Aku Hanya Inginkan Om

Aku Hanya Inginkan Om
Tentang analisa mereka


__ADS_3

Sesampainya di kamar Menara, Arash di bawa si empunya kamar ke sebuah meja yang mirip-mirip meja belajar karena banyak buku-buku dan laptop disana.


“Eh anjir! Ngapain luh subuh-subuh telepon gue? Ampe gue pagi-pagi buta harus bangun. Tahu gak? Gue tidur cuma satu jam dari kita pulang semalam clubing.” Kata Arash yang kemudian duduk di salah satu kursi yang berada di belakang meja tersebut.


“Udah jangan cerewet! Sama gue juga, gak tidur malah.. ayo cepat cari info bocah itu.” Titah Menara pada Arash menunjuk dengan matanya pada laptop yang berada di depannya.


Memang Arash sangat piawai sekali dalam menggunakan dan memanfaatkan internet. Tidak heran kalau ia dapat nge hacker akun medsos, melakukan berbagai macam dan segala sesuatu yang berhubungan dengan IT. Karena itu Menara meminta Arash untuk melakukan sesuatu.


“Nyari info apa lagi sih Ra?! Gue heran sama elo kenapa sih elo sibuk banget ngurusin itu bocah.” Ujar Arash yang mulai menyalakan laptop di depannya.


“Gue perlu tahu siapa dia yang sebenarnya termasuk orang-orang yang berada di sekitarnya. Elo tahu kenapa? Karena gue di jodohin sama dia!.”


“Apa?! Yang bener luh??.” Arash terkaget mendengar penuturan Menara.


“Iya, nyokap gue sama nyokapnya dia temenan. Tahu temennya punya anak gadis, langsung aja nyokap mau jodohin gue sama anak temennya itu. Biasalah begitu biasanya nyokap gue. Eh gak tahu nya anak gadis temen nyokap yang ini, gue kenal banget. Ya si Berlian itu. Makanya gue suruh elo nyari info tentang dia.”


“Ah biasanya elo nolak kalau nyokap elo jodohin elo!.”


“Ya si Berlian juga gue tolak lah!.” Sanggah Menara.


“Lah terus ngapain elo mau cari info tentang dia, biarin aja ngapain repot.”


“Heh! Gue punya rencana sama si Berlian Ar.”


“Rencana apaan?.” Tanya Arash.


“Si Berlian orangnya kan patuh gitu sama ortu, jadi dia pasti nurut-nurut aja di jodohin sama ortunya. Nah ceritanya kali ini juga gue mau patuh sama ortu gue, tapi bohong haha… artinya gini, kita berdua pura-pura menerima perjodohan ini di depan orang tua kita masing-masing. Padahal di belakang mereka kita jalan masing-masing, tujuannya biar orang tua kita gak kecewa aja sih.” Jelas Menara.


“Ah gila luh nge prank orang tua. Kualat entar luh!.”


“Ya dari pada gue bikin kecewa terus mereka… setiap gue di jodohin gue tolak?!.”


“Heh kutu!!! Ya sama aja kali elo bohongin mereka juga bikin mereka kecewa. Akhir-akhirnya kan mereka juga akan tahu!.”


“Ya minimal kecewanya belakangan Ar haha.”


“Ah gila luh!.”


“Udah deh elo jangan banyak bac*t Ar, ayo buruan cari info tentang dia dan segala sesuatu yang menyangkut kehidupannya. Gue cuma penasaran aja sih.” Desak Menara.

__ADS_1


Kemudian Arash mulai membuka laman pencarian di internet. “Oya? Apa dulu yang mau elo tahu?.” Tanya Arash sembari mengetik-ngetik sesuatu pada laptop di depannya.


“Gue pengen tahu sejarah hidup dia aja dulu, yang lainnya nanti kan bisa mengerucut dan saling terkait.” Jelas Menara. Kemudian Arash mengetik nama Berlian dan menemukan data Berlian yang mereka cari, hanya saja data yang mereka dapat adalah data Berlian yang telah Jodi manipulatif.


Dimana di jelaskan disana bahwa Berlian adalah putri dari pasangan Jodi Pratama dan Mustika Mirah Delima.


“Sebentar Ar, gue juga penasaran sama papanya itu. Tolong coba elo cari data dia Ar.” Titah Menara.


