
Warning!!!!!
Area 21+
Terdapat konten ngeri ngeri sedap di dalamnya🤣
Bocil disarankan menjauh!!!!
Selamat membaca!!!
..........
Sudah dua minggu Jodi melaksanakan pekerjaannya di Thailand bersama tim nya. Dan hari ini rencana mereka akan kembali pulang ke negara tercinta kita Indonesia.
Setelah menempuh penerbangan 3 jam 25 menit Bangkok-Bandara Soeta, akhirnya Jodi sampai di ibukota, lalu ia melanjutkan perjalanannya ke markas bersama tim.
“Pulang kemana nih Boss?.” Tanya Jack pada Jodi.
“Ke markas.”
“Gak ke rumah Boss?.”
“Gak! Kita ke markas aja Jack.”
“Ok.”
Kemudian Mobil yang membawa mereka pun melaju menuju markas mereka di suatu tempat yang masih berada di daerah ibukota.
Singkat waktu, Jodi bersama tim sampai di markasnya.
Jodi masuk ke dalam ruang kerjanya. Kemudian ia membuka jas nya dan meletakannya di sofa. Lalu ia duduk pada kursi kerjanya.
Perlahan ia merogoh kedalam laci meja kerjanya untuk mengambil ponsel yang biasa ia gunakan, ternyata ia tidak membawa ponselnya dan meninggalkannya di laci meja tersebut, mungkin pada saat ia ke Thailand ia menggunakan ponsel lain untuk urusan dinasnya, sementara yang ia simpan adalah ponsel pribadinya.
Pada saat ia menyalakan ponsel itu ternyata ponsel itu lowbat, kemudian ia cepat mengisi daya ponselnya di meja tersebut.
Dengan meluruskan kaki ke atas mejanya Jodi melihat pesan yang masuk pada ponsel yang tengah di charger tersebut. Entah apa yang dia lihat, terlihat ia tersenyum-senyum sendiri. Bersamaan dengan itu tiba-tiba saja,
BRAK!!! Pintu ruangannya di buka kasar oleh seseorang dari luar, Jodi sedikit terkejut. Ia melihat ke arah pintu itu, nampak Berlian tengah berdiri disana.
Terlihat ia menatap Jodi dengan tatapan lurus kedepan dengan nafas nya yang turun naik serta mata yang berkaca-kaca.
Jodi santai melihat ke arahnya dengan posisi masih dengan kakinya di atas meja.
__ADS_1
“Hiks… hiks…” Terdengar tangis pelan pada bibir istrinya itu.
“Kau?? Ada apa kemari?.” Tanya Jodi santai.
“Hiks… kenapa papa lakukan ini padaku?.”
“Memangnya apa yang telah aku lakukan padamu?.” Jodi masih dengan mimik santainya sembari melihat-lihat ponsel yang ada di tangannya tanpa memperdulikan siapa yang sedang berbicara dengannya.
“Hiks..Kenapa papa pergi tak bilang padaku?.”
“Memangnya aku harus bilang padamu? Kau saja pergi di malam itu, tak bilang-bilang padaku!.” Sindir Jodi.
“Hiks… aku pergi tidak melakukan apa pun.”
“Sudahlah, bukankah kau sudah tak ingin hidup bersamaku? Kau lupa? Kalau malam itu kau meminta cerai padaku? Sekarang pulanglah. Tidak baik kau berada disini.”
“Gak mau! Hiks… aku gak mau pulang!.”
“Terus! Kamu mau ngapain disini? Ganggu orang kerja saja, pulanglah, aku capek, baru datang mau istirahat!.” Kata Jodi seraya berlalu meninggalkan Berlian menuju kamar pribadinya.
Jodi masuk kedalam kamar pribadinya dan membuka kemejanya. Namun tiba-tiba saja Berlian mengejarnya dan BRAK!! Ia kembali membuka pintu kamar pribadi Jodi dengan keras, dan berdiri di depan pintu dengan air mata yang mulai menyusuri pipinya.
“Hiks… papa jahat!! Hiks.” Katanya sembari mengusap kasar air matanya.
Melihat penampilan sang suami yang bertelanjang dada membuat Berlian menelan salivanya kuat-kuat. Bagaimana ia tidak tergoda? dengan dada bidang yang seumur hidupnya telah menjadi sandarannya dan akhir-akhir ini dada bidang itu menjadi hal yang sangat ia rindukannya.
Terlebih kenikmatan yang telah suaminya ciptakan selalu menari-nari dalam ingatannya hingga membuatnya setengah gila.
