Aku Hanya Inginkan Om

Aku Hanya Inginkan Om
Mobil Maurin ditemukan


__ADS_3

Berlian yang sudah tidak sadarkan diri di bawa ke dalam van warna hitam oleh dua orang tersebut. Dan di dalam van tersebut sudah menunggu dua orang lagi yang duduk di belakang kemudi dan di samping kemudi.


Berlian di letakan pada jok tengah dengan di apit oleh dua orang yang tadi membiusnya. Tak menunggu waktu lama, van itu pun melesat pergi meninggalkan area parkir laut Ancol.


Entah siapa mereka? Dan akan membawa Berlian kemana?. Masalah baru kini datang lagi.


“Kita bawa kemana gadis ini?.” Tanya salah seorang di samping kanan Berlian.


“Apa kita bawa dulu ke suatu tempat untuk kita nikmati sama-sama? Haha.” Kelakar seorang lagi yang duduk di samping kiri berlian.


“Heh! Bang*at! Kalian pikir Boss tidak akan tahu apa yang akan kita lakukan pada setiap buruan kita hah?! Apa kalian lupa kalau setiap dari kita sudah di tanam micro chip dalam tubuh kita? Sehingga apa pun yang kita lakukan Boss akan tahu!. Tugas kita adalah mencari mangsa lalu menyerahkan padanya. Sudah itu saja!.” Teriak salah seorang yang duduk di samping kemudi.


“Tapi kalau kalian mau cari mati silahkan saja! Gue gak ikut-ikut.” Ujar salah seorang di belakang kemudi.


Sesaat mereka terdiam,kemudian


“Gadis ini langsung saja kita bawa ke lab, boss sudah menunggu kita di sana.” Kata salah seorang yang duduk di samping kemudi.


Dan mobil itu pun melesat pergi menuju tempat yang mereka maksud.


.............


Sementara itu, diruang monitor hotel, nampak Jodi dan beberapa tim nya serta pihak keamanan hotel tengah melihat hasil rekaman CCTV hotel tersebut.


Mereka sama-sama fokus pada layar monitor tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.


Nampak pada layar monitor, Berlian yang keluar berlari meninggalkan kamarnya menyusuri setiap sisi hotel, pada saat ia berada di depan lif ia berhenti sejenak seperti tengah memikirkan sesuatu, lalu terlihat tidak jadi memasuki lif namun pergi ke sisi lain menuju tangga darurat.


Pada layar monitor lain, terlihat Berlian menyusuri tangga darurat namun tak terlihat kembali penampakannya seolah hilang di telan bumi.


Jodi hampir putus asa melihat tayangan itu karena ia kehilangan jejak, namun ia ingat akan sesuatu yaitu area basement, kemudian ia minta pihak keamanan yang bertugas pada ruangan monitor tersebut untuk menyalakan rekaman CCTV bagian area basement.


Lama mereka menunggu, hingga akhirnya pada salah satu bagian rekaman, Jodi mengamati seseorang yang keluar dari pintu darurat dengan memakai pakaian seragam hotel dengan memakai topi dan masker.


Meski wajahnya tak terlihat karena tertutup masker tapi Jodi hapal postur tubuh itu. Ia menduga bahwa yang ia lihat itu adalah tubuh Berlian yang telah berganti pakaian dengan memakai pakaian karyawan hotel.


Pada saat sisi lain layar monitor menunjukan bahwa orang tersebut masuk pada salah satu mobil yang di sinyalir adalah mobil Maurin, karena sebelum masuk keruangan itu Jodi sempat menanyakan pada Maurin ciri-ciri mobil miliknya.


Setelah ia mendapatkan petunjuk itu, ia meninggalkan ruang monitor menuju basement di ikuti oleh anggotanya, berharap ia dapat menemukan petunjuk lain di sana.


Setelah sampai basement Jodi bersama tim mengamati sekitar. Lalu dari kejauhan datang salah satu manajer hotel mendekat ke arahnya,


“Tuan pada ruang karyawan kami menemukan ini.” Manager itu memberikan paper bag berisi sesuatu. Pada saat Jodi melihat isi paper bag itu ternyata itu adalah gaun milik Berlian.


Jodi terdiam kemudian ia dekap gaun itu dengan hati yang bergemuruh.


“Berarti benar dugaan saya. Dia berganti pakaian menggunakan pakaian karyawan hotel. Terima kasih pak, bukti itu menujukan putri saya memang berinisiatif lari bukan di culik oleh orang lain.” Kata Jodi seraya pergi menuju ballroom kembali.

__ADS_1


Sesampainya pada ballroom hotel tersebut, suasana terlihat tidak seramai tadi. Nampak sebagian tamu undangan telah kembali pulang hanya tersisa beberapa orang terdekat dengan keluarga mereka.


