
Entah sudah hari yang ke berapa Berlian merutuk diri dan meratap sepi karena tiada kehadiran sang penawar rindu yang membuatnya setengah gila tak kunjung ada.
Semakin bertambah hari semakin kerinduannya bergejolak, merindukan kehangatan, merindukan belaian dan sentuhan, merindukan segala kebiasaan yang selalu di berikan sang cinta, namun kini tak ada lagi, ia yang di rindu seakan semakin menjauh pergi.
Segala pesan yang telah ia kirim tak mendapat jawaban satu pun, apalagi untuk sekedar mendengar suaranya melalui sambungan seluler pun begitu sulit ia dengar.
Ia begitu merindukan kata-kata manisnya dan tatapan hangatnya.
‘Hiks… hiks… aku benar-benar gila karenamu papa… kenapa kau menghukumku separah ini. Apa kesalahanku begitu kejam hingga kau menghempasku se keras ini menjadikanku tak berdaya.. kau pernah mengatakan padaku kau tak akan pernah meninggalkanku, kau pernah ucapkan bahwa kau akan selalu ada bersamaku… lalu kini kau menghilang bak asap tertiup angin. Begitu sulit kah kau mengampuniku hingga membuatku seperti pengembara yang kehilangan arah?.’
“Kau menangis lagi sayang?.” Suara sang oma membuyarkan lamunannya. Dengan cepat ia memeluk sang oma dengan tangis yang meraung.
“Hiks… hiks… oma, aku kesepian.”
“Kan oma sama opa ada disini menemanimu, Maurin dan Riksa pun setiap malam kesini selalu mengajakmu bercerita, lalu apa lagi yang membuatmu terasa sepi sayang?.” Kata sang oma dengan pelukan terhangatnya.
“Kenapa papa lama sekali perginya? Hiks.”
“Oh ternyata papamu yang membuat kamu kesepian? Makanya marahmu jangan kelamaan jadi papamu pergi. Seharusnya kalau ada masalah cepat selesaikan jangan di biarkan menumpuk di dalam hati. Saling memaafkan lah atas kesalah masing-masing. Saling mengerti lah bahwa setiap dari diri kita memiliki masa lalu. Dan apa yang kau lakukan? Kau malah membuat masalah baru, yang satu belum selesai, kau mengundang masalah di atas masalah. Kau tahu sayang? Orang dewasa tak suka akan hal itu. Belajarlah dari orang-orang di sekitarmu. Oma tidak menyalahkan kamu, karena memang kamu belum memiliki pengalaman yang cukup, tapi kau bisa belajar dari sekitarmu. Ada pepatah bijak mengatak ‘Belajarlah dari orang yang berpengalaman, karena ia mengambilnya dengan susah payah, sementara kau mengambilnya dengan cuma-cuma’ artinya apa? Pelajari kehidupanmu, pelajari kehidupan orang lain di sekitarmu, jika kau sakit mintalah pendapat orang lain dan dengarkan kata-katanya.”
Berlian terdiam mendengarkan apa yang telah di katakan oma nya tersebut.
“Lalu apa yang harus aku lakukan oma?.”
“Jika nanti papamu kembali, minta maaf lah padanya, sekalipun egomu mengatakan kau tidak merasa bersalah, maafkan kesalahannya kalau memang dirasa dia bersalah padamu. Jika ada sesuatu yang mengganjal di hatimu, ungkapkan terus terang jangan kau pendam, sekarang oma mau bertanya padamu, apa yang membuatmu marah pada papamu itu?.”
“Aku kecewa karena wanita yang datang itu, yang mengaku kalau dia adalah putri papaku.”
“Lalu sudah kalian bicarakan?.”
“Papa bilang dia bukan anak papa.”