Kemudian Arash mencari data dan informasi yang mereka cari mengenai Jodi Pratama. Dan di sana mereka menemukan biografi dari Jodi Pratama. Tetapi data Jodi sebagai agen rahasia tentunya tak akan pernah bisa mereka dapatkan, karena agen rahasia itu sangat-sangat tersembunyi dan hanya beberapa orang saja yang mampu menembusnya.


Jadi mereka hanya menemukan sejarah Jodi bersama keluarga dan track record pekerjaannya di perusahaan Berlian Grup dan perusahaan sebelumnya yang di pimpin Harvan Ayah biologisnya Berlian. Yaitu Harv Company.


Namun memang karena Menara juga adalah anak muda yang cerdas, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, akhirnya satu persatu mereka analisa dari data yang mereka dapatkan itu.


“Nah Ar, coba elo lihat di sini, nama istri Jodi Pratama kok Dr.Vivi ya? Delima kok gak ada di dalam data dia?.” Selidik Menara.


“Iya ya?, coba gue cari info mengenai Delima.” Ujar Arash, kemudian Arash mengetikan sesuatu lagi pada laptopnya dan muncul sebuah informasi yang sedikit mengernyitkan dahi mereka.


“Lah! Kok nama suami Delima disini Harvan Hartawan? Bukannya tadi pada data Pemilik perusahaan Harv Company itu, Nama Istri Harvan itu adalah Intan?.” Heran Arash.


Mereka terdiam sejenak dan saling berpandangan, dan mencari infomasi mengenai Berlian semakin membuat mereka penasaran, akhirnya mereka mencari Informasi lebih dalam lagi.


“Kok lihat wajah orang ini familiar ya Ra?.” Kata Arash.


“Iya ya? Kayak siapa gitu??. Coba mana foto istrinya ada gak?.” Selidik Menara.


Kembali Arash mencari-cari dan akhirnya ia menemukannya. “Nih foto istrinya Ra?.” Arash menunjukan foto Intan di layar laptopnya.


“Cantik!.” Komentar Menara singkat.


Kembali mereka mencari-cari informasi lain, dan sampailah mereka menemukan foto Berlian Kecil yang di gendong sang ayah bersama Jodi. Sejenak mereka berdua terdiam,


“Ini Berlian kecil kan?.” Ujar Menara.


“Iya, mukanya aja gak jauh beda sama yang sekarang… tapi… tunggu…” Arash sepertinya mendapatkan petunjuk. Ia mulai menyatukan wajah Harvan dan wajah Intan dalam sebuah aplikasi, kemudian menyatukan wajah Jodi dan Delima, tak lupa juga menyatukan wajah Harvan dan Delima, sehingga akan muncul wajah perpaduan dari keduanya, yang menghasilkan sebuah foto wajah dari generasi masa depan keduanya. Dan nampak lah yang terlihat adalah wajah Berlian muncul dari perpaduan foto antara Harvan dan Intan.


“Coba elo lihat ini!.” Tunjuk Arash pada Menara. Kemudian Menara mengarahkan pandangannya pada apa yang di tunjukan oleh Arash.


“Oh, kalau seperti ini hasilnya, Berlian memang bukan anak kandung Jodi ya?, bisa di pastikan orang tua dari Berlian adalah Harvan dan Intan pemilik Harv Company.” Tukas Menara.

__ADS_1


“Ya bisa di bilang begitu, karena kalau kita padukan wajah Jodi dan Delima, hasilnya jauh. Juga perpaduan wajah Harvan dan Delima sama sekali kita tidak dapat petunjuk apa-apa. Sekarang kita lihat aja secara langsung, Berlian sama sekali gak mirip kan sama Jodi itu?. Berarti dia memang bukan anaknya kalau begitu Ra.” Jelas Arash.


“Pantas saja itu yang namanya om Jodi kok gak canggung gitu ya mesra-mesraan sama si Berlian.” Kata Menara sembari mengamati foto-foto mereka.


“Artinya, kalau benar Berlian anak tunggal dari Harvan Hartawan berarti dia adalah pewaris tunggal kerajaan bisnis Harv Company dong, Ra?!.” Arash berpandangan dengan Menara.


Kemudian mereka berdua sama-sama berfikir sembari tetap menyelidik. Lalu Menganalisa semua data dan informasi yang telah mereka dapatkan tadi.


Lama mereka berfikir, sampai akhirnya Menara mencoba mengungkapkan hasil analisanya bersama Arash.