Setelah berdiskusi dengan kedua keluarga inti yang masih berada di ballroom tersebut, akhirnya mereka memutuskan kembali ke rumah mereka masing-masing menunggu kabar selanjutnya dari tim yang telah Jodi sebar untuk mencari Berlian di seluruh Ibukota.


Namun sebelum mereka meninggalkan ballroom tersebut, nampak Menara mengatakan sesuatu, “Om… katakan saja yang sejujurnya, om kah pelakunya?.”


Semua yang mendengar terkejut, kemudian,


“Apa kau bilang? Kau mencurigai aku Menara?.” Tanya Jodi seakan tak percaya mendengar Menara berkata demikian.


“Bukankah kalian saling mencintai? Siapa tahu om tidak rela dengan pertunangan aku dengan dia, dan melakukan semua ini seolah Berlian di culik.”


“Tutup mulutmu!.” Geram Jodi yang tersulut emosi.


“Jujur saja om… kalau om yang merencanakan semua ini! Dari awal aku kenal Berlian aku sudah curiga kalau om ingin menguasai dia dan hartanya!.”


Semua orang yang hadir membulatkan matanya dengan mulut menganga mendengar penuturan Menara.


“Apa kau bilang??! Siapa kau hingga berani menuduhku demikian hah!.” Betapa terkejutnya Jodi kala ia mendengar Menara berkata demikian.


“Ya, sebagian dari kita tahu, kalau Berlian adalah pewaris tunggal dari Harv Company. Tidak menutup kemungkinan kan kalau om sengaja mempengaruhi pikiran Berlian, membuat agar Berlian jatuh cinta pada om dan mungkin saja om merencanakan untuk menjadikan Berlian itu istri om dengan begitu om dapat dengan mudah mengusai Berlian dan hartanya.”


Bagai di sambar petir Jodi kala itu mendengar penuturan Menara yang sangat membuat dirinya terhina. Ia tidak habis pikir kalau Menara akan menuduhnya sejahat itu. Dengan kemarahan yang menyulut emosinya Jodi berkata,


“Oh.. jadi apa yang ada di pikiran kalian selama ini adalah bahwa gue modus gitu? Sampai rencana pertunangan ini kalian buat! Untuk menjauhkan Berlian dari gue! Begitu?. Dalam kondisi seperti ini kalian benar-benar telah membuat gue muak. Dengar baik-baik! Kalau kalian ingin tahu akan gue jelaskan sekarang. Dari mana kalian berfikir kalau gue akan mengusai perusahaan milik Berlian?? Sementara seluruh aset itu atas nama Berlian dan semua pertanggung jawaban ada pada kakeknya Berlian. Kalian pikir untuk mengusai harta seseorang itu dapat dengan mudah, semudah membalikan telapak tangan hah! Sementara untuk mengeluarkan uang satu sen pun, di bawah kendali kakeknya Berlian. Dan itu butuh tanda tangan Berlian dan kakeknya. Dan elo perlu tahu! Gue ada di perusahaan itu bukan untuk menguasainya tetapi gue ada disitu atas permintaan kakek Berlian! Kalau elo tidak percaya?! Tanya sendiri pada kakeknya!.” Tunjuk Jodi pada Menara dengan amarah yang membuncah.


Kemudian ia mendekat ke arah pak Budi dan bu Irma juga Delima. “Kepada keluarga Berlian saya mohon maaf atas semua kekurangan saya yang telah gagal menjadi kepercayaan kalian. Terlebih perasaan yang tumbuh diantara saya dan Berlian yang mungkin tidak akan pernah kalian maafkan. Sejak detik ini saya mengundurkan diri dari Harv Company dan Berlian grup. Jika kalian mencurigai saya mengambil sesuatu dari perusahaan, kalian bisa cek pada data-data seluruh bank di negara ini.” Kemudian Jodi memerintahkan Riksa untuk memberikan semua aset perusahaan yang di gunakan Jodi seraya pergi meninggalkan tempat itu di ikuti oleh tim nya.


Semua orang yang berada di ruangan itu terdiam mendengar penuturan Jodi.


Betapa malunya Menara dan seluruh keluarganya atas kejadian ini yang tentu saja kata-kata Menara yang terlontar dari mulutnya itu membuat Jodi tersinggung dan marah hingga Jodi mengundurkan diri dari perusahaan itu.


Begitu pun dengan apa yang Delima rasakan yang memang ia pun mencurigai Jodi hingga ia yang memiliki ide awal untuk menjodohkan Berlian dengan Menara.