“Lalu, kau tidak percaya? Begitu? Kalau kau merasa tidak percaya, mintalah pada papamu agar kalian semua bertemu dan minta kejelasan yang sebenar-benarnya. Sayang… jika kau benar-benar mencintai seseorang kau harus percaya apa yang di katakannya walau pun apa yang di katakannya itu adalah sesuatu hal yang sangat menyakitkan, karena bisa jadi dia tidak mengatakan yang sebenarnya karena menjaga perasaan kita. Dan oma rasa papamu sudah baik dalam memperlakukanmu, hanya karena kau tidak percaya apa kata-katanya lalu kau marah?, belum apa-apa langsung minta cerai. Kau tahu? Perjalanan pengarungi bahtera rumah tangga itu sangat panjang dan lama, akan selalu ada masalah di setiap pelayarannya. Dan pernikahanmu itu baru seumur jagung, masalah yang kamu hadapi itu belum ada apa-apanya di bandingkan dengan masalah orang lain yang sudah mengarungi rumah tangga puluhan tahun seperti oma dan opa misalnya. Kalau hanya karena masalah sepele saja kamu sudah menyerah, apalagi nanti, di sepuluh tahun pernikahanmu? Atau di dua puluh tahun pernikahanmu? Jadi, cobalah berpikir sejak saat ini. Turunkan ego mu saat dirimu sudah berperan dalam rumah tanggamu. Suami itu raja di rumah sayang, bahkan surgamu ada padanya. Jika kau tidak mendapat ridho nya, kau tidak akan pernah mendapat surgamu. Sang Nabi pernah berkata, jika saja ada makhluk di bumi ini yang patut untuk di sembah! Maka akan aku perintahkan umatku untuk menyembah para suami-suami mereka. Artinya apa? Begitu tingginya kedudukan suami hingga Sang Nabi pun bicara demikian.”
Berlian di buat mati kutu dengan apa yang di katakan oma nya tersebut. Ia menangis dalam diamnya, membayangkan bahwa apa yang telah di lakukannya adalah suatu kesalah.
“Oma… kalau aku minta maaf pada papa, apa papa akan memaafkan ku?.”
“Tentu saja dia akan memaafkanmu. Suamimu itu lelaki yang baik. Lelaki yang baik akan selalu memaafkan bahkan selalu meminta maaf walau pun ia tak merasa salah. Karena semua yang dia lakukan demi kebahagiaan istrinya. Sayang… tidak ada yang sempurna di dunia ini. Karenanya kita harus saling melengkapi. Saling mengisi kekurangan. dan saling menjaga perasaan satu sama lain.”
__ADS_1
“Oma, apa papa bilang ke opa kapan papa akan kembali?.”
“Kata opa, papamu akan kembali setelah urusannya selesai di sana. Kau harus mengerti akan kesibukan suamimu itu. Dukunglah pekerjaannya. Doa kan dia saat berada dimana pun, terutama saat dia bekerja di tempat yang jauh, apa lagi sampai ke luar negeri. Karena jihad suami adalah di luar rumah, dan jihad mu sebagai seorang istri di dalam rumah, menjaga kehormatannya dan menjaga hartanya yaitu anak kalian nanti. Lain kali jika kau akan pergi kemana-mana minta ijin lah pada suami, jangan berbohong seperti malam kemarin. Untung saja suamimu baik, coba kalau suamimu galak, kamu sudah di perlakukan tidak baik oleh nya.”
‘Baik apaan?… aku di siksa sampai mau mati. Oma aja gak tahu. Semua badanku di gigitnya sampai berbekas.’ Bathin Berlian.
“Sudah… ayo sekarang makan, jangan nangis terus nanti cantikmu hilang.”
“Baiklah.”
Kemudian Berlian di bawa oleh oma nya meninggalkan kamarnya dan menuju ruang makan.
“Kau sudah sehat kan sekarang?.”
“Sudah oma.”
“Syukurlah. Ayo kamu harus banyak makan karena sudah banyak nangis, energimu banyak terkuras habis.” Kata sang oma sembari memberikan nasi di atas piring Berlian serta mengambilkan lauknya.
..........
Sementara itu di tempat lain, nampak Menara tengah menunggu Arash karena mereka akan bertemu di suatu tempat.
Mereka membuat janji akan bertemu di sebuah cafe tempat mereka nongkrong.
“Si Yosan kemana Ra?.” Tanya Arash yang baru saja datang dan duduk di kursi tepat di depan Menara.
“Kita cuman ketemu berdua saja Ar, karena ada sesuatu yang mau gue omongin sama elo?.” Kata Menara datar.
“Tumben… ada apaan nih, jadi deg-degan nih gue hehe.” Celoteh Arash yang tengah memilih minuman pada buku menu, kemudian setelah dapat minuman yang ia inginkan,, ia memanggil pelayan cafe untuk membuatkan minumannya.
