
‘Menelan kenyataan pahit bagai mengecap patrawali yang rasanya memekat sulit lenyap… Namun obat yang pahit adalah penawar racun yang menyembuhkan… sebagaimana rasa sakit adalah penyembuh hati untuk kesadaran diri… hancur lebur tak mengapa, asal masih bisa menapaki hari dengan bijak…Berterimakasihlah pada diri, yang selalu tabah dalam kepayaan… mengukur dengan ketinggian tentulah tak ‘kan mampu menjangkau nya karena setiap yang tercipta telah tertulis dalam kodrat.’
Faradina bertekuk lutut meratap nasib, di pangkuan sang ibu menelan pahit dalam tangis mengurai pedih.
“Maafkan aku Duhai ibuku terkasih, seandainya aku tahu rasa sakit itu begitu menyulitkanmu, tentunya ego ku tak akan mampu mengurai luka lamamu. Seharusnya aku peka terhadap sikapmu yang tak kuasa mengungkap kepahitan ini. Seharusnya aku tak perlu tahu siapa ayahku, karena kau telah cukup bagiku. Maafkan aku ibu.. aku begitu berdosa padamu telah membuatmu merintih pedih karena telah mengorek luka lamamu. Seharusnya aku menjadi pendukungmu dalam menghapus segalanya. Tapi apa yang kulakuan? Aku malah membangkitkan kesakitanmu kembali.”
“Anakku tersayang… kau tak perlu meminta maaf padaku, sekalipun ayahmu adalah sosok yang mengerikan bagiku, tapi dialah lantaran kau ada… meski kau terlahir dari dosa, tapi kau adalah gadis suciku.. aku tak menyesali kau terlahir kedunia, karena takdir Tuhan menggariskan kau harus tercipta dan terlahir dalam rahimku.. kini kau tahu alasan mengapa aku begitu sulit mengungkap segalanya? Karena kenyataan pahit ini sangat bertentangan dengan hati bahkan lingkungan. Tetapi seperti apa pun kenyataannya, ibu ridho dengan ketetapan ini. Dan kau tahu? Ibu bahagia memilikimu nak, kau adalah sahabat terbaikku, teman terhangatku dan impian masa depanku. Aku tak akan pernah memaksamu untuk menjadi sesuatu yang baik menurut pandangan dan penilaian orang, tapi aku lebih ingin membiarkanmu menjadi dirimu sendiri. Sehingga kau nyaman dalam menjalani harimu. Kekayaan dan kemiskinan adalah dua hal yang berbeda bagai sisi mata uang, tapi mereka satu tubuh sayang…. Kita mungkin tak memiliki banyak kekayaan namun hati kita bahagia, tapi lihat orang yang memiliki banyak harta, belum tentu hatinya sebahagia kita. Mari kita menikmati hidup sayang… sekali pun ada pedih di dalamnya karena masa lalu yang pahit… tapi harapan ada di masa depan sayang… mari kita sambut esok dengan rasa syukur dan senyuman. Karena hidup adalah ketetapan, dan kematian adalah kepastian.” Ucap sang ibu dengan pelukan terhangatnya.
“Ibu…hiks.” Peluk Faradina.
Faradina dan Lucy saling memeluk meresapi kenyataan, meski ada air mata disana, tetapi rasa lebih baik, kini mereka rasakan.
“Kini ibu lega sayang, diantara kita sudah tidak ada rahasia lagi.. maafkan ibu atas semua rasa sakit ini nak, namun ini lah catatan takdir yang kita sepakati dengan Tuhan, jadi kita harus menerimanya dengan lapang dada. Ibu yakin, di depan sana masih ada setitik cahaya yang akan membersamai kita dalam menapaki hari. Jangan menyesali hidup, nikmatilah yang ada kini, dan syukurilah hari baru. Ibu bangga memilikimu. Ibu bersyukur kamu ada menemani hari-hari ibu.” Bisik sang ibu dalam pelukan.
“Aku pun bangga memiliki ibu yang mulia sepertimu bu, bila ada seorang anak yang paling bahagia, tentulah aku orangnya. Aku tak butuh seorang ayah, dan aku tak ingin mengenalnya. Kau adalah ibu sekaligus ayahku. Aku mencintaimu lebih dari apa pun. Meski aku tak diwarisi harta yang berlimpah, tapi aku merasa aku lebih kaya dari mereka bu, karena kau adalah kekayaanku. Kau adalah hidup dan matiku. Dan kau adalah surgaku.”
‘Ibu lah keramat yang paling Agung…. Ibu lah puncak kasih sayang di dunia, ibu lah yang memiliki kesaktian di lidahnya… dialah penyambung lisan Sang Nabi… dia lah malaikat nyata yang ada dibumi, dan doa mustajabnya tergantung di langit…. Ibu lah cinta abadi… kata-katanya adalah do’a, tatapannya penerang hati dan pelukannya adalah sayap malaikat… berterimakasih lah pada ibu! Karena dia kita ada… namun jangan lupa kan berterimakasih pada Tuhan. Karena ibu adalah jalan untuk menujuNYA.’
Mewek othor duh😭😭😭
............
Sementara itu, di ceritakan Arash tengah naik pitam di kamarnya sendiri. Ia mengamuk tak jelas, melemparkan semua benda yang ada di hadapannya,
Ternyata ia merasa kesal karena sulit sekali menghubungi Berlian. Pesan, chat, sambungan telepon, tak satu pun terbalaskan. Sepertinya yang membuat ia marah karena sulit menghubungi Berlian.
Di samping itu pun ia kehilangan kedua temannya yaitu Menara dan Yosan karena ulahnya sendiri.
