? Kita hanya tinggal menunggu waktunya saja.”


“Sayang… jodoh, kematian, kebahagiaan dan celaka adalah sesuatu yang misteri.. kita tidak pernah akan tahu kapan ke empatnya itu akan menghampiri kita.”


“Iya itu benar sekali bu… ada dalam kadha dan kadharnya Allah kan? Tapi Allah memberi kemudahan pada kita dengan memberikan tanda-tandanya. Atau yang di sebut firasat, seandainya bathin kita tajam dalam melihat firasat itu, Allah akan memperlihatkan tanda-tandanya pada kita sebelum datang ke empat misteri tadi.”


Delima terdiam mendengar penuturan Berlian, begitu pun Jodi dan Riksa. Kemudian,


“Lalu… apakah Tuhan memperlihatkan siapa orang yang akan menjadi jodohmu kelak?.” Tanya Delima seakan menyelidik.


“Kalau aku katakan iya… bagaimana?.” Jawab Berlian enteng.


Sontak membuat Jodi dan Riksa berpandangan. Begitu pun dengan Delima yang memandangi lekat putrinya itu, sementara orang yang di lihatnya dengan santai sibuk dengan ponselnya. Kemudian,

__ADS_1


“Orang akan dimatikan oleh Tuhan sesuai dengan kebiasaannya. Orang akan di berikan Kebahagian oleh Tuhan, mana kala orang itu selalu memberikan kebahagiaan pada orang lain. Orang akan alami kecelakaan karena ia kurang hati-hati dalam kehidupannya dan jodoh kita adalah sesuai dengan apa yang kita usahakan.” Jelas gadis itu kembali, dan katanya-katanya mengunci rapat mulut orang-orang seisi mobil. Kemudian setelah semua terdiam,


“Sayang… apakah ibu memberikan kebahagiaan padamu?.” Kata Delima memecah keheningan.


“Tentu saja ibu telah banyak memberikan kebahagiaan padaku. Kau adalah ibu pengganti yang kasih sayangnya sama seperti ibu lahirku. Maka aku pun sangat menyayangimu bu, dan aku patut berterima kasih pada ibu yang sudah dengan sabar mendidik dan membesarkan aku.”


Delima merasa terharu dengan penuturan putrinya itu, kemudian ia mencium pucuk kepala gadis itu dengan penuh kasih sayang.


Sementara Jodi terlihat diam dengan meletakan sikunya pada pintu mobil dan meletakan ibu jari pada bibirnya.


‘Sayang… kau tidak jauh beda dengan ayah dan ibumu yang selalu memberi nyaman bagi orang di sekitarmu.’ Bathin Jodi.


“Dan om Ijong adalah papa terbaikku. Kau selalu memberikan tempat terindah untukku. Om rela mengorbankan segalanya demi aku, agar aku tumbuh menjadi orang yang tidak kekurangan suatu apa. Begitu sayangnya Tuhan padaku, meski Tuhan lebih sayang pada ayah dan ibu yang Tuhan ambil lebih cepat, tapi ia menggantinya dengan kehadiran kalian di sisiku. Bukankah itu suatu kenikmatan yang sangat besar yang IA berikan padaku?. Maka apa lagi yang harus aku pinta padaNYA? Aku rasa semuanya telah cukup untukku, tinggal aku mensyukurinya dan berbakti serta membalas budi kalian.”


Mendengar semua itu membuat Jodi terharu hingga ia melihat ke arah gadis itu dan meraih tangannya, lalu mencium punggung tangan gadis itu.


“Sayang… kau tidak perlu membalas budi pada kami. Kau adalah anugerah yang paling indah yang Tuhan berikan pada kami. Tidak ada alasan mengapa kami tetap berada di sisimu. Kami pun sama sepertimu tak ingin apa pun lagi. Selain membuat dirimu bahagia, mengantarkanmu pada masa depan yang indah.” Tutur Jodi dengan mata yang berkaca-kaca.


“Terima kasih om.. aku sayang om.” Balas Berlian seraya memeluk tubuh om nya.


Tanpa terasa kendaraan yang membawa mereka telah sampai pada kediaman mereka. Dan mereka pun turun dari kendaraannya memasuki rumah mereka.


Karena lelah, mereka pun akhirnya masuk ke kamar mereka masing-masing.


Jodi mengantarkan Berlian masuk ke dalam kamarnya. Selagi Berlian mengganti pakaiannya di kamar mandi Jodi menunggunya di sofa kamar itu.


Setelah Berlian selesai mengganti pakaiannya lalu ia mendekati Jodi dan duduk diatas pangkuannya. Jodi melingkarkan tangannya pada pinggang ramping gadis itu.


“Terima kasih papa atas kasih sayangmu padaku.” Kata Berlian seraya mencium pipi Jodi kemudian membenamkan wajahnya pada ceruk leher lelaki itu.


“Kau tahu… meski kau mengatakan aku mengorbankan segalanya untukmu? Bagiku itu tidak ada apa-apanya. Di banding kasih sayang ayah dan ibumu juga kasih sayangmu padaku. Maka jika kau menginginkan segalanya dariku, aku pun akan memberikannya.” Kata Jodi seraya mengangkat tubuh gadis itu membawanya ke atas tempat tidur, menyelimutinya serta mencium keningnya. “Tidurlah sayang… jangan memikirkan hal lain selain hal yang membuatmu bahagia.” Bisik Jodi pada telinga gadis itu.


Kemudian Berlian memeluk erat tubuh kekar itu. Lalu, “Terima kasih.. tidak ada yang dapat menggantikan semua ini, sekali pun seluruh lelaki di muka bumi ini berlomba ingin menarik hatimu. Aku pastikan itu.. meski aku terlihat kecil, tapi di dalam jiwa itu ada sesuatu yang besar yang hanya akan ku berikan pada orang yang pantas.” Bisik Berlian di telinga Jodi.


Jodi memandangi wajah cantik itu dengan sangat dekat. “Tidurlah sayang.. mimpi lah yang indah.. tetaplah bahagia. Aku akan selalu menciptakan rasa itu untukmu.” Kata Jodi pelan. Kemudian perlahan ia meninggalkan gadis itu menuju kamarnya.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Jangan lupa tinggalkan jejaknya readers tersayang🥰🥰🥰


Terima kasih💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2