
Sementara itu, di ceritakan di sebuah tempat yang masih berlokasi di Ibukota. Nampak di sebuah rumah yang sangat megah, terlihat kira-kira sepuluh orang wanita yang berusia 40 tahun ke atas tengah berkumpul.
Diantara ke sepuluh wanita itu adalah tiga orang wanita yang pernah bertemu dengan Menara, Yosan dan Arash di sebuah cafe.
Entah pesta apa yang tengah mereka gelar, yang jelas kesepuluh perempuan itu seperti tengah melakukan sebuah undian.
Hanya tiga orang yang menjadi pemenangnya. Setiap orang dari wanita itu masing-masing mengeluarkan kocek yang tidak sedikit, yaitu seratus juta per-orang. Berarti uang yang terkumpul adalah 1 milyar jumlahnya.
Dan rupanya uang satu milyar itu akan di berikan kepada 3 pemenang dan dapat ditukar dengan seorang brondong. Artinya jika pemenang ingin menukar uang itu dengan brondong, uang yang mereka dapat harus di berikan pada brondong tersebut.
Tiba lah saatnya pengumuman dari tiga pemenang tersebut. Dan yang beruntung malam itu yang pertama adalah si pemilik rumah yaitu tante CITRA yang berusia 43 tahun, berperawakan kurus tinggi langsing, memiliki wajah oriental dan berambut hitam memakai poni, sementara pemenang yang ke dua adalah tante NAURA yang berusia 45 tahun, ia berambut pirang bergelombang dan memiliki postur tubuh bahenol. Dan pemenang yang ke tiga adalah tante YUANITA usia 42 tahun yang memiliki wajah kebule-bulean mirip dengan artis Hollywood Sandra Bullock.
Ting tong
Terdengar bel berbunyi. Pelayan di rumah itu mempersilahkan tamu masuk ke dalam ruangan dimana para perempuan sosialita itu berkumpul.
Terlihat Menara, Yosan dan Arash mendatangi para wanita itu. Setelah sampai di tengah-tengah para wanita itu mereka berdiri mematung dihadapan ke sepuluh wanita tersebut yang tengah duduk pada sofa di ruangan yang cukup besar itu.
Menara, Arash dan Yosan sedikit terhenyak, berada diantara mereka karena ini adalah kali pertama mereka berada di sebuah ruangan yang di penuhi dengan wanita yang usianya sepadan dengan ibu mereka.
“Gue jadi takut Ar.” Bisik Menara.
“Gue juga sama, kita lihat dulu aja apa yang akan mereka lakukan sama kita.” Jawab Arash.
“Apa kita disuruh milih mereka gitu?.” Yosan bergumam.
Mereka bertiga menerka-nerka dalam pikirannya masing-masing apa yang akan di lakukan wanita-wanita itu pada diri mereka masing-masing.
Hening sejenak kala terlihat para tante itu tersenyum pada mereka. Dan terlihat salah seorang dari mereka mendekat, yaitu tante Citra si empunya rumah. Dengan tatapan menggoda tante Citra mengitari ke tiganya seperti tengah memilih dan pilihannya jatuh pada Menara.
Ia tarik tubuh Menara dan langsung membawanya ke lantai atas. Sementara Menara seakan terhipnotis mengikuti saja ajakan tante Citra ketika ia membawanya ke dalam sebuah kamar.
Dan kini giliran tante Naura yang menjatuhkan pilihan pada Arash. Karena Arash sudah berpengalaman menjalin hubungan dengan tante-tante, sama sekali ia tak menunjukan raut wajah gugup, justru ia malah menyambut ajakan tante Naura yang membawanya keluar dari rumah tersebut entah akan kemana Arash dibawa oleh wanita itu. Hanya mereka berdua yang tahu.
Dan yang terakhir adalah tante Yuanita yang menarik tangan Yosan, sama halnya seperti tante Naura, tante Yuanita pun membawa Yosan keluar dari rumah itu, terlihat mereka berjalan menuju ke dalam mobilnya meninggalkan kediaman tante Citra.
Sementara ke tujuh tante yang tidak mendapatkan keberuntungan pada malam itu, mereka kembali pulang ke tempatnya masing-masing meninggalkan rumah tante Citra itu.
Entah apa yang terjadi kepada Menara, Yosan dan juga Arash. Yang jelas mereka tengah dijadikan objek permainan oleh sekumpulan tante-tante sosialita itu.
__ADS_1
Dan tanpa sepengetahuan mereka dari kejauhan nampak dua orang tengah memperhatikan gerak gerik mereka, dari awal ketiga pria muda itu datang dan masuk ke dalam rumah tersebut.
.............
Beralih pada kota lain, yaitu di kota Bandung terlihat dua wanita yang sudah tidak muda lagi tetapi tidak terlalu tua juga, nampak tengah berbincang di dalam sebuah food court salah satu mall terbesar di kota tersebut.
“Kamu tidak pulang, apa suamimu tidak mencarimu Rosa?.” Tanya Delima.
“Kebetulan suamiku ada kerjaan di luar kota Delima, jadi aku sedikit bisa leluasa menemui kamu di kota ini.” Jawab Rosalia.
“Ya jadi begitulah Rosa, kenapa aku ingin mengenalkan Berlian pada putramu, karena aku khawatir Ros, apa lagi aku mendengar kabar dari ART yang aku suruh untuk memantau Berlian di rumah, akhir-akhir ini mereka semakin lengket, aku tambah khawatir saja Ros, bukannya aku tak percaya pada kak Jodi. Aku yakin apa pun yang terjadi dia pasti mampu mengatasinya. Namun yang aku sangat khawatirkan adalah pada Berliannya Ros, aku takut dia semakin dalam dan tenggelam dalam situasi ini.”