“Sial!!! Pasti ini gara-gara si Jodi! Gue gak bisa hubungi Berlian sama sekali! Dasar om-om gila! Lihat saja Jodi!! Gue akan hancurin elo sampai melebur jadi debu! Jangan sebut gue Arash Aknan! Kalau gue gak bisa hancurin elo! Dasar an*ing!!.” Geram Arash seraya melempar asbak hingga pecah berkeping-keping.
Duuuuh sebel nih othor sama si Arash Cih 😡
Lanjut….!!!!
__ADS_1
Kemudian dengan gemuruh amarah di hatinya si Arash PA, bergegas menghampiri laptopnya yang bertengger di meja. Ia mulai membuka sebuah mesin pencarian pada deep web.
Apa yang dia cari??? Ternyata syaitonirojim berbisik padanya ‘udah coba deh elo cari di internet racun mematikan… buat ngeracun si Jodi, biar dia meninggoy… dan kalau dia meninggoy kau akan lebih mudah mendapatkan Berlian.’
Terkutuk kan tuh syaiton!!!?
Lanjut!!
Ia masuk pada deep web. Deep web adalah situs pencarian yang tidak dapat di masuki oleh kebanyakan orang karena banyak konten terlarang di dalamnya, dari mulai pembunuhan, perdagangan senjata ilegal, narkoba, perdagangan manusia, pedofilia, dan macam-macam hal terlarang lain di dalamnya. Jadi hanya orang-orang tertentu lah yang mampu masuk kedalam nya. Tentunya orang-orang yang memiliki keahlian di bidang IT. Dan si Arash PA itu memang dia lumayan jago juga dalam hal IT.
Bahkan untuk memasuki deep web tersebut membutuhkan kode-kode khusus dan hanya mereka yang lebih faham yang dapat mengaksesnya.
Arash terus saja mencari-cari pada situs tersebut racun laknat untuk membunuh Jodi. Dan ia masuk pada situs perdagangan obat-obat terlarang.
Hingga sampailah ia pada situs penjual virus yang menjual racun paling bahaya di bumi. Jika seseorang meminum racun tersebut konon katanya akan mati perlahan-lahan. Ia akan seperti mayat hidup. Awalnya ia akan alami muntah darah, kemudian lumpuh layu Karena seluruh jaringan yang ada di tubuh rusak dan tubuh menjadi kering kerontang hingga mati mengenaskan.
Arash tersenyum bahagia kala ia menemukan racun itu. Meskipun harganya sangat mahal yaitu satu paket seharga $ 8000. Ia membelinya beberapa paket untuk rencana pembunuhan itu.
“Hahaha…. Sebentar lagi elo mampus Jodi. Tunggu saja! Elo akan berakhir menjadi mayat hidup! Hahaha.” Kelakar Arash menggema di seisi ruang kamarnya. Hingga membuat pelayan di rumahnya yang bernama empar si pria gemulai datang ke kamarnya.
“Aduuh ada apuse aa Arash eike sampai kaget.” Dengan gaya gemulainya empar masuk ke kamar menghampiri Arash.
“Heh! Bencong! Ngapain luh masuk-masuk kamar gue!.” Sentak Arash.
“Eh aa jangan maen kasar dong nanti eike metong hihi.. eike kaget aa teriak-teriak.”
“Sono luh pergi ah! Ganggu gue aja!.”
“Iy.. eike kan ingin memastikan keadaan aa takutnya aa gilingan (gila) hihi.”
“Najis luh!. Keluar luh!.” Usir Arash.
Dan empar pun lari terbirit-birit karena Arash melemparkan botol minum ke arahnya.
__ADS_1
“Dasar bencong gila!!!.” Pekik Arash.
Kemudian Arash mengambil kunci mobilnya, ia bergegas keluar dari kamarnya menuju parkiran lalu memacu kendaraannya meninggalkan rumah.
Ia berniat akan menemui Faradina di tempat kerjanya. Tentunya ia akan mempengaruhi Faradina kembali dengan pikiran jahatnya.
Ia tidak tahu kalau Faradina dan ibunya telah melakukan pertemuan dengan Jodi.
Singkat waktu ia sudah sampai pada parkiran toko kue dimana Faradina bekerja disana.
Ia keluar dari dalam mobilnya dan berjalan memasuki toko tersebut. Ia lihat Faradina tengah sibuk pada meja kasirnya.
Melihat Arash datang, Faradina menghela nafas.
“Mau apa Arash? Kamu lihat sendiri kan kalau aku lagi sibuk. Aku tidak mau Boss ku memecatku gara-gara menerima tamu pada jam kerjaku.” Kata Faradina sembari melayani pelanggan yang membayar belanjaannya.
“Tenang saja, aku tidak akan mengganggu.” Balas Arash dengan santainya.
“Kamu menemuiku disini itu sudah menggangguku Arash, datanglah kembali saat aku sudah selesai bekerja.” Usir Faradina dengan sopan.
Karena memang Arash pun melihat Faradina terlihat sibuk, akhirnya ia memutuskan untuk pergi. “Baiklah aku akan pergi. Dan aku akan kembali saat kau pulang nanti.” Ujar Arash seraya meninggalkan Faradina.
Faradina merasa lega Arash pergi. Sepertinya Faradina sudah mulai malas bertemu dengan Arash karena ia membawa pengaruh buruk baginya.
Semenjak Arash datang menjadi teman barunya, semenjak itulah kehidupannya menjadi tidak tenang, apalagi membawa-bawa urusan ibunya.
Akhirnya Faradina memutuskan akan berbicara pada Arash setelah pulang nanti, ia akan mengatakan pada Arash, bahwa ia tidak ingin di ganggu lagi oleh pertemanan yang menyesatkan itu.
💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔
Jangan lupa Like, vote dan hadiah, dan favoritenya ya gais🥰
Terima kasih😘
__ADS_1