“Ar, gue jadi curiga sama orang yang namanya Jodi itu.” Kata Menara sembari menyunggingkan senyum sinis dari sudut bibirnya.


“Curiga?! Maksud elo?!.” Tanya heran Arash.


“Begini, menurut hasil analisa gue, dulu kan si Jodi Asistennya Harvan pemilik Harv Company, sepertinya setelah Harvan dan istrinya meninggal, si Jodi di percaya mengurusi segalanya tuh, termasuk urusan putrinya sebagai pewaris tunggal. Gue curiga si Jodi ingin menguasai seluruh harta peninggalan Harvan ayahnya Berlian itu. Karena Berlian pewaris tunggal, maka yang di kuasai itu adalah si Berlian, sehingga kalau si Berlian sudah dia kuasai, otomatis Harta itu dapat ia kuasai. Dia sengaja buat si Berlian jatuh cinta sama dia, mungkin dia berniat kedepannya si Berlian jadi istrinya, dan jika si Berlian sudah jadi istrinya otomatis harta kekayaan itu bisa dia kuasai, dan setelah kekayaan itu ia kuasai, bisa saja kan? Si Berlian dia buang?. Dan gue rasa ia merencanakan semua ini dengan cukup matang bahkan bertahun-tahun agar ia dapat menguasai harta itu dengan sempurna.” Jelas Menara.


“Bisa jadi juga ya begitu?.” Arash memanggut-manggut kan kepalanya.


“Mana ada manusia di dunia ini yang tanpa pamrih, apa lagi di jaman sekarang ini. Iya kan?, gue tahu si Jodi akhirnya akan membawa kemana semua yang ada di tangannya itu! Dan pada akhirnya, akan ada korban. Berlian lah korbannya. Secara dia adalah anak polos yang lugu dan sejak kecil udah ditinggalkan oleh orang tuanya dengan meninggalkan banyak harta dan gilanya ia di percayakan sama buaya! Lambat laun, abis dia!.” Jelas Menara.


“Anjir! Gue ngeri dengernya.” Bergidik Arash. Kemudian, “terus selanjutnya elo mau ngapain Ra?? Mau jadi dewa penolong gitu buat si Berlian Hah!.” Sambung Arash. Dan Menara terdiam.


Lalu, “Menurut elo! Gue harus bagaimana?.” Tanya Menara pada Arash.


“Sebentar gue mikir dulu.” Kata Arash sembari ia memikirkan sesuatu.


Setelah sekian lama, sepertinya ia menemukan ide.


“Ra, kalau misalkan elo punya tujuan baik, dalam hal ini ingin menyelamatkan si Berlian dari si Jodi itu. Caranya adalah menjauhkan si Berlian dengan si Jodi bagaimana pun caranya. Kalau misalkan tujuan elo cuma iseng-iseng aja atau punya tujuan yang sama dengan si Jodi yaitu ngejahatin si Berlian, elo harus merebut hati si Berlian itu. Biar dia benci sama si Jodi, terus dia jadi percaya sama elo, kemudian dia jatuh cinta sama elo dan elo kawinin dia. Beres!.” Jelas Arash.


“Ok! Gue akan pertimbangkan saran elo!.” Kata Menara.


Kemudian mereka berdua kembali melihat-lihat data dan informasi yang mereka dapatkan tadi mengenai Berlian dan orang-orang terdekatnya.


‘Anak ini lucu juga, cantik malah… dan yang lebih hebatnya lagi, dia adalah pewaris tunggal Harv Company. Berbahagialah orang yang akan menjadi suaminya. Bisa menikmati harta yang tidak akan pernah habis sampai tujuh turunan… gue tahu kenapa si Jodi menyembunyikan identitas Berlian. Karena jika identitas aslinya diketahui orang, dia akan menjadi rebutan dan tentunya akan mengancam jiwanya. Hehe… gue tahu apa yang harus gue lakukan… mari kita sama-sama bersaing untuk merebut harta itu kawan haha.. seandainya Berlian bisa jadi milik gue! Gue gak perlu capek-capek kerja! Ok, mari kita mulai permainan kita kawan dengan cara kita masing-masing haha.” Bathin Arash.


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥


Jangan lupa tinggalkan jejaknya kawan😍😍

__ADS_1


Terima kasih😘


__ADS_2