Aku Hanya Inginkan Om

Aku Hanya Inginkan Om
Menemui calon anak


__ADS_3

.............


Sang surya mulai menampakan wajahnya di upuk timur. Senyum hangatnya terpancar menyambut hari baru, memberikan semangat bagi setiap makhluk untuk memulai aktivitasnya dalam meraup rejeki di hari yang cerah.


Berlian yang masih merasakan morning sickness, bergegas ke kamar mandi di bantu Jodi.


“Sayang, yang sabarnya? Kata dokter selama trimester pertama kamu akan merasakan mual seperti ini. Kata dokter kan usia kandunganmu menginjak 8 minggu, jadi sampai 4 minggu kedepan kamu akan alami mual-mualnya tapi setelah itu kamu akan kembali normal.” Hibur Jodi dengan telaten terus memijat-mijat tengkuk istrinya.


Sementara Berlian masih memuntahkan semua isi perutnya.


“Hiks… ternyata begini ya rasanya hamil.” Lirih Berlian.


“Iya sayang… kamu harus sabar ya? Ada papa disini yang akan selalu jagain kamu.”


Setelah Berlian merasa enakan, kembali Jodi membawa istrinya ke atas tempat tidur dan merebahkannya.


“Papa… jangan kerja ya hari ini, biar kak Riksa aja yang bantuin kerjaan papa di markas, aku mau di temenin papa hari ini.”


“Iya sayang… papa akan temenin kamu seharian.”


Tiba-tiba tanpa mereka duga, masuk pasukan lebah mengusik ketenangan mereka, Jodi dan Berlian menghela nafas panjang, mempersiapkan diri menghadapi serangan mereka.


Terlihat di tangan Eva membawa satu gelas penuh susu putih, di tangan Irma satu gelas penuh susu coklat, kemudian ditangan Delima membawa satu paket buah-buahan, sementara opa-opa nya berdiri di belakang seperti dua orang pengawal.


‘Ya Tuhan… apa lagi yang akan mereka lakukan pada kami… lindungi kami dari serangan lebah-lebah ini ya Tuhan.’ Bathin Jodi.


“Hehe selamat pagi kesayangan oma. Minum susu ibu hamil dulu ya. Oya? Kamu mau rasa vanila atau coklat sayang?.” Tanya Irma pada Berlian seraya mendekat.


“Rasa coklat oma.” Jawab pelan Berlian. Kemudian sang oma memberikan satu gelas susu ibu hamil rasa coklat yang kebetulan dia yang memegang susu rasa coklat itu.


“Ini minum sayang… habiskan ya? Biar Ade bayinya sehat dan kuat.” Kata Irma, kemudian “Delima catat ya? Cucuku sukanya susu coklat, berarti nanti yang kita beli susu hamil rasa coklat.” Sambungnya.


“Siap bu!.” Jawab Delima. Kemudian Delima menyimpan paket buah-buahan di atas meja sofa.


“Sayang… biasanya kalau lagi hamil muda begini, nafsu makanmu akan berkurang. Jadi untuk menjaga agar tubuhmu tetap kuat, makan buah-buahan ini ya .” Ujar Delima, dan Berlian pun mengangguk.


“Bagaimana Berlian Jod? Masih muntah-muntah?.” Tanya Budi pada Jodi.


“Masih pak, kata dokter sampai abis trimester pertama.” Sahut Jodi.


“Aduh kasihan sekali cucuku, sampai bulan depan harus seperti ini.” Ujar Irma.


“Yang sabar ya sayang.” Kata Delima pada Berlian sembari memeluknya.


“Oya Jod. Kamu gak kerja hari ini?.” Tanya Ferry.


“Tidak pa, hari ini aku mau menemani Berlian seharian di rumah.”


“Ya sudah kalau begitu… ayo kita biarkan mereka istirahat.” Kata Eva. Kemudian mereka berlima pun pergi meninggalkan Jodi dan Berlian di kamarnya.


Setelah Jodi memastikan mereka semua keluar, lalu ia mengunci pintunya.


“Kenapa papa mengunci pintunya?.” Tanya Berlian.

__ADS_1


“Papa gak mau ada yang ganggu kita, karena pagi ini papa ingin menemui calon anak kita.” Kata Jodi seraya membuka t-shirtnya, lalu mendekat kearah istrinya, dan duduk di sampingnya.


Perlahan ia mendekatkan wajahnya pada wajah istrinya itu.


“Papa… kata para senior jangan gerasa gerusu nanti calon anak kita kaget.” Bisik Berlian.


“Gak sayang… kali ini pelan-pelan.”


Perlahan bibir mereka saling mengecup mesra, berpaut erat dengan penuh kelembutan. Saling menyesap hingga dalam.


Begitu lembut pertautan bibir mereka hingga membuat mereka berdua saling meresapi.


“Hm.. Papa… katanya melahirkan itu sakit.” Ucap Berlian kala sang suami mulai mengecup pada ceruk lehernya.


“Cuma sedikit sakitnya sayang.” Bisik Jodi.


“Papa, aku takut tak bisa menahan sakitnya.”


“Ada papa di sampingmu, nanti papa akan menemani kelahiran anak kita sayang, jadi kamu gak perlu khawatir.” Balas Jodi.


“Papa… bayi kita kira-kira perempuan atau laki-laki ya?..”


