Aku Hanya Inginkan Om

Aku Hanya Inginkan Om
Gerontofilia


__ADS_3

Masih di lingkungan halaman kampus, nampak seseorang yang berpakaian serba hitam lengkap dengam kaca mata hitam pula, memperhatikan pergerakan Berlian. Terlihat seseorang itu merogoh ponselnya dari saku celananya lalu menghubungi seseorang.


Ya, ternyata seseorang itu adalah suruhan Jodi yang di perintahkan untuk memantau Berlian.


“Hallo Boss!.”


“Iya Hallo Jack, bagaimana?.”


“Nona aman Boss, hanya saja tadi di kantin ada tiga lelaki mengganggunya cuma nona bisa mengatasinya sendiri.”


“Siapa tiga lelaki itu?.”


“Sepertinya masih sama-sama mahasiswa juga Boss, kelihatannya kakak tingkatnya nona.”


“Tolong selidiki bocah-bocah itu Jack.”


“Siap Boss, segera laporannya saya kirim.”


“Ok Jack, ada info apa lagi?.”


“Satu lagi Boss, sepertinya nona sudah dapat teman, terlihat tadi dia berdua bersama temannya.”


“Laki-laki atau perempuan?.”


“Perempuan Boss, sepertinya teman satu kelasnya.”


“Oh ya sudah, ada lagi?.”


“Untuk sementara tidak ada lagi info yang bisa saya sampaikan Boss.”


“Ok kalau begitu. Elo boleh balik kalau Riksa sudah jemput dia ya?.”


“Siap Boss.”


Kemudian lelaki berpakaian serba hitam itu masuk kedalam mobil yang tidak jauh terparkir di area taman kampus.


Sementara itu di ruang kantornya, setelah Jodi menerima telepon dari seseorang, kembali ia di sibukan dengan aktivitas kantornya di depan laptopnya.


Tiba-tiba ia menerima email kemudian membukanya, nampak Jack yang ia perintahkan untuk mencari informasi ketiga mahasiswa yang mengganggu Berlian tadi pengirim data-data mereka.



Nama : Menara Sakti


Usia : 20 tahun


Putra dari Pengusaha Properti dan IT


Ayah kebangsaan Korea


Ibu: Jawa Sunda


dst.



Nama : Yosan Paso


Usia : 21 tahun


Putra dari seorang kedutaan besar China


Ibu kebangsaan China

__ADS_1


Ayah Indonesia (Sumatera)


dst.



Nama : Arash Aknan


Usia : 21 tahun


Putra dari Pengusaha fashion & food International.


Ibu kebangsaan Korea


Ayah Indonesia (Jakarta)


dst.


Jodi mengamati dengan teliti data-data ketiga pemuda ganteng itu. Kemudian ia menghubungi Riksa untuk datang keruangannya, tak butuh waktu lama Riksa sang asisten masuk keruangan dan duduk pada kursi tepat di depan meja kerja Jodi.


“Ada apa Boss?.”


“Tadi si Jack laporan katanya Putri gue di ganggu sama tiga cowok. Tuh orang-orang nya, elo lihat sendiri.” Jodi mengirim data ketiga orang itu pada ponsel Riksa, dan Riksa pun melihat pada layar ponselnya.


“Mh… bener kan gue bilang Boss, keren-keren semua cowoknya mirip-mirip personil K-pop, cocok buat nona muda hehe.”


“Elo pikir gue mau jodohin putri gue sama mereka! Bagaimana mungkin gue kasih putri gue pada cowok-cowok brengsek itu hah!.”


“Tapi Boss feeling gue bakal ada yang nyangkut tuh satu! Siap-siap aja, hehe.”


“Maksud elo?!.”


“Ya, siap-siap aja Boss akan gerah sama salah satu cowok itu, hehe.”


“Jangan ngaco kamu!.”


“Sialan luh! Heh, gue akan dukung kalau putri gue nyantol sama salah satu dari mereka, dengan catatan mereka harus sayang sama putri gue dan mereka bukan dari golongan casanova.”