Sementara pak Budi dan bu Irma merasa menyesal karena tidak berpikir dulu dalam urusan pertunangan ini. Terlebih menyaksikan Jodi yang mengundurkan diri dari perusahaannya sementara kemajuan perusahaan itu tiada lain adalah atas kerja keras Jodi selama ini.


Jodi yang kini telah berada di luar hotel tersebut langsung naik pada mobil milik tim nya.


“Lalu sekarang kita bagaimana Boss?.” Tanya Riksa yang duduk di samping Jodi pada jok belakang.


“Kita fokus saja sekarang pada kerjaan kita bersama tim.” Kata Jodi dengan tatapan yang masih mengandung amarah.


“Baik Boss, lalu sekarang kita balik kemana?.”


“Balik ke markas. Kita kembali tinggal disana. Besok elo ambil semua barang-barang gue di rumah itu!.”


“Boss sudah yakin dengan keputusan ini!.”

__ADS_1


“Gue yakin. Gue udah melepaskan tanggung jawab gue di perusahaan mereka dan gue juga tidak perlu lagi tinggal di rumah itu dari pada gue di sangka yang enggak-enggak.”


“Ok Boss, besok gue akan angkut barang kita di rumah itu. Lalu bagaimana dengan urusan pencarian putri Boss?.”


“Gue akan cari dia sampai mati!.”


Melihat amarah Boss nya, Riksa tak berani lagi berkata-kata. Dan tiba-tiba terdengar ponsel Jodi berbunyi.


“Hallo John bagaimana?.” Tanya Jodi


“Gue menemukan mobil yang nona pakai Boss cuma nonanya tidak di temukan.”


Mendengar berita dari tim nya, Jodi langsung memerintahkan pada tim yang membawa nya untuk segera ke lokasi dimana mobil Maurin yang di pakai Berlian telah di temukan.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup memacu andrenalin akhirnya Jodi sampai di lokasi tersebut dan bergegas ia berlari ke arah mobil Maurin yang terparkir disana.


“Apa yang kalian temukan?.” Tanya Jodi.


“Tas Nona Boss.” Kata salah seorang anggotan tim nya yang langsung menyerahkan tas milik Berlian.


Perlahan Jodi membuka tas itu dengan perasaan yang hancur karena hanya tas gadisnya yang di temukan sementara keberadaan gadisnya masih menjadi misteri. Terlihat di dalam tas tersebut, sebuah dompet dan ponsel milik Berlian.


Ia pandangi tas itu dengan mata yang sudah meremang dan bibir yang bergetar.


Kemudian ia langkahkan kakinya membawa tas tersebut menuju sisi pantai di ikuti Riksa di belakangnya.


Kemudian ia duduk di pinggir pantai itu. Perlahan ia buka dompet gadisnya dan melihat isinya, nampak foto dirinya ia temukan di sana tengah memeluk gadis kesayangannya itu, sedikit tersungging senyuman pada sudut bibirnya dengan mata yang berkaca-kaca, memandangi foto itu membuat ia teringat kembali hari-hari yang telah ia lalui bersama gadisnya itu.


Kemudian ia pun menemukan beberapa black card miliknya yang ia berikan pada Berlian dan beberapa kartu penting lainnya.


“Kemana dia pergi ya Rik?… gue salah, seharusnya pada saat ia meminta gue membawanya lari, gue bawa dia pergi bukannya membiarkan dia pergi sendiri. Dia pasti tengah kesepian sekarang, dia gak pernah pergi sendiri, Bagaimana dia hidup di luar sana tanpa gue?… gue nyesel tidak mendukung keinginannya untuk lari dari masalah ini.” Gumam Jodi.


“Boss tenang saja, tim kita sedang memeriksa mobil itu. Dugaan sementara sepertinya tuan putri di bawa lari orang pada saat ia di dalam mobil karena di temukan beberapa sidik jari dan beberapa helai rambut pada pintu. Sekarang lagi di cek Boss.” Jelas Jodi.


“Seandainya terjadi sesuatu pada gadis kecil gue, gue tak akan pernah bisa memaafkan diri gue sendiri Rik.”


“Boss jangan bicara begitu, yakinlah tuan putri akan selamat. Dan sampai ujung dunia kita akan terus mencarinya.” Hibur Riksa yang merasa tidak tega melihat Boss nya seperti itu.


Hingga menjelang senja Jodi duduk di sana sembari menunggu tim nya yang tengah memeriksa mobil Maurin yang dipakai Berlian.


Namun pada saat Jodi dan Riksa hendak beranjak pergi, tiba-tiba sebuah botol yang tersapu ombak menyentuh ujung kaki Jodi.


💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔


Jangan bosan untuk Like, vote dan favoritenya ya gais😍


Terima kasih🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2