“Apa pun jenis kelaminnya, tidak masalah sayang… laki-laki atau perempuan sama saja.”


Keduanya begitu menikmati kehangatan yang mereka ciptakan berdua, hingga mereka lupa bahwa ada orang yang sudah kesal menunggu mereka di ruangan lain.


Sementara itu, Riksa yang sudah menunggu lama di ruang makan merasa kesal karena tidak biasanya Jodi masih di dalam kamarnya. Jodi lupa memberi tahu pada Riksa kalau hari ini dia tidak akan pergi kerja.


Delima yang keluar dari kamarnya, menghampiri Riksa. “Kok masih di sini Rik?.”


“Loh, bukannya dia gak akan masuk kerja hari ini? Katanya dia mau nemenin istrinya seharian, Berlian gak mau di tinggal suaminya.”


“Yang bener bu? Kok gak ngasih tahu dulu?. Semalam bilang katanya mau kerja karena ada meeting penting.”


“Oh begitu ya? Ya sudah tunggu sebentar, saya panggil dia dulu, sepertinya dia ketiduran lagi abis ngelonin ibu hamil.” Kata Delima seraya naik ke atas lantai dua menuju kamar Jodi. Setelah sampai pintu, Delima mengetuk pintu itu.


Ketukan pintu itu mengusik mereka yang baru saja selesai melakukan aktivitas ranjangnya.


Jodi bangkit dan memakai pakaiannya kembali, kemudian menutup tubuh polos istrinya yang lemas dengan selimut tipis.


Jodi membuka pintu kamarnya, dilihatnya Delima Berdiri disana.


“Ada apa Del?.”


“Itu Riksa udah nunggu lama di bawah.”


“Aku kan gak kerja hari ini.”


“Memang kak Jodi gak ngasih tahu Riksa kalau gak akan masuk kerja hari ini?.”


“Oh iya, aku lupa ngasih tahu dia.” Kata Jodi seraya turun menghampiri Riksa. Sementara Delima masuk kedalam kamar.


Dilihatnya Berlian tengah membenamkan diri di atas tempat tidur menyamping dengan selimut yang menutupi tubuhnya hingga leher.

__ADS_1


“Sayang… masih pusing dan mual gak?.” Tanya Delima seraya duduk di sebelah putrinya.


“Hm.. udah mendingan bu.” Jawab lemas Berlian.


“Syukurlah kalau gitu. Eh mending kamu mandi dulu sana.. abis itu makan yang seger-seger biar gak lemes.”


“Iya bu bentar lagi.”


Tak lama, terlihat Eva dan Irma masuk kedalam kamar itu,


“Ada apa Del?.” Tanya Irma.


“Ini lagi bangunin ibu hamil.”


“Oh, ayo sayang… mama bantu kamu mandi yuk.” Kata Eva seraya mendekati Berlian lalu menyingkapkan selimut yang menutupi tubuhnya.


Mereka tidak tahu kalau tubuh Berlian yang berada di bawah selimut itu polos tanpa sehelai benang pun.


Betapa terkejutnya mereka bertiga, kala selimut itu tersingkap dan melihat penampakan dada Berlian yang banyak meninggal banyak stempel merah.


Sesaat mereka saling diam dan saling berpandangan. Lalu menangkupkan bibirnya menahan tertawa.


“Mama ih… aku gak pake baju.” Kata Berlian menarik ujung selimutnya.


“Hehe… suamimu seperti vampire penghisap darah saja.” Kata Delima yang kemudian merapikan selimutnya kembali menutup tubuh Berlian, lalu beranjak mengambil handuk.


“Memangnya kenapa bu?.” Berlian belum sadar atas apa yang ada dalam dirinya itu.


“Hehe… gak ada apa-apa sayang.” Kata Irma dan Eva saling melempar senyuman dengan menangkupkan bibirnya.


“Nih handuknya, ayo cepat mandi, ibu tunggu di bawah.” Kata Delima memberikan handuk pada Berlian seraya memberi kode dengan kedipan mata pada kedua anggotan gank nya itu, untuk keluar dari kamar Itu, dan mereka pun meninggalkan Berlian di kamarnya.


“Kenapa sih ibu sama mereka senyum-senyum gak jelas” Gumam Berlian yang melilitkan handuk ke tubuhnya dan berlalu ke kamar mandi.


Sementara itu Jodi yang menuruni tangga menghampiri Riksa.


“Rik, gue gak ke markas hari ini, elo aja yang memimpin meeting sama tim ya?.”


“Yah… kenapa gak bilang dari tadi Boss, tahu gitu gue langsung berangkat dari tadi.”


“Sorry… gue lupa ngasih tahu Rik, ya udah sono pergi.”


“Ya udah.” Sahut Riksa seraya pergi meninggalkan Jodi menuju kuda besinya yang sudah bertengger di halaman rumah.


Pada saat mobil yang dibawa Riksa keluar gerbang rumah, selang satu menit muncul lah sebuah mobil memasuki gerbang rumah mereka.


Jodi yang kala itu tengah menikmati kopinya di area mini bar, di hampiri oleh salah seorang pelayan yang memberitahukan bahwa ada 2 orang tamu yang mencarinya.


Kemudian Jodi bangkit dan melangkahkan kakinya menuju pintu utama untuk melihat tamu yang datang mencarinya.


Bersambung……


❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya gais😍


Makasih🥰


__ADS_2