“Ya semoga saja mereka anak-anak yang baik sesuai dengan yang Boss harapkan.” Riksa menyelidik wajah Jodi yang terlihat penuh kekhawatiran.


“Gak perlu khawatir Boss tenang saja, kalau gue lihat nona tak seperti remaja pada umumnya, gue lihat dia lebih memiliki ketertarikan pada lelaki dewasa seperti Boss hehe.”


“Jangan sembarangan luh!.” Geram Jodi.


“Yeh, Boss lupa kalau ilmu gue dasarnya psikologi? Dan gue dulu adalah psikiater? Gue mengamati nona Boss dari sejarah hidupnya yang ditinggal sejak dini oleh orang tuanya dan mendapatkan kasih sayang pengganti dari Boss, mungkin itu lah yang menjadi dasarnya. Perlu gue jelaskan ya Boss, ada istilah yang namanya Gerontofilia yang dikenal sebagai erotic age orientation adalah ketertarikan seksual terhadap orang yang jauh lebih tua. Istilah gerontofilia diciptakan pada 1901 oleh psikiater Richard-Von-Krafft-Ebing yang merupakan seorang psikiater dan penulis Austro-Jerman. Namun, gerontofilia tidak diklasifikasikan sebagai gangguan jiwa dan juga tidak disebutkan dalam “Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders” atau “International Classification of Diseases”. Lantas, apa penyebab terjadinya gerontofilia? hal yang dapat disebut gerontofilia adalah ketertarikan kepada orang yang sudah dikategorikan sebagai orang tua. Dalam pengertian ini, banyak penjelasan dapat ditemukan. Perlu dicatat bahwa kita berbicara tentang parafilia, tidak benar-benar jatuh cinta dengan seseorang yang kebetulan seusia itu. Salah satu penyebab gerontofilia yaitu ketertarikan terhadap orang tua yang memberitahu kita tentang kehadiran kepribadian genting, ketergantungan atau membutuhkan perlindungan, melihat fakta menjadi tua terkait dengan kebijaksanaan, pengalaman, serta perlindungan. Pandangan tentang usia tua ini dapat menyebabkan beberapa orang memiliki hasrat seksual untuk karakteristik ini, yang membuat mereka merasa aman.” Jelas Riksa.


Jodi mendengarkan dengan seksama apa yang telah Riksa sampaikan padanya. Lama ia terdiam, merenungkan apa yang Riksa sampaikan tadi.


“Jadi memang perlu kerja keras untuk mengubah pandangan putri Boss itu, tetapi dengan usaha yang terus menerus saya kira semua nya dapat di atasi. Jadi kalau menurut gue sih Boss, biarkan saja tiga anak ini mendekatinya, entah itu dengan cara mengganggunya atau pendekatan dengan cara lainnya, dengan begitu pikirannya akan di sibukan dengan ketiga orang ini dan lama-lama sosok ketiga orang ini akan membentuk pola pikirnya. Walau kebencian pada ketiganya, misalnya nanti yang akan mendominasi pikirannya, karena tiga orang ini selalu ngerjai dia. Ya biarkan saja, asal yang tidak membahayakan dirinya. Bukannya terlalu membenci bisa berubah jadi cinta? Hehe.” Jelas Riksa kembali, terlihat Jodi menganggukkan kepalanya. Kemudian


“Boleh juga tuh ide luh.”


“Ya gak ada salahnya kan kalau kita coba dulu? Selalu ada solusi disetiap masalah Boss, jadi gak perlu khawatir kalau menurut gue sih.”


“Ya sudah kalau gitu. Mudah-mudah dengan kenakalan ketiga anak itu dapat membantu putri gue, cuma awas aja kalau mereka berani nyentuh putri gue! Abis mereka gue bunuh!.”


“Haha.. awas hati-hati Boss jangan-jangan nanti Boss yang susah sendiri karena kebiasaan yang Boss dan putri Boss lakukan akan lenyap dan malah membuat Boss merasa kehilangan haha.”


“Eh sialan! Elo pikir gue pedofil apa?.”