Tanpa basa basi Berlian langsung masuk ke dalam kamar pribadi Jodi, dengan langkah berani sembari menghapus air mata di pipi kanannya ia melangkah cepat lalu menutup pintunya dengan membanting kasar.
Ia berjalan mendekat kearah Jodi dengan membuka pakaiannya sendiri, lalu menarik tubuh suaminya dan mendorong kasar keatas tempat tidur. Kemudian ia naik keatas tubuh suaminya itu.
“Hey… apa yang kau lakukan?!.”
“Kenapa kau berubah hiks?. Kenapa kau menyiksaku seperti ini? Hiks.” Berlian dengan tangisannya.
“Siapa yang telah menyiksamu? Bukankah kau sendiri yang menginginkan aku untuk pergi dari hidupmu hah!.”
“Maafkan aku!…. Aku tak bisa jauh darimu hiks. Kembalilah pulang hiks… aku mohon hiks… aku tahu aku salah… aku tahu aku terlalu berlebihan. Aku tidak benar-benar marah papa.. tolong maafkan aku hiks… jika papa tak memaafkan aku… bagaimana dengan hidupku.. hiks.”
Melihat istrinya menangis dan memohon padanya Jodi merasa tidak tega dan memutuskan untuk berhenti memberi pelajaran padanya.
Kemudian ia yang masih dalam posisi di tindih istrinya yang duduk di atas tubuhnya merentangkan tangannya, seraya berkata, “Come to papa… baby.” Kata Jodi pelan seraya memberikan senyum terbaiknya.
__ADS_1
Betapa bahagianya Berlian kala mendengar kata-kata yang sudah lama tak ia dengar itu terngiang kembali di telinganya. Dengan rasa haru bercampur bahagia, bergegas ia menjatuhkan tubuhnya ke atas dada bidang itu dan memeluknya dengan erat.
“Hiks.. hiks… maafkan aku.” Tumpah air matanya pada ceruk leher suaminya itu. Dengan penuh kasih sayang Jodi membelai mesra istrinya itu.
“Sudah sayang nangisnya. Iya papa maafkan tapi kau harus janji jangan nakal lagi ya?.” Bisik Jodi pada istrinya yang di balas dengan anggukan pelan.
Setelah ia puas menangis, di pandanginya wajah suaminya yang kala itu tengah menghapus air matanya. kemudian di kecup bibir kokohnya itu hingga saling menyesap kedalam. Kemudian ia melepaskannya,
“Papa.”
“Mh.. ada apa?.”
“Aku… aku…” Sepertinya Berlian malu untuk mengatakannya, melihat tingkah istrinya, Jodi tersenyum, sepertinya ia mengerti apa yang akan di ucapkan oleh istri kecilnya itu.
“Kau ingin papa membawamu ke surga hem?.” Bisik Jodi dan terlihat Berlian mengangguk pelan.
Akhirnya mereka berdua pun melayang jauh ke angkasa, memasuki alam nirwana.
Keindahan yang mereka rasakan membuat mereka tak ingin berhenti menyuarakan nyanyian-nyanyian kemesraan yang mengubah benci dan dendam dari keduanya hingga mereka menghempaskan pelepasan bersamaan.
Diri yang bersimbah peluh terkulai lemah, desir nafas halus memecah keheningan dari keduanya.
Di pandanginya wajah cantik yang sedikit memucat itu, lalu di kecupnya kening yang basah itu kemudian ia rebahkan di dada kokohnya, hingga keduanya terlelap.
Penyatuan pertama tanpa benci dan amarah begitu indah mereka rasakan, seakan mereka lupa akan peristiwa kemarin. Hilang segala benci diantara mereka, kini yang ada hanya gelora asmara bagai muda mudi yang baru merasakan gairahnya dalam bercinta.
Entah sudah berapa lama mereka terlelap. Hingga Jodi terjaga, sang cinta masih pulas di atas dada kekarnya. Bersamaan dengan itu. Sang cinta pun membuka kembali matanya kemudian mencium wajah suaminya dengan tatapan sayu nya.
Namun gairah di antara mereka berdua bangkit kembali hingga penyatuan diri itu harus terjadi kembali.
Bergegas Jodi bangkit dan membawa istrinya dengan memangkunya menuju ke kamar mandi.
Terdengar kembali dari arah kamar mandi, suara mesra dari keduanya melanjutkan kehangatan dalam suasana yang berbeda.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Ya Allah bang jodi bikin othor gerah 🤣🤣
Mana suami lagi dinas luar🤪
Jangan lupa Like nya ya gais😍
Vote, favoritenya & hadiahnya
__ADS_1
Makasih 😘