“Memang sepertinya harus di segerakan Delima. Bagaimana jika dalam waktu dekat ini kita ikat mereka saja dalam ikatan pertunangan?.”
“Ya boleh juga ide mu itu Ros. Nanti aku akan bilang pada opa dan omanya Berlian untuk menceritakan segalanya. Aku yakin mereka akan setuju jika alasannya kuat. Terakhir aku tanya kak Jodi. Dia bilang, dia juga merasa khawatir akan tingkah laku Berlian padanya, dan sebisa mungkin akan berusaha menghindarinya. namun ART di rumah mengatakan lain lagi. Justru Kak Jodi terlihat seperti menyambut Berlian, begitu kata mereka.”
“Ya sudah kalau begitu Delima, biar nanti aku cerita pada suamiku dan Menara. Sementara kamu menghubungi opa dan omanya Berlian ya?.”
“Baiklah Ros, semoga usaha kita berhasil ya?.”
“Ya semoga. Ya sudah seperti nya aku harus kembali ke Jakarta karena suamiku nanti malam akan pulang dan aku akan langsung cerita pada suamiku dan Menara.
“Ok. Makasih Delima.”
Kemudian Rosalia ibu dari Menara itu undur pamit pada Delima. Setelah mereka berpelukan lalu Rosalia pergi meninggalkan Delima menuju kendaraannya.
Detik itu pula Delima menghubungi pak Budi kakek dari Berlian. Delima mulai menceritakan segalanya mengenai kedekatan antara Berlian dan Jodi. Juga tentang kekhawatirannya selama ini.
Terlihat awalnya pak Budi begitu terkejut mendengar apa yang di sampaikan Delima padanya. Namun setelah Delima menyampaikan ide nya untuk mengikat tali pertunangan antara Berlian dan putra temannya. Pak Budi sepertinya menyetujui ide tersebut.
Mengingat pak Budi sangat hafal betul dan sangat percaya pada Jodi sehingga beliau berfikir, tidak mungkin jika Jodi akan melakukan hal yang tidak-tidak pada Berlian. Karena yang pak Budi tahu bahwa Jodi menyayangi Berlian seperti anaknya sendiri.
Akhirnya pak Budi merencanakan beberapa waktu ke depan, beliau beserta istrinya memutuskan akan datang ke rumah Berlian, mengajak mereka duduk bersama untuk membicarakan rencana pertunangan Berlian dan Menara.
..........
Sementara itu di tempat lain yaitu di ruang kerja pada rumah Berlian, nampak Jodi dan Riksa tengah membahas sesuatu yang penting.
“Ada apa Rik?.” Tanya Jodi pada asistennya itu.
__ADS_1
“Tadi anak buah gue ngikutin kemana anak-anak bengal itu pergi. Katanya mereka pergi ke sebuah rumah mewah yang pemiliknya adalah seorang pengusaha dari Dubai. Di rumah itu hanya di tinggali istrinya sementara si pengusaha itu menetap di Dubai jadi hanya sesekali saja si pengusaha itu pulang.”
“Mau ngapain mereka ke rumah itu?.” Tanya Jodi heran.
“Menurut informasi, istri dari pengusaha itu setiap bulannya selalu berkumpul dengan teman sosialitanya untuk mengadakan arisan brondong.”
“Apa!!! Arisan brondong?! Maksudnya bagaimana itu? Aneh-aneh saja kelakuan istri orang kaya itu.”
“Jadi arisan brondong itu, sama hal nya seperti arisan uang atau perhiasan juga arisan yang lainnya Boss, hanya saja kalau arisan brondong ini yang dapat, ya dapat brondong hehe… sementara uang yang mereka kumpulkan di berikan pada brondong itu. Dan kebetulan yang jadi brondongnya kali ini anak-anak bengal itu Boss.”
“Serius Rik?!.” Jodi dengan mimik terkejutnya.
“Betul Boss. Kata anak buah gue tadi, kedua teman Menara di bawa oleh wanita-wanita itu keluar dari rumah itu sementara si Menara tidak terlihat keluar sampai Detik ini.”
“Gila! Kok bisa ya anak-anak itu melakukan hal seperti itu? Padahal mereka anak-anak dari keluarga berada.”
“Lumayan kali Boss bayarannya buat nambah-nambah uang jajan hehe.”
“Elo pernah Rik ikutan arisan brondong?.”
“Ish amit-amit Boss, gue gak suka sama tante-tante. Mending sama ABG dari pada sama emak-emak, Cih.”
“Ya kali aja elo pernah haha.”
“Amit-amit dah. Oya Boss terus katanya mengenai kelakuan mereka yang suka nge bully anak-anak di kampus termasuk pada putri anda itu, memang kerjaan mereka dari dulu begitu katanya Boss, jadi kalau menurut gue sih kenapa si Menara selalu ngerjain putri Boss itu karena iseng aja. Biasanya gitu katanya kalau ada anak baru pasti mereka kerjain.”
“Ya biarpun iseng gue gak suka aja urusan pribadi Berlian dan Gue di usik mereka Rik.”
“Tenang aja Boss, kalau mereka macam-macam sama putri Boss, kita beri mereka pelajaran saja. Bukannya kita sudah tahu sekarang kartu AS mereka?.”
“Ok kalau gitu. Kita istirahat Rik. Suruh aja anak buat elo pantau mereka terus.”
“Siap Boss. Gue permisi dulu.” Kata Riksa seraya pergi meninggalkan Jodi di ruang kerjanya.
Tak lama kemudian, Jodi pun keluar dari ruang kerjanya menuju kamarnya.
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Jangan lupa Like, vote dan favoritenya🥰
__ADS_1
Makasih🙏🏻😍