“Boss eling Boss, dia bukan anak kecil lagi, tapi remaja yang beranjak dewasa, dan gue rasa Boss juga udah mulai nyaman kan? dengan kehangatan yang kalian ciptakan? Haha.”


“Eh berani-beraninya ya elo ngomong gitu sama gue!.” Kesal Jodi karena Riksa seolah mengoloknya.

__ADS_1


“Boss, karakter seperti apa pun di depan gue mah gak akan bisa ditutup-tutupin, gue gak bisa di bohongin Boss. Gue tahu kok, Boss tidak benar-benar tak menyukainya, Boss hanya sedang berusaha membuat keadaan menjadi normal, iya kan? Dan gue faham maksud dan tujuan Boss itu bener. Makanya ayo duduk bersama dengan gue, sebisa mungkin gue akan bantu dari sisi keilmuan gue.”


Jodi tak bisa berkutik dengan apa yang telah Riksa katakan barusan saja.


“Udah ah… sana elo pergi jemput dia!.” Kata Jodi membalikan tubuhnya serta membuang mukanya karena ia tidak ingin Riksa membaca ekspresi wajahnya lebih jauh lagi.


“Siap Boss hehe.” Kata Riksa dengan senyuman penuh kemenangan lantas pergi meninggalkan Jodi diruangannya.


‘Sialan si Riksa! Bisa-bisa nya ngarang cerita. Tahu apa dia tentang apa yang sedang gue rasakan. Lama-lama gue balikin juga tuh anak ke agen.’ bathin Jodi.


*


Sementara itu Riksa yang sudah menunggu di halaman parkir kampus melihat dari kejauhan Berlian berjalan ke arahnya. Namun di sisi lain ia juga melihat ke tiga pria yang di gilai banyak wanita di kampus tersebut tengah memperhatikan Berlian.


“Kak Riksa, udah nunggu lama ya?.”


“Gak kok baru lima menit.”


“Oh ya udah yuk kita pulang.”


“Mau pulang kemana non? Langsung pulang ke rumah apa ke kantor dulu?.”


“Ke kantor dulu aja ya kak?.”


“Oke.”


Kemudian Berlian naik ke dalam mobil dan mobil pun melaju meninggalkan halaman parkir kampus.


Sementara itu, ketiga pria idola yang tengah memperhatikan Berlian, berjalan menuju mobil yang terparkir tidak jauh dari mereka.


Menara duduk di belakang kemudi, karena memang mobil jeep itu adalah miliknya.



“Si anak baru itu di jemput siapa ya tadi?.” Kata Yosan.


“Pacarnya kali.” Menara mulai melajukan mobilnya.


“Atau supirnya kali ya?.” Sambung Arash.


“Siapa pun tadi, masa bodoh yang jelas kita rencanakan buat ngerjain itu cewek haha.” Kata Menara.


“Iya bener… gue udah gak sabar pengen lihat dia termewek-mewek haha.” Sambung Yosan.


“Dan mohon-mohon sama kita, kita bikin dia malu depan banyak orang, haha.” Kelakar Arash.


Hahaha mereka bertiga tertawa bahagia karena mendapatkan korban baru untuk mereka bully.


*


Singkat cerita, Berlian telah sampai di kantor Jodi, ia langsung masuk ke ruangan kerja om nya itu di susul Riksa di belakangnya.


“Hai.. om.” Berlian langsung naik ke atas pangkuan Jodi yang tengah duduk di atas sofa.


“Hai sayang om, bagaimana tadi hari pertama masuk kampusnya?.” Tanya Jodi sembari penyelipkan ke belakang telinganya rambut Berlian yang terurai.


“Lancar.”


“Syukurlah.”


“Ehem.” Riksa berdehem yang dari tadi berdiri di depan mereka, kemudian Jodi menjuruskan matanya sebagai isyarat agar dia pergi.


“Permisi Boss gue keruangan dulu.” Kata Riksa seraya berlalu meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


‘Bilangnya putri kesayangan.. tapi mesranya lebih-lebih dari orang pacaran, hadeh… papa pandai berdusta hoho.’ Gumam Riksa.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


__ADS_2