“Sekarang gue minta, elo jujur aja sama gue Ar tentang semuanya, gue gak suka di tikam dari belakang. Kalau berani kita face to face aja.” Kata Menara yang mulai menunjukan tatapan pembunuhnya.
“Hei…hei…hei… kawan! Ada apa denganmu hah?! Kita itu sahabatan udah lama. Gak ada gue maen tikam-tikam elo dari belakang kecuali kalau kepepet hehe.” Arash masih dalam kondisi nyelenehnya.
“Dan sepertinya elo memang udah kepepet kan?.” Sindir Menara.
“Maksud loh!.”
“Gue udah tahu kok apa yang elo lakuin di belakang gue, kenapa elo gak jujur aja sih?!.”
__ADS_1
“Elo ngomong apaan sih Ra?.” Arash mulai curiga kalau Menara mengetahui sesuatu yang ia sembunyikan.
“Kenapa elo gak bilang kalau elo juga suka sama Berlian?!.” Menara terlihat mulai tegang.
“Apa!! Gue suka sama Berlian? Oh Come on kawan… apa yang barusan elo omongin? Masa iya gue suka sama bocah itu?!.”
“Terus! Kalau elo gak suka ngapain elo ajak-ajak dia ketemuan di malam ulang tahunnya? Kalau elo suka sama dia bilang aja! Jangan elo ngomong bocah-bocah mulu…. Muna luh an*ing!!!.”
“Eh… tenang dong bro!! Gak usah pake emosi! Kita ngomong baik-baik.” Kata Arash yang sudah mengerti akan arah pembicaraan Menara.
“Elo tahu sendirikan kalau Berlian itu cewek yang gagal tunangan sama gue? Dan kalau pun pertunangan itu gagal bukan berarti gue sama Berlian berenti sampai disini!.”
“Eh elo gak sadar kalau si Berlian itu bini orang Ra?!.”
“Itu elo tahu sendiri si Berlian bini orang, terus kenapa elo ajak dia ketemuan segala? Giliran gue bilang mau lanjut sama Berlian elo nyolot. Maksud luh apa Ar?!.”
Sepertinya diantara mereka berdua sudah mulai memanas, perdebatan mereka pun cukup terdengar keras hingga membuat beberapa pengunjung di sekitar mereka merasa tidak nyaman.
Arash memang tidak tahu kalau selama ini Menara mengikuti perkembangan apa yang Arash lakukan di belakang temannya itu untuk memikat Berlian. Sampai Arash melakukan pertemuan dengan Berlian di apartemen pun ternyata Menara tahu.
“Elo bener-bener penghianat ya Ar, bukannya elo pernah bilang dulu, kalau elo gak akan pernah nikung sahabat elo sendiri, ternyata sekarang apa!!!.” Teriak Menara.
“Heh Ra!!! Kalau urusan hati gak bisa di prediksi Ra. Ok gue mau bilang sekarang, dulu memang gue gak ada hati sama dia, tapi entah kenapa lama-lama gue jadi kepikiran dia terus Ra, sepertinya gue mulai suka sama dia sekarang.”
BUG!!!! Tonjokan Menara tepat pada wajah Arash, sontak membuat pengunjung lain di cafe itu merasa terganggu yang akhirnya memanggil pelayan cafe untuk mengusir mereka ke luar.
Arash dan Menara pun di usir keluar oleh pemilik cafe yang kebetulan sedang berada di cafe tersebut.
Dan perkelahian itu pun berlanjut hingga di halaman cafe, mereka saling serang dengan pukulan mereka masing-masing.
Wajah mereka pun terlihat kacau dengan sisa-sisa pertarungan mereka.
“An*ing luh!!!. Gue pastikan manusia penikmat tante kayak elo gak akan pernah dapatkan Berlian!!!.” Tunjuk Menara pada Arash.
“Ok kita buktikah!! Berlian jadi milik gue atau milik elo!!.” Kata Arash dengan tampang babak belurnya.
Dua sahabat yang seiring sejalan kini menjadi musuh nyata karena berebut sesuatu yang belum tentu pasti.
💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔
__ADS_1
Jangan lupa Like, komen, vote & favorite nya ya say😍
Makasih😘