Aku Hanya Inginkan Om

Aku Hanya Inginkan Om
Papa datang sayang…


__ADS_3

Langit begitu cerah menaungi penerbangan pangeran berkuda putih yang tengah mengejar cintanya.


Ribuan kilo meter tak dihiraukannya, rasa yang lelah tak menghalanginya, air mata dan darah yang telah tumpah tak menyurutkannya, bahkan dunia yang menolaknya pun tak di indahkannya. Karena cinta sudah terlalu dalam menyelam kedasar hatinya.


Tak perduli walau seisi bumi menolak dan membelah cinta mereka. Ia terus tenggelamkan hatinya demi cahaya yang hilang dalam genggamannya.


Singkat waktu, malam itu Jodi tiba di negara X. Semakin berdebar hatinya kala kakinya ia injakan pada bumi asing yang tengah menjadi naungan dalam taruhan jiwanya dan kekasihnya.


Setelah ia keluar dari pesawatnya, nampak beberapa mobil sudah menantinya untuk mengantarkan ia bersama tim ke tempat peristirahatannya.


Ia masuk kedalam salah satu kendaraan di susul dengan orang-orang yang ikut membersamainya. Kendaraan itu membawanya pergi ke suatu tempat, dimana ia akan tinggal disana untuk beberapa waktu kedepan hingga ia dapat membawa pulang kekasihnya kembali.


Singkat cerita, sampailah ia di hunian yang cukup luas karena ia akan tinggal bersama beberapa tim nya disana.


Setelah masuk kedalamnya, Jodi langsung memerintahkan Tomy untuk menyalakan laptop dan memasang alat-alat lain sebagai perangkat pendukung.


Tanpa menunggu lama Tomy langsung membuka website panitia lelang, dan benar saja Jodi sebagai peserta sudah dapat melihat gadis yang akan di lelang tersebut.


Perlahan ia buka dan terlihat jelas foto gadisnya disana, lengkap dengan biodatanya.


“Kok mereka sampai tahu ya data lengkap Putri gue?.” Jodi merasa heran karena semua data yang ia lihat mengenai Berlian tercatat disana.


“Boss, diera digital seperti sekarang ini, apa pun bisa di cari termasuk data gadis Boss itu.”


“Iya sih… tapi tetap saja mereka masih kecolongan, nama ayah Berlian tercatat disana masih nama gue, berarti mereka cuma bisa tembus sampai data Berlian yang gue manipulasi. Iya kan?.” Jelas Jodi.


Kemudian Jodi melihat juga disana tertulis data kesehatan fisik dan psikis Berlian. Dari kondisi jaringan otak, sel, darah, organ tubuh, DNA, Sampai kondisi Berlian masih Perawan pun tertulis disana.


“Apa perlu yang begini juga mereka kasih tahu ke kita? Dasar manusia-manusia aneh.” Jodi memperlihatkan pada Tomy data kesehatan Berlian.


“Boss, para elit itu memang manusia-manusia aneh, kesukaannya juga aneh, banyak diantara mereka alami gangguan jiwa kalau menurut gue sih. Ada yang suka bercinta dengan anak kecil, bercinta dengan mayat, bahkan kanibal. Bisa saja kan setelah mereka puas melampiaskan hasratnya, mereka memakannya?.”


“Jangan sampai mereka lakukan itu pada putri gue!! Lihat saja kalau mereka berani macam-macam!. Perang sekalian sama gue dah.” Geram Jodi.


“Ya kalau menurut gue sih, melihat dari klasifikasi gadis yang akan mereka lelang, gadis Boss ini termasuk gadis yang istimewa bagi mereka. Karenanya mereka lebih menjadikan kekasih Boss ini di lelang dari pada langsung di jual pada mafia yang memperjual belikan organ tubuh! Atau mafia prostitusi.”


“Coba lihat harga limit nya udah ada belum Tom?.”


Kemudian Tomy melihat per slide dan sudah tercatat disana harga limit Berlian yang nilainya sangat pantastis. Yaitu 20 juta dolar. Sontak membuat mata Jodi dan Tomy membulat.


“Gila!! Harga limitnya aja segitu. Berapa harga terjualnya nanti ya?.” Gumam Tomy. Kemudian, “Boss, jangan lupa setelah acara open housenya yang mulai di gelar besok sampai lima hari ke depan, Boss harus mengirim uang jaminan pada mereka.”


“Ya udah elo transfer saja nanti selesai gue kembali dari menghadiri acara open house itu.” Perintah Jodi.

__ADS_1


“Ok siap.”


Uang yang harus di transfer sebagai uang jaminan per LOT seharga 20 juta dolar yang harus di transfer nanti oleh pihak Jodi pada panitia, dan jika seandainya ia kalah lelang, uang itu akan di kembalikan pada rekening yang bersangkutan. Tetapi seandainya menjadi pemenang, ia harus membayar tambahan uang kenaikan harga di tempat lelang sesuai dengan harga jual dan tentunya membayar pajak karena pajak di tanggung pemenang.


“Lalu, kapan Boss akan datang ke acara open house nya? Soalnya gue mau konfirmasi kehadiran sekarang.”


“Hari pertama gue hadir kesana!.” Ucap mantap Jodi karena ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kekasihnya.


“Ok. Cuma nanti di sana Boss tetap jaga emosi ya? Usahakan Boss sama seperti peserta lelang yang lainnya. Berpura-pura tak kenal dengan gadis lelang agar mereka tak curiga.”


“Jangan tanya kalau buat masalah itu Tom, gue pasti bisa!.”


“Ini beda Boss, yang akan Boss lihat nanti adalah kekasih hati, sedikit banyak akan mempengaruhi perasaan Boss, gue cuma ngingetin aja karena akan banyak CCTV yang memantau pergerakan kita disana.”


“Ok Tom, gue akan ingat kata-kata elo.” Kata Jodi seraya berlalu meninggalkan Tomy menuju kamarnya di hunian tersebut.


Waktu bergulir kian cepat, kini sampailah pada acara open house, dimana peserta lelang mengecek gadis yang akan mereka beli, artinya mereka di perbolehkan melihat secara langsung gadis yang akan mereka beli di acara lelang beberapa hari ke depan.


Singkat cerita Jodi yang diantar oleh Riksa sudah berada di acara open house di sebuah gedung yang sangat mewah.


Perlahan Jodi masuk kedalam sebuah ruangan setelah petugas disana memeriksanya, sementara Riksa tidak di perbolehkan masuk ke dalamnya.


Hanya enam orang peserta lelang termasuk Jodi yang mengikuti acara open house hari itu. Setelah seseorang memberikan pengarahan pada Jodi dan peserta lelang lainnya dalam mengikuti protokol open house, akhirnya mereka di persilahkan masuk kedalam ruangan lain untuk melihat gadis yang akan mereka beli.


Jodi menghela nafas panjang untuk mengatur ritme jantung dan emosinya agar terkendali. Semakin ia masuk kedalam semakin terlihat jelas gadis yang akan di perebutkan oleh peserta lelang nanti.


Namun ia teringat akan kata-kata Tomy untuk tetap menjaga emosinya dan sepertinya ia terlihat dapat menguasai dirinya.


Perlahan ia dekati ruangan itu, begitu pun dengan kelima peserta lainnya.


Dengan mata meremang ia pandangi gadisnya yang tengah duduk di sebuah sofa dengan tubuh di balut gaun merah lengan terbuka.


“Sesungguhnya aku tak rela orang lain melihat penampilanmu seperti ini sayang… hancur hatiku melihat kau di pajang seperti binatang yang akan di perjual belikan. Namun saat ini aku tidak bisa melakukan apa pun untuk mengeluarkanmu dari dalam jeruji laknat itu. Aku bersumpah akan memenangkan lelang ini walau aku harus membelinya dengan nyawaku.” Bathin Jodi kala memandangi gadisnya yang juga gadis itu memandangi dirinya. Mereka semakin dekat hanya berhalang dinding kaca, saling memandang dengan tatapan kerinduan.


Namun terlihat Berlian seperti tidak mengenalinya. Entah karena ia pura-pura atau masih dalam pengaruh sisa-sisa obat bius yang di suntikan padanya beberapa waktu lalu.


Jodi terus memandangi kekasih hatinya itu, lalu terlihat gadis itu berdiri dan sedikit mendekat padanya dan terus memandang ke arahnya. Dengan tatapannya Jodi mengisyaratkan dan hanya mereka berdua yang tahu bahasa isyarat itu, ‘papa datang akan menyelamatkanmu sayang… tunggulah saatnya.’


Karena Jodi sudah tidak tahan dengan emosinya yang akan meledak, bergegas ia pergi meninggalkan ruangan kaca itu.


Sementara di dalam ruangan kaca itu Berlian terus memandangi kepergian Jodi, ‘Terima kasih papa telah datang… tolong selamatkan aku dari sini papa… jika pun aku harus menunggu… akan aku tunggu papa sampai papa kembali untuk membebaskanku dari sini.’ Bathin gadis itu.


Jodi yang sudah keluar dari gedung itu kemudian bergegas masuk kedalam kendaraannya, di susul Riksa yang mengejar dari arah belakangnya.

__ADS_1


Tumpah kemarahannya kala itu, menetes air matanya di sudut pipinya. Berteriak Bathinnya menyuarakan ketidak relaannya atas nasib diri yang begitu menyayat hatinya.


“Tenang Boss… dua langkah sudah kita lewati, tinggal selangkah lagi yaitu proses lelangnya. Semoga Tuhan memberikan kelancaran pada kita.” Hibur Riksa.


“Gue lihat dia di dalam Rik. Gue gak tega lihatnya. Gadis gue bukan barang yang bisa di perjual belikan dengan uang. Dia tak ternilai harganya meski seluruh uang para konglomerat bajingan itu di kumpulkan!.” Geram Jodi.


Riksa terdiam membiarkan Boss nya menumpahkan segala kesakitannya, berharap waktu cepat berlalu sampai waktu pembebasan itu tiba.


*


Waktu yang membawa perjalanan setiap diri, membawa mereka pada momen yang mereka tunggu yaitu proses lelang dari seorang putri kesayangan.


Seluruh peserta lelang sudah berkumpul pada sebuah tempat dimana seperti sebuah acara formal dengan protokol yang sangat ketat di gelar.


Terlihat kurang dari tiga puluh peserta lelang dari dua puluh negara telah duduk rapi mengelilingi Stage. Dan stage itu tentunya tempat Berdirinya gadis yang akan di lelang itu.



Jodi duduk pada baris kedua. Dengan degupan jantung yang terus saja menyuarakan debarannya ia gelisah menanti acara lelang lisan itu di mulai.


Terlihat pemandu lelang sudah mengisi tempatnya. Terlihat di setiap sisi ruangan itu pengawalan dari pria-pria berbadan tegap berdiri di sana.


Terlihat juga beberapa layar monitor di setiap sisi dan tentunya kamera pengawas pun lengkap terpasang pada setiap sudut ruangan.


Dan tibalah saatnya lelang itu di mulai. Terlihat pemandu lelang memerintahkan untuk membawa gadis lelang pada stage yang berada di tengah-tengah para peserta lelang.


Sesaat hening sejenak mengisi seisi ruangan saat empat wanita cantik membawa seseorang dengan berjubah merah memasuki stage.


Setelah seseorang itu berdiri di tengah stage, ke empat wanita yang berpakaian seksi itu membuka jubah seseorang itu dan pergi meninggalkannya seorang diri.


Bergetar hati Jodi kala melihat kekasihnya di atas sana. Hancur hatinya kala gadis kecilnya berdiri mematung dengan tubuh mulusnya hanya berbalut gaun transparan yang membuat pakaian dalamnya ternampak.


Ia tundukan pandangannya seolah tak ingin melihat. Remuk hatinya kala mendengar peserta lelang lain memuji dan memuja keindahan tubuh kekasihnya.


‘Demi Tuhan… akan aku balas apa yang telah kalian lakukan pada gadisku! Demi darah yang mengalir di urat nadiku akan ku tuntut kalian karena telah melecehkan gadisku.’ Bathin Jodi.


Namun ia masih sadar bahwa ia harus tetap tenang.


💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔


Coba tebak! Kira-kira Jodi pemenangnya bukan ya?


Kawal terus ceritanya ya gais🥰

__ADS_1


Dan jangan lupa favorite, Like & vote nya😍


Makasih😘


